AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA

AKU BUKAN PENJAHAT YANG MULIA
CHAPTER 67


__ADS_3

" Siapa mereka!!? " Tensis bertanya.


" Mereka Ratu Kedua dan Raja terdahulu. Dan salah satunya adik yang mulia Ratu. " Ucap Alex.


Tensis dan yang lainnya membungkuk ketika Alex mengatakan bahwa ketiga mayat hidup itu adalah Keluarga Kerajaan.


" Semoga ketenangan menyertai anda. " Ucap mereka serentak.


" Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat dengan tenang, bangunlah!! " Raja terdahulu memberi perintah.


"Jangan memberi hormat kepadanya, dia bukan lagi Raja!! " Ratu Ajertina berbicara.


" Jangan dengarkan dia!! " Ucap Raja Aleandro.


" Haaah, ini lah yang aku maksud mereka berbeda dariku, mereka selalu bertengkar dan itu pun tidak tahu tempat." Zekillion maju dan berbicara.


Sama seperti saat Rose pertama kali bertemu dengan ketiga mayat tersebut.


Mereka kebingungan dengan situasi tersebut.


Zekillion menghampiri Rose dan berdiri di hadapannya.


Rose pun melihat wajah Zekillion.




Wajahnya berbeda dengan pertemuan sebelumnya, wajahnya tidak mengerikan.


Zekillion tersenyum dan dia berkata.


" Sudah lama ya." Ungkap Zekillion.



" Lion? " Panggil Rose dengan nada lembut.


Zekillion memperhatikan Brayen yang berada di pangkuan Rose dan dia berbicara pelan.


" Jangan khawatir, dia akan hidup. Dia tidak akan mati dengan mudah." Ucap Zekillion.


Rose masih memperhatikan adiknya.


Zekillion menatap Rose dengan pandangan tulus.


" Tolong bicara lagi, aku sangat ingin mendengar suaramu kakak. " Ucap Lion lembut.


" Jadi kau benar Lion? " Tanya Rose dengan nada sedih.


Zekillion mengangguk perlahan.


" Ya, aku adikmu Zekillion. " Lion menjawab lembut.


Rose tidak bisa menahan air matanya lagi, dia menangis dan segera memeluk adiknya erat.


" Lion?! Aku sangat merindukanmu. " Rose manangis di pelukan adiknya.


Rose merasakan tubuh adiknya yang dingin dan tanpa detak jantung.


" Tolong jangan menangis! " Lion berbicara.


" Bagaimana mungkin aku tidak menangis. "


" Itulah sebabnya, aku tidak ingin memberitahu, bahwa aku adalah Zekillion mu. " Ucap Lion sendu.

__ADS_1


" Kenapa kau pergi, aku sudah bilang untuk bertahan. " Rose terus menangis dan berbicara.


Zekillion melepaskan pelukan Rose dan dia memegang kedua bahu Rose.


Zekillion berkata dengan tatapan dalam.


" Aku ingin hidup, tapi aku tidak mau menjadi beban bagimu. " Ucap Lion dengan nada sedih.


" Kau tidak pernah menjadi beban bagiku!! " Rose berteriak.


" Sttttth....." Lion menaruh telunjuknya di bibir Rose.


" Aku tahu kakak sudah lelah dengan permainan yang di buat oleh mereka. "


" Selama ini, aku selalu mengawasimu, aku takut kau akan sedih setelah kepergianku, karena itu sebagian jiwaku tertinggal di sini. " Ucap Lion.


" Aku menyaksikan bagaimana selama ini kau hidup, aku tahu kau menyalahkan dirimu. Jadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri, kematianku bukan kesalahanmu. " Lion terus menegaskan bahwa kematiannya bukan salah Rose.


" Tidak, aku tahu kau sudah lama menungguku ditempat itu. Dan aku bergerak sangat lambat sehingga kau memilih untuk pergi. " Ucap Rose yang terus menyalahkan dirinya.


" Kak....Dengarkan aku...Aku memilih untuk tidak bertahan, karena tubuhku sudah ternoda oleh para bajingan itu. Aku tidak mau hidup dengan tubuh yang sudah di jamah oleh mereka. "


" Tapi, jujur saja, setelah melihat kakakku ini, aku ingin hidup tapi dengan tubuh yang berbeda. " Ucap Lion dengan suara rendah.


" Apa kau tidak bisa terus bersama dengan kakakmu ini? " Tanya Rose.


Pertanyaan Rose adalah sebuah pukulan bagi Zekillion.


Dia tidak bisa menjawabnya.


Karena dia tahu bahwa dia hanyalah mayat yang di bangkitkan oleh sihir.


"........"


Zekillion menunduk, dia tidak bisa menangis karena dia hanya sebuah mayat hidup.


Tapi raut wajahnya, bisa terlihat bahwa dirinya sedang sedih.


" Maaf......Kakak sudah berusaha melupakanku tapi aku malah muncul lagi dan pergi. Karena aku egois, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertemu denganmu, aku sangat ingin berbicara dan menatap wajahmu. Meski hanya sebentar. " Zekillion menatap Rose dengan ekspresi sedih.


Rose menangis dan dia berusaha menutupi kesedihannya.


" Tidak....Aku akan sangat marah jika kau tidak menunjukan dirimu. " Ucap Rose yang mengelus pipi adiknya dengan lembut.


Zekillon memegang tangan Rose yang terus menelusuri pipinya yang dingin.


Zekillion merasakan kehangatan di tangan Rose, meski samar-samar.


" Aku merindukan ini kakak. " Ucap Lion.


Ratu dan Raja yang melihat, Rose dan Zekillion.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain.


" Kapan kita akan akur seperti mereka? " Tanya Raja Aleandro.


Ratu Ajertina menatap Raja Aleandro.


" Entahlah, aku tidak memiliki niatan untuk akur denganmu!! " Ucap Ratu Ajertina.


" Hais, aku baru tahu jika kau memiliki sifat pendendam seperti ini. " Ucap Raja Aleandro.


" Kau baru tahu sifat asliku saat aku sudah mati, dasar laki-laki tidak peka. " Ucap Ratu Ajertina.


" Nak, kita tidak punya banyak waktu!! " Ucap Ratu Ajertina kepada Zekillion.

__ADS_1


Zekillion pun mengangguk.


Ratu Ajertina menghampiri Rose dan mengelus kepalanya.


" Nak, maafkan aku karena telah memperlihatkan sosok yang menyeramkan saat pertemuan pertama kita. " Ucap Ratu Ajertina.


Ratu Ajertina dan Raja Aleandro memperlihatkan sosok mereka yang tidak menyeramkan, bukan seperti saat Rose pertama kali melihat mereka.




" Ya, penampilan mu tidak buruk. " Raja Aleandro merujuk pada penampilan Ratu Ajertina.


" Sudahku bilang, berhenti bicara omong kosong!! " Ratu Ajertina menatap Raja Aleandro dengan tatapan mautnya.


" Sudah....Biarkan aku berbicara dengan menantuku. " Ucap Raja Aleandro seraya menghampiri Rose.


Rose membungkuk layaknya seorang putri.


" Nak, aku tahu kau kesulitan menghadapi brandal itu, dia hanya anak yang kesepian, dia ingin di cintai. Selama aku hidup dan menjadi ayah baginya, aku tidak dapat memberikan kasih sayang dan perhatian kepadanya. Bukan semata-mata aku tidak menyayanginya. " Tutur Raja Aleadro.


" Kenapa kau mengirim dia ke medan perang, dan kenapa kau mengurung dia di istana terbengkalai dan tidak memberikan makanan apapun. " Rose bertanya kepada Raja Aleandro.


" Ratu pertama pada saat itu mengetahui rahasia, bahwa anak itu adalah keturunan yang mewarisi mana sihir terkuat. Dia mengancam diriku, dengan mengatakan, jika aku tidak mengirim brandal itu ke medan perang dia akan membeberkan rahasia tersebut. " Raja Aleandro menjelaskan.


" Kau tahu apa akibatnya jika dia membeberkan rahasia tersebut. Para penyihir hitam waktu itu masih berkeliaran di mana-mana, jika mereka tahu bahwa brandal itu adalah pemilik mana terkuat, mereka akan membabi buta untuk mengambil dan menguasai mana tersebut. "


" Jika itu sampai terjadi, para rakyat dan penghuni kerajaan ini akan di perbudak oleh para penyihir hitam. "


" Para penyihir hitam akan semakin kuat, mereka adalah penyihir jahat. " Jelas Raja Aleandro.


" Aku tidak menyangka, kau memiliki pemikiran seperti itu." Ratu Ajertina angkat bicara.


" Setelah aku mengatakan hal itu, apa kau sekarang jatuh cinta kepadaku? " Raja Aleandro.


" Kau bicara omong kosong lagi di tengah pembicaraan yang serius. " Ucap Ratu Ajertina kesal.


" Jadi, sebenarnya anda menyayangi mereka, tapi karena alasan tertentu, anda tidak bisa menunjukkannya sampai mati. " Ucap Rose.


" Ya, kau benar. Aku tidak bisa menjadi ayah yang baik bagi kedua anakku. " Ucap Raja Aleandro rendah.


" Aku selalu ingin menunjukkan kasih sayang kepada keduanya, tapi aku tidak bisa. " Ucapnya.


Taran yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, akhirnya angkat bicara.


" Kenapa anda tidak menggunakan kekuasaan yang anda miliki untuk menghukum Ratu pertama? " Taran bertanya.


" Kalian berpikir bahwa seorang raja memiliki kekuasaan dan bisa semaunya. Tapi itu salah, seorang raja tidak bisa melakukan sesuatu semaunya, setiap gerakan harus melalui persetujuan para bangsawan. Karena raja tidak berdiri sendiri, raja juga memiliki pondasinya masing-masing, yaitu para bangsawan. "


" Yang jelas, jika para vaksi dan bangsawan lainnya tidak menyetujuinya, maka aku tidak bisa melakukannya."


" Tapi kenapa? Bukankah kekuasaan Raja lebih tinggi dari kekuasaan seorang Ratu? " Taran masih bertanya.


Raja Aleandro menjelaskan lagi.


" Dulu, Ratu pertama mengambil hati para bangsawan dan vaksi, mereka mendukung setiap gerakan Ratu pertama. Meski pun Raja memiliki kedudukan yang tinggi, dia tidak bisa melakukan apa-apa jika para bangsawan beralih memihak Ratu pertama. " Jelas Raja Aleandro.


" Perempuan itu sangat licik, dia bahkan menyebarkan rumor buruk tentangku. " Tegas Raja Aleandro.


...----------------...


BERSAMBUNG..............


__ADS_1


__ADS_2