AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 44


__ADS_3

segera setelah rose berubah wujud, dia pergi ke gerbang keluar kerajaan, dan mulai di identifikasi.


" siapa namamu " tanya prajurit yang berjaga


" saya bernama luvia !! " jawab rose


| aku tidak mungkin menggunakan nama elisa lagi, jadi aku mengganti namaku lagi | pikir rose


" tolong buka jubah anda, karena saya harus melihat wajah anda " pinta prajurit itu


" baiklah.... " rose membuka jubahnya


" baiklah, anda lolos, silahkan keluar...." ucap prajurit itu


benar saja, tidak ada yang mengenali rose , dia lolos dengan sangat mudah.


prajurit itu membuka gerbangnya dan rose pun keluar.


setelah rose keluar prajurit itu menutup kembali gerbang tersebut...


rose akan menaiki kudanya, namun tiba-tiba...


" buka gerbangnya " ....teriak seseorang


rose tidak memperdulikan itu, dia menunggangi kudanya dan melanjutkan perjalanannya..


tapi semakin dia pergi, dia semakin mendengar


suara tapi itu bukan langkah kaki manusia.


" itu mungkin layla" tebak rose


dia berpikir mungkin itu layla, tapi suara itu semakin keras dan semakin keras.


" layla tidak mungkin menunggangi kuda dengan cepat, karena dia bilang bahwa dirinya tidak terlalu mahir " pikir rose


langkah kaki kudanya semakin keras dan itu ternyata adalah brayen dengan kudanya.


brayen menghadang kuda rose, sehingga rose kaget dan harus berhenti mendadak.


" apa?..." rose terbelalak


| brayen ? |


brayen turun dari kuda dan mendekatinya dan menghembuskan napas kasar.


" aku tidak akan tertipu lagi dengan penampilanmu rose " ucap brayen


rose dengan panik mencoba berputar balik, tapi itu tidak bisa karena jika dia berbalik ke belakang dia akan bertemu lagi dengan para prajurit .

__ADS_1


mau tidak mau dia harus turun dari kudanya, dan berbicara dengan brayen.


rose sudah mematikan penyamarannya karena dia pikir itu sudah tidak berguna.


brayen mengeluarkan pisaunya.


rose menyangka bahwa brayen akan membunuhnya.


" apa kau akan membunuhku ray ? " tanya rose


" tidak....


" kau masih menganggapku buruk rose, kau meninggalkanku seperti dulu lagi, kenapa kau selalu pergi, kenapa?...


" aku sudah bilang, bahwa hidup di sisimu sama saja dengan hidup di neraka "


| maaf ray, aku harus melakukan ini |


" jika seperti itu, maka bunuhlah aku di sini, dan kau boleh pergi...


brayen berjalan ke arah rose dengan lemas sambil memberikan pisaunya.


" cepat bunuh aku rose!! " teriak brayen


rose tidak tahu harus berbuat apa...


brayen yang sekarang ada di depan matanya sangat menyedihkan, dia begitu menghawatirkan.


" aku tidak peduli pada apapun sekarang ,karena mati lebih baik dari pada ditinggalkan " ucap brayen lirih


"ray!!..."


"Bukankah aku sudah memberitahumu? Aku tulus ketika aku berkata aku akan mencintaimu sampai aku mati ketika aku berada di medan perang waktu itu "


" dan kau malah pergi tanpa pemberitahuan apapun, tanpa meninggalkan jejak apapun "


" atas semua kesalahanku, karena tidak mengenalimu waktu itu, aku sudah bilang tolong beri aku kesempatan, tapi kau malah pergi lagi....


brayen menundukkan kepalanya dan mengucapkan kata-kata yang tidak dia pikirkan selama ini.


"Saya kira itu bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu " brayen sedih


" seberapa keras dulu aku mencarimu, kau tidak akan pernah tahu rose...seberapa keras aku bertahan kau tidak akan mengetahuinya.....


Dia tertawa terbahak-bahak dan bertanya bagaimana dia bisa begitu kejam.


brayen memukul dadanya.


"Apa-apaan! Betapa kejamnya kamu??BAGAIMANA kamu bisa meninggalkanku dengan mudah??" teriak brayen putus asa

__ADS_1


Rose menghela nafas...


"Bahkan tanpa aku, kamu akan baik-baik saja. semuanya akan baik-baik saja, kau akan menikah dengan lady viona ray, bukankah kau ingin menikahinnya ? "


" kau percaya bahwa aku akan menikah dengan gadis itu, bukankah kau tahu bahwa aku tidak tertarik dengan wanita lain selain dirimu....


" kau bilang aku bisa hidup tanpamu? "


" ya kau bisa" ucap rose gigih


" aku tidak bisa, aku lebih baik mati kalau begitu. aku tidak pernah merasa begitu bahagia dalam hidupku "


Sepertinya brayen sudah menyerah pada kehidupannya...


brayen menyentuh pipi halus rose dengan lembut....



"setelah memberi tahu aku apa itu kebahagiaan,bagaimana cara bertahan, kamu datang ke dalam hidupku dan kemudian sekarang kau mencoba untuk pergi lagi ....


" BAGAIMANA kamu bisa mengharapkan aku untuk hidup seperti sebelumnya?"


" ray...." rose menangis, dia tidak tahu harus berbuat apa


brayen meraih bahunya begitu keras hingga terasa sakit. Dia tidak menyadarinya.


"tolong beri tahu aku apa yang harus aku lakukan? bagaimana aku bisa membuat mu tetap di sisiku? jangan menyerah padaku dan mencoba untuk meninggalkan diriku.....


" tolong katakan saja apa yang harus aku lakukan, saya akan mengikuti apa pun yang kamu katakan" brayen memohon kepada rose, dia terus memohon lagi dan lagi agar dirinya tidak pergi..


tapi......


| jika aku terus di sisimu, dengan adanya ibu suri , aku tidak bisa menjamin kebebasanku, ibu suri akan terus menuduhku sebagai penjahat dan aku takut kejadian serupa terulang lagi ,bahwa suatu saat kau akan lemah menghadapi ibu suri, ada banyak ketakutan, aku takut ibu suri akan mempergunakanku sebagai kelemahanmu. aku tidak mau hal itu sampai terjadi |


" aku akan tetap pergi ray, aku mohon biarkan aku pergi....



" .......... " brayen tiba-tiba diam


...----------------...


BERSAMBUNG........


JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE


KARENA SAYA UPDATE 2 CHAPTER HARI INI, MAKA HARI SENIN SAYA TIDAK AKAN UPDATE


SEE YOU NEXT CHAPTER.......

__ADS_1



__ADS_2