Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Manyun


__ADS_3

Yosep mengantarkan Ailee pulang, mereka terlihat bersama lagi kini, bukan hanya kedua nya yang terlihat aneh ketika berjalan bersebelahan, Zian juga menatap aneh dengan sudut matanya yang semakin tajam


“ kebetulan sekali “, ucap Zian melemparkan senyum pada Ailee, dia segera menggulung nya ketika menatap Yosep, membuat pria itu mengerut heran, apa yang salah dengan ku ? batin Yosep tak mengerti


Zian menekan tombol lift dan menoleh kepada Ailee, gadis itu mengangguk saja di wakili oleh Zian menuju lantai yang sama


“ Yosep apa kau ikut naik juga ? “ tanya Zian tak percaya melihat pria itu ikut masuk dan merapat dengan Ailee, Yosep menggaris senyum


“ tentu saja, aku akan mengunjungi pacar ku “ ucap Yosep membuat Ailee menyikut perutnya dan dia mengaduh sambil memegangi perutnya yang lumayan sakit, Zian mendengus tak peduli


“ bukan kah hubungan mereka sudah berhenti ? “ duga Zian dalam hati, hatinya mendadak dongkol, dia melirik sebal ketika menangkap kedua telapak tangan yang bertaut kuat itu


“ sakit tapi tidak berdarah “ batin Zian ingin berteriak histeris


Tanpa cangguh lagi kini Yosep bisa masuk ke dalam ruangan serba pink dengan aroma wangi khas kesukaan Ailee, pria itu merasa sangat senang bisa berada di sini lagi, Ailee segera menuju kamarnya, dia sepertinya cukup lelah, gadis itu pertama tama harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu, dia menghabiskan banyak waktu di rumah sakit hari ini


Ailee melirik isi lemarinya yang penuh dengan pakaian bermerk berikut handtag yang masih menempel, dia terlihat berpikir


“ aku harus pakai yang mana ya ? “ gumam Ailee bingung sendiri, dia tidak tahu harus memakai yang mana melihat pria nya kini ada di sini bersama dengannya, dia tak ingin mngecewakan Yosep, apalagi ini adalah hari pertama mereka memulai lagi


Ailee memilih sebuah dress dengan warna kesuakaannya, gadis itu memikirkan bagaimana pacarnya itu akan melihat wanitanya dalam balutan dress seksi ini


“ aku memang selalu cantik, tapi kali ini aku akan membuat kau lebih istimewa “ gumam Ailee tersenyum penuh arti


Yosep menepuk nepuk ujung lututnya dengan jari telunjuk, pria itu tersenyum dan menanti harap harap cemas


“ dia lama sekali “ ucap Yosep menelan ludah, sepertinya terlalu lama menunggu membuat tenggorokan Yosep mengering

__ADS_1


“ apa kau lama menunggu ? “ suara tiba tiba Ailee membuat Yosep sontak menoleh, dia bisa nelihat jelas senyum malu malu dan tingkah menggemaskan Ailee di depan pintu kamarnya, ah.. dia pantas saja lama, dia berdandan serapi ini


“ apa kau akan pergi ? “ tanya Yosep polos


Ailee segera menghampiri Yosep, jari telunjuknya menepuk pelan dada Yosep, gadis itu tersenyum dengan wajahnya yang merona, gadis itu hanya ingin Yosep mengerti akan godaan genit nya saat ini


“ mm.. kau mau kemana ? “ tanya Yosep sekali lagi, Ailee menatap lurus mata pacarnya itu, kini telapak tangannya bukan hanya mengelus lembut dada Yosep, kini dia mulai meraba pelan leher pacarnya yang meraut wajah bingung


Yosep mendirikan punggungnya, dia tak bisa duduk nyaman saat inu, raut wajah Ailee membuat wajahnya heran, kenapa gadis ini seketika menjadi seperti ini ? dengan kasar Ailee mendorong bahu Yosep hingga badannya terhempas dan bersandar pada dinding sofa, pria itu tertawa kecil melihat tingkah nakal pacarnya yang kian menggoda


Kedua tangan Ailee bertumpu di pundak Yosep gadis itu menatap lurus wajah tampan kekasihnya, dia tersenyum kecil begitupun dengan Yosep, pria itu agaknya sudah sedikit paham dengan tingkah menggoda pacarnya saat ini


Seakan gayung bersambut, wajah Yosep semakin menggoda mata Ailee, pria itu mendarat di pinggang ramping Ailee, tangan itu mengelus lembut di sana, mereka berdua tersenyum seolah saling mengerti


Yosep semakin menempelkan punggungnya di kursi, dia menyender santai membuka sedikit diantara kakinya sehingga lutut gadisnya bisa bertengger diantara kedua kaki Yosep, wajah Ailee semakin mendekati senyum menanti Yosep, pria itu sudah tidak sabar lagi menanti aksi nakal Ailee yang sungguh menghiburnya



Kepala Yosep tenggelam diantara pundak Ailee, pria itu mengela nafas dalam dan menghembuskannya di sisi telinga gadis yang sangat menikmati kebersamaan mereka


“ sayang.. apa kau mau mencoba ? “ tanya Yosep di telinga Ailee, daun telinga Ailee langsung merona merah, gadis itu mencengkram kuat bahu Yosep, walau tanpa menjawab pria itu seakan mengerti akan cengkraman kuat di bahu yang membuatnya sedikit meringis


“ apa kau yakin ? “ tanya Yosep lagi, Ailee menarik nafas dalam, cengkraman kuatnya segera mengendor, gadis itu menarik tubuhnya, dia menjatuhkan diri duduk malas di sebelah Yosep


“ apa kau harus mengobservasi dulu sebelum melakukan nya ? “ tanya Ailee dengan wajah kecewa dan kesal, Yosep mengerut tak mengerti


“ kau kan bisa melihat aku mau atau tidak, harusnya kau tak usah menanyakan hal seperti itu lagi pada ku ! “ gusar Ailee ketus

__ADS_1


“ aaah.. sayaaang maafkan akuu.. “ tangan Ailee menepis kasar dekapan Yosep, gadis itu benar benar kesal kini, dia sudah tak peduli labi sinar mata penuh harap Yosep, Ailee terlanjur kecewa


“ sayaaaaang... “ rengek Yosep dibalas sorot tajam mata Ailee


Tapi pria itu sudah tak bisa hasratnya yang meninggi, tangannya dengan cepat menarik lengan Ailee, pria itu segera membuka kancingnya dengan terburu buru, wajah Ailee merona merah melihat tingkah Yosep yang sudah tak terkontrol, gadia itu terus melongo tatkala guratan otot kencang di tubuh kekasihnya itu


“ yaaa ampuun.. “ gumam Ailee tak percaya mendapati serangan tiba tiba dari Yosep, pria itu menyambar cepat bibir Ailee dan melumatnya dengan penuh gairah, kalau sudah begini apa masih bisa marah pada nya ? Ailee membalas pergerakan lincah bibir Yosep, pria itu kini merebahkan diri di atas sofa, membuat Ailee mendarat di antara tubuh kekasihnya


Ailee menatap dalam mata Yosep, gadis itu mengu*lum senyum, dia memiringkan kepalanya mendengar irama yang keluar dari dada Yosep, jelas terdengar detak jantung itu, Ailee menikmati suara degub jantung Yosep, gadis itu menelusuri badan Yosep yang sudah tak tertutup lagi


Ujung syaraf jarinya menyentuh berlahan di atas dada Yosep, dia mulai menelusuri berlahan, hingga matanya menatap heran dan penuh tanda tanya, pergerakannya mendadak terhenti, goresan bekas luka mencuri perhatian gadis itu


“ apa ini luka baru ? “ taya Ailee menyelidik sambil menelyentuh berlahan bekas luka di dada Yosep, mata gadis itu jelas penasaran


Wajah penuh hasrat Yosep berlahan mulai memudar, tatapan cemas mata Ailee di dadanya lumayan mengganggu niat mesum nya hari ini, pria itu mencoba menarik senyum kecil, dia menyentuh pelan rambut Ailee


“ tidak apa apa, hanya luka kecil “ jawab Yosep membuat wajah Ailee tak berubah, dia masih terlihat jelas ingin tahu


“ ini masih baru, apa sesuatu terjadi pada mu ? “ tanya Ailee lagi, tapi Yosep tak menjawabnya, dia kembali menyambar bibir gadisnya dan mencoba mengalihkan fokus mata Ailee, Yosep tak mau gadis itu penasaran dengan luka di tubuhnya, dia hanya ingin Ailee fokus akan dirinya malam ini


“ mau ke kamar ? “ tanya Yosep, Ailee mengeram kesal, wajah nya berubah kecewa lagi


“ kau tidak sekalian bertanya, haruskah kita beli ****** dulu ? pasang kabe dulu ? menikah dulu ? ijin orangtua dulu ! “ hardik Ailee geram


Ailee melempar pandangan kesal dengan sorot mata tajam


Yosep menerima dengan wajah menggaris senyum menyesal

__ADS_1


__ADS_2