
" ......apa itu? " tanya ku penasaran.
brayen menatapku dengan mata emasnya yang sayu, dan segera membuka mulutnya perlahan.
" count.....
" count bukan ayah kandungmu.....
ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya, tiba-tiba saja pikiranku menjadi kosong.
" ........ "
" ....rose....count bukanlah ayah darimu dan zekillion.....
" apa yang.....
emosiku seakan memuncak,
" tidak....
aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini, ketika aku tahu bahwa count ferdi bukan ayah kandungku, aku merasa bahagia karena aku dan juga adikku bukan darah dagingnya.
tapi, di sisi lain aku sangat menyesal, kenapa diriku bisa percaya kepadanya waktu itu.
kenapa? aku mempercayai apa yang dia katakan, jika aku tidak mempercayainya mungkin saja adikku masih hidup sampai sekarang.
air mataku, tak terduga jatuh tanpa pemberitahuan.
aku menangis karena kebodohanku...
"......kenapa?.... " gumamku pelan
aku yang menggenggam tangan brayen, memberikan sedikit kekuatan dalam genggamanku.
aku mengepalnya sedikit kencang, dan bertanya seolah memastikan, apa yang dia ucapkan itu benar.
".....apa kau yakin? " tanyaku
brayen menjawab dengan lemah..
"........Ya...."
" ......aku......kenapa aku bodoh ray?...."
".......tidak.....kau tidak bodoh......."
brayen mengusap air mataku perlahan, dengan tangannya yang lemah.
dengan berat dia membuka mulutnya, seolah menenangkan.
" itu semua salahku karena aku tidak menyadarimu.....jika saja aku bisa....membantumu....mungkin adikmu akan hidup....
" tidak, dari awal ini memang salahku, karena terlalu percaya dan berharap kepada orang lain. "
| brayen, tidak salah dalam hal ini, sejak awal memang aku yang sudah bodoh. |
" tapi, aku bersyukur karena aku bukan keturunan dari laki-laki br3ngs3k seperti dirinya.. "
" sekarang pertanyaanku adalah....
" siapa ayahku? dia masih hidup atau mati? jika hidup dimana dia selama ini? kenapa dia meninggalkan ibuku ?.....
banyak pertanyaan yang muncul di kepalaku saat ini, tapi tidak ada jawaban yang ku dapatkan.
" entahlah.....aku masih mengutus para skuggi..untuk mencari tahu....
" rose....jika ayahmu masih hidup..apa kau akan kembali kepadanya? " tanya brayen lemah
" .....aku tidak tahu...aku ingin bertanya kepadanya kenapa dia meninggalkan kami "
saat kami terhanyut dalam pembicaraan tersebut, tiba-tiba saja brayen mengeluarkan darah dari mulutnya.
' uhukk......heeeukk
brayen menutup mulutnya dengan tangannya, aku sangat panik pada saat itu, karena kondisi brayen saat itu tidak baik.
__ADS_1
" ray!!??....
aku memanggil namanya panik, brayen menatap ke arahku.
" rose......jangan panik....
dia bilang kepadaku untuk tidak panik, bagaimana mungkin aku tidak panik, setelah melihat dirinya memuntahkan darah dari mulutnya.
" bagaimana mungkin aku tidak panik ray?...
" aku harus memanggil seseorang sekarang....
" tidak !!!!........" ucap brayen.
di saat aku akan memanggil seseorang dia menggenggam tanganku erat, dia menghentikan ku dan menatapku dengan mata sayunya.
" jangan.....jangan panggil orang lain....
" aku....ada hal yang harus aku lakukan sekarang....jika seseorang masuk..
" mereka....akan menghentikanku....
apa lagi yang ingin dia lakukan dengan kondisinya yang seperti ini.
" apa yang ingin kau lakukan ray ? " tanyaku
brayen mengambil buku harian adiknya, dan dia memejamkan matanya.
tiba-tiba cahaya keluar dari tangan brayen, cahaya itu di arahkan ke buku harian milik adiknya.
aku tidak tahu jika dia menggunakan sihirnya lagi, untuk membuka buku harian tersebut.
aku mencoba menghentikan brayen, dia tidak boleh menggunakan sihir lagi, itu akan memicu mana yang ada dalam tubuhnya, untuk terus meluap.
" ray, berhenti !!!...apa kau gila ? .....
aku menghentikan brayen dengan memegang tangannya, tapi brayen menatapku dan menggelengkan kepalanya.
" kapan lagi....
" hentikan, mana yang ada dalam tubuhmu akan mengamuk jika kau terus menggunakan sihir dalam kondisi seperti ini " pintaku dengan panik.
tapi, brayen meneruskan sihirnya.
diiringi dengan cahaya ke unguan, buku tersebut pun akhirnya terbuka.
" ray!! apa kau baik-baik saja, berhenti sekarang juga!!!... " aku berteriak khawatir
' haa...haaa....huft....'
brayen mengambil nafas kasar, dia terlihat lelah.
' uhuk...uhuk....
...----------------...
' haaaaa.....haaaaa.....
nafasku terasa berat, aku tahu jika aku memang terlalu memaksakan diri untuk membuka buku tersebut.
' uhukk.......
tenggorokanku rasanya panas, darahku seakan mendidih.
aku harus bicara kepadanya, dadaku mulai panas, untuk bicara pun rasanya sulit.
" rose.......
" tolong....
" baca buku itu.....ughh....
__ADS_1
sebelum aku menyelesaikan perkataanku,tiba-tiba saja darah menyembur keluar dari mulutku.
berbeda dari sebelumnya, darah yang ku muntah kan sekarang cukup banyak, kepalaku sangat pusing.
pandang ku semakin tidak jelas....
...----------------...
rose melihat tangan brayen yang penuh dengan darah, rose panik melihat hal tersebut.
" ray?...kau mengeluarkan darah lagi!!
brayen yang terhuyung-huyung dan akhirnya tumbang.
semakin membuat dirinya panik dan rose pun dengan cepat menangkap brayen yang tumbang.
" ray!!..bangun....ray!!!!
rose panik, dia kemudian keluar dan memanggil seseorang untuk memeriksa keadaan brayen.
...----------------...
di ruangan sebelah kamar brayen......
alex, tensis, Viktor dan taran menunggu..
" bagaimana, anda bisa membujuk yang mulia ratu untuk kembali? " tanya tensis kepada alex
" aku hanya membujuknya....
| tidak hanya membujuknya, aku bahkan sampai berani bersumpah.brayen, jika kau mengkhianati rose lagi aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kerajaanku | pikir alex
" yang mulia, anda tidak boleh ikut campur lagi mulai sekarang, akan lebih baik jika anda kembali kekerajaan leopard " Viktor memberi nasihat.
" aku masih belum menemukan jodoh di sini, dan lagi pula masalah sahabatku masih belum kelar. " ucap alex Enteng.
" haaaaah......saya berharap anda bisa kembali ke istana leopard sesegera mungkin yang mulia " celoteh Viktor sekali lagi.
" brisik!!.... " ucap alex.
" diamlah Viktor, kau tidak lihat seberapa lamanya tensis dan taran memperhatikan kita berdua? " ucap alex kikuk
" maaf yang mulia raja leopard, saya tidak bermaksud untuk memperhatikan anda " ucap tensis.
tarah terlihat acuh,dia sedang memikirkan bagaimana keadaan rajanya sekarang.
" kita tidak tahu, apa yang akan kita hadapi nanti, jadi berhentilah membuat lulucon " ucap taran.
" ekhemm... " alex berdeham.
" brayen pasti bisa bertahan jika dia tidak menggunakan sihirnya... " ucap alex
" yang mulia menggunakan sihirnya beberapa kali, untuk menutupi semua kesedihannya " ungkap tensis
" apa yang kau bilang? " tanya alex kaget.
" ya....itu dulu saat beliau kehilangan adiknya dan ibunya di tambah dengan sang ratu.
...----------------...
BERSAMBUNG............
SLOW UPDATE
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN
SEE YOU NEXT CHAPTER.....
__ADS_1