
" aku tahu, bahwa aku salah.." ucap brayen layu
| namun, kenapa kau harus pergi dari sisiku rose, kenapa kau ingin meninggalkanku, jika kau pergi, bagaimana denganku.|
pikiran brayen mulai tidak karuan, dia tahu bahwa semua perlakuan dirinya kepada rose selama ini sangat menyakitkan.
tapi, dia tidak mau di tinggalkan lagi seperti sebelumnya.
" ...... " rose tidak menjawab apa-apa.
" apa kau sungguh membenciku? " tanya brayen
" yaa, aku membenci dirimu...lebih dari aku membenci diriku sendiri " ucap rose
mendengar kata-kata itu, wajahnya semakin membeku, matanya mulai berkaca-kaca.
brayen mulai menggosok wajahnya kasar.
brayen berdiri dari duduknya dan dia menghela nafas perlahan, sambil tersenyum pahit.
dia berkata....
" maka , bencilah diriku sebanyak yang kau mau, di istana ini....
" aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku, jika kau pergi.....
" aku....bisa gila...
" Apa??..." rose tidak mengerti apa maksud dari ucapan brayen....
" tensis!!!!? " panggil brayen
rose semakin heran , kenapa brayen memanggil tensis.
tensis masuk dan memberi hormat kepada brayen dan rose.
" salam bulan dan mentari kekaisaran, semoga anda di berkahi "
" ada apa yang mulia? " tanya tensis
" tambah para penjaga di istana ratu dan jangan biarkan ratu keluar dari kamarnya untuk sementara waktu " brayen pergi setelah dia memberi perintah begitu juga dengan tensis
" ray!!!!!apa kau ingin mengurungku di sini? " rose yang berteriak kepada brayen
namun brayen tidak menghiraukannya dan pergi begitu saja
| apa kau pikir aku tidak akan bisa keluar dari sini ray? | pikir rose
...----------------...
brayen keluar dari kamar rose, dengan tubuh terhuyung-huyung, dia memegang pelipisnya seolah merasa pusing, kondisi tubuhnya memang tidak baik akhir-akhir ini.
" hah..hah...hah..." brayen mengambil nafas kasar
" yang mulia, kondisi anda semakin memburuk, sebaiknya kita memanggil tabib istana, saya khawatir anda akan sakit " bujuk tensis
" diam!! aku tidak sakit sama sekali " bantah
brayen
" aku ingin menemui ibu suri sekarang "
" yang mulia....
| jangan terlalu memaksakan diri yang mulia, sepertinya yang mulia ratu benar-benar membenci yang mulia raja, yang pasti dalang dari semua ini tidak lain tidak bukan, adalah yang mulia ibu suri , jika saja raja terdahulu tidak mengajukan perjanjian itu, mungkin saja masalah ini bisa di selesaikan secepatnya.| pikir tensis
brayen pergi menuju istana ibu suri...
...----------------...
kamar alex.......
" yang mulia, sebaiknya kita kembali ke kerajaan leopard, tidak baik jika kita harus ikut campur disini " viktor berpendapan
alex yang sedang menulis dokumen , dia menjawab dengan suara datar
" urusan kerajaan, aku sudah menghendelnya, jadi kau tidak usah cerewet "
" tapi, kita sudah terlalu lama di sini yang mulia....
" aku masih ingin melihat wajahnya " ucap alex sambil tersenyum
dia berpikir.....
| rose adalah carla, orang yang sama yang terlah menggoyahkan hatiku, alasan aku menunda pemilihan putri mahkota/ ratu. karena, aku masih memiliki harapan kepadanya, aku ingin dia menjadi ratuku.|
| bukan hanya brayen yang terus mencarinya, tapi diriku pun terus mencarinya, penyihir yang ku utus berkata , bahwa jejak terakhirnya ada di kerajaan turnatara, maka dari itu aku datang kemari dengan dalih ulang tahun ibu suri |
| tapi kenyataanya , dia sudah menikah dengan brayen ,meskipun pernikahan itu dulunya karena ancaman dan brayen membencinya. Tapi ,aku yakin sekarang brayen sangat mencintainya. |
" meski aku play boy, aku tidak ingin mengambil sesuatu milik orang lain, aku benci itu " gumam alex
" sepertinya anda memang menaruh hati kepada ratu rose " ucap viktor
alex berdiri dari kursinya dan berjalan menuju jendela, kemudian dia berkata dengan wajah sedikit hampa.
" aku akan mengubur perasaan ini dengan dalam dan tertutup. " ucap alex
| apa aku bisa? | alex sedikit ragu
...----------------...
ruang sihir.........
__ADS_1
karena brayen ingin menangkap penyihir tersebut, maka taran di tugaskan untuk melakukan penyelidikan, dari jejak sihir penyihir itu.
taran juga penasaran siapa penyihir yang bisa melakukan sihir tersebut.
taran menduga, bahwa sihir itu merupakan sihir terlarang, atau sihir hitam.
itu baru dugaan saja, taran harus menyelidikinya lebih lanjut untuk menguak kebenaran dari sihir itu.
sihir hitam merupakan sihir yang di larang oleh kerajaan, siapa pun yang menggunakan sihir hitam, maka hukumannya adalah hukuman mati.
" meski aku sudah bertanya kepada count ferdi , dia tetap tidak membuka mulutnya, padahal aku sudah menyiksanya dengan sihir , tapi dia tetap saja gigih, ini akan sulit "
...----------------...
istana ibu suri
brayen bergegas datang ke istana ibu suri, tanpa basa basi dia mulai menelusuri ruangan untuk mencari ibu suri.
brayen melihat sekeliling ruangan satu per satu.
semua dayang dan pelayan mulai ribut dengan kedatangan brayen yang tiba-tiba.
" kenapa yang mulia datang ke istana ibu suri, biasanya beliau tidak mau datang ke sini " ucap salah satu dayang
" beliau datang dengan keadaan seperti itu, sebenarnya apa yang terjadi ? " ucap seorang pelayan laki-laki
" aku tidak tahu, sepertinya ibu suri membuat masalah lagi " tebak seorang dayang
' brakkkk..... ' brayen membanting pintu dengan ganas dan masuk ke dalam.
ibu suri yang duduk dengan camilannya dan beberapa dayang mulai berdiri.
ibu suri tersenyum sedikit, seolah tahu apa yang membuat putra tirinya datang kepadanya.
" salam,....
brayen langsung menyela ibu suri....
" kau tidak perlu memberi penghormatan...
" keluar kalian semua !!!! " perintah ibu suri kepada dayang, dan tensis pun ikut keluar
brayen berdiri dengan linglung dan dia berteriak kepada ibu suri....
" apa kau tidak puas dengan apa yang kau ambil dari ku hah? " teriak brayen marah
" apa maksud mu ? " tanya ibu suri tenang
" selama ini aku diam bukan berarti aku tidak bisa menyentuhmu jika saja pak tua itu tidak memberikan perjanjian seperti itu , mungkin saja kau sudah di asingkan dari kerajaan ini. " brayen marah
" aku bersyukur dia bodoh " ucap ibu suri tertawa sinis dengan tenang
" tidak cukup kah kau menyiksaku waktu kecil "
" salahkan ibumu " ucap ibu suri serius
" apa salah ibu ku?!!!! " teriak brayen bertanya
' Pranggggggg' ibu suri melempar gelas tehnya
" kau bertanya apa salah ibu mu hah? " ibu suri marah dan dia berdiri menghadap brayen
" ibumu yang j*lang itu sudah mengambil tempatku, apa kau tahu seberapa keras aku berjuang untuk menjadi ratu satu-satunya di kerajaan ini, meski aku tidak bisa mengandung aku berjuang keras melakukan tugasku, supaya ayah mu tidak melirik wanita lain, tapi kenyataannya dia dengan mudah tergoda oleh ibumu yang hanya seorang penari rendahan, untungnya dia akhirnya mati, mungkin itu karma untuknya
" cukup,jangan menghina ibuku seperti itu!!!!! " brayen meledak marah
" kenapa? bukankah itu benar.....
" jika sekali lagi kau menghinanya aku akan menebas lehermu, aku tidak peduli dengan perjanjian sialan itu " ucap brayen dengan tatapan tajam
" anak yang malang " ibu suri menyentuh dagu brayen dan tersenyum
brayen dengan sigap menarik tangannya dan melemparkannya, seolah jijik.
" jika kau ingin menyalahkan seseorang, maka salahkan suamimu yang memaksa seorang gadis dari keluarga sederhana untuk menikah dengannya, meskipun ibuku tidak mau menikah dengannya, dia tetap memaksa dengan cara mengancamnya...
" aku ingin bertanya , jika kau di posisi seperti itu, apa yang akan kau lakukan ? " tanya brayen
" aku akan tetap pada pilihanku, biarpun keluargaku di hancurkan, aku tetap akan memilih untuk tidak menikah " ucap ibu suri yakin
" yaaa, kau memang wanita jahat sejak dini, kau bahkan mengorbankan keluargamu , hanya demi menjadi ratu, aku kasihan kepada ibu yang melahirkanmu, dia melahirkan seorang iblis dari rahimnya. " brayen tersenyum pahit....
" tapi itu lebih baik dari pada ibumu yang menjadi ratu tanpa pengorbanan apapun " ibu suri tersenyum jahat
" kita lihat saja sampai mana kau akan bertahan di istana ini, akan aku pastikan kepalamu akan menemui guillotine."
" apa kau yakin? " tanya ibu suri dengan sombong
" kita lihat saja nanti, apakah wajah sombong itu akan tetap seperti itu di hari penghukuman tiba " ucap brayen seraya meninggalkan ruangan...
...----------------...
malam hari di penjara tempat count berada
count ferdi di penjara setelah hari itu, count di penjara di bawah tanah, dia merasakan bagaimana dinginnya penjara, bagaimana rasanya hidup tanpa selimut yang lembut dan hangat.
brayen memasukan count ke penjara , dan menguncinya dengan sihir, di penjara itu di jaga sangat ketat agar count tidak bisa kabur.
tapi ,sepertinya itu tidak akan bertahan lama....
__ADS_1
seorang perempuan memakai baju hitam, wajahnya tertutup dengan kain hitam, perempuan itu membawa boneka mirip pengantin yang mengerikan di tangannya.
" siapa kau, tidak ada yang boleh masuk ke sini " ucap salah satu penjaga
" kau tidak usah tahu siapa aku " ucapnya
perempuan itu maju dan membaca mantra, dari tangannya keluar cahaya keunguan dengan simbol kuno.
karena keadaan mulai genting...
para penjaga itu dengan sigap menerjangnya dengan pedang, tetapi sebelum dia mengangkat pedangnya, perempuan itu mengarahkan tangan nya yang bercahaya ke arah para penjaga .
' ledakan '
seketika para penjaga itu terbakar oleh api ungu, dan menjadi abu.
" manusia seperti kalian tidak layak untuk menghalangi jalanku " ucapnya sembari melangkah
perempuan itu masuk ke dalam penjara milik count, count yang merasa takut dia berkata dengan tubuh gemetar.
" si...siapa kau ? " tanya count gugup....
" aku akan mengeluarkanmu dari sini, ini adalah perintahnya " ucap perempuan itu
" apa, tapi? " count bingung
perempuan itu melihat jam sakunya..
" waktu kita tidak banyak...... "
perempuan itu mulai membaca mantra lagi untuk membuka pintu penjara tersebut....
".Π¶^¥¢£¥¢£¢¢¢¢∆~" membaca mantra
sekali lagi, cahaya keluar dari tangannya, tapi, kini berbeda , warnanya putih dengan pola kuno
perempuan itu langsung mengarahkannya ke pintu penjara, dan terbukalah pintu tersebut.
" cepat keluar, kita tidak punya banyak waktu " ucap perempuan itu....
count segera keluar....
' tringggg......tringggg....."
tiba-tiba terdengar suara lonceng berbunyi, itu menandakan bahwa seseorang telah kabur dari penjara.
segera count dan perempuan itu pergi, mereka menggunakan sihir teleportasi..
...----------------...
kabar count yang melarikan diri di sampaikan oleh tensis.
" yang muliaaaaa!!! " panggil tensis
" ada apa? " tanya brayen yang sedang duduk di meja kerjanya
" dia melarikan diri... " tensis bicara tidak jelas
" siapa? "
| tidak, apa itu rose ? | pikirnya
brayen dengan panik bertanya
" siapa yang kau maksud melarikan diri? " tanya brayen panik
" coun..nt...count ferdi melarikan diri dari penjara " ucap tensis terbata-bata
" apa ? bagaimana bisa " ucap brayen
ada sedikit lega di hati brayen, bahwa yang melarikan diri bukanlah rose, tetapi count.
" bukankah taran sudah mengurungnya dengan sihir ? " tanya brayen
" ya, yang mulia, tapi taran juga tidak tahu mengapa mantranya bisa lepas dengan mudah "
" persetan.... " brayen emosi
" cepat cari count, sampai dapat " perintah brayen
...----------------...
BERSAMBUNG...........
JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE
SPOILER CH NANTI.....
" saya akan membantu anda melarikan diri......
CH INI LUMAYAN PANJANG, MAAF KALAU BERTELE-TELE....
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPTER