
Baru saja tangan Yosep meraih handle pintu mobilnya untuk mempersilahkan Ailee terlebih dahulu masuk
tiba tiba..
BRUUUUKKK !!!
BRAAAAAKKK.. !!!
Sontak lengan Yosep langsung meraih tubuh gadis di sisinya, pria itu segera merangkul Ailee, suara keras dari belakang mobilnya terdengar mengejutkan
Yosep merapatkan pelukannya, dia tak ingin sesuatu buruk terjadi pada Ailee
Ailee menerima perlakuan spontan Yosep, suara kencang yang tiba tiba itu cukup membuat keduanya terperangah
Yosep melonggarkan pelukannya, wajahnya yang cemas segera meneliti keadaan Ailee
" kau tidak apa apa ? " tanya Yosep khawatir
gadis itu menggeleng pelan matanya menatap lurus kedalam bola mata Yosep, dia tersenyum kecil meyakinkan pria yang terlihat amat cemas itu
" suara apa tadi ? " Ailee dan Yosep saling menatap sesaat
seseorang dengan segera membuka pintu mobilnya, pria itu memakai kacamata hitam dia berlari menghampiri Yosep dan Ailee yang segera sadar dengan posisi berpelukan nya
" ada apa lagi ini ? baru saja Ailee akan masuk ke mobil dan sesuatu hal tak terduga terjadi " bisik hati Yosep, wajahnya selain cemas juga tersirat rasa kecewa
Yosep melepas pelukan kecilnya dan mencari tahu apa yang terjadi di belakang mobilnya, benturannya lumayan keras tadi
" maaf ya, aku tidak sengaja ! " ucap pria itu
Ailee dan Yosep segera melihat ke arah belakang mobil
ternyata suara itu berasal dari tabrakan kecil mobil hitam ini ! ada ada saja
Yosep terkejut melihat lampu belakang mobilnya yang pecah
Ailee terperanga tak percaya, wajahnya sedikit kesal, bagaimana mungkin seorang pengemudi sehat menabrak mobil yang terparkir gerutu hati Ailee kesal
pria yang baru saja turun dari minibusnya segera melepas kacamata hitam yang tadi dia pakai
kini Ailee dan Yosep lebih terkejut dan terperangah tak percaya
" Zian !! "
seru keduanya berbarengan, mereka sempat saling menatap sebentar dan kembali fokus dengan pria dihadapan mereka
" kau tidak apa apa Ailee ?! "
Domi terengah engah dia berlari cepat menghampiri posisi Ailee, gadis itu menjawab dengan gelengan cepat, membuat Domi segera mengurut dada lega
" oh my god ! ko bisa pecah ? " kini wajah tenang Domi kembali tegang,dia terperangah menyadari kaca belakang mobil Yosep pecah, dan bamper sebuah mobil lainnya juga penyok
pasti pemiliknya yang berdiri di sebelah mobil penyok ini kan ! tebak Domi, dia bersiap untuk mengomel tapi niatnya seketika berbelok mengetahui jika pemilik mini bus itu adalah si anak band ! yaa anak band yang selama ini dia bicarakan
" kau ? " tanya Domi
Zian menatap Yosep dengan wajah tenang, bibirnya mengukir senyum
__ADS_1
" aku akan membayar biaya perbaikannya " ujar Zian ramah
" kebetulan aku memanggil orang bengkel, biar sekalian ditangani " tawar Domi
Yosep tak bisa menjawab, pria itu hanya menurut saja dalam hatinya dia tak percaya jika planning manisnya hari ini harus berakhir seperti ini
" Ailee.. " panggil Yosep pelan gadis itu baru saja hendak menyahut panggilan Yosep tapi..
" biar Ailee ikut denganku Yosep, kau urus dulu dengan orang bengkel ! " potong Zian cepat, Ailee mengangguk setuju
" yaa.. kau jangan memikirkan ku dulu.. " pinta Ailee dia menjadi tidak enak pada Yosep karena sepertinya pak dokter terlalu konsen dengan kesialan Ailee hari ini bahkan Yosep jadi ikutan kena sial, pikirAilee
" ayo Ailee kita pulang, aku akan segera menghubungi mu Yosep.. "
Zian melangkah santai menuju mobilnya,dia tak peduli dengan wajah bingung Yosep, dan Ailee merasa sungkan dengan suasana cangguh ini
Ailee menoleh berlahan ke arah Yosep, dia merasa tidak enak meninggalkan Yosep sendiri, tapi pria dewasa itu meninggalkan senyuman manis, meyakinkan Ailee untuk meninggalkannya dan ikut bersama dengan Zian
hanya dengan bahasa verbal kecil seperti itu baik Ailee ataupun Yosep mereka seperti saling mengerti
Ailee membuka pintu mobil Zian, dia lebih terkejut lagi saat tahu jika Rahel ada di sana
" Rahel kau tidak apa apa ? " cemas Ailee
gadis itu menggeleng cepat, wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi ceria dan senyuman khasnya
Ailee membuka pintu belakang dan mengambil duduk disana, dia bisa melihat wajah kosong milik Rahel
" apa dia masih shock " pikir Ailee cemas
******
" Rahel kau disini rupanya ! " Zian kelelahan menjangkau lari Rahel yang cepat
" kakak apa apaan sih ! aku kan mau naik wahana seru bukan rumah hantu ! " hardik Rahel kesal
" hahahaa... itukan seru.. " tawa Zian
pria itu baru saja membohongi Rahel, dia sengaja menjebak Rahel untuk ikut dengannya menikmati rumah hantu, padahal dia tahu betul bahwa adiknya itu orang yang penakut, pantas saja gadis itu sangat kesal saat ini
" maaf maaaaf... " pinta Zian sambil mengambil duduk di sebelah Rahel
Zian menyodorkan sebotol minuman mineral ke tangan Rahel, gadis itu meraba ujung botol mencari tutupnya,dia segera meminum air mineral itu dengan cepat, kini dia sudah sedikit lega dan tenang
Zian menatap dalam wajah adiknya yang kian bertambah cantik dan dia sudah bukan gadis kecil lagi ! pria itu baru menyadari jika adiknya itu sudah jadi abg
" bagaimana kau bisa bertemu Yosep dan kesini ? " tanya Zian menyelidik
wajah kesal Rahel seketika berubah cerah, gadis itu mengukir senyum malu malu, membuat Zian kian penasaran
" aku bertemu di depan rumah kak " ucap Rahel riang
gadis itu seketika terlihat senang saat membahas perihal Yosep, Zian jadi sedikit khawatir, pria itu tak ingin tahu jika dugaan yang dia pikirkan akan benar
" kenapa kau tersenyum ? " goda Zian membuat rona merah jambu di wajah Rahel
gadis itu berusaha menampiknya tapi tingkahnya yang kikuk justru cukup memberi pengertian pada Zian, pria itu tersenyum kecil dan tertunduk sejenak
__ADS_1
Rahel kau menyukai Yosep ! seru hati Zian pasti
pria itu ingin tertawa tapi kenyataan ini tidak lucu
dia menyukai senyuman bahagia Rahel tapi dia tahu jika ini akan semu
dia ingin melihat Rahel memiliki wajah bahagia seperti ini tapi kenapa harus Yosep ! hati Zian semakin cemas dan menyimpan kesal
" apa kau menyukai dokter itu ? " tanya Zian dengan nada datar
dia sangat mengharapkan jika Rahel menjawab tidak dengan tegas, tapi itu adalah harapan kosong, Zian sadar betul akan hal itu
" kaaa... " suara Rahel pelan terbawa angin malam
Zian menatap wajah adiknya dalam
" kak Yosep sangat menyukai kak Ailee, itu sangat mustahil untuk gadis seperti ku ka "
kalimat Rahel menghentakkan dada Zian, pria itu segera bangun dari duduknya, matanya menatap dalam wajah Rahel, dia berjongkok dihadapan adik satu satunya itu
" apa kau bilang, kau itu sangat cantik " puji Zian sambil merapihkan rambut Rahel yang tersapu angin malam, hawa lembab sehabis hujan membuat suasana sedikit dingin
Rahel tersenyum tipis, Zian membalas senyuman itu
" ka.. bahkan dokter Yosep akan menyatakan cinta nya hari ini.. " ujar Rahel dengan senyum kecil dan suara yang juga samar, tapi Zian mampu menangkap jelas
" maksud mu ? " Zian tak mengerti
" dokter Yosep sudah mendekor mobilnya dengan suasana romantis, dia segera menyatakan cinta pada kak Ailee " ucap Rahel lebih jelas kali ini
Zian bangkit lagi dari posisinya
wajahnya berubah sedikit panik
" maksud mu ? " Zian masih tak percaya tapi tingkahnya justru meyakini pendapat Rahel
" mereka akan bertemu dimana ? " tanya Zian menyelidik
" ah aku akan mencari tahu sendiri dimana jadwal Ailee hari ini.. "
Zian bertanya dan menjawab sendiri, pria itu terlihat sedikit panik
dengan gerakan jari cepat Zian berselancar di dunia maya, tadi dia melihat seseorang memposting sebuah acara dengan Ailee sebagai bintang tamunya
mata Zian terlalu fokus menatap feed instagram dengan banyak acara artis hari ini, dia hanya mencari Ailee
" kakak... apa kakak menyukai kak Ailee ? "
pertanyaan Rahel membuat Zian terhentak, sontak jarinya berhenti menyentuh layar ponsel, dia tak percaya Rahel menanyakan pertanyaan konyol seperti ini padanya
" kakak tidak menyukainya, dan tidak seorangpun boleh membuatnya merasa bahagia.. " ucap Zian serius
" ??.. " wajah Rahel tak mengerti
" Rahel dia orang yang kita benci selama ini ! "
kalimat Zian yang kini balik menghentak Rahel, gadis itu sontak berdiri dengan wajah terperangah tak percaya
__ADS_1
" APAA !!! "