
Via menghentikan langkah kakinya, wajahnya menatap dalam raut wajah Zian yang mengeryit heran
“ aku akan memandu mu selama di sini “ ujar Via mengagetkan Zian
“ aku tidak butuh pemandu, lagipula aku harus segera pulang, aku tak punya banyak waktu untuk berlama lama di sini “ ujar Zian dengan wajah nya yang meraut sedih
“ Hey ! “ Via menepuk kasar punggung pria di sebelahnya, lumayan keras, cukup sakit untuk sekedar menyadarkan raut sedih Zian
“ sakit tahu ! “ ringis Zian kesal, Via hanya menahan senyum di wajahnya yang getir
“ mm.. kau sudah di sini, ayo nikmati dulu pulau ini, aku jamin kau tak akan menyesal “ suara memikat Via membuat Zian masih enggan untuk tertarik
“ aku sudah sangat lama dan merindukan kampung halaman ku ini, kau tahu pesisir ini sangat cantik dan indah, kau bisa melupakan kesedihan mu hanya dengan melihat nya “ lanjut Via bersemangat, gadis itu menunjukkan raut ceria nya, Zian menghentikan langkahnya, dia menatap wajah ceria Via dalam
“ apa kau sudah tidak sedih ? “ pertanyaan Zian membuat wajah ceria Via memudar, Zian membuat senyuman sinis
“ bahkan kau yang sudah mengenal pulau indah ini sejak kecil malah masih merasakan kesedihan ! “ ketus Zian meledek
“ Hei, itu kan beda ! “ protes Via tak terima
“ apanya ! tetap saja kau sedih bahkan saat kau memandangi lautan lepas itu, atau saat kau membuka mata dan mendapati sunrise di depan mata mu. Kau terima saja itu, jangan mengingkari nya ! “ kalimat ketus Zian membuat Via harus tersadar, pria ini tidak salah juga sih, begitu batin Via, tapi..
“ tapi kau harus bisa sedikit tersenyum, seperti ini ! “ tunjuk Via pada tarikan bibirnya yang di paksakan
“ tidak mau ! “ tolak Zian kasar
“ ish, kau pikir hanya kau saja yang patah hati “ Via menyusul langkah Zian yang lebih cepat hingga meninggalkannya
“ kau dan wanita itu kan belum pernah menjalin hubungan, cinta mu itu bisa di katakan bertepuk sebelah tangan.. “ kalimat Via membuat Zian seketika menaiki sepedanya dan mengayuh cepat
__ADS_1
“ Heyy !! kau... setidaknya kau tidak di tinggal saat sedang sayang sayangnya !! “ teriak Via terhapus oleh angin, kakinya menendang kesal kerikil di ujung langkahnya
“ Hah.. rasanya sesak ! “ gadis itu berjalan gontai, matanya menatap lautan lepas, angin semilir membuat rambutnya beterbangan tak rapi lagi, dia mengingat masa kecilnya yang indah dulu..
flashback
Via dan Jeni kecil sedang berlarian di tepi pantai, keduanya sedang asik menikmati terpaan terik mentari mencari binatang yang hidup di pasir
“ lihat ! aku dapat kumang berwarna biru, cantik sekali ! “ ujar Via mengangkat hasil tangkapannya menengadah, sinar matahari membias terhalang topi pantainya
“ cobaa lihaat “ Jeni tak kalah takjub melihat binatang di jari Via yang cantik dan menggemaskan
“ wah dia cantik sekali “ ujar keduanya gemas
Hari itu seperti biasa sepulang sekolah Via dan Jeni menghabiskan waktu bersama menyusuri pantai, sekedar berbagi cerita atau mencari binatang kecil dan melepaskan mereka kembali, Via dan Jeni sudah saling mengenal mungkin sejak dalam kandungan, dah hari itu juga mereka bertemu dengan Gabriel, si anak kota yang menggoda persahabatan mereka
“ hey ! kalian sedang apa, kalian ga takut kanker kulit ! “ suara ketus dari balik punggung Jeni dan Via mengagetkan mereka, penampilan dan wajah bocah laki laki itu lebih mengagetkan lagi, bagaimana mungkin seorang bocah laki laki berkulit putih bersih di sini ?
“ bisa dibilang begitu sih, tapi sebentar lagi aku akan menjadi penduduk sini “ jawab anak laki laki itu dengan wajah kecewa
“ hahahaaaa !! “ Via tertawa geli, membuat wajah lelaki kecil itu berubah heran
“ kenapa kau tertawa ! “ hardiknya kesal
“ hahahaa.. kalau kau tinggal di sini katakan bye pada kulit putih mulus mu itu ! “ ketus Via tak kalah sengit dengan nada suara si anak turis itu, bocah laki itu segera manyun mendengar kalimat Via yang jujur
“ nama ku Via, siapa nama mu ? “ dengan wajah riang Via mengulurkan tangannya ke arah si bocah laki laki, tapi anak itu malah membuang wajah, dia tak menyambut uluran tangan Via
“ ih sombong ! “ gerutu Via mendapati ulurannya tak di respon baik, gadis kecil itu melipat tangan di dada dengan kesal tapi sudut matanya melirik raut sedih si anak laki laki yang kini merebahkan diri duduk di pasir di bawah bayang bayang pohon
__ADS_1
“ Viaaa.. ayo kita pulang “ Jeni mengajak Via untuk tak ambil peduli dengan bocah asing itu, Via melangkah mengikuti Jeni tapi dia masih tak bisa tak acuh pada raut sedih si laki laki itu
Via kembali berbalik badan dan berlari menghampiri laki laki itu, dia terlihat terkejut dengan kehadiran gadis kecil yang kembali lagi mengganggu ketenangannya untuk menikmati suasana pantai
“ ini !! “ Via mengulurkan kumang yang tadi dia tangkap, bocah itu mengeryit tak mengerti tapi lengannya akhirnya terangkat dan menerima pemberian Via yang tersenyum lebar
Via kembali mengikuti Jeni yang sudah jauh meninggalkan nya
“ nama ku Gabriel ! “ ujar bocah itu mengejutkan Via, gadis kecil itu tersenyum dan melambaikan tangan
“ sampai jumpa lagi Gabriel !! “ seru Via berlari meninggalkan Gabriel yang kini bisa mengukir senyuman walau masih sangat tipis
Via mengeryitkan dahi, dia masih mengingat hari pertama pertemuannya dengan Gabriel, dihari yang terik itu raut Gabriel tak begitu bagus, itulah mengapa Via merasa harus menjadi teman yang baik untuknya, tapi di hari itu juga ada Jeni
“ kau bahkan tak peduli padanya ! “ gumam Via kesal, dia tak menyangka wajah cuek Jeni hari itu akan berubah seiring dengan waktu, mungkin Via masih belum bisa menerima semua kenyataan saat ini, tapi sekali lagi, dia menarik nafas panjang
“ kau sudah menjadi istrinya kini.. “ bisiknya menitikkan airmata
Kriiingg !!
Suara sepeda Zian mengejutkan Via, gadis itu sampai melompat, dia tak menyangka pria ini kembali lagi menghampirinya, Via meraut wajah kesal

“ itulah mengapa aku harus kembali, aku tahu kau itu gadis yang cengeng ! “ hardik Zian menepuk jok boncengannya, Via berdecak kesal tapi meraut senyum kecil, gadis itu menenggerkan diri sekali lagi di boncengan sepeda Zian
“ kau mau kemana nona, biar abang ojek antar “ gurau Zian membuat tawa Via seketika pecah, mereka tertawa riang memecah suara ombak pantai dan deru angin
" siapkan uang mu karena tarif ku mahal !! " konyol Zian sekali lagi membuat tawa Via kian pecah, gadis itu menepuk pelan punggung Zian yang mengayuh sepedanya dengan cepat
__ADS_1
" satu lagi, jangan bayar pakai cinta !! " lanjut Zian melepas sebelah pegangan kemudi nya
" Heiii hati hatiii... " Via mengeratkan pegangannya di pinggang Zian