
" Ailee aku ingin bicara ! "
teriakan Zian di belakang punggung Ailee membuat gadis itu sedikit kaget, dia segera membalikkan badan dan menatap aneh pria yang melangkah mendekatinya
" ada apa Zian ? " tanya Ailee sembari terus menatap Zian heran
" ada yang ingin aku katakan padamu, apa kau sibuk ? " tanya nya
Ailee menggeleng cepat, bibirnya memaksakan senyum
" kita bicara dimana ? " tanya Ailee
" terserah kau, di rumah mu di rumah ku, yaa.. dimana saja " balas Zian dengan wajah bingung, pria itu menggaruk garuk belakang telingannya yang tidak gatal
" bagaimana di tempatmu ? " aju Ailee, Zian mengangguk tak masalah
di sana juga ada Rahel makanya Ailee lebih memilih ruangan Zian, akan cangguh jika mereka hanya berdua saja
" ayo silahkan.. " ucap Zian sambil mendorong pintu
Rahel sedang membaca buku pelajarannya di meja belajar, gadis itu segera menoleh dan menyapa dengan senyuman wanita cantik dengan wajah lelah yang baru saja masuk ke rumah nya
" kau rajin sekali Rahel.. " puji Ailee sambil mengacuhkan jempol
Rahel membalas dengan senyum cengengesan
" aku banyak tertinggal " ucapnya dengan nada memelas
" semangat ! " bisik Ailee menyemangati, gadis itu duduk di sofa dan Rahel melanjutkan pelajarananya
Zian datang dengan teko jus buah di nampan
pria itu duduk di hadapan Ailee, tingkahnya terlihat aneh sepertinya dia ragu untuk menyampaikan apa yang ada di pikirannya
Zian menatap Ailee sekali lagi, dia menggigit bibir berusaha meyakinkan diri sendiri
" mmmm.... " buka Zian dengan suara berdehem
Ailee memasang wajah heran dan penasaran
" Ailee... apa kau menolak Azka ? " tanyanya yang membuat Ailee berhenti menuangkan minumannya
gadis itu meletakkan kembali teko nya ke meja
Rahel mengintip dari sudut matanya
" apa ? " tanya Ailee tidak mengerti
" aaa... apa kau menolak Azka.. " ulang Zian dengan suara pelan, tapi jelas di dengar oleh Ailee ataupun Rahel
Ailee melirik Rahel, gadis itu pura pura fokus dengan buku nya
" maksud mu ? " tanya Aile dengan dahi berkerut
Rahel memutar biji matanya dengan wajah kesal
" kakak ada ada saja ! " gumamnya tak percaya dengan pertanyaan Zian
jelas wajah Zian mencari tahu dan tidak sabar dengan kalimat penjelasan dari Ailee, pria itu ingin memastikan sesuatu
" maksud mu ? aku tidak mengerti.. " wajah Ailee dibuat semakin heran
Zian menghela nafas panjang
__ADS_1
" jadi akhir akhir ini aku sering melihat Azka mabuk di bar, dia selalu saja terlihat murung dan sedih.. " ucap Zian membuat Ailee masih saja heran dan tak percaya
" aku pikir kau penyebabnya, saat bersama mu pria itu terlihat berwibawa tapi dia itu orang yang pemurung dan cengeng " ledek Zian dengan wajah nya
bukan hanya Ailee yang tak mengerti, Rahel pun memasang wajah bingung
" kakak, kami tau kakak ga suka sama ka Azka, tapi apa kakak harus pakai cara seperti ini lagi ! " Rahel mengingatkan membuat Zian melotot marah
apa maksudnya lagi ? tanya hati Ailee
Zian memberi tanda supaya Rahel diam dan tidak ikut campur, gadis itu manyun dan kembali membuka buku pelajarannya
" jadi pak Azka tak ada hubungannya dengan mu ? " selidik Zian ingin tahu
Ailee menggeleng
" aku tak mengerti apa yang kau bicarakan " ujar Ailee tenang gadis itu meneguk isi dalam gelasnya
Zian memasang raut wajah heran
" dugaan ku ternyata salah " gumamnya pelan
Ailee menatap anak band itu dengan tatapan aneh
" tapi terima kasih Zian, berkat mu aku tahu keadaan teman ku, mungkin aku bisa sedikit menghiburnya.. " jelas Ailee membuat Zian terperanga
" ah.. kau tak perlu menghiburnya ! " pinta Zian
" dia tidak begitu menyedihkan ko " pria itu memaksakan senyum
dia tak ingin Ailee mengkhawatirkan Azka, bukan itu yang Zian inginkan
" aku akan menghiburnya.. " lanjut Zian dengan wajah ragu, tangannya menunjuk diri sendiri
Rahel menatap tajam ke arah Zian, gadis itu menepuk jidatnya kencang
" kakak - kakak !! " sesalnya
*************
Daniel mengetuk pelan pintu kamar Dave keponakam tampan nya yang menggemaskan dan cerewet
Dave menoleh sebentar, dia melihat wajah Daniel yang mengintip, bocah itu segera menutup bukunya dan menyimpannya di laci
" hai om.. " sapa Dave seperti menyembunyikan sesuatu
Daniel menatap dengan senyum, tapi jelas dia menangkap gerak gerik mencurigakan Dave, anak ini sedang menyimpan sesuatu pikir Daniel curiga
" apa kau belum tidur ? " tanya Daniel sambil duduk di kursi belajar Dave, anak itu segera berpindah ke atas kasur
" aku baru mau tidur, oiya.. terimakasih oleh olehnya, semuanya enak ! " ucap Dave sambil memutar lidahnya dan mengacuhkan dua jempol
" kenapa om tidak ikut ke makam kemarin ? " tanya Dave ingin tahu, biasanya mereka selalu bersama mengunjungi makam kakeknya
" maaf kemaren om tidak bisa ikut, om harus mengantar auntie mu ke dokter " jawab Daniel menjelaskan
" apa auntie sakit ? " tanya Dave dengan mata membulat
Daniel menggeleng dengan senyum manis
" tidak, dia sangat sehat kok " ucap Daniel cepat, wajah khawatir Dave langsung berubah tenang
" tapi kenapa kau ke dokter ? " tanya Dave masih penasaran
__ADS_1
Daniel tertawa kecil
" itu karena... " kalimat terputus Daniel membuat Dave semakin penasaran
" aku dan auntie mu harus memastikannya sekali lagi, jadi sekarang aku belum bisa memberitahu mu dengan pasti.. " ucap Daniel membuat wajah kecewa Dave
bocah kecil itu segera meraih selimutnya, Daniel meremangkan lampu meja kamar Dave, tak ditunggu lama bocah itu sudah tertidur pulas
Daniel melirik Dave memastikan anak itu sudah tertidur pulas, tangannya meraih handle laci dan menariknya berlahan
Daniel mengambil buku agenda hitam yang tadi di simpan Dave dengan terburu buru
dengan berlahan tangan Daniel meneliti isinya..
selembar surat dengan tulisan yang familiar, dan sebuah foto
" om Alfa.. " gumamnya pelan
Daniel menyalakan kamera nya dan mengambil gambar
dia mengembalikan lagi agenda itu dan mendaratkan ciuman kecil di dahi Dave sebelum meninggalkan ponakannya yang lucu itu
" kau akan segera punya adik yang menggemaskan sepertimu.. " bisik Daniel di telinga Dave, bocah laki itu tersenyum lebar seolah dia bisa mendengar bisikan Daniel
Sofia baru saja mengecek kamar anaknya dan mendapati Daniel sudah lebih dulu di sana
" dia sudah pulas " ujar Daniel dibalas anggukan setuju Sofia
" bagaimana istri mu ? " tanya Sofia
" dia sedang istirahat di kamar, dia semakin manja saja.. " ujar Daniel sedikit mengejek, Sofia mencibir ejekan pria itu
" ah Sofia, coba kau lihat ini ! " Daniel menunjukan apa yang dia lihat di laci kamar Dave
Sofia meneliti dan tersenyum simpul
" pantas saja pria itu menyukainya, wanita ini mirip mami ku.. " ujar Sofia dengan tangannya yang terlipat
" kau mengenalnya ? " tanya Daniel
Sofia mengangguk dengan wajah yakinnya
" aku juga sudah menyelesaikan isi surat ini, aku bahkan mengerti apa maksud yang dia tuliskan meski belum usai " jelas Sofia percaya diri
" kau belum memberi tahu ku " Daniel merasa terlambat dengan apa yang sudah Sofia perbuat
" wanita itu istri kedua Alfa, mereka mempunyai dua orang anak, si anak band itu dan gadis yang kita temui di rumah sakit.. " jelas Sofia
mereka terlibat obrolan panjang bagaimana Sofia bisa bertemu dengan mereka dan melakukan banyak hal tanpa sepengetahuan Daniel
" dia suka sekali ikut campur ! " seru Daniel dengan sudut bibir tertarik, tapi sorot matanya terlihat sedih
" dia terlalu baik, makanya Tuhan menyayanginya.. " balas Sofia mengelap air matanya
" kau sudah menyelesaikan tugas mu Sof, kau hebat ! " puji Daniel
Sofia memaksakan senyum di tengah harunya
" lalu.. bagaimana dengan mu ? " tanya Sofia dengan tatapan sendu
Daniel terdiam sesaat lalu menggeleng
" entahlah Sof, aku masih mencari waktu yang tepat, lidah ku seketika kaku kalau harus menyebut namanya.. " ujar Daniel menitikkan air mata
__ADS_1