
" ada apa sayang, wajahmu terlihat cemas ? "
Bey memperhatikan air wajah Daniel yang seketika berubah setelah menerima sambungan telpon dari Ailee, Daniel segera menggaris senyum kecil, dia tidak ingin istri cantiknya menjadi khawatir
" bukan apa apa sayang, biasa Ailee dia suka cerewet .. " jawab Mario sambil memasang wajah gemas, membuat Bey segera tersenyum
" apa terjadi sesuatu ? " telisik Bey ingin tahu
" Yosep mengajaknya menonton hari ini, tapi pak dokter itu tak kunjung datang.. " jelas Daniel dengan wajah sedikit kecewa
Bey menyandarkan kepalanya di bahu Daniel, pria itu menoleh sebentar dan mendaratkan ciuman hangat di dahi istri tercintanya
" kadang memang tidak mudah untuk menjalin suatu hubungan, tapi.. Yosep boleh juga.. " gumam Bey dengan suara seperti berbisik di telinga Daniel
suaminya mengeryitkan dahi
" maksud mu apa lumayan ? " ada raut tak suka pada pria tampan itu, Bey tak peduli dia terus tenggelam dalam pundak hangat suaminya
" yaa setidaknya Yosep berani melangkah mendekati Ailee, banyak pria yang kalah sebelum berperang saat tahu karakter asli gadis manja itu.. " jelas Bey di balas anggukan setuju Daniel
" yaa.. dia juga sering bertingkah konyol dan ceroboh.. " balas Mario, mereka berdua tertawa kompak tanda setuju
" biarkan Ailee memilih jalan cintanya sendiri sayang, kamu jangan terlalu ikut campur.. " pinta Bey sambil menjangkau ponsel di tangan Mario
wanita itu segera menekan tombol power pada ponsel Daniel, membuat mata pria itu hanya pasrah saja
" aku menanti bulan madu indah kita tanpa gangguan .. " bisik Bey menggoda wajah bengong suaminya
istri Daniel yang cantik tanpa riasan berlebihan, matanya yang besar dan hidungnya yang sempurna, bola matanya yang bening menatap tajam dan penuh hasrat pada wajah pria di sampingnya
Daniel paling mengerti tatapan apa itu, pria itu tersenyum senang, sesenang hatinya, wajahnya dengan segera mendekat dan menghabisi bibir lembut istri nya
untung ini bukan pesawat kelas ekonomi, bisa gawat jika beberapa orang melihat dan ikut menonton gerakan hangat mereka
" bersabarlah hingga kita tiba di Barcelona.. "
goda Bey yang menarik selimut dan mulai terlelap di sisi suaminya
" aaah... istri ku.. "
sepertinya Daniel sudah siap untuk adegan selanjutnya tapi waktu dan tempat sedang tidak memungkinkan mereka
************
AILEE
Aku hanya merengut dan memasang tatapan tajam begitu menyadari sosok Yosep di depan pintu apartmenku, mau apa dia kesini di jam segini ?!
Aku memalang pintu dengan tubuh ku, artinya aku tidak menginginkan dia masuk ke ruangan ku hari ini, aku ingin dia sadar kalau aku sangat marah dan kecewa padanya
" Ailee.. mmm.. aku minta maaf.. " suara pria ini terdengar sedikit gemetar
__ADS_1
dia sengaja kan melakukan semua itu padaku ! seharusnya dia tidak mengajak aku pada awalnya, aku tahu dia memang tidak pernah tertarik denganku
" ah hari itu ya, maaf Yosep aku tiba tiba ingat jadwal penting ku, jadi hari itu aku tidak lama menunggu mu, kau tidak perlu minta maaf ! " sergah ku cepat
aku tidak butuh belas kasihan dan tatapan mata nanar itu, dia pikir siapa dia ! menyebalkan sekali
" ooh.. syukurlah kalau begitu, tapi aku harus tetap minta maaf, aku mengingkari janji yang ku buat sendiri.. "
tatapan mata menyesal Yosep sebenarnya cukup menyentuh hati ku, tapi aku harus menguatkan diri, jangan jadi wanita rendahan hanya karna cinta Ailee
dia hanya mempermainkan mu ! dia sudah membuat mu seperti orang bodoh ! dia tidak ada perasaan padamu, kau jangan tertipu, dia hanya ingin main main saja dengan mu
" ah sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, anggap saja kemarin itu... "
aku mencoba mengangkat wajah membalas tatapan mata Yosep yang terlihat sendu, aku membalas dengan tatapan tajam dan senyuman sinis
" anggap saja itu bukan apa apa ! " tegas ku sambil menutup pintu
dan meninggalkan sosoknya yang masih berdiri di belakang daun pintu
Aku mencoba menenangkan hatiku yang terasa sakit dan perih, aku harus kuat! ini bukanlah apa apa
melupakan dia lebih awal itu akan lebih baik setidaknya aku bisa melindungi perasaanku sendiri, aku tidak mau lebih terluka lagi karena nya
******
Yosep masih terpaku didepan pintu yang sudah tertutup rapat, dadanya yang terus bergetar sejak dia berniat menemui dan meminta maaf langsung pada Ailee masih semakin bergetar hebat
beberapa lama Yosep menunggu, pintu itu tak kunjung terbuka, hingga ujung kakinya mulai kaku dan kesemutan, Ailee sungguh marah dan kecewa padanya sama seperti halnya dia pada diri sendiri, kecewa dan marah !
Yosep meninggalkan pintu Ailee dan berjalan gontai sambil beberapa kali menoleh, berharap gadis itu memanggil dengan suara riang nya yang manja, tapi telinganya tak kunjung mendengar itu semua, dia tersenyum kecut
Ailee bersender pada daun pintu, dia bisa melihat bagaimana wajah menyesal Yosep, dia juga menangkap suara bergetar pria itu, tapi dia sudah terlanjur marah dan kecewa
" harusnya aku mendengar penjelasannya dulu ! " Ailee berseru pada diri sendiri,
sepertinya perasaan dalam hatinya tidak bisa berbohong, dia sangat menyukai Yosep membuat dia tidak bisa marah terlalu lama
cklek
Ailee meraih berlahan dan memutar handle pintu, wajahnya mengintip keluar dengan perasaan harap harap cemas
matanya tak melihat sosok Yosep, dia membuka pintu lebar lebar dan
" ah dia sudah pergi.. " gumam Ailee kecewa
" bahkan dia tak menunggu lama, dia tidak tahu aku menunggunya bahkan sampai dua jam.. " gerutu Ailee dengan wajah kesalnya
*****
" hay, kita bertemu lagi ! " sapa Zian seperti biasanya
__ADS_1
pria itu sedang membawa sekantong belanja yang berukuran sedang, dia tersenyum ramah dan renyah tatkala melihat wajah murung milik Yosep
dokter tampan itu berusaha membagi senyum, menjawab sapaan hangat Zian
" bagaimana temanmu Dion ? " tanya Yosep
" dia sudah sangat sehat, itu semua berkat kau ! " Zian menepuk pundak Yosep seolah mereka sudah sedekat itu, Yosep hanya mengukir senyum sekali lagi
" bagaimana rencana mu hari itu ? " tanya Zian menyelidik wajah sedih Yosep, dokter itu membalas dengan gerakan pundak yang berarti tidak menyenangkan
" sayang sekali, apa itu karena aku dan Dion ? " tanya Zian dengan wajah ceria nya yang dibuat sedikit menyesal, Yosep menggeleng tak setuju
" semoga hubungan mu dengan gadis itu segera membaik .. " ucap Zian di ujung percakapan mereka
Yosep mengangguk pelan dan berlalu meninggalkan apartment
" dia tahu aku menonton dengan seorang gadis ? " Yosep bertanya sendiri tak percaya jika Zian bisa menebak rencananya hari itu
" tentu saja, seorang pria selalu menonton dengan seorang gadis, semua orang tahu itu.. " gumam Yosep sembari memasukkan kedua telapak tangan ke saku celananya
sepertinya hari ini cuaca cukup dingin untuk Yosep seperti perasaan cintanya yang seperti terus turun suhu sebelum mencair
********
YOSEP
Aku segera membelokkan mobil asal saja, dengan cepat aku berlari menuju teater lima, aku berharap kita bisa bertemu walaupun sesaat saja
aku bahkan belum melepas baju kerjaku, ingatan akan dirimu yang mulai bosan menunggu selalu menerpa pikiranku
aku tidak bisa menolak saat Dion datang, pria itu memerlukan sedikit terapi untuk tangannya, tapi tak kusangka cukup memakan banyak waktu
Aku menyelinap di ruangan gelap dengan layar besar di depan sana, tapi aku tak melihat ada seseorang gadis yang duduk sendiri di ruang ini, semua sepertinya bersama dengan pasangannya
aku melirik jam tangan
" yang benar saja Yosep, ini sudah dua jam berlalu.. " konyol sekali jika kau masih di sini menunggu ku
Aku tersenyum kecut, semua ini murni kesalahanku, andai aku bisa menghubungi mu mungkin tidak akan serumit dan sekonyol ini
" kau pasti sangat marah pada ku.. " aku hanya bisa tertunduk tak tahu harus bagaimana menghadapi mu nanti
aku sungguh menanti hari ini, bahkan aku sudah memimpikan duduk di sisi dan menatap wajah indahmu dengan lekat, tapi semua gagal ! ah kau konyol sekali Yosep
beberapa orang berkumpul di depan sana, mereka semua mengangkat ponsel dan bersorai gembira, ah andai aku bisa mendengar suara ceria mu itu, aku sudah sangat merindukan mu ! aku akan menyesali perbuatanku hari ini
Aku kembali ke parkiran, meneliti setiap gadis yang lewat, aku berharap ada dirimu diantara mereka di jalanan sana
" gilaaa jadi Zian pacaran sama Ailee.. " dua orang gadis saling melempar wajah heran yang takjub
Yosep tak bisa mendengar percakapan dua gadis yang melintas di depan kaca mobilnya
__ADS_1