
Aku tak percaya dengan penglihatan ku, bagi ku kau adalah sahabat pria terbaikku, aku menyukai senyuman mu, aku menyukai kehangatan sentuhan mu, aku menyukai apapun itu dari mu, bahkan tingkah konyol dan perdebatan kita, aku menyukai semua itu
bagiku kau adalah orang baik yang Tuhan berikan pada ku, aku tahu betul bagaimana kau selalu memperlakukan ku, dengan hangat, dengan penuh perasaan, aku tahu kau begitu menyayangi ku, apa karena Reo meminta mu ?
tapi sketsa itu, kalimat dari mulut mama mu, ciuman mu hingga semua perlakuan manis itu, apa kau begitu mencintai ku ! kenapa kau menahan semua perasaan mu padaku ! bolehkah aku bertanya ? sebenarnya aku ingin tahu itu, itulah aku berada di sini saat ini
aku menunggu saat yang tepat untuk bertanya pada mu
tapi sepertinya waktu bersama mu selalu terasa lain, aku terhanyut dengan semua kebersamaan kita
hingga jika itu sebuah rasa ataupun apa aku sudah tak begitu peduli, lagi pula ada pria lain yang sedang bersama ku, aku tak ingin menjadi pengkhianat ( pada awalnya )
haruskah hubungan kita menjadi seperti ini saja ?
kau lagi lagi melakukan ini pada ku, menatap ku dengan mata sendu mu, menyelimuti ku, menyentuhku dengan hangat dan berhati hati,
Azka kau seperti benteng pertahanan untukku, kau membuat ku sedikit lebih kuat
aku menjadi lebih bersemangat dan mampu bertahan karena kini kau kembali di sisi ku, kau selalu ada menemani ku ! aku sangat bersyukur, kau seperti pengobat rindu ku
tapi..
aku tak percaya padamu ! apa itu yang kau pegang ? apa itu obat penenang ? apa yang kau teguk, kau meminum obat keras itu !
kau menjadi obat ku dan kau..
kenapa kau seperti ini ! kenapa kau menyakiti hati mu ! kenapa kau menyakiti diri sendiri
" Azka.. " panggil ku lirih, membuat dia segera menoleh dan terkejut
aku menatap jelas apa itu isi genggaman tangannya, kau sudah tak bisa menyembunyi kan itu, wajahnya jelas cemas dan takut
" apa itu ? " aku harusnya tak perlu bertanya, aku harusnya tak usah ingin tahu, aku bisa membacanya tadi
apa ini yang di maksud mama mu ! apa ini kebiasaan yang kau simpan dari ku ! masalah apa yang kau hadapi hingga harus memakan pil depresi berat itu
" A.. Ailee.. " dia terbata , jelas.. dia sedang tertangkap basah oleh tatapan tajam ku
kau bahkan menyakiti diri mu sendiri tadi, aku bisa melihat jelas itu
kini tangannya mengusap kasar wajah nya, dia sangat berbeda
Azka yang ku kenal memiliki wajah cemas dan takut saat ini, apa kau tak percaya diri ?
" ada apa Azka ? apa kau sakit ? " aku bertanya dengan suara setenang mungkin
aku pernah mendengar seseorang dengan gangguan mental sangat rentan akan emosi nya, aku takut Azka mungkin bisa seperti itu,
pantas saja rumahnya sangat berantakan sebelumnya
" Ailee kau jangan melihat ku ! " pintanya dengan suara bergetar, dia kembali membelakangi ku menutupi wajahnya
dengan ragu aku berusaha menyentuh pundaknya, tingkahnya yang cemas membuat ku khawatir
" Azka.. " panggil ku pelan, aku hanya ingin membuat dia tenang dan mengurangi tensi panik nya
" ku bilang jangan lihat aku ! " serunya mulai menaikkan suara, membuatku sedikit gentar
tapi aku berusaha menyentuh nya sekali lagi
Azka berusaha menepis tangan ku dengan kasar, dia tak pernah seperti ini sebelumnya, aku tak pernah melihat Azka begini, apa yang terjadi ! kau membuatku cemas Azka !
dia tak menerima sentuhan ku, dia menepis nya, aku tak mungkin membiarkan mu seperti ini
__ADS_1
SREET...
aku merangkul punggung nya.. aku mengait kan tangan ku di punggung bidang itu, aku tak ingin kau terus begini, aku tak menyukai diri mu yang seperti ini, biarkan aku menenangkan mu, ku mohon..
Azka berlahan mulai menurunkan tangan nya, kini dia tak lagi menutupi wajah nya yang memerah
" Ailee.. " panggil nya masih terdengar sedikit bergetar
aku merebahkan kepala di samping wajah Azka, bersender dengan dagu ku di bahu nya
aku bisa mendengar deru nafasnya yang cepat
aku bisa mendengar detak jantungnya yang tak beraturan
kenapa kau seperti ini teman ?
" Ailee jangan seperti ini pada ku, aku tak butuh kasihan dari mu.. " gumam nya bergetar, dia mulai menjatuh kan air mata
wajah cemasnya kini berubah sendu, Azka yang ku kenal ceria kini mulai terisak dalam
" Azka.. "
aku melepaskan dekapan dan berlutut di hadapannya, di sebelah kakinya yang terjulur, aku berusaha mencari tatapan mata itu, kenapa dia menghindar, ada apa dengan mu ?
Azka terus saja menghindari mata ku, dan itu membuat ku makin cemas
aku mengangkat kedua tangan dengan cepat, menahan gelengan yang dia buat, aku mendekap kedua pipinya, meminta dia menatap ke arah ku
apa yang kau lakukan ! kau membuat ku takut, aku takut akan kehilangan mu ! aku tak ingin kau seperti ini Azka
aku bisa melihat sorot matanya yang kosong, air matanya yang masih bergulir
Azka.. kau membuat ku sedih, apa yang telah kulakukan pada mu hingga kau seperti ini ?
tapi dia hanya terdiam dengan airmata yang berjatuhan di ujung dagunya
" kenapa kau begini ? aku harus bagaimana untuk mu ? " pintaku kian memohon jawaban, aku tak sanggup melihat wajah panik mu yang tak biasa ini
Azka menatap lurus ke dalam bola mata ku, dia berusaha menarik senyum, aku masih bisa menatap bayangnya walau memudar karena fokus ku terhalang air mata yang mulai ikut turun
" aku... menyukai mu... "
DEGG !!!!
jantung ku seketika seperti kena tombak tajam
apa kata mu ? kau mencintai ku ?
" kau menyukai ku ? " tanya ku dengan wajah datar
" aku selalu mencintai mu, membuat aku ingin pergi menjauh dari mu, aku selalu mencintai mu membuat ku harus menjaga perasaan ku sendiri, aku mencintai mu walau aku tahu kau tak pernah bisa membalas cinta ku.. "
wajahnya yang datar tapi sorot matanya yang cemas
bibirnya yang tersenyum tak mampu menyembunyikan rasa sedih dan kecewanya
aku tahu betul itu
" aku akan selalu mencintai mu walau aku berusaha untuk menghilangkan perasaan itu.. " gumamnya lirih
aku tak mampu menjawab
" kumohon.. menjauhlah dari ku Ailee.."
__ADS_1
pintanya memelas
apa dia bilang ! aku harus menjauh dari nya ? apa itu.. aku tak salah dengar ? bagaimana mungkin, kepergian mu di masa lalu membuatku jengkel hingga kini
" aku tidak bisa pergi dari mu.. " jawab ku jujur
" kalau begitu, apa yang kau ingin kan ? " tanya Azka mengangkat tangannya
telunjuknya menyentuh ujung hidungku, matanya yang kosong mulai turun mengikuti pergerakan jari nya
aku melirik telunjuk yang mendarat dingin di ujung hidung ku, jari itu berlahan turun menggaris di atas bibir ku, terus turun dengan perasaan dingin yang menyentuh kulit ku
Azka menggaris berlahan dari ujung hidung, diantara bibir turun ke dagu dan menjalar pelan hingga pangkal leher ku
apa yang dia lakukan ? pergerakan itu membuat dada ku bergetar hebat, kau membuat ku salah tingkah dan tak mengerti
Azka kembali menatap mata ku dengan sorot dalam
" aku tak pernah bisa memiliki mu ! " serunya dengan senyum sinis, dia merebahkan diri bersandar pada kaki sofa
aku tak suka melihat ekspresinya yang terluka, aku tak mau membuat pria ini terluka, aku tak bisa memaafkan diri ku jika aku terus membuatnya seperti ini !
aku meraih leher kaos pria ini dan menariknya kasar hingga wajah kami sangat dekat, hingga aku bisa menerima hembusan nafas nya, hingga aku bisa menyentuh kulit hidungnya dengan bibir ku
" aku akan menjadi milik mu, tapi kau tak boleh melanjutkan diri mu yang seperti ini.. " balas ku dengan mata mengancam
tangan ku segera meraih botol di genggamannya dan melempar benda itu entah kemana
botol itu meninggalkan suara menggelinding di kesunyian kami
aku menatap tajam wajah datar di depan ku
" mau bercanda.. " ujarnya dengan tawa mengejek, kau tak percaya ! tawa mu itu membuat ku kesal, membuat hati ku jengkel, kau membuat ku geram !
aku menarik sekali lagi kaos Azka, membuat bibir kami bertemu
kali ini aku mendekatkan tubuh ku, duduk dipangkuannya
" kau pikir aku siapa.. " ucap ku diantara ciuman kami, dia masih saja tertawa tak mau percaya
" aku juga menyukai mu ! " balas ku serius sambil mencium nya lagi
aku yakin dia percaya kini, aku bisa merasakan dekapan erat nya di punggung ku, pria itu mendekap tubuhku dengan kencang, dia membalas ciuman ku dengan lebih garang, kau percaya kini, kenapa tidak dari tadi !
mungkin aku melakukan kesalahan besar malam ini, mungkin aku akan menyesalinya di kemudian hari, tapi saat ini yang kupikirkan hanyalah, aku tak ingin kau hilang lagi dari hidup ku
" aku mencintai mu.. selalu mencintai mu.. aku selalu mencintai mu.. " bisik Azka terus menerus di telinga ku
bisikan yang membuat hasratku menggelora, membuat hati ku berdebar kencang, kau itu teman ku, aku terlalu nyaman dengan perlakuan mu
aku terlalu egois pada mu, harusnya kau memberi tahu ku dari dulu
aku juga mencintai mu ! ingin kubalas seperti itu, tapi ada hal lain yang mengganjal di sini, di dada ku
biarkan sentuhan kecil ini yang menjawab semua nya, jari ku mulai menyentuh tiap detail wajah tampan pria di hadapan ku saat ini, sentuhan kecil yang menggoda nya, seperti yang kau lakukan tadi, aku juga bisa melakukannya
sentuhan hangat dari ujung jariku yang menelusuri tiap sudut indra mu, apa kau suka ? tentu saja, kau bahkan memejamkan mata menikmatinya
aku tertawa geli melihat wajah Azka, seketika aku teringat badan polosnya siang tadi, pikiran kotor itu kembali, haruskah kami memulai semua nya malam ini ?
lalu.. bagaimana dengan esok hari?
-----
__ADS_1
yang belum kasih poin untuk novel ini, bagiii dong say... hehehe biar aku tambah gercep !!