
DUNIA FANTASI
Yosep segera memasuki gapura besar dengan aneka ornamen warna warni khas taman hiburan ibukota
sepertinya hari ini sangat ramai, tentu saja ada band yang sedang naik daun menggelar konser di sini
" Rahel sepertinya padat sekali, kita harus menunggu dulu "
Yosep meraih tangan Rahel dan menuntunnya keluar dari mobil
" tidak apa kak, apa kakak bisa menghubungi manager nya, namanya ada di prioritas " ujar Rahel
gadis itu menyerahkan ponsel milik Zian pada Yosep dia sempatkan menggores senyum lebar untuk Yosep
pria itu segera meraih ponsel di tangan Rahel, tak memakan waktu Yosep menghubungi nomer prioritas itu, seseorang menyahut di seberang sana
Yosep memilih tempat untuk berkomunikasi karena disini sangat berisik dan ramai
tangannya menggenggam tangan Rahel lagi menghindari kerumunan orang, mencari tempat nyaman untuk bisa berbicara lewat ponsel
Rahel mengikuti langkah Yosep, kalau tadi dia menurut saja saat tangan Yosep meraih jari jemarinya kali ini gadis itu mencoba membalas genggaman tangan Yosep
dia mengeratkan pegangannya di telapak tangan lebar itu, hangat dari pertemuan telapak tangan terasa hingga kehatinya
Rahel tersenyum lebar menyadari jika dia menyukai genggaman hangat Yosep, wangi parfum maskulin pak dokter yang tertiup angin dihirup panjang oleh Rahel, dia juga menyukai wangi Yosep
pria yang kini menuntunnya terbayang di pikiran Rahel, pasti dia adalah pria yang keren, hanya mendengar sosoknya dari kibasan angin dari bayangan tubuhnya Rahel bisa membayangkan di pikirannya sosok seperti apa yang kini bisa menghangatkan hatinya
dia belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya
Yosep berhenti tiba tiba, dan Rahel tahu itu
pria itu menatap wajah Rahel sesaat dan mempersilahkan Rahel duduk
" kakakmu akan kesini setelah selesai, kita tunggu saja ya "
Rahel tersenyum senang
dia senang bisa kesini
dia senang bisa sedikit membantu kakaknya
dia senang Yosep adalah pria yang bersamanya di sini saat ini
" apa kau lapar ? " tanya Yosep dengan penuh perhatian
" tidak ka.. aku tidak lapar " jawab Rahel sambil menggeleng pelan
gadis itu tidak begitu menginginkan makanan, dia cukup bahagia bisa berada di sini mendengarkan riuh riang suara pengunjung
suara musik yang bersaut sautan
suara tawa dan aneka keceriaan lainnya
aku juga sangat bahagia dan ingin tertawa riang saat ini, aku bahagia bisa pergi kesini ! teriak hati Rahel senang
tapi aku sepertinya sangat bahagia ada di sini karena bersama dengannya..
__ADS_1
Rahel yang duduk di kursi taman hiburan
Yosep yang memasukkan salah satu tangannya ke saku, pria itu masih fokus memperhatikan sekeliling, dia sudah lama tidak ke tempat seperti ini agaknya
wajah Rahel yang terus menoleh ke arah Yosep, gadis itu seakan tahu pasti dimana wajah pria itu menoleh
" apa aku menyukaimu ? " bimbang Rahel
_____________
" ini untuk mu ! "
Yosep menyodorkan se cup eskrim, Rahel menyambutnya dengan girang dan bersama senyuman khasnya itu
" waaaa stoberi.. aku suka es krim strowberrriii... " riang Rahel meraih cup yang di sodorkan Yosep, pria itu tersenyum kecil, dia menyukai tingkah riang Rahel
" Rahel berapa usia mu ? "
Yosep bertanya sambil menyantap cup eskrim cokelat di tangannya, Rahel menoleh ke sebelah kiri dimana Yosep duduk dengan tenang menikmati tiap suap eskrim miliknya
" aku... delapan belas tahun ka.. " jawab Rahel pelan
wajah gadis itu terus saja menoleh ke arah Yosep, Rahel seolah tahu apa yang sedang pria itu lakukan, dia tak bisa berhenti membuat senyum, dia menyukai pria kalem yang begitu menikmati jajanannya itu
Yosep masih sibuk menghabiskan eskrim nya, matanya sesekali mencari cari wahana yang menakjubkan di depan sana
" bagaimana kalau aku dan Ailee naik wahana itu ? " Yosep tertawa lucu, dia membayangkan jeritan Ailee ketika menaiki wahana roller coaster
" itu lucu... " tak sadar Yosep bergumam sendiri, dia tertawa kecil
" apa yang lucu ? " Rahel menoleh dengan wajah datar dan senyuman ingin tahu
" Rahel apa kau punya tissu ? " dahi Yosep sedikit mengeryit saat menatap wajah polos Rahel, gadis itu menggeleng pelan
" kalau begitu maaf yaa.. "
Yosep segera mengangkat tangannya, ujung jarinya menyentuh pipi Rahel, pria itu membuang sedikit sisa eskrim yang menempel di sudut bibir Rahel
gadis itu lama termenung
Yosep kembali menatap wahana seru lainnya, pria itu tersenyum sekali lagi memikirkan wajah gadis yang ada di hatinya
*********
Aku pikir gadis seperti ku tak bisa merasakan semua ini, aku pikir tidak akan ada orang yang akan menerima keadaan ku yang seperti ini
apa yang bisa aku lakukan dengan keadaan seperti ini ? bahkan hal kecil pun sulit aku perbuat
tapi hari ini
kau datang seperti penyelamat hatiku, kau dengan kelembutan mu menuntun erat tangan ku, kau tak malu menggandeng tanganku, apa kau kasihan pada ku ?
aku sudah terbiasa di kasihani, dan itu tidak sedikitpun membuat ku senang
tapi itu berbeda dengan perlakuan mu padaku hari ini, aku bisa merasakan kehangatan tiap genggaman mu, aku bisa merasakan ceria hati mu
walau..
__ADS_1
aku cukup sadar bahwa itu semua bukan karena ku, kau pasti sedang menanti gadis lain, kau menyukai gadis lain dan aku menyukai kalian berdua
mungkin bagimu aku adalah gadis kecil mungkin bagi kalian aku hanyalah gadis yang membutuhkan banyak perhatian atau kalian juga sudah mengasih-ani ku
entahlah !
bagiku hari ini bisa berjalan mengiring langkah mu
bisa bersembunyi di balik punggung lebar mu
bisa merasakan kehangatan dalam sela jarimu dan sentuhan lembut di rambut bahkan di pipiku..
aku sangat menyukai semua itu
akan ku simpan rapi dalam hatiku
biarlah menjadi kenangan indah antara aku dan dirimu walau mungkin kau tak akan mengingat nya
ini kali pertama untukku
" itu lucu.. "
apa katamu ? apa aku terlihat lucu dengan sisa eskrim di bibirku ? apa aku terlihat lucu seperti badut di taman hiburan ini ? apakah aku lucu menggemaskan dan dapat menarik sedikit perhatian mu ? aku sedikit berharap jadinya
apakah aku bisa menjadi gadis dewasa yang juga pantas untuk mu
apakah aku mampu bersaing dengan kak Ailee yang begitu hampir sempurna di matamu
aku tersadar
siapa lah aku ini, bahkan ayah ku sudah membuang ku di daerah yang sepi
bahkan penglihatan mata ku pun sudah hilang bersama harapan bahagia
aku hanyalah anak sekolah yang tak kunjung wisuda karena kesehatan ku yang buruk
aku hanyalah gadis biasa yang buta !
bagaimana mungkin kau menoleh padaku
bagaimana mungkin kau menganggap ku lebih
bagaimana mungkin aku menjadi seperti ini
bagaimana mungkin semua itu..
aku tertawa kecil
tertawa kecut
sesuatu berdenyit di dalam sini, di dalam dadaku
sesuatu yang kurasa hangat berlahan menjadi panas dan membuat nyeri yang sangat
aku tak mungkin dicintai selayaknya wanita lain pada umumnya
aku kembali tersenyum dengan sudut hangat di mataku..
__ADS_1
terimakasih..