
“ Kenapa kau tertawa ? “ Ailee melirik dengan mata kesal bercampur malu pada pria yang berjalan santai di sebelahnya, Yosep hanya membalas dengan kedipan mata genit, membuat gadis itu semakin terlihat kesal
“ apa dia akan menyebarkan gosip ? “ tanya Ailee kini dengan wajah cemas, Yoaep segera mengibaskan tangannya bertanda tidak
“ tidak.. dia tak akan berbuat hal seperti itu “jawab Yosep percaya diri, tapi Ailee malah melirik dongkol
“ memangnya bisa percaya dengan orang begitu saja, kau saja berkhianat “ gerutu Ailee masih tak mampu menahan perasaan yang campur aduk di dadanya
Bagaimana dia tidak khawatir, suster itu jelas memergoki mereka dengan pose yang aneh, gadis itu menepuk nepuk pelan dahi nya, pastilah tadi dia terlihat sangat konyol dan mesum. Membayangkan kejadian tadi sontak membuat Ailee merona
Berbeda dengan Yosep pria itu terus saja tertawa kecil, dia sepertinya bahagia
“ kau tidak khawatir ya dengan profesionalisme pekerjaan mu “ hardik Ailee dengan tangan terlipat di dada
“ kan sudah bukan jam kerja “ balas Yosep santai, membuat Ailee mengerjapkan mata tak percaya
“ beda sekali dengan pekerjaan ku yang tak kenal waktu bahkan untuk urusan pribadi “ gumam Ailee dengan wajah iri nya
Mereka berjalan beriringan, seperti yang Yosep katakan sebelumnya gadis ini akan menemani tugas terakhirnya hari ini
Mereka memasuki ruang rawat bayi, Yosep memberikan masker dan pakaian serba biru untuk Ailee gunakan, Yosep terlebih dahulu masuk dan menghampiri box bayi
Tangan kekar itu segera meraih tubuh si bayi mungil dan menggendongnya, mata mungil itu berlahan terbuka dan seakan sadar dengan gendongan hangat di kulitnya, dia seperti menghadiahi sebuah senyuman manis untuk pria yang telah lelah bekerja hari ini
Ailee segera melangkah kecil dengan cepat, gadis itu menggaris senyum di balik masker nya, wajahnya jelas sekali gemas
“ siapa ini ? dia mungil sekali.. “ gemas Ailee tak berani mencubit kulit merah sang bayi
Yosep segera mendekatkan posisi menempel kepada Ailee, dia ingin pacarnya itu bisa melihat jelas senyuman yang di garis oleh si bibir mungil
__ADS_1
“ dia lucu kan “ Ailee mengangguk berkali kali mengiyakan ucapab Yosep
Mereka lama menatap wajah polos tanpa dosa itu, keduanya terlihat sangat serasi berdampingan dengan bayi mungil di gendongan sang pria, wajah mereka menyorot penuh bahagia, sepertinya keluarga kecil sudah pantas untuk mereka
“ ah.. dia tertidur, sungguh lucu sekali.. “ bisik Ailee tak mau mengusik tidur nyenyak si bayi mungil, dengan hati hati Yosep mengembalikan bayi itu ke tempatnya, wajah Ailee masih terus menatal dengan cahaya mata yang berbinar, sepertinya dia masih enggan melepaskan bayi itu sendirian di kotak kaca
“ apa kita akan meninggalkannya sendiri di sini ? “ tanya Ailee dengan mata sendunya, dia tak mau melihat bayi itu sendirian
Tingkah gemas Ailee membuat yosep tersenyum itu terlihat dari tarikan di sudut matanya, tangannya menyentuh pembungkus rambut gadis tercinta nya itu
“ kau bisa bertemu lagi dengannya.. “ ujar Yosep membuat Ailee mengganti sorot matanya dengan cepat
“ benarkah ? “ tanya nya tak percaya, Yosep mengangguk pelan
“ makanya sering sering lah mengunjungi ku “ pinta Yosep membuka sedikit masker Ailee, dia ingin melihat bibir merah yang menggiurkan itu tapi yang ada dia hanya mendapatkan cibiran sinis
Ailee dan Yosep pindah ke ruangan yang lainnya, gadis itu masih mebgikuti saja langkah Yosep tanpa banyak bertanya, menemani seperti ini saja sudah membuat keduanya semakin dekat dan lebih mengerti, bukankah ini lebih dari sekedar kencan ? menemani pacar bekerja, itu sepertinya cukup menyenangkan, batin Ailee ingin berteriak senang
Ailee menyentuh dahinya, dia siap mengupat kasar pada tingkah Yosep yang bisa saja membuat dirinya terluka, itu sih berlebihan sekali
Tapi sepasang mata yang menyorot tajam di depan sana lebih mengejutkan Ailee, mereka terlihat saling menatap dalam bingung kepada masing masing
“ Yosep.. “ ujar wanita itu dengan suara lemah, matanya jelas meneliti wajah terkejut Yosep dan gadis yang berdiri ragu diantara punggung bidang dokter tampan itu
Yosep melirik Ailee yang menatapnya heran dan penuh tanda tanya, semua terlihat kikuk
“ Yosep, siapa wanita itu ? “ Yosep seperti sadar dengan raganya yang mematung, dia segera menoleh ke Ailee dan meraih telapak tangan pacarnya itu
“ Claudia ini Ailee.. “ Yosep memindahkan posisi tangannya, kini dia mendekap punggung Ailee yang terpaksa harus bergeser tepat di sisi Yosep
__ADS_1
Claudia menatap Ailee lama, begitupun sebaliknya, Ailee mencoba menggaris senyum walau terlihat ragu
“ rasanya Claudia nama yang tak asing “ batin Ailee mencoba berpikir dan terus berpikir
Yosep melangkah mendekati ranjang Claudia, tangannya masih terus merangkul lengan atas Ailee, pria itu seperti tidak peduli dengan sikap cangguh Ailee
Claudia memasang senyum lebar ke arah Ailee, dan gadis itu membalasnya walau dalam hatinya penuh ragu
“ Hello Ailee aku Claudia.. “ ucap Claudia memperkenalkan diri, wajahnya yang pucat terus memaksakan senyum, dia jelas terlihat tidak sehat tapi punggungnya seolah kuat untuk duduk lama di tempat tidur, selang infus dan kantong darah masih mengalir memasuki nadi nya
“ aku tak menyangka bisa bertemu juga dengan mu “ ucap Claudia membuat Ailee ingin tahu lebih lanjut
“ ku pikir pria ini tidak akan pernah keluar dari zona nyamannya “ lirik sinis Claudia ke arah Yosep, pria itu masih berdiri saja sementara Ailee memasang wajah kian penasaran
“ kau tahu dia ini sangat kaku, sikapnya ini sangat tidak jantan ! aku tidak percaya kau bisa jatuh cinta dengannya “ lanjut Claudia membuat air wajah Ailee bingung bercampur ' tidak suka '
“ dia dulu sangat manis padaku pada awalnya, tapi kenyataanya dia juga membuang ku ! “ kalimat ini membuat Ailee melotot tak percaya, gadis itu menoleh sinis ke arah Yosep membuat pria itu memasang wajah getir
“ cih.. buaya ! “ upat batin Ailee dengan sorot mata siap menikam
“ kau.. bersiap lah untuk patah hati lebih dalam “ bisik Claudia di telinga Ailee
TEEEKK... !!
Dada Ailee seperti tertusuk sembilu, dia tak menyukai ancaman dari mulut wanita lain, Ailee terlalu terbiasa menghadapi berbagai karakter dalam dramanya, tapi kali ini kalimat Claudia sepertinya ada benarnya juga
Ailee sering mendengar nada sumbang di belakang punggungnya, dia pun pernah menghadapi musuh rasa persahabatan tapi raut serius di wajah pucat ini, akankah dia menjadi satu dari sekian yang pernah Ailee hadapi ?
Ailee banyak bertemu berbagai orang di dunia hiburan, seperti kau memilih air ataupun pasir, semakin kau berusaha menggenggam maka semakin habis, begitulah istilah memilih pertemanan dengan siklus dunia hiburan, jarang sekali yang bersikap tulus dan apa adanya
__ADS_1
apakah wanita ini juga salah satu nya ?
Apa mungkin ?