AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 62


__ADS_3

Keadaan nampak kacau, ruangan Brayen sudah tidak berbentuk lagi, Berta terus mengeluarkan sihirnya, sedangkan Brayen masih bertahan dan terus menghindar.


" Sudahlah Brayen, lebih baik kau menyerah saja. " Bujuk Berta.


" Jangan harap!!! " Ucap Brayen.


Brayen berusaha berdiri dengan keadaannya yang sudah mengkhawatirkan.


Dia mengambil pedangnya, dan mencoba menyerang Berta dengan sisa tenaganya.


" Konsentrasi!! " Ucap Brayen dengan tenang.


" Apa–


Brayen berlari ke arah Berta tanpa pemberitahuan dan tanpa terlihat celah sedikit pun.


Pedangnya dengan lembut mengiris pinggang kiri Berta.


' Sreeekk '


' Arggh ' Rintih Berta


Brayen berhasil menggores badan Berta dengan pedangnya.


" Hah, sial!! " Berta meludah kesakitan.


" Sudah aku bilang konsentrasi, jika kau lengah, tubuhmu mungkin akan terbelah dua. " Ucap Brayen.


Jika kondisi Brayen tidak seperti sekarang, mungkin saja dia bisa mengalahkan Berta.


Bukannya tidak mungkin, dengan tangannya sendiri. Brayen mampu mengeksekusi penyihir hitam tanpa campur tangan dari siapapun.


Dia adalah raja paling kuat menurut sejarah kekaisaran turnatara.


Tapi sayangnya, tidak untuk sekarang.


" jangan berbangga diri Brayen, kau hanya beruntung saja, sekarang giliranku. Rasakan ini!! "


Berta menggunakan serpihan kaca dengan sihirnya dan mengarahkan nya kepada Brayen.


Brayen menangkis serpihan kaca tersebut dengan pedangnya.


Akan tetapi, tidak semua dapat di hindari, sebagian serpihan kaca mengenai dirinya.


" Hah...hah.. " Brayen mengambil nafas berat.


" Mari kita lihat, berapa lama kau akan bertahan dengan badan yang sudah rapuh itu. " Ucap Berta dengan girang.


Brayen hanya tersenyum pahit, dia terus menatap Berta dengan mata emasnya.



" Sepertinya kau akan kedatangan banyak tamu. " Ucap Berta.

__ADS_1


" Apa....yang kau maksud? " Tanya Brayen.


" Kau akan tahu setelah melihat semuanya. "


Berta melepaskan boneka yang dia bawa.


Boneka tersebut mengeluarkan cahaya hitam yang pekat.


Lalu, tiba-tiba keluar mahluk yang sangat menyeramkan dari dalam tanah.



" Itu adalah mayat hidup yang aku bangkitkan–


" Kau tidak mampu melawanku sendiri dan kau memanggil bala bantuan ? " Ucap Brayen sinis.


" Kau salah Brayen, ini hanya contoh saja, mayat hidup ini akan aku tempatkan di luar istanamu. Agar istrimu tidak bisa masuk, sepertinya istrimu tidak bodoh, aku tahu dia merencanakan sesuatu."


" Jangan sentuh dia!! " Teriak brayen.


" Tenang, mayat hidup yang ku ciptakan tidak menyukai perempuan, jadi kau tenang saja. "


" Lihatlah keluar jendelamu, mayat hidup yang aku bangkitkan sudah bersiap. "


Brayen melirik ke arah jendelanya, dia melihat banyak mayat hidup di luar, itu setara dengan prajurit yang dia hadapi sewaktu perang.




" Yahhh, mau bagaimana lagi. "


...----------------...



Rose menggunakan wewenangnya dan memerintahkan semua prajurit khusus untuk melakukan penyergapan.


Rose bahkan akan memimpin langsung pertempuran.


" Skuggi, keluarlah !! " Ucap Rose.


Para Skuggi keluar dari tempatnya masing-masing.


Mereka memberi hormat kepada Rose.


" Salam bulan kekaisaran, semoga–


" Berhenti!! " Rose memotong perkataan mereka.


" Kenapa kalian tidak keluar dan melindungi yang mulia raja? " Tanya Rose serius.


Ketua kelompok tersebut menjawab.

__ADS_1


" Ini...Perintah yang mulia raja. " Jawab Rezef.


" Apa maksudmu? " Tanya Rose.


" Beliau memerintahkan kami untuk melindungi anda, di mana pun anda berada, dan dalam keadaan apapun. " Ucap Rezef.


" Aku tidak menyangka dia akan melakukan hal yang tidak berguna. " Ucap Rose dingin.


" Lebih baik kalian pergi ke istana sekarang dan bergabung dengan prajurit lainnya. " Rose memberi perintah kepada para Skuggi.


Rezef masih ragu, jika mereka harus meninggalkan Rose.


" Tapi, jika–


" Kau masih meragukan kemampuanku? " Ucap Rose dingin.


" Maaf yang mulia. "


" Hah....Aku tidak selemah itu, pergilah!! "Ucap Rose tegas.


" Baiklah yang mulia. " Mereka pergi dari hadapan Rose.


Rose pun bersiap dengan memakai baju jirah.



" Alex, pasti sudah menuju istana dengan para prajurit, aku harus segera menyusul mereka. Tapi, sebelum itu, aku harus mengambil panah dan pedang yang ku simpan selama ini. "




Rose sebenarnya selalu mengasah kemampuan berpedang dan memanahnya secara diam-diam, dia selalu keluar istana dan berlatih.


Tensis pernah mengira jika Rose keluar istana hanya untuk membagikan koin emas kepada rakyatnya.


Tentu saja Rose tidak hanya membagikan koin emas, Rose selalu melatih kemampuannya agar tidak luntur.


Baik dalam pendengaran maupun ketajaman mata.


" Bertahanlah Ray, aku akan segera menyelamatkanmu. " Rose pun pergi dengan kudanya.


...----------------...


Mayat hidup yang di bangkitkan oleh Berta sangat banyak, salah satunya adalah.



...----------------...


BERSAMBUNG.............


JANGAN LUPA COMMEN DAN LIKE.

__ADS_1


Kita akan bernostalgia lagi dengan para pemeran yang sudah meninggal.


Nantikan Chapter selanjutnya.😉


__ADS_2