
AILEE
Aku tak bisa untuk melupakan hari pertemuan kita, saat itu kau seperti seorang malaikat penyelamat bagiku, kau yang segera menangkap tubuhku yang terjatuh
kau dengan senyum mu yang menggoda, dengan tangan kekar mu yang menangkap pinggang ku, aku tak bisa melupakan mu sejak hari itu, hari dimana bukan hanya aku yang merasakan getaran cinta, hari dimana aku selalu memikirkan mu di setiap waktu ku
" yaaa ampuuun dia super tampaaan... " kusadari lirikan sinis Domi, pria gemulai itu sepertinya mulai lelah dengan kalimat berulang ulangku, tapi bodo amat
" diaaa benar benar tampan.. "
" Ailee cepat kau baca naskah mu ! " perintah Domi dengan nada khasnya
" puyeng deh eike, hari ini uda berapa kali kau bilang tampaaan tampaaan tampaaan.. kesel deh ! "
tuh kan benar saja dugaan ku, asisten kepercayaanku itu mulai kesal, itu terlihat lucu dengan tingkah nya yang gemulai
" hahahaa.... " tawa geli ku pecah
" yeeey malah ketawa ya, buruaan dehh.. " serunya kali ini dengan wajah sedikit serius
dengan memanyunkan bibir aku meraih naskah tebal di atas meja riasku, aku mulai membaca dengan serius tiap kata yang tertulis disana
tapi lagi lagi wajah pria itu muncul dalam ingatan ku
" aaaaahhh.... diaaa beneeran tampaan... " seru ku sambil menutup wajah merona dengan kedua telapak tangan
" plisss deh Ailee, fokus dulu deh ! " kekesalan Domi kali ini sudah terlihat kian jelas, aku kembali ke naskah di tangan ku
Daniel sama Bey benar benar kejam, mereka bahkan tidak berniat memperkenalkan aku dengan dia secara baik baik, padahal aku berharap banyak pada pertemuan hari itu
" ah Daniel lagi, pria itu mana mau membantu ku ! " hati ku berteriak kecewa, rasanya ingin menangis saja
disaat seorang peri cantik sedang jatuh cinta dan kau memiliki keluarga yang dekat dengan orang yang kau taksir, tapi tiba tiba keluarga mu bilang dia tidak mengenal mu
ya,, seperti itulah kira kira yang aku rasa, Daniel tidak menganggap ku saudaranya ! kalau dia menganggapku saudaranya harusnya dia membantu ku !
" huhuhu.... " aku menahan tangis, rasanya aku ingin bersujud dan merengek di kaki Daniel saat ini
" Ailee.. kadang kau berteriak, kadang kau tertawa, kadang kau menangis ! kau itu artis yang berbakat apa sudah gila sih ! " oceh Domi kesal di belakang punggung Ailee sambil terus mempercantik rambut artis kesayangannya itu
**************
Ailee sudah menyelesaikan pekerjaanya cukup cepat kali ini, bukan karena dia hebat dan profesional tapi karena gadis itu hilang fokus dan terlalu banyak mengulang adegan , membuat crew putus asa dan meminta break lebih cepat agar gadis itu kembali baik lagi
" sudah ku bilang untuk fokus Ailee.. "
" maaf kan aku Domi, aku tidak bisa konsen, aku harus bertemu dengan dia ! " seru Ailee mantap dengan mata membulat meyakinkan Domi untuk memenuhi keinginannya
__ADS_1
" cepat hubungi Daniel, bilang aku ingin bertemu ! " pinta Ailee pada Domi
pria itu melirik Ailee dari kaca depan mobil, dia memelankan laju kemudi
" kenapa aku ? kaukan bisa telpon sendiri, lagian dia itu kan kakak mu " jawab Domi dengan alis mata naik sebelah
" ih, aku malas ngomong sama dia.. " sergah Ailee melipat tangan di dada, wajahnya melirik sinis tatapan Domi melalui kaca mobil
" tapi kali ini aku mengalah, semua ini demi diaa... " Ailee menyanggah kalimatnya sendiri, dengan segera gadis itu meraih ponsel dari dalam tas nya
" Hallo.... " sapa Ailee dengan suara dibuat selembut mungkin
" iiihhh... apaan sih ! aku cuma mau nanya kabar Bey aja kok " wajah Ailee jelas sekali kesal pasti jawaban telpon dari seberang sana tidak begitu enak di dengar
" memangnya kau lagi dimana ? " selidik Ailee
" apa ! kau bersama dokter Yosep ?! dimana ? " wajah kesal nya seketika berubah terkejut, gadis itu memasang senyum lebar
" cafe Mawar ? ah aku juga ada jadwal ke sana, kau masih lama kan ? tunggu aku ya, aku ada perlu, awas kalau Yosep pergi duluan, ah maksudku kau Daniel ! "
" Domi, cafe Mawar buruan ! "
Domi segera membelokkan stir mengikuti perintah Ailee, gadis itu langsung membanting ponselnya masuk ke dalam tas,
dia segera meraih kaca kecil kesayangannya, gadis itu mempercantik diri walau sebenarnya dia sudah sangat cantik
" Dom, muka aku gimana ? " Domi melirik kaca dan mengangguk cepat
" kau yakin dengan pria ini ? " selidik Domi dengan wajah curiga
" maksud mu ? " Ailee menjawab sinis
" kau ga salah orang kan ! jangan bilang dia cuma pansos ? " Ailee menggeleng cepat, tidak setuju dengan pendapat jelek Domi
" ya ga lah Dom, dia tuh uda perfect jadi ga perlu pansos pansos lah ! " jawab Ailee percaya diri
" entah lah.. " ragu Domi
*************
?
Hampir dua puluh tahun sudah aku menanti hari ini, hari dimana aku menampakkan diri dan melakukan semua rancangan yang sudah aku atur sedemikian rupa
kau mungkin sudah tidak ada di dunia ini, tapi luka yang kau goreskan masih jelas membekas dalam hati ku, semua itu tak mungkin bisa aku lupakan
semua kesakitan yang kau buat, semua luka yang kau gores, semua masih teras pedih dan menganga, jika bukan kau yang merasakannya maka aku punya cara lain menjawabnya
__ADS_1
jangan terlalu tertawa bebas dengan keluarga bahagia mu, jangan terlalu gembira dengan waktu mu sehingga kau lupa akan diri ku, aku akan mencari dimana anak mu yang selalu kau lindungi itu, aku akan membalas semua kesakitan selama ini
" ahh.... "
seseorang menyentuh bahu ku, menyadarkan atas semua lamunan dan pikiran panjang dalam kepala ku
" lu ko serius banget sih, mikirin apa ? " Dion teman band ku menuangkan segelas minuman dan menyodorkanya ke arah ku
aku meraih gelas itu cepat dan meneguk berlahan, rasanya hangat di tenggorokan ku, tapi tak cukup untuk menghangatkan tubuh dan pikiran ku
Dion menambah lagi isi gelas ku, dan aku tidak menolak, pria itu menyalakan sebatang roko* dan menghisap nya dalam, mengepukan asap tebal di atas kepalanya
pandangan ku beralih dari sikap santai Dion di meja bartender ke arah meja tamu di depan sana, dua orang pria dewasa sedang asik berbicara santai
mataku menyipit memastikan sekali lagi wajah seorang pria yang pernah ku lihat
" ah bukannya dia Mario Widjaja.. " bisik hatiku yakin, iya itu pria yang di rawat dan di besarkan oleh Alfa, dia anak angkat keluarga Widjaja, aku pasti tidak salah !
seorang wanita cantik bergabung diantara mereka, seorang gadis muda yang penuh pesona
" waaah..... " gumamku takjub
Dion ikut mendengar suaraku, pria itu bangun dari duduknya dan ikut memperhatikan arah pandangan ku
" Ailee... " gumam Dion menjawab pandangan penasaran ku
aku melirik Dion, pria itu menjawab lirikan ku dengan anggukan kecil
" iya itu gadis namanya Ailee, dia itu artis kan tapi ga terlalu terkenal sih.. " kalimat Dion menjawab pandangan ingin tahu ku
" kenapa ? lu suka ! " aku menggeleng cepat, menyanggah cepat kalimat Dion, cih..
" tapi dia cantik sih.. " gumam Dion sebelum kembali ke kursinya dan menikmati segelas wine yang sudah tersedia
aku masih menatap tajam ke meja di depan sana, ada seorang pria dan seorang gadis
daripada kedua pria itu penampilan si gadis lebih menarik perhatian ku
lihatlah pakaiannya yang berkelas dan keluaran rumah mode Eropa, tas dan kacamata nya, jam tangan dan sepatunya, wahh... benar benar sosialita !
tidak salah lagi itu pasti dia ! itu pasti orang yang aku cari selama ini, dia orang yang akan menjalani hari panjang bersama dengan ku, selamat datang Ailee !
" perkenalkan ini Ailee, dia saudaraku... "
kalimat yang terdengar pelan dari mulut Mario memastikan bahwa aku tidak salah lagi, gadis itu yang selama ini aku cari, dia yang selama ini ingin aku temui
walau kau menyembunyikan identitasnya sebaik mungkin, mungkin kau juga sudah merubah nama dan identitas putri mu, tapi aku tak sebodoh itu, aku akhirnya mendapatkan mu !
__ADS_1
aku mengangkat tangan dan menggenggam kuat, hingga urat urat tanganku menegang, diantara senyuman lebar ku dengan suara gigi yang bergemelutuk
" kau akan jadi milikku ! "