Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Keterkaitan


__ADS_3

" dokter Yosep aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri.. "


pinta Rahel dengan wajah pucatnya, gadis itu berusaha mencari lengan Yosep dan mencegah pria itu untuk berdiri


Yosep menatap wajah Rahel, gadis itu terlihat pucat pasi, wajahnya sangat cemas dan takut, membuat Yosep kasihan dan juga khawatir


" Rahel kakak mu akan segera tiba, aku akan menunggu hingga Zian kemari.. " ujar Yosep meraih tangan Rahel dan meletakkan tangan gadis itu di sisi tubuhnya


" ka... " panggil Rahel pelan


" apa kakak sangat menyukai kak Ailee ? " tanya Rahel dengan wajah penuh harap


Yosep ingin tersenyum tapi dia tak sanggup melihat keadaan Rahel saat ini


" ada apa Rahel ? kenapa kau bertanya begitu ? " tanya Yosep pelan


Rahel tak langsung menjawab gadis itu menutup rapat mulutnya, wajahnya hanya nelangsa


" apa ada sesuatu mengganggu pikiran mu ? " tanya Yosep lagi


Rahel masih saja terdiam membuat Yosep bingung, ada apa dengan gadis ini ? ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, duga Yosep heran


tidak ada lagi yang bersuara hanya terdengar denyutan dari mesin rumah sakit dan tetesan infus yang mengalir ke nadi Rahel, semua seperti membisu


" kak... kau boleh pergi, aku ingin tidur.. "


Rahel membalikkan badannya, gadis itu melipat kedua telapak tangan dan menyembunyikan di antara kasur dan pipinya, dia menutup matanya berlahan, hangat air mengalir dari mata gadis itu, Rahel hanya ingin sendiri saat ini


*********


Daniel baru saja merapihkan isi kopernya, pria itu sibuk membereskan beberapa barang dan hasil belanja mereka selama disini


Bey masih terlelap, wanita cantik itu sepertinya sangat kelelahan, tentu saja mereka melewati banyak waktu bersama untuk bisa terus dikenang selama di sini


selayaknya pasangan yang penuh cinta selalu sibuk menikmati tiap waktu dengan bermesraan bersama


Bey menggerakkan badannya seperti mengulet, dan suaminya menyadari itu meski tanpa menoleh terlebih dahulu


" kau sudah bangun sayang ? " tanya Daniel tanpa menoleh, tangannya sibuk merapihkan isi koper


" kau sudah duluan bangun.. " Bey berusaha bangkit dari pembaringan melihat punggung Daniel di depan matanya


tangannya segera merangkul bahu bidang itu, menempelkan badanya di atas punggung Daniel, Bey bergelayut manja


" apa kita akan pulang ? " tanya nya berbisik di telinga Daniel


Daniel masih saja sibuk, dia membiarkan istrinya bergelayut manja


" kita akan berkeliling Eropa sebentar lagi.. "


ucap Daniel sambil memberi kecupan selamat pagi pada wanita cantiknya, tentu saja walau baru bangun tidur istri Daniel tetaplah wanita paling cantik bagi dia


" maaf sayang semalam aku sedikit mabuk.. " manja Bey sembari menatap penuh cinta wajah suaminya, Daniel tersenyum sekilas

__ADS_1


" kau tidak terbiasa mencoba wine, jangan di ulangi lagi.. " pinta Daniel sambil menyentuh ujung hidung Bey


wanita itu tersenyum manis sambil mengangguk angguk pelan


" petani anggur itu sangat mempesona, aku suka cara mereka memperlakukan wisatawan, makanya aku tidak bisa menolak apa yang mereka tuangkan.. " jelas Bey membela diri


Daniel meraih lengan istrinya membuat Bey hampir terjatuh eits.. tapi tangan Daniel lebih sigap, pria itu menangkap cepat tubuh istrinya, membuat Bey duduk dipangkuan Daniel


Bey mengaitkan kedua lengannya di leher Daniel, mereka menatap dalam dan tersenyum bersamaan, senyum penuh kebahagiaan


Bey mengerti betul arti tatapan dari sorot mata suami nya itu, ah jangan bilang Daniel ini masih terlalu dini, pikir Bey


" sayang.. pinggangku masih pegal.. " rengek Bey membuat tawa kecil Daniel mereka sudah sangat saling mengerti


" pleasee.. beri aku waktu sedikit saja untuk istirahat.. "


Bey memberi kode dengan jarak dekat jempol dan telunjuknya, wajah nya dibuat memelas dan sedikit memohon, membuat Daniel tergelak lagi


" hahaha... kau ini sangat menggemaskan ! " ucap Daniel sambil mencubit pipi istrinya


Bey segera keluar dari pangkuan suaminya, wanita itu akan segera meloloskan diri


" bagaimana aku bisa tahan melihat tingkah mu itu.. " ujar Daniel sembari bangkit dari duduknya


pria itu bertolak pinggang seolah berontak dengan penolakan Bey, istrinya tertawa senang dengan tingkah jahilnya itu


" baiklah kau boleh istirahat.. " balas Daniel akhirnya, dia akan menyerah kali ini tapi tidak sebentar lagi, begitulah pikir Daniel


" tapi sebentar saja ya ! "


triiiing....


Daniel meraih ponselnya yang berbunyi, suara yang dia kenal menyahut di seberang sana


raut wajah bahagianya sontak berubah


*******


Seseorang mendorong pintu ruang rawat rumah sakit dengan cepat, pria itu langsung menarik pangkal kerah kemeja Yosep


dengan penuh tenaga dia mendorong tubuh Yosep hingga tersungkur di lantai


" Zian ! "


Yosep tak sempat bangun dan terhempas begitu saja menerima cengkraman kasar Zian


dengan cepat kedua tangan Zian kembali menjangkau pangkal kerah kemeja Yosep yang sudah tersungkur di lantai


baru saja kepal tinju nya hendak menghantam wajah Yosep


" kakak... " panggil Rahel pelan


Zian segera menoleh ke arah Rahel, dia mendapati adiknya itu memasang wajah cemas

__ADS_1


Zian berganti menatap wajah Yosep, dia mengurungkan kepalan tinjunya


dengan kasar Zian melepaskan cengkeraman kasarnya, pria itu beralih ke arah Rahel


" kakak apa yang terjadi ? " tanya Rahel bingung, dia merasakan sesuatu buruk tengah terjadi, tapi gadis itu tak bisa menebak ada apa gerangan


" bagaimana keadaan mu ? " tanya Zian cepat


pria itu segera memeriksa dahi Rahel, wajah tegang yang penuh amarah berubah menjadi cemas dan takut


Yosep bangun dan tak mengerti


" kakak jangan salah faham, dokter Yosep hanya membantuku.. " pinta Rahel dia merasakan telapak hangat Zian, sepertinya kakak lakinya itu sedang menahan emosi


Zian menatap Yosep dengan mata marah, pria itu tak menyukai kehadiran Yosep sementara pak dokter hanya mengerutkan dahi tak mengerti


ada apa ini ? hatinya bertanya tanya


" kakak ucapkan terimakasih pada Yosep " pinta Rahel


Zian menatap Yosep sekali lagi, sudut bibirnya terpaksa di tarik itu bukan senyuman ramah miliknya itu adalah senyum penuh dengki, Zian tak menyukai Yosep, tentu saja bahkan sejak pertama mereka bertemu


" terima kasih " ujar Zian datar


Yosep mengangkat bahu tak mengerti dengan tatapan penuh emosi dari sudut mata Zian


Zian menggerakkan kepalanya untuk meminta Yosep keluar, dia memberi kode untuk berbicara berdua di luar kamar rawat, dia tak ingin Rahel mengetahuinya


" Rahel aku pulang dulu.. " pamit Yosep mengerti dengan bahasa verbal Zian, dia pun penasaran dengan sikap dan tingkah kakak Rahel itu yang sangat berlainan dengan tempo hari


apa aku melakukan kesalahan ? pikir Yosep tak mengerti


Rahel membalas senyum menerima salam perpisahan Yosep, dia mendengar suara pintu tertutup, artinya Yosep sudah meninggalkan kamar nya


" Rahel.. kakak akan mengantar Yosep dulu, kakak ingin berterima kasih.. " ucap Zian dengan senyum dan kebohongan


pria itu melangkah cepat menyusul langkah Yosep yang lebih dulu, mereka bertemu di lorong rumah sakit


" ada apa dengan mu Zian ? " tanya Yosep berusaha tenang


Zian membalas dengan wajah sinis


" ada apa dengan sikap mu ? " tanya Yosep sekali lagi, dia pun bisa terpancing emosi jika terus terusan mendapatkan balasan wajah ataupun senyum sinis dari Zian


Yosep tidak melakukan apapun yang salah


kenapa Zian begitu kesal padanya


kenapa Zian menumpahkan amarah pada Yosep, apa yang telah dokter muda itu perbuat


Zian melangkah mendekat, wajah mereka bertemu sangat dekat


mata panas Zian dan sorot dalam mata Yosep

__ADS_1


" adik ku menyukai mu ! "


__ADS_2