
" satu botol Diva please.. " pinta Ailee sambil mendaratkan duduk pada kursi tepat depan bartender yang menggaris senyum ramah
" wow tamu istimewa, apa kabar mu ? " tanya bartender tampan itu ramah sambil terus meramu gelas di depannya, pria itu tampak sibuk tapi menyambut baik Ailee adalah kesukaannya
" buruk ! " ujar Ailee ketus, membuat senyum pria itu memudar, alisnya sedikit menukik
" kau sedang ada masalah ? " ujarnya sambil meletakkan botol berhias swaroski di depan Ailee
pria itu meraih gelas kecil dia menempatkan tepat di sebelah vodka mahal itu
pria itu meneliti wajah murung gadis dihadapannya, bahkan dia melipat kedua tangan di meja dan sedikit membungkuk kan badan, sepertinya pria itu begitu peduli dengan Ailee
" kau sedang apa ? " tanya Ailee dengan mimik malas nya, dia tak menyukai tatapan tajam Azka, teman lama nya di kampus, sebenarnya dia adalah karib nya Reo
" aku sedang bekerja.. " jawab Azka tersenyum dan mengangkat kedua tangannya, pria itu meraih tutup botol minuman Ailee dan menuangkannya sedikit saja
" sini ! " Ailee segera meraih gelasnya yang masih di pegang Azka, gadis itu sudah tidak sabar menikmati minuman yang beralkohol tinggi itu
" hey ! kau ada masalah apa ? terakhir kau minum ini ketika mama mu terlibat skandal.. " teliti Azka ingin tahu
pertanyaan Azka membuat Ailee bertambah jengkel, dia segera merampas gelas di tangan Azka dan meneguknya dengan cepat
gadis itu mengisi gelasnya lagi, kini terisi penuh
beberapa kali tegukan hingga setengah botol sudah kosong, Azka melirik Ailee yang sudah mulai mabuk, wajah gadis itu memerah
" kau tahu kenapa aku membenci hubungan percintaan .. " tuding Ailee sambil mengacuhkan telunjuknya pada Azka
dia mulai mabuk, pikir Azka
" kau itu sangat lucu kalau mabuk, ayolah.. segera telpon asisten mu dan minta jemput ! " saran Azka sambil mengambil botol minuman Ailee yang tersisa
" eh, eh, itu sini ! aku belum selesai.. " pinta Ailee sedikit memaksa, Azka terpaksa menurut, dia meletakkan lagi botol itu di atas meja
" aku benci lelaki ! " upat Ailee tiba tiba, Azka mengerutkan dahi tak mengerti
" aku benci lelaki ! dia sangat menyebalkan ! aku akan membunuhnya ! "
TUUKK.. !!!
Ailee membanting gelasnya ke atas meja, membuat suara ketukan yang kencang, beberapa orang menoleh ke arah mereka, Azka hanya tersenyum saja
pria itu masih terus menyimak ocehan mabuk Ailee, gadis yang selama ini dia taksir
" kau tahu... dia itu pria paling brengsek ! bahkan kakakku, Reo... dia kalah brengsek tau.. " oceh Ailee terus meracau
Azka jadi tertawa geli, dia banyak mendengar berita Reo yang berkhianat pada istrinya dan tertangkap basah oleh media
" sini... sini... " Ailee menggerakkan jari jarinya meminta Azka mendekat
pria itu melirik sekeliling dia tak ingin Ailee menjadi pusat perhatian lebih banyak tamu bar nya, pria itu menurut, dia memasang kupingnya
" dia mencampakkan ku ! " seru Ailee berbisik di telinga Azka, membuat lelaki itu terkejut tak percaya
__ADS_1
" dia brengsek !! sialan !! " Ailee terus berteriak membuat Azka semakin cemas
pria itu menghampiri Ailee, dia meraih pundak temannya itu
" Ailee kau harus istirahat, ayo.. "
Azka memberi kode pada pelayang nya untuk mempersiapkan sebuah ruangan untuk teman lamanya ini
sang pelayang sepertinya sangar mengerti akan kode dari bos nya itu
Azka menuntun langkah Ailee menuju private room, dia merebahkan tubuh Ailee pada sofa besar yang tersedia di sana
gadis itu masih saja mengomel, meracau dengan kalimat kasar, membuat Azka menggelengkan kepala dan tersenyum cemas
" kau ini selalu datang jika sedang ada masalah.. " gumam Azka sambil menatap dalam Ailee
gadis itu sudah sedikit lebih tenang, dia sepertinya mulai tidak sadarkan diri, Ailee tertidur
Azka meraih selimut dari lemari kaca di ruangan itu, pria itu memang sengaja menyimpannya, dia tahu suatu saat gadis ini akan memerlukan selimut ini lagi
Azka menyelimuti Ailee, pria itu mengawasi rambut yang terjatuh di dahi Ailee
" tenangkan diri mu.. " bisiknya pelan sambil tersenyum melihat raut tenang wajah Ailee
beberapa lama Azka menemani Ailee yang terlelap, pria itu hanya menatap dan diam, dia masih mengingat jelas pertemanan lama mereka, menghabiskan waktu bersama di kampus, menikmati pesta pesta ala mahasiswa, dan kini mereka sudah lebih dewasa
Azka yang melanjutkan usaha di dunia hiburan dan Ailee yang masih menjadi artist, semua sudah banyak yang berubah tapi status mereka masihlah sama
hingga hari ini Azka masih saja berteman dengan Ailee
Tok... tok.. tok..
Azka membuka pintu dan mendapati manager bar nya berdiri di depan bersana beberapa orang lainnya
" bos pengisi acara baru datang, mereka sedikit terlambat.. "
Azka menoleh dan menatap satu persatu anggota band yang sudah menyetujui jadwal mengisi acara di bar nya
" maaf kami terlambat.. " ujar salah satu dari mereka
" ah okay.. kau urus saja ya Jefri.. " pinta Azka pada pegawainya
seseorang maju menerobos bahu Azka, ternyata dia adalah Zian
Zian menatap Azka dengan wajah meneliti, dia bisa melihat sosok wanita yang terbaring di dalam sana
bukankah itu Ailee, duga Zian heran
" ah, dia temanku.. " Azka berusaha menjelaskan, dia tak ingin ada yang salah faham, Azka bisa mengerti tatapan aneh dari sorot mata Zian
Zian masih memasang wajah curiga pada Azka, membuat Azka sedikit kikuk
" kau mengenalnya ? " tanya Zian ingin tahu
__ADS_1
" tentu saja, dia teman ku " balas Azka
tapi Zian tak percaya itu, pria itu maju mendekati wajah Azka yang bingung, tatapan tajam dan ingin tahu Zian jelas sangat terasa
Dion menarik tangan Zian, meminta pria itu untuk sopan pada pemilik Bar ini
" Zian jaga sikapmu.. " bisik Dion jengkel
Azka menatap Zian sekali lagi, dia bisa menangkap raut aneh di wajah pria muda itu
" apa kau mengenal Ailee ? " sekarang Azka balik bertanya pada Zian
Zian mengangguk cepat
" tentu saja... bahkan kami tinggal di tempat yang sama.. "
kalimat rancu Zian membuat beberapa orang di sana berspekulasi
mereka tinggal bersama ?
Azka membuat senyum sinis dan membuang muka
" jadi pria ini yang membuatmu.... " kesal hati Azka
sial ! tangan Azka mengepal dia sangat kesal dengan tingkah Zian dan tatapan mata yang penuh curiga itu, tapi Azka berusaha menahan diri, Zian bukanlah lawannya, bagi Azka pria dewasa tidak pernah mengambil langkah spontan yang terbawa emosi
" oh.. aku Azka " pria itu tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya yang mengepal, dengan berlahan dia membuka kepalan tangannya
Zian menyambar cepat tangan itu
" aku Zian, aku akan membawanya pulang bersama dengan ku nanti.. " ucap Zian seperti memaksa
Azka membalas dengan anggukan setuju, pria itu masih menahan diri dan menggores senyum
" tak kusangka pria yang kau pilih seperti ini Ailee.. " bisik hati Azka tak percaya
" kalau begitu silahkan selesaikan tugas mu dulu " ucap Azka pada Zian dan teman temannya
Zian mengangguk cepat, dia tahu betul maksud kalimat barusan, apa itu sebuah ejekan dari bos pemilik bar besar ini ?!
" aku titip dia.. " bisik Azka sambil berlalu
mereka meninggalkan Azka menuju panggung
Azka membanting pintu, dia menutupnya dengan kesal
" Ailee kau gila ya.. kau dan bocah itu ! " teriak Azka marah
" kau dan dia .. kau gila ya.. bocah tengik seperti itu mana pantas untukmu.. " ucap Azka kesal, dia masih mengingat jelas sorot tajam mata Zian tadi
" ciih.. dasar bocah !! " upat Azka
pria itu menatap wajah Ailee sekali lagi
__ADS_1
" harusnya kau mencari yang lebih baik dari ku Ailee.. "