AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 32


__ADS_3

...----------------...


rose terduduk sedih meratapi tubuh adiknya, kesedihan terus memuncak, mata rose tidak berhenti mengeluarkan air mata.


Dia menarik tangan adiknya yang kurus keluar dari bawah selimut dan meletakkannya di bibirnya. Keheningan yang mematikan muncul di tempat itu.


hanya suara tangisan rose yang terdengar...


"...Aku sudah jahat padamu sepanjang waktu, Apakah itu karena aku telah meninggalkanmu disini ? Jadi kamu pergi ? "


" leon....?? "


" ....... "


" kenapa kau meninggalkan ku di neraka ini sendirian "


" kau satu-satunya keluargaku yang tersisa..." ucap rose lirih


rose menggigit bibirnya, dia berpikir bahwa dewa telah mengutuk dirinya...


| mengapa kau mengambil adikku dewa, apa aku sudah di kutuk, padahal aku sudah menantikan kehidupan yang damai dengan adikku, tapi kenapa kau malah mengambilnya?...apa ibuku yang kau ambil dariku tidak cukup, sekarang kau mengambil adikku, sebenarnya apa salahku, hah? |


" bahkan kau memberikan ku kehidupan yang penuh dengan penderitaan " gumam rose


Tangan pucat yang tidak memiliki kehangatan itu terus di pegang oleh rose, dia mencium tangan adiknya dengan penuh kasih sayang.


" yah..kau pasti sudah lelah bertahan terlalu lama, itu semua salahku karena terlalu lama meninggalkanmu, salahku yang selalu berharap dan percaya "


walau berat, rose menerima kenyataan bahwa adiknya sudah mati...


" kamu sudah bertahan cukup lama lion, ini saatnya bagimu beristirahat, aku akan merelakanmu lion, istirahat lah dengan tenang di sana, walau pun aku tidak tahu, apa aku bisa hidup tanpamu atau tidak nantinya " ucap sedih rose...


Lama kemudian, count mendengar rose bergumam.


count menghela nafas kasar dan membuka mulutnya.


" tidak ada gunanya kau menangisi tubuh yang sudah mulai membusuk, lebih baik kau bawa bangkai itu, aku sudah tidak membutuhkannya " ucap count


| sial, kenapa anak ini pake mati segala, jika dia masih hidup, aku bisa menggunakannya lagi dengan lama | pikir count


rose hampir lupa bahwa count ada di sana, dia kemudian menatap ke arah count dengan tatapan penuh kebencian dan amarah.


segera rose melepaskan tangan leon dan menaruhnya dengan hati-hati.


kemudian rose berdiri meski terhuyung-huyung Seolah-olah semua kekuatan telah meninggalkan kakinya.


dia menatap count dengan marah



...----------------...


Aku mengalihkan pandangan dari leon dan menatap count . Dia menatapku dari awal dengan wajah sombongnya.


melihat wajahnya saja, aku bahkan ingin segera menerjang kepalanya dan mencabik-cabik mulut sombongnya itu.


Sampai beberapa tahun yang lalu, dia adalah orang yang mengatakan bahwa adikku akan baik-baik saja selama aku tidak berbuat macam-macam, dia bilang dia akan memastikan aku dan adikku akan bebas.


Tapi kenapa?


Mengapa?.... Mengapa?


Mengapa? Mengapa? Mengapa?

__ADS_1


Mengapa?........


Hanya satu pertanyaan yang menguasai kepalaku. Saat aku berhasil mengatur napasku yang semakin kasar.


Aku berjalan ke depan count dengan tegas meski terhuyung-huyung, tanpa dihentikan oleh siapa pun.


lalu aku merentangkan tanganku, Lalu, dengan kasar aku meraih kemejanya seperti gesper.


"..kau."


" apa yang kau lakukan , lepaskan aku !!!! "


Itu adalah momennya, di mana aku sudah tidak bisa menahan amarahku.


" Jika aku tahu bahwa kau masih saja brengsek seperti ini, lebih baik aku membusuk di penjara berdua dengan adikku, dan aku lebih baik tidak di lahirkan dengan benihmu yang menjijikan ini " aku bicara dengan keras


perasaan membunuh muncul bahwa aku ingin segera mencekiknya...


Saat ketika aku sangat gemetar sehingga aku bisa melihatnya, dengan mata telanjang karena aku memiliki terlalu banyak kekuatan dan amarah di tanganku yang memegang kerah.


count terlihat tidak bisa bernafas, para penjaga mulai maju untuk menghentikanku


" diamm di sana, atau aku akan mencekiknya sampai dia mati " ucapku tegas


" heeukkk " count,dia berusaha melepaskan cengkramanku


" apa kau yakin ingin membunuhku di sini? " count yang masih berusaha melepaskan cengkramanku dia membual


aku memang ingin membunuhnya di sini, tapi.


itu terlalu ringan jika dia mati dengan mudah, aku ingin dia di siksa terlebih dahulu seperti adikku, aku ingin dia hidup dalam neraka yang amat pedih, sehingga dalam hidupnya itu dia memohon untuk mati.


" kau bahkan masih bisa bicara "


" heeukkk, hah "


para penjaga kaget dan mereka memberi hormat kepada brayen di situasi itu...


" yang mulia raja, salam kepada mentari kekaisaran "


brayen tidak menghiraukannya, dia berjalan ke arahku, aku bisa merasakan dia menegang setelah melihat tubuh adikku , dan aku di sana.


count yang sudah tidak sadarkan diri karena cengkramanku, aku melepaskannya dengan kasar ke lantai.


" ini belum saatnya kau mati, tunggu saja nanti, aku akan membuatmu merasakan siksaan yang lebih, di bandingkan dengan yang dialami oleh adikku, akan aku pastikan itu " tegasku


" rose? " panggil brayen


" jasad siapa ini? " tanya brayen bingung


" apa peduli mu hah ? " aku bicara sambil menghapus air mataku dan meratapi tubuh adikku


" rose, aku sudah mengenalimu, kau, kau adalah carla kan? "


aku tersenyum pahit mendengar ucapan brayen, ini sudah terlambat.


" apa gunanya sekarang kau mengenaliku, apa gunanya hah? "


" persetan dengan semuanya!!!


Aku mencengkeram kerahnya dan melampiaskan amarahku dengan putus asa.


aku berteriak, mengguncang brayen yang tidak menjawab itu dengan keras.

__ADS_1


" di saat aku membutuhkanmu, di saat aku mengharapkan bantuanmu, apa yang kau lakukan ray? apa? " aku meledak marah



" apa kau tahu?apa yang ku harapkan darimu?....


" aku...


" saat aku memasuki istana kekaisaran, saat itu aku berharap bahwa kau bisa mengenaliku meski diriku terhalang oleh sihir bodoh itu, aku berharap,berharap dan berharap sampai aku hampir gila di buatnya....


" aku berharap kau bisa mengeluarkanku dari sini, ketika kau kembali dari medan perang itu, kau tahu betapa senangnya aku, namun saat kau melihatku kau bahkan menunjukan tatapan jijik seolah aku ini adalah serangga, ya...


" aku tahu aku terhalang oleh sihir dan tidak bisa mengungkapkan identitasku, tapi setidaknya kau bisa mengenaliku, karena kau adalah orang terdekat bagiku....


" rose....maaf" panggil brayen putus asa


aku tidak menghiraukannya....


" kau bilang, kau berjanji dengan janji manis di bibirmu, kau bilang kau akan mengenaliku di manapun aku berada, kau bilang kau akan melindungiku....


" tapi itu hanyalah bualanmu saja, aku mohon jangan berjanji seperti itu jika kau tidak bisa menepatinya, karena itu sangat menyakitkan bagi orang yang mengharapkannya........" lirihku



brayen tidak menyangka akan menjadi seperti ini..


" aku sudah berusaha mencarimu rose, selama kau menghilang dari medan perang itu, aku langsung mencarimu layaknya orang gila, menyuruh para penjaga, penyihir , semua orang yang ku punya di libatkan, tapi aku tidak menemukanmu, aku tidak tahu bahwa kau adalah carla, aku mohon maafkan aku rose "


terlihat di wajah brayen, dia sangat tertekan dan penuh penyesalan


" kau bahkan menuduhku membunuh adikmu, waktu itu, selagi aku bisa menjelaskan semuanya kau bahkan tidak membiarkanku untuk menjelaskannya, kau malah menyiksaku dengan berbagai macam cara, kau merendahkan ku karena kau pikir aku adalah wanita kejam , tidak tahu malu , wanita berdarah dingin yang sudah membunuh adikmu, wanita bodoh , tidak berguna...


" kau melontarkan hinaan itu kepadaku yang....


" biar ku perjelas di sini, aku bukan pembunuh adikmu......


brayen tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya tertunduk dengan ekspresi penuh penyesalan


" kau bisa menjelaskannya kepadaku,tapi kenapa kau tidak menjelaskannya waktu itu ? " tanya brayen penuh hati-hati


" andai saja kau mendengarkan penjelasanku waktu itu sebelum kau membawaku ke penjara, mungkin kau tidak akan semenyesal ini ray, setelah kau memasukkanku ke penjara, ibu suri dan count datang dan mengancamku untuk tidak membuka mulutku , jika aku membuka mulutku, adikku akan mati......


" apa? " ucap brayen kaget


" adikku tetap mati meski aku sudah menuruti perintah mereka , jasad yang kau lihat adalah jasad adikku, dia mati kesepian di sini, karena menungguku, dan bodohnya aku yang berharap padamu " aku berbicara dengan senyum pahit di bibirku dan air mata yang terus aku usap...


kepalaku pusing terasa berat, aku sudah menahannya sedari tadi, penglihatanku sudah buram tidak karuan.


dan akhirnya aku pun tumbang tak sadarkan diri,yang terakhir ku lihat adalah wajah brayen yang penuh penyesalan....


...----------------...


BERSAMBUNG..............


APA YANG AKAN TERJADI SETELAH INI, AKANKAH ROSE BISA HIDUP TANPA ADIKNYA?


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN


" DAN SAYA MAU BILANG BAHWA SAYA AKAN HIATUS DULU, KARENA AKAN PAS ( PENILAIAN AKHIR SEMESTER ) DULU, SAYA HARAP KALIAN BISA MENUNGGU DENGAN SABAR "


TERIMA KASIH


SEE YOU NEXT CHAPTER ........

__ADS_1


...RIP ZEKILLION...



__ADS_2