Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
CERITA DARI LAUT


__ADS_3

Seperti hari hari yang telah berlalu, hari ini matahari bersinar tanpa halangan berarti hanya awan awan putih yang mempercantik langit biru, biasan cahaya hangatnya memberi kilau di lautan lepas, Zian berjongkok menggenggam pasir di tepi pantai, matanya menyapu sekeliling dan menikmati suasana segar pantai ini. Pemuda itu meregangkan tangan, menghidup udara maksimal memenuhi paru parunya.. dia bisa tersenyum kini


Dua orang sedang terlibat obrolan tak jauh dari posisinya, pria itu tak berniat menguping semua itu hanya kebetulan saja yang membuatnya penasaran, Zian bersender pada karang besar pemisah antara mereka


“ .. Via aku mohon maafkan aku.. “


“ aku tak bisa memenuhi janji ku pada mu, pada ayah mu, aku sungguh pria brengsek ! “ Zian mendapati wajah pemilik suara itu, entah mengapa raut wajah Zian berubah sinis, pria kemarin lagi !


“ aku harusnya tak seperti ini ! maafkan aku.. “ hanya suara pria itu saja yang Zian dengar, tak terdengar sekata balasan pun dari bibir Via yang terlihat punggungnya saja


“ Via.. aku menikahi Jeni, tapi hati ku selalu ada dirimu ! “ mendengar kalimat itu wajah sinis Zian berubah geram, dia mengepalkan tangannya, pria itu super ******** ! upat Zian, dia juga pernah melakukan hal picik perihal cinta tapi jika sampai seperti pria itu bukankah keterlaluan


“ Via, kau masih mencintai ku kan ? kau masih menyimpan nama ku dalam hati mu kan ! yang aku lakukan pada Jeni.. yang kami lakukan itu kesalahan, kecelakaan, baik aku ataupun Jeni kami tak memiliki perasaan ! “ tegas pria itu hendak meraih tangan Via, tapi gadis itu mebghentakkan kasar. Baguss ! teriak hati Zian mendukung


“ Viaa.. biar aku selesaikan semua ini, aku mohon kau memberikan ku waktu.. “ pintanya dengan wajah memelas, Zian rasanya hendak mengayunkan tinju tepat di depan wajah si Gabriel brengsek itu, sayang dia hanya bisa mengintip di sini, pria itu benar benar menguji emosi Zian, cih dasar brengseeek !! geram diam kesal sendiri


“ kau tahu Via.. lautan ini pun tahu, kisah kita, pertemuan kita, kedekatan kita dan bahkan ayah mu.. “ suara pelan pria itu seperti nya menyentuh hati Via, gadis itu terlihat menyeka wajahnya, apa dia menangis ?! ah c-mon ! Zian semakin gregetan, apa gadis itu begitu cengeng dan lemah hingga luluh hanya karena alasan tak masuk akal pria itu, haruskan Zian mendengarkan saja dari sini, dia benar benar habis kesabaran


“ Via kau harusnya menendang kemalu**nya !! “ gusar Zian emosi

__ADS_1


“ tapi kau malah menangis, dasar lemah ! “ wajah Zian sudah tak bisa lagi mengendur, dia sangat kesal dengan adegan dramatis di depan sana


“ Viaaa... “ kali ini gadis itu menerima raihan dua telapak tangan Gabriel, dia seperti pasrah dengan wajah memelas pria di hadapannya, hal itu membuat Zian mendadak murka, dia mengambil batu dan melemparkan kelaut, membuat percikan besar dan mengenai mereka yang sontak menghindar


Gabriel baru saja hendak merangkul Via berusaha menghindari percikan air laut, tapi tangan Zian lebih cepat dan segera menarik tangan Via yang kontan membuat wajah sendu gadis itu berubah terkejut


“ kauu.. “ gumam Via tak percaya, lagi lagi mereka bertemu dengan situasi seperti ini


“ ah sayang.. aku mencari mu dari tadi, kau kemana saja sih ! “ ucap Zian dengan wajah tersenyum tapi suaranya jelas mengeram menahan kesal, sudut mata Zian melirik Gabriel sinis


“ sayang, kau sedang apa dengan dia ? ah kalian pasti sedang membahas cerita masa lalu.. “ ujar Zian menatap Gabriel tak enak, Via memasang wajah heran dengan tingkah Zian yang sangat mesra menatap dan menggenggam erat tangannya


“ ah maaf, kami kebetulan bertemu di sini, ini adalah tempat favorite kami “ ucap Gabriel menatap dalam wajah Via yang tak mau membalas tatapan mata mantan pacar nya itu, Via membuang matanya ke arah lain, kini mata Gabriel melihat genggaman tangan Via dan Zian, menyadari itu Zian semakin mengeratkan genggaman mereka, dan jelas wajah sendu Gabriel kian terlihat, Via hanya bisa bertingkah cangguh dengan dua pria di hadapannya ini


“ Via.. aku akan ke yayasan seperti biasa, apa kau akan membantu seperti biasa selama kau di sini ? “ tanya Gabriel penuh harap, Via hanya menggaris senyum tipis, dia sebenarnya ragu harus menjawab apa, tapi tidak mungkin dia tak bergabung pada yayasan yang sudah jadi bagian hidupnya di pulau ini, gadis itu mengangguk mengiyakan, membuat bibir Gabriel tersenyum dan meninggalkan Zian bersama Via


“ dasar lemah, itu modus tau, moooduuuss !! “ kesal Zian menyentakkan genggaman tangan mereka membuat kedua telapak tangan itu segera berpisah, Via meringis sepertinya hentakan itu membuat pangkal lengannya nyeri, dia mengeryit ikut kesal mendengar ocehan Zian


“ ish.. ini tak semudah yang kau pikir Zian.. “ ucap Via membela diri

__ADS_1


“ aahh.. kau kan tinggal menolak tegas, jauhi dia ! apa susah nya sih, jangan mau main hati itu tuh bikin lelah tau ! “ gusar Zian penuh emosi, kenapa dia yang jadi kesal dan marah seperti ini ? ah.. dia hanya tak suka melihat gadis dipermainkan oleh lelaki, apalagi si brengsek yang akan menikah tapi masih juga mendekati mantan pacarnya


Via menarik nafas panjang


“ kau lihat menara di sana ! “ tunjuk Via pada menara mercusuar di atas karang tinggi jauh dari posisi mereka, Zian mengikuti arah telunjuk Via


“ dulu.. saat itu aku dan Gabriel sering menghabiskan waktu bersama di sini, kami menatap bintang dan kilauan laut malam, sekedar berbagi cerita kecil atau bercanda berdua.. “ Via membuang nafas berat, membuat Zian harus fokus mendengarkan ceritanya agar jelas apa yang ingin gadis itu sampaikan


“ aku menanti ayah ku pulang dari kota, dia akan menaiki kapal kecil dan merapat di pelabuhan sebelah sana, aku selalu menanti dengan wajah riang dan bahagia “


“ malam itu Gabriel bercerita kenapa dia bisa pindah ke sini, itu karena ibunya tak mau melepas lautan, ibunya ingin hidup dengan laut di dekatnya, ayah Gabriel tenggelam dalam badai di samudra, ayahnya seorang tentara angkatan laut.. “ mata Via mulai berkaca kaca, dia menarik nafasnya tapi seperti tersangkut di tenggorokannya


“ kau tahu, malam itu lampu mercusuar tak seterang biasanya, cerita malam kami yang ceria berubah gundah karena cerita sedih dari kisah Gabriel, malam itu aku menangis mendengar bagaimana sakitnya Gabriel yang ditinggalkan ayahnya, bahkan mereka tak tahu harus berkunjung kemana sekedar untuk menaruh bunga.. “


“ aku bukannya menenangkan airmata Gabriel, tapi malah turut menangis. Entah darimana aku memiliki ide berdiri di sini, diantara ombak. Aku berteriak pada lautan malam itu “


“ laut kau mengambil kebahagiaan nya, kau jahat !. Seperti itulah kira kira yang aku teriakkan malam itu “ Via mengeryitkan dahinya, kini air matanya pun terjatuh


“ kau tahu, sejak malam itupun laut meninggalkan luka dalam hati ku, dia seperti mendengar upatan jahat dari bibir ku, malam itu.. “

__ADS_1



__ADS_2