Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Fantasi


__ADS_3

DUNIA FANTASI


Yosep segera memasuki gapura besar dengan aneka ornamen warna warni khas taman hiburan ibukota


sepertinya hari ini sangat ramai, tentu saja ada band yang sedang naik daun menggelar konser di sini


" Rahel sepertinya padat sekali, kita harus menunggu dulu "


Yosep meraih tangan Rahel dan menuntunnya keluar dari mobil


" tidak apa kak, apa kakak bisa menghubungi manager nya, namanya ada di prioritas " ujar Rahel


gadis itu menyerahkan ponsel milik Zian pada Yosep dia sempatkan menggores senyum lebar untuk Yosep


pria itu segera meraih ponsel di tangan Rahel, tak memakan waktu Yosep menghubungi nomer prioritas itu, seseorang menyahut di seberang sana


Yosep memilih tempat untuk berkomunikasi karena disini sangat berisik dan ramai


tangannya menggenggam tangan Rahel lagi menghindari kerumunan orang, mencari tempat nyaman untuk bisa berbicara lewat ponsel


Rahel mengikuti langkah Yosep, kalau tadi dia menurut saja saat tangan Yosep meraih jari jemarinya kali ini gadis itu mencoba membalas genggaman tangan Yosep


dia mengeratkan pegangannya di telapak tangan lebar itu, hangat dari pertemuan telapak tangan terasa hingga kehatinya


Rahel tersenyum lebar menyadari jika dia menyukai genggaman hangat Yosep, wangi parfum maskulin pak dokter yang tertiup angin dihirup panjang oleh Rahel, dia juga menyukai wangi Yosep


pria yang kini menuntunnya terbayang di pikiran Rahel, pasti dia adalah pria yang keren, hanya mendengar sosoknya dari kibasan angin dari bayangan tubuhnya Rahel bisa membayangkan di pikirannya sosok seperti apa yang kini bisa menghangatkan hatinya


dia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya


Yosep berhenti tiba tiba, dan Rahel tahu itu


pria itu menatap wajah Rahel sesaat dan mempersilahkan Rahel duduk


" kakakmu akan kesini setelah selesai, kita tunggu saja ya "


Rahel tersenyum senang


dia senang bisa kesini


dia senang bisa sedikit membantu kakaknya


dia senang Yosep adalah pria yang bersamanya di sini saat ini


" apa kau lapar ? " tanya Yosep dengan penuh perhatian


" tidak ka.. aku tidak lapar " jawab Rahel sambil menggeleng pelan


gadis itu tidak begitu menginginkan makanan, dia cukup bahagia bisa berada di sini mendengarkan riuh riang suara pengunjung


suara musik yang bersaut sautan


suara tawa dan aneka keceriaan lainnya


aku juga sangat bahagia dan ingin tertawa riang saat ini, aku bahagia bisa pergi kesini ! teriak hati Rahel senang


tapi aku sepertinya sangat bahagia ada di sini karena bersama dengannya..

__ADS_1


Rahel yang duduk di kursi taman hiburan


Yosep yang memasukkan salah satu tangannya ke saku, pria itu masih fokus memperhatikan sekeliling, dia sudah lama tidak ke tempat seperti ini agaknya


wajah Rahel yang terus menoleh ke arah Yosep, gadis itu seakan tahu pasti dimana wajah pria itu menoleh


" apa aku menyukaimu ? " bimbang Rahel


_____________


" ini untuk mu ! "


Yosep menyodorkan se cup eskrim, Rahel menyambutnya dengan girang dan bersama senyuman khasnya itu


" waaaa stoberi.. aku suka es krim strowberrriii... " riang Rahel meraih cup yang di sodorkan Yosep, pria itu tersenyum kecil, dia menyukai tingkah riang Rahel


" Rahel berapa usia mu ? "


Yosep bertanya sambil menyantap cup eskrim cokelat di tangannya, Rahel menoleh ke sebelah kiri dimana Yosep duduk dengan tenang menikmati tiap suap eskrim miliknya


" aku... delapan belas tahun ka.. " jawab Rahel pelan


wajah gadis itu terus saja menoleh ke arah Yosep, Rahel seolah tahu apa yang sedang pria itu lakukan, dia tak bisa berhenti membuat senyum, dia menyukai pria kalem yang begitu menikmati jajanannya itu


Yosep masih sibuk menghabiskan eskrim nya, matanya sesekali mencari cari wahana yang menakjubkan di depan sana


" bagaimana kalau aku dan Ailee naik wahana itu ? " Yosep tertawa lucu, dia membayangkan jeritan Ailee ketika menaiki wahana roller coaster


" itu lucu... " tak sadar Yosep bergumam sendiri, dia tertawa kecil


" apa yang lucu ? " Rahel menoleh dengan wajah datar dan senyuman ingin tahu


" Rahel apa kau punya tissu ? " dahi Yosep sedikit mengeryit saat menatap wajah polos Rahel, gadis itu menggeleng pelan


" kalau begitu maaf yaa.. "


Yosep segera mengangkat tangannya, ujung jarinya menyentuh pipi Rahel, pria itu membuang sedikit sisa eskrim yang menempel di sudut bibir Rahel


gadis itu lama termenung


Yosep kembali menatap wahana seru lainnya, pria itu tersenyum sekali lagi memikirkan wajah gadis yang ada di hatinya


*********


Aku pikir gadis seperti ku tak bisa merasakan semua ini, aku pikir tidak akan ada orang yang akan menerima keadaan ku yang seperti ini


apa yang bisa aku lakukan dengan keadaan seperti ini ? bahkan hal kecil pun sulit aku perbuat


tapi hari ini


kau datang seperti penyelamat hatiku, kau dengan kelembutan mu menuntun erat tangan ku, kau tak malu menggandeng tanganku, apa kau kasihan pada ku ?


aku sudah terbiasa di kasihani, dan itu tidak sedikitpun membuat ku senang


tapi itu berbeda dengan perlakuan mu padaku hari ini, aku bisa merasakan kehangatan tiap genggaman mu, aku bisa merasakan ceria hati mu


walau..

__ADS_1


aku cukup sadar bahwa itu semua bukan karena ku, kau pasti sedang menanti gadis lain, kau menyukai gadis lain dan aku menyukai kalian berdua


mungkin bagimu aku adalah gadis kecil mungkin bagi kalian aku hanyalah gadis yang membutuhkan banyak perhatian atau kalian juga sudah mengasih-ani ku


entahlah !


bagiku hari ini bisa berjalan mengiring langkah mu


bisa bersembunyi di balik punggung lebar mu


bisa merasakan kehangatan dalam sela jarimu dan sentuhan lembut di rambut bahkan di pipiku..


aku sangat menyukai semua itu


akan ku simpan rapi dalam hatiku


biarlah menjadi kenangan indah antara aku dan dirimu walau mungkin kau tak akan mengingat nya


ini kali pertama untukku


" itu lucu.. "


apa katamu ? apa aku terlihat lucu dengan sisa eskrim di bibirku ? apa aku terlihat lucu seperti badut di taman hiburan ini ? apakah aku lucu menggemaskan dan dapat menarik sedikit perhatian mu ? aku sedikit berharap jadinya


apakah aku bisa menjadi gadis dewasa yang juga pantas untuk mu


apakah aku mampu bersaing dengan kak Ailee yang begitu hampir sempurna di matamu


aku tersadar


siapa lah aku ini, bahkan ayah ku sudah membuang ku di daerah yang sepi


bahkan penglihatan mata ku pun sudah hilang bersama harapan bahagia


aku hanyalah anak sekolah yang tak kunjung wisuda karena kesehatan ku yang buruk


aku hanyalah gadis biasa yang buta !


bagaimana mungkin kau menoleh padaku


bagaimana mungkin kau menganggap ku lebih


bagaimana mungkin aku menjadi seperti ini


bagaimana mungkin semua itu..


aku tertawa kecil


tertawa kecut


sesuatu berdenyit di dalam sini, di dalam dadaku


sesuatu yang kurasa hangat berlahan menjadi panas dan membuat nyeri yang sangat


aku tak mungkin dicintai selayaknya wanita lain pada umumnya


aku kembali tersenyum dengan sudut hangat di mataku..

__ADS_1


terimakasih..


__ADS_2