
Ailee segera berhambur melihat sosok yang berdiri dengan seragam tahanan di hadapannya
gadis itu segera menitikkan air mata melihat Mamanya kini terlihat sangat berbeda dari sebelumnya
" bagaimana kabar mu sayang ? " tanya Juwita cemas, Ailee masih enggan melepaskan pelukannya, dia ingin merasakan kehangatan tubuh mamanya lebih lama, Juwita mengelus kepala Ailee lembut
setelah beberapa lama keduanya mengambil kursi dan duduk
" bagaimana kabar mu, Reo dan cucu mama ? " tanya Juwita cepat, dia sungguh tak sabar ingin tahu
" mama jangan mengkhawatir kan kami, kami semua baik baik saja mah " balas Ailee meyakinkan mama nya untuk tidak membuat wajah cemas seperti sekarang ini
" kami semua baik.. " ulang Ailee, wajah panik Juwita sedikit lebih tenang
" mama.. Daniel tidak akan menendang kami dan membuat keluarga kita menggelandang, lagipula jika hal itu terjadi aku ataupun Reo tidak akan pernah hidup susah mah.. mama jangan terlalu memikirkan hal seperti itu " ujar Ailee menggenggam erat tangan mamanya
Juwita berlahan mulai bisa mengangguk percaya
matanya bisa menangkap wajah anaknya yang sehat bahkan barang bermerk masih menempel di tubuh gadis itu, itu cukup membuktikan jika semua nya masih baik baik saja, Juwita menghela nafas lega
Juwita mulai bisa tersenyum mendapati foto bayi kecil yang diperlihatkan Ailee, dia sangat senang walau hatinya belum bisa menerima Fika sebagai menantunya
itu agaknya sulit terjadi, bagaimana mungkin Reo akhirnya menjadi suami wanita itu, tapi Juwita cukup menyimpannya dalam hati
dia hanya terus tersenyum dengan berita bahagia yang disampaikan anak gadis nya ini
" ma akhirnya aku akan main film ! " seru Ailee bangga
dia segera menyenderkan kepalanya di bahu Mama Juwita, gadis itu bercerita bagaimana dia ikut casting dan pendalaman karakter, dia sangat menyukai pengalaman barunya
Juwita semakin senang mendengar semuanya berjalan baik, walau begitu wanita itu menyimpan penyesalan dalam sudut hati kecil nya
" bahkan dia merangkul keluarga ku.. " gumam Juwita hampir tanpa suara, dan Ailee tidak akan menyadari nya
Juwita menatap menerawang kosong, sementara Ailee memejamkan mata dengan bersandar di bahu mamanya, dia ingin seperti ini lebih lama lagi
tiba tiba seorang wanita seumuran Juwita ikut duduk bergabung di meja mereka, wanita itu membawakan makanan
dia tersenyum manis pada Juwita, membuat tatapan kosong Juwita menjadi fokus, bibirnya mengembang mendapati sahabat nya datang menjenguk
" bagaimana kabar mu ? " ujar keduanya berbarengan
mereka berdua tersenyum kompak
" aku sudah lebih baik " jawab Juwita dengan senyuman kecil
" aku tidak begitu baik " ucap temannya dengan wajah lelah
Ailee berlahan membuka mata, dia segera membenarkan posisinya menyadari ada wanita lain bersama mereka
__ADS_1
" ini putri ku, namanya Ailee " Juwita memperkenalkan
teman Juwita mengulurkan tangan dan tersenyum ramah
" aku Wita Welas, senang akhirnya bisa bertemu dengan mu cantik.. " sapanya ramah
Ailee segera membalas uluran tangan itu dan tersenyum manis
" aku Ailee tante, eh tunggu, Welas !? " Ailee mendadak terkejut dengan nama belakang wanita setengah baya itu
dia mengangguk mengiyakan
" apa tante ibu Azka ? " tanya Ailee menduga
wanita itu tersenyum lagi
dia mengiyakan membuat Ailee semakin terkejut dan menutup mulutnya yang menganga
" aihh.. pantas saja, tante cantik sekali " puji Ailee membuat wanita itu tersenyum malu
" apa kalian bersahabat ? " tanya Ailee lagi pada kedua wanita yang terlihat sangat dekat itu
mereka mengangguk kompak, bahkan keduanya saling toss, meyakin kan anak gadis Juwita kalau persahabatan mereka lebih dari sekedar dekat
Ailee tak percaya ternyata mama temannya selama ini, ternyata bukan hanya anaknya tapi kedua mama mereka juga sangat dekat
" aku tak percaya " gumam Ailee terkagum kagum
" yaaa.. kami akan saling membantu dan mendukung dengan semua masalah yang menerpa " lanjut Juwita, mereka berdua berpelukan dengan penuh haru
Ailee semakin takjub
" tapi nak.. " air wajah Wita berubah menjadi serius
" ini persahabatan antara kedua wanita dewasa.. " ujarnya
dia menoleh ke arah Juwita meminta temannya itu melanjutkan
" berbeda jika persahabatan itu antara wanita dan pria.. " Juwita berhenti melanjutkan kalimatnya dia fokus terhadap wangi makanan bawaan temannya, aroma nya sudah menggugah seleranya
" antara pria dan wanita tidak pernah ada sahabat.. " lanjut Wita mantap
Ailee mengerutkan dahinya, dia tak mengerti maksud kalimat kedua sahabat ini, apa maksudnya dia dan Azka tak akan bisa menjadi sahabat seperti mereka ? kenapa tidak, jika orang tua mereka saja begitu dekat, tentu wajar saja jika anaknya juga menjadi dekat, bukannya begitu ?
sebelum memutuskan makan bersama, Ailee memberi kabar mengejutkan satu lagi
" maa.. aku akan memulai syuting pertama ku di Australia, aku akan berangkat esok hari " ucapnya
Juwita menatap Ailee dengan sorot mata hangat
__ADS_1
" mama selalu mendukung mu " balas Juwita mendaratkan kecupan kecil di dahi Ailee
" apa Azka tahu ? " tanya Wita
Ailee membuat wajah heran, haruskah dia memberitahu Azka ? kenapa tante Wita berpikir dia harus memberi tahu Azka, Ailee sedikit bingung
apa temannya itu menceritakan semua teman teman nya pada ibu nya ? apa tante Wita tahu tentang kedekatan mereka ? Ailee membuat tanda tanya besar di atas kepalanya
" apa aku harus memberi tahu Azka ? " tanya Ailee polos
Juwita mengerutkan dahi, dia tak menyangka jiga anak gadis nya tak mengerti maksud dari ibu Azka tadi, aduuuh... kau menganggap anak Wita itu apa sih ! gerutu hati Juwita
Wita melirik Juwita dan temannya membalas dengan senyuman ragu
" Ailee.. Azka hampir setiap hari menyebut nama mu, dia banyak bercerita tentang mu.. " ucap tante Wita serius dengan suara yang lembut
Ailee terkejut, gadis itu memasang wajah tak percaya
" kau tahu, bahkan dari jaman kalian sekolah isi bukunya itu bukanlah materi ! " ucap Wita sekarang dengan wajah sedikit gusar
" kau tahu apa ! " Ailee menggeleng tak mampu menjawab kalimat tante Wita
" semua itu berisi gambar tangannya dan itu adalah gambar seorang wanita ! " seru Wita sekarang dengan nada jengkel
" dia selalu saja menggambar di kertas apapun yang dia temui, itu membuat tante kesal, dia menyia nyiakan banyak waktu sekolah, sampai tante putus asa.. " sesal Wita dengan wajah muram
" anak itu sekarang pun kembali, dia berjanji akan menjadi anak yang kuat, tapi nyatanya.. " Juwita mengelus pergelangan Wita
dia ingin membagi sedikit ketenangannya, sahabatnya itu sudah terlihat naik tensi wajahnya mulai menegang kesal
" tante tidak tahu lagi harus bagaimana Ailee.. " suara nya kini bergetar dan menurun tidak setinggi tadi
" mungkin sudah waktunya kau tahu.. " ucapnya pelan tapi terdengar jelas oleh telinga Ailee
wajah gadis muda itu terlihat penasaran dengan lanjutan ucapan tante Wita
" dia selalu menanti cinta pertama nya bahkan hingga hari ini.. " ujar tante Wita tak mampu menahan sesak di dadanya
perasaan seorang ibu yang selama ini selalu dia pendam karena menghargai keinginan Azka, dia hanya ingin anak lelakinya itu tak jatuh dengan cara yang sama
Azka sudah lama sekali menahan perasaanya, bahkan setiap wanita yang diperkenalkan ibu nya tak pernah dia gubris
Wita sudah sedikit bahagia melihat anaknya yang semakin membaik dan lebih kuat setelah beberapa tahun menenangkan diri di luar sana
tapi kini..
sosok lemahnya kembali lagi, entah apa yang sebenarnya terjadi, Azka kembali menjadi anaknya yang dulu, yang rentan akan perasaannya, fisik nya mungkin sehat tapi hati nya jelas terlihat lemah dan rapuh di mata snag ibu
kenapa cinta yang dia inginkan seperti menggenggam air, anaknya itu tidakkah berhak atas satu cinta saja ! mengapa begitu sulit cinta hadir dalam hati Azka, itu membuat ibu nya merasa kesal dan tak sabar lagi
__ADS_1
" Ailee.. " panggil Wita pelan sebelum gadis itu pergi
" kau tak usah menemui Azka lagi "