Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Curi dengar


__ADS_3

“ Rahel ! kenapa kau selalu mengacuhkan ku “ suara Yosi terlihat ketus sesuai dengan wajah kesalnya, Rahel masih enggan menoleh menyadari suara pria di belakang punggungnya, gadis itu masih saja merapihkan kertas yang dia tempel di mading sekolah


Mengetahui tak mendapatkan respon, Yosi melangkah mendekat, pemuda itu menarik paksa pergelangan Rahel sehingga dia harus menbalikkan badan dan membalas tatapan mata Yosi


Mendapatkan tatapan tajam Rahel membuat mental Yosi down juga, pemuda itu mengalihkan sorot mata dari wajah Rahel ke papan majalah dinding sekolah


“ kenapa kau menjauhi ku ? “ tanya Yosi ragu, Rahel sebenarnya enggan menjawab tapi tingkah Yosi sudah terlalu menyebalkan di mata Rahel


“ apa yang ingin kau tanyakan pada ku ? “ Rahel to the point akan wajah bingung Yosi, wajah Rahel menodong sorot mata Yosi yang mencoba menghindar


“ mm.. aku mau bertanya tentang dokter Yosep “ ucap Yosi masih dengan wajah ragu nya, Rahel mendatarkan raut wajahnya, dia mencoba menjawab dengan sangat biasa tapi tetap saja nada ketus dari mulutnya terasa di telinga Yosi


“ aku mengenalnya tapi tak begitu dekat “


“ apa kau pernah mendengar perihal temannya ? “ mata Ailee menyipit mendengar pertanyaan Yosi


“ maksud mu Ailee ? “ selidik Rahel


“ Ailee ? “


“ iya, artis yang lagi booming saat ini, dia teman dekat dokter Yosep saat ini, itu yang mau kau tanyakan kan ! “ gerutu Rahel mencoba menahan rasa cemburunya, Yosi membalas dengan tatapan tak mengerti


“ Ailee ? “ gumam Yosi lagi


“ ck, ya dia pacar Yosep ! “ ketus Rahel kesal


“ kenapa kau kesal sih “ selidik Yosi bingung


“ itu yang mau kau tanyakan kan ! kau menyebalkan sekali bertanya tentang itu padaku ! “ dengus Rahel melipat tangan di dada, wajah Yosi mendekati wajah Rahel, dia masih terus menyelidik


“ hei.. kenapa kau tiba tiba kesal ? “ tanya Yosi, Rahel semakin tak bisa menahan emosinya


“ mau mu apa sih ! “ hardik Rahel sekali lagi


“ aku cuma menanyakan dokter Yosep saja ko “ balas Yosi tanpa rasa bersalah


“ kau bisa tanyakan langsung pada pacarnya ! “ jawab Rahel berjalan menjauhi teman sekelasnya itu


Yosep berusaha menyusul langkah cepat Rahel


“ hey, jangan marah dong ! kau kenapa sih ? apa kau ada hubungan dengan mereka ? “ toding Yosi membuat langkah Ailee segera berhenti hingga tubuh Yosi menabrak badan Rahel, pemuda itu segera minta maaf


“ sorry.. sorry.. “ ujar Yosi cepat


“ aku tidak punya hubungan apapun dengan mereka, hanya pasangan kasmaran di sebelah kamar ku ! “ dengus Rahel kali ini berlari meninggalkan Yosi, dia tak ingin lagi mendengar apapun dari bibir Yosi yang terus membrondong banyak pertanyaan di belakang sana


“ sebelah kamarku ? “ ulang Yosi dengan wajah menyelidik nya, dia segera memasang senyum mendapati ide di dalam kepalanya


Azka terburu buru memasuki kamar rawat Ailee dia jelas terlihat cemas dan takut, pria itu mendorong pintu kaca dan mendapati gadis itu tengah terejam dengan raut wajah lesu dan pucat membuat wajah Azka semakin takut

__ADS_1


“ Ailee.. “ pria itu segera terduduk lemas di kursi


“ Ailee maafkan aku, ini semua karena kesalahan ku, kau bahkan tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa kau yang menjadi korbannya “ gumam Azka dengan raut wajah sedihnya, tundukannya semakin dalam


Pria itu membiarkan bulir airmata yang mulai berjatuhan di pipi


“ Ailee maafkan aku, aku menjadi teman yang jahat untuk mu.. “ lanjut Azka dengan suara bergetar


“ wanita itu tidak akan melakukan ini semua jika aku tak membuat kesalahan, aku memang jahat, aku menghancurkan banyak kebahagiaan, dan kini aku membuatmu terluka huhu.. “ Azka masih terus menangis, Ailee mengintip dari ujung matanya yang berlahan lahan mulai terbuka, melihat wajah sedih Azka membuat Ailee bingung harus bagaimana, haruskah dia membuka mata dan mencoba menenangkannya ? atau terus pura pura terlelap untuk menjaga harga dri Azka ? Ailee merasa bingung sendiri, dia segera menutup mata lagi ketika wajah tertunduk Axka berlahan bergerak dan menatap sendu wajah Ailee


“ Ailee kau bahkan terluka seperti ini, apa yang harus aku lakukan untuk semua dosa dan kesalahanku, aku tak tahu harus bagaimana lagi ? “ Ailee masih tak bergerak, Azka semakin menatap dalam wajah pucat Ailee, dia masih enggan mengalihkan perhatiannya, pri itu mulai memikirkan kesalahan besar dalam hidupnya, pikirannya melayang kembali ke masa lalu, dimana dia masih berusaha belasan tahun dengan semua yang dimilikinya


Azka flash back


Seorang anak SMA masih serius membaca buku bukunya di bawah pohon rindang, dia tak begitu peduli dengan lingkungan sekitar, mengingat ini adalah jam istirahat banyak sekali siswa siswa menghabiskan waktu saat ini untuk bermain, bercerita, makan dan bahkan..


Azka menginjak buku yang terbuka di kursi panjang dimana si anak rajin membaca buku


“ lihatlah apa yang dilakukan Yosua si Einstein ! “ ledek Azka disambut tawa jahil teman teman gengnya


Yosua berusaha menarik buku yang ditahan oleh sepatu mahal Azka, anak itu semakin menekan alas kakinya dan mulai menggesek gesek kasar, permukaan buku yang tdi bersih kini menjadi kotor kusut dan robek


Yosua masih berusaha menarik bukunya, tapi langkah Azka semakin menjadi, dengan sepatunya yang lain kaki bocah itu menginjak kasar tangan Yosua, membuat nya meringis menahan sakit, raut wajahnya yang terlihat sedih makin mmbuat Azka bahagia, dia dan tim nya tertawa bangga akan tingkah nakal mereka yang konyol


Azka menarik nafas dalam, masih memperhatikan raut wajah Ailee, saat itu dia juga pernah memiliki wajah pucat seperti ini dan terbaring lemah di rumah sakit, hari itu..


Hari itu Azka tak pulang bersama geng nya yang terkenal jahil dan menyebalkan di sekolah, dia harus pulang sendiri hari ini karena hanya kelasnya saja yang di pulangkan cepat karena guru nya ada hal penting yang tak bisa di tunda lagi hari ini


Dua orang dengan tampilan rebel dan rokok di tangan menghadang jalan Azka, anak sekolah elit itu mencuri perhatian preman kampung di sini, pakaiannya yang mencolok dan benda yang di pakai itu sungguh bukanlah sembarang barang, itu semua mengundang hasray iri untuk ingin memiliki


“ kalian mau apa ! “ tantang Azka dengan gayanya yang sok jagoan


“ heh lu bocah ! buruan serahin smua yang lu punya ! “ ancam preman itu sambil membuang permen karet yang dia kunyah dari tadi, Azka membalas dengan senyum sinis tanpa rasa takut sedikit pun


“ punya nyali juga lu ! “ geram seorang lagi sambil mengha tam tinju ke arah wajah Azka, dengan cepat Azka menangkisnya dia bersiap dengan tendangan samping dan kuda kuda seimbangnya, dia tidak tahu Azka juga mendalami ilmu beladiri dengan kursus private di aula rumahnya


“ sial ! “ gerutu preman lainnya melihat temannya sudah tumbang dengan gerakan cepat Azka, melihat target bisa dengan mudah melumpuhkan temannya dia segera mengambil batu tajam yang terletak di tembok pembatas sekolah


Preman itu mengayuhkan dengan cepat batu itu saat Azka masih belum puas menumbangkan sosok preman di bawah tubuhnya, dia masih akan menghantam lagi, dia tak akan memberi ampun sedikitpun


BRAAAKKKK !!!!


Azka memegang dahinya, darah mulai mengalir diantara dahinya, pria itu bisa melihat jelas darah segar yang mengenai kepalanya, dia mendongakkan kepala mendapati ada kepala lain di atasnnya


Mata Azka kian terbelalak mendapati wajah yang melemah di atas kepalanya, itu adlaah Yosua, pemuda itu menyelamatkan dirinya dari hantamaj kencang batu tajam yang dihantamkan preman kampung itu


Yosua ambruk di atas punggung Azka, preman itu segera melarikan diri melihat sosok lain ikut campur dan ambruk karena hantaman spontannya


Azka masih tak percaya, dia segera menggendong Yosua yang tak sadarkan diri di punggungnya, Azka segera berlari secepat mungkin menuju sebuah klinik di perkampungan padat itu, dadanya bergetar cepat, kemeja putihnya seketika bernoda merah

__ADS_1


“ Ma tolong aku, aku beradi di sebuah klinik di swbuah kampung padat penduduk “ suara Azka lemah di sambungan telpon, tubuhnya pun ikut ambruk tak sadarkan ddiri


Ailee mengerjapkan mata, dia merasa tak enak menguping ucapan Azka, pria itu jelas sedang emngutarakan isi hati terdalamnya, Ailee merasa gugup sendiri berpura pura tidur seperti ini, tapi dia juga galau harus bagaimana sekarang ini


“ kau tahu Ailee, aku menghancurkan hidup Yosua, pria itu mengalami pembekuan darah di otaknya karena membela orang yang tidak pantas, hingga penyakit itu mengambil nyawanya menyisahkan seorang wanita yang snagat dia cintai, bahkan dia juga meninggalkan seorang bayi mungil di sini, huhu... aku tidak tahu harus bagaimana lagi Ailee .. “ lanjut Azka membuatnya semakin terisak, suaranya semakin melemah dan bergetar


Ailee menggerakkan tangannya berlahan, walau masih ragu kali ini hati Ailee jelas ingin menenangkan sahabatnya itu, dia mengelus pelan pundak Azka membuat tundukan dalam Azka terangkat, membuat isakannya berlahan berhenti


“ Ailee.. “ gumam Azka masih dengan suara pelannya, Ailee menggaris senyuman tipis


“ Ailee maafkan aku.. “ ucap Azka dengan wajah menyesalnya, Ailee menautkan alisnya dan menggeleng


“ hei aku tidak apa apa, sebentar lagi aku akan pulang, kau jangan bersedih seperti ini.. “ ucap Ailee dengan ekspresi menenangkannya


“ Azka.. aku mendengar semua cerita mu, kau tak perlu meminta maaf padaku, kau tak bersalah padaku “ ujar Ailee dengan wajah seriusnya


“ tapi.. “ sanggah Azka


“ Azka kau harus minta maaf pada orang lain.. “ lanjut Ailee masih berusaha meyakinkan Azka, pria itu hanya terdiam cukup lama hingga mulutnya bisa terbuka lagi


“ Claudia pasti sangat membenci ku “ ujar Azka cemas, Ailee menggeleng cepat


“ kau harus mencobanya “ tatapan Ailee jelas sekali sedang memohon, membuat Azka sedikit melunak, pria itu mencoba mengangguk walau ragu, Ailee menggaris senyuman indah untuk Azka, gadis itu kini melirik pintu kamar mandi, dia sedang emannti seseorang


“ dia belum selesai juga ? “ batin Ailee heran melihat pintu kamar mandi masih tertutup rapat, berapa lama lagi Yosep menguping dari dalam sana ?


“ hey ! aku tahu kau di sana ! “ teriak Azka dengan wajah kesalnya


dengan berlahan tangan Yosep mendorong pintu kamar mandi, wajahnya membuat tawa kecil yang terlihat aneh


“ kalian cocok sekali, yang satu pura pura tidur, dan yang satu lagi tukang menguping ! “ dengus Azka kesal, Ailee mengeryit tak terima


“ enak saja ! aku Cuma menghargai dirimu, aku takut kau malu menangis di hadapan ku ! “ balas Ailee sengit


“ siapa yang menangis ! “ balas Azka tak terima, Ailee melipat tangan di dada dia membuat wajah sinis, Yosep hanya bisa mematung saja


“ siapa lagi menurut mu ! “ ketus Ailee tak mau kalah


“ heh kau pernah mencium wajah yang menangis ini ! kau bahkan sangat menikmatinya ! “ balas Azka keluar dari konteks, mulutnya kini tak bisa menahan diri karena wajah sinis Ailee


“ apa kau bilang ! kau terlalu kasihan di mata ku ! “ jawab Ailee tak kalah sengit


“ cih kau bilang begini karena ada dia kan ! “ tunjuk Azka pada Yosep, mereka masih saja berebut omongan dengan wajah Yosep yang mematung tak percaya dengan pendengarannya


“ kau yang membuatku sempat luluh, aku menyesal sekali ! “ akhir Ailee dengan perdebatan sengit mereka, Azka mencibir dengan lidahnya melihat wajah merah padam Ailee, keduanya tak lama kemudian tertawa kompak, merasa lucu sendiri


“ hahahaaa... ternyata kau sudah sehat ya “ ucap Azka senang


“ iya dong, kau tahukan aku punya dokter pribadi di sini “ jawab Ailee bangga, mereka berdua kompak menoleh ke arah Yosep yang mematung, wajah datar pria itu berubah menjadi sangar, apa yang terjadi ?

__ADS_1


“ jadi kalian menghabiskan malam bersama !! “ teriak Yosep membuat Ailee dan Azka menutup kuping bersamaan, mereka sudah membangunkan macan tidur, keduanya memohon maaf kepada Yosep tapi pria itu jelas terlihat murka


“ semua ini karena kau ! “ sungut Ailee marah


__ADS_2