AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 73 ( Revisi )


__ADS_3

Ruang sidang.



" Yang Mulia Raja Memasuki Ruangan!! " Teriak Prajurit.


Brayen masuk ke dalam ruang sidang di ikuti oleh Tensis.


Dalam ruangan tersebut sudah ada para bangsawan yang menunggu di kursinya masing-masing.


Para bangsawan tersebut berdiri dan memberi salam hormat kepada Brayen.


" Salam, mentari kekaisaran Turnatara. Semoga anda di berkahi. " Ucap mereka serentak.


Brayen tidak menghiraukannya, dia langsung berjalan dan duduk di kursi utama.



Brayen melirik setiap bangsawan yang duduk di kursinya masing-masing.


Kemudian dia membuka mulutnya.


" Aku tidak suka berbelit-belit. Langsung ke intinya saja. " Ucap Brayen seraya melipatkan kakinya.


Seorang Menteri hukum maju ke depan dan memberi hormat kepada Brayen.


" Salam yang mulia, izinkan saya untuk berbicara. " Ucapnya terlihat sopan.


" Ya, silahkan. " Ucap Brayen.


" Hamba tahu alasan anda ingin membatalkan persidangan ini. " Ucapnya.


Saat kata-kata itu keluar dari mulut Menteri tersebut.


Para bangsawan yang mendengarnya menjadi ricuh, mereka saling bertanya-tanya.


" Kenapa yang mulia mau membatalkan sidang ini? " Tanya seorang bangsawan kepada temannya.


" Mungkin, yang mulia ibu suri tidak bersalah. " Tebak temannya.


" Mana mungkin, beliau dan ibu suri saling membenci satu sama lain. Bukan ibu suri tidak bersalah, sepertinya yang mulia ingin menghukumnya secara langsung. " Ucap bangsawan lainnya.


" Bisa jadi. Tapi, kita tidak boleh mundur begitu saja, kita harus tetap melakukan sidang. " Ucap salah satu bangsawan.


Telinga Brayen merasa terganggu, mendengar ocehan para bangsawan.


Dengan suara lantang Brayen menghentikan ke ricuhan tersebut.


" Berisik!!! " Teriak Brayen lantang.


Ruangan itu, seketika senyap.


" Siapa yang meminta kalian untuk berbicara di sini?!! " Brayen marah.


Para bangsawan hanya tertunduk tidak berkicau.


Brayen kemudian meminta Menteri tersebut untuk melanjutkan pembicaraannya.


" Lanjutkan. " Brayen memberi perintah.


" Baik Yang Mulia. " Ucap Menteri tersebut.


" Menurut perjanjian, anda bisa melakukan apa yang anda mau, jika pihak A (Ibu suri) melakukan pelanggaran. "


" Kau sudah tahu itu, jadi aku ingin membatalkan sidang ini. " Ucap Brayen


Salah satu bangsawan berdiri dan dia berkomentar.


" Yang mulia, saya tidak setuju. " Ucapnya menolak.


" Kau pasti pendukung Nenek lampir itu. " Ucap Brayen dingin.

__ADS_1


Tensis maju dan membisikkan sesuatu.


' Beliau adalah Viscount Prolin, dia merupakan pendukung setia ibu suri. ' Bisik Tensis.


Brayen yang mendengarnya, dia tersenyum sinis.


" Viscount Prolin, Bangsawan peringkat keempat dalam status kebangsawanan. Kau pendukung Ibu suri. Dan juga kau ikut terlibat dalam pemalsuan Stempel kerajaan. "


******Perhatian******!!


Pangkat teratas para bangsawan.


1. Duke atau Duchess


Duke merupakan gelar tertinggi di antara semua bangsawan, hanya setingkat di bawah raja atau ratu. Duke memegang wilayah yang dikenal sebagai dukedom.


Duches adalah sebutan bagi istri duke.


2. Marquess atau Marchioness


Gelar kedua setelah duke adalah marquess. Pasangan bangsawan bergelar marquess diberi gelar marchioness.


3. Count atau Countess


Count menempati peringkat ketiga dalam gelar kebangsawanan setelah duke dan marquess. Gelar untuk pasangan bangsawan bergelas count adalah countess.


4. Viscount atau Viscountess


Viscount menempati peringkat keempat dalan status kebangsawanan. Bangsawan bergelar viscount memiliki pasangan dengan gelar viscountess.


5. Baron atau Baroness


Baron merupakan peringkat terakhir dalam gelar kebangsawanan. Pasangan bangsawan bergelar baron adalah baroness.


" Kau tahu apa yang akan terjadi jika pendukungmu di hukum mati? " Tanya Brayen.


Viscount Prolin menjawab dengan gemetar.


Brayen berdiri dari duduknya.


" Tensis berikan bukti itu. " Brayen memberi perintah.


Tensis maju dan menghampiri Viscount Prolin.


" Bacalah dengan benar, dan jangan asal bicara. " Ucap Tensis seraya memberikan bukti-bukti.


Menteri yang berdiri sedari tadi, dia menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Viscount Prolin.


Setelah membaca semuanya, dari raut wajah Viscount Prolin dia terlihat panik.


" Ba...Bagaimana mungkin. Saya tidak percaya yang mulia, beliau tidak mungkin melakukan hal itu. " Ucapnya panik.


" Tidak....ini..tidak mungkin. "


" Kau sudah menjadi mainannya Viscount Prolin. " Ucap Brayen.


Para bangsawan yang melihat Viscount Prolin histeris, mereka tidak mau berkata-kata dan berkomentar lagi.


" Melihat kalian yang tidak berkicau lagi, sepertinya kalian semua sudah setuju. Sia-sia saja, aku membawa pedangku kemari, tadinya aku ingin menebas leher orang-orang yang tidak menuruti perintahku. "


Mendengar hal itu, para bangsawan bergetar ketakuatan.


" Baiklah. Karena semua sudah setuju, maka sidang tidak akan di lakukan, dan aku ingin sore ini juga, Ibu suri di eksekusi. " Ucap Brayen.


Brayen melirik Viscount Prolin.


" Karena kau sudah menjadi pendukung ibu suri, kau akan kehilangan gelar bangsawan mulai dari sekarang. " Ucap Brayen tegas.


" Copot gelarnya sekarang juga. " Perintah Brayen kepada Menteri tersebut.


" Baik yang mulia. "

__ADS_1


Mendengar hal itu, Viscount Prolin jatuh dan tidak menyangka bahwa dirinya akan berakhir seperti ini.


...----------------...


Rose yang tadinya akan menghadiri sidang, tidak jadi, karena dirinya mendapat surat dari Raja Julius.


Isi suratnya seperti ini.


' Salam Bulan Kekaisaran Turnatara.


Saya Julius Raja dari kerajaan Moniquee.


Saya ingin menagih janji anda yang akan berkunjung lagi ke kerajaan Moniquee, setelah masalah di kerajaan anda selesai.


Tapi, setelah membaca surat yang dikirim oleh Raja Turnatara, sepertinya dia tidak akan mengizinkannya.


Maka dari itu, saya sendiri yang akan datang ke sana, dan menemui anda.


Karena saya memiliki sesuatu yang harus di bicarakan.


Jika ada kemungkinan, anda yang ingin datang ke sini, tolong kabari saya.


Jika tidak, saya yang akan datang ke sana.


Tolong balas pesan ini secepatnya.


Salam, Julius La Moniquee.


Raja Julius meminta Rose untuk berkunjung ke sana, karena Rose sudah janji akan datang ke sana setelah menyelesaikan masalah yang ada di Turnatara.


" Ray tidak mengizinkan? " Gumam Rose.


" Aku tidak enak, karena aku sudah berjanji. " Ucap Rose.


" Sepertinya aku harus membujuk Ray, agar aku bisa berkunjung ke sana. " Ucap Rose.


" Sebelum itu, aku harus menghukum Count Ferdi dan Ibu suri. " Rose terus bergumam.


Saat Rose bergumam, tiba-tiba ada seekor burung di luar jendelanya.


" Burung? " Gumam Rose.


Burung itu terbang lagi.


" Kenapa bisa ada burung terbang kemari. "


Saat Rose memikirkan hal itu, Layla masuk dan melaporkan sesuatu.


" Salam Yang mulia. " Layla memberi salam.


" Ya, Layla, ada apa? " Tanya Rose.


" Sepertinya, yang mulia raja akan melakukan eksekusi secepatnya, saya mendengar dari para dayang." Ucap Layla.


" Berita itu rupanya sudah menyebar kemana-mana. " Ucap Rose.


" Apa anda sudah mengetahuinya? " Tanya Layla.


Rose berdiri dari duduknya dan dia berbicara.


" Aku belum mengetahui itu, karena yang mulia masih belum kembali. " Ucap Rose.


" Sepertinya yang mulia raja sedang mempersiapkan semuanya. " Layla menebak.


...----------------...


BERSAMBUNG.........


Spoiler.


" Jika dia datang sendiri ke sini, aku akan leluasa mengajarkan dan menguji dia. "

__ADS_1


__ADS_2