
Ailee merengutkan wajah, dia terlihat sangat kecewa, ternyata pertemuan kedua dengan yosep hanya sebegitu saja
" aaaahhh.. bahkan Daniel tidak memberikan aku dan Yosep waktu berdua.. " gerutu ailee dengan wajah merengutnya, dia terlihat sangat kesal dan kecewa
padahal dari tadi Ailee memberi kode pada Daniel untuk meninggalkan dia dan Yosep berdua saja
" tapi dia hanya mengerutkan alis sambil memasang wajah bingung , Daniel kau benar benar menyebalkan !!! " gadis itu terus saja menggerutu menyesali sikap tidak mengerti sepupunya itu
dengan wajah sedih Ailee merebahkan kepala di atas meja, dia tidak peduli jika beberapa pasang mata sedang memperhatikan bahkan ada yang mengambil potret dirinya
" aaaahhh...... Daniel kau jahat sekali ! " teriak Ailee kesal
wajah tampan Yosep terus terbayang di pikirannya
" dia juga kenapa sih tidak tertarik dengan wajah cantikku, memangnya apa yang kurang dari ku ? " Ailee mengangkat kepalanya dengan malas, ujung tangannya mengangkat handphone dan memperhatikan bayangan wajahnya di layar ponsel
" aaah.. apa aku sudah kelihatan tua ? " dia tiba tiba teringat dengan ejekan Daniel tempo hari
" sepertinya aku harus tanam benang .. " ujarnya pelan sambil kembali merebahkan kepalanya di meja
TUK !!
segelas minuman di sodorkan ke arah nya, Ailee dengan malas menoleh ke arah pemilik minuman itu
Seorang pria dengan senyum manisnya, Ailee tak peduli, dia segera akan bangkit dan meninggalkan Cafe itu menyusul Daniel dan Yosep yang sudah lebih dulu meninggalkann nya sendirian
" kau mau kemana ? " tanya pria itu melihat Ailee yang segera berdiri
Ailee melirik sekilas dengan enggan, dia tak punya alasan untuk menjawab pertanyaan pria asing ini
" kau bahkan belum minum pesanan mu " seru nya masih dengan senyum manis
" aku akan pulang dan.. minuman itu buat kamu saja ! " jawab Ailee ketus dia bergegas keluar dari kursinya
gadis itu tak punya semangat, wajahnya terlihat lesu dan malas, lihat saja saat dia menggeser kursi hanya dengan punggungnya, membuat meja yang jadi penahan tangannya sedikit bergoyang
Ailee berdiri dengan cepat menambah keseimbangan meja terganggu, gelas berisi minuman itu pun tertumpah
" aaaahhh..... " seru Ailee lemas menyadari kecerobohannya sendiri, gadis itu merasa hari ini adalah hari sial bagi nya
aku sudah tidak konsen bekerja, bertemu gebetan tapi di cuekin dan sekarang disapa orang asing untuk menumpahkan minuman ! rasanya ingin menangis saja, kalau saja Ailee tidak menyadari banyak orang yang menatap ke arahnya
semua orang mulai memperhatikan tingkah mereka, beberap mulai berbisik
__ADS_1
Ailee mencoba membalas balik pandangan orang sekitar, wajahnya merona merah, dia menutup wajah dengan sebelah telapak tangannya, minuman berwarna itu mengotori pakaiannya
sreet...
pria asing itu meraih beberapa lembar tissu, dia segera berjongkok dihadapan Aiee, pria itu mengelap pakaian kotor Ailee berikut beberapa tumpahan yang mengena tas mahalnya
Ailee terperanga tak percaya melihat perlakuan orang asing itu
beberapa orang berteriak dan bersorai melihat seorang gadis mendapatkan perhatian manis dari pria tampan di cafe itu
" waaah... gadis cantik selalu beruntung ! "
" mereka cocok sekali.. "
" waaah.. benar benar cocok... "
Ailee menangkap beberapa kalimat dari sekitar, membuat wajahnya semakin merona dan tingkahnya kikuk, dia jadi semakin salah tingkah mendapat perlakuan semanis ini
pria itu berlahan bangkit dari posisinya, dia mengukir senyum manis untuk Ailee, beberapa orang menyalakan kamera ponsel mereka
" nama ku Zian... " ucap pria asing itu
Ailee masih terpana dengan perlakuan pria dihadapannya hingga dia tidak langsung meraih tangan pria itu
pria itu memperhatikan wajah bengong Ailee, dia mengerutkan dahi menyadarkan lamunan si gadis cantik
" Ailee.. " balas gadis itu dengan suara seperti berbisik
aku akan merasa bersalah kalau langsung meninggalkan pria ini pergi, setidaknya aku harus membalas perlakuan manisnya tadi pikir Ailee dalam hati
" akan kupesankan minuman yang lain.. " tawar pria itu dibalas anggukan kecil Ailee, gadia itu kembali duduk ditemani pria asing ini, namanya adalah Zian
***********
Daniel menyenggol pelan bahu Yosep, pria itu sedang mencari tau dibalik senyum malu malu dokter keren di sebelahnya
" apa kau tertarik pada Ailee ? " tanya Daniel menyelidik, pria itu hanya tersenyum saja
" hahaa.. kenapa kau malu begitu, kita ini sudah dewasa.. " jelas Daniel dengan senyum khas nya
" Daniel, kau tahu kan aku hanya sebentar di sini.. " tawa Daniel seketika berhenti, dia mulai mengerti kenapa Yosep begitu dingin pada adik sepupunya itu
" broo... " panggil Daniel
__ADS_1
" jika jodoh tak akan kemana... " bisiknya yakin di telinga Yosep
Daniel meninggalkan langkah Yosep
" aku harus pulang cepat, istriku sudah menunggu di kamar, kau harus usaha sendiri yaa... "
Daniel melangkah cepat meninggalkan Yosep, jarinya mengacuh ke arah cafe seolah meminta Yosep untuk putar balik, pria itu tertawa kecil sangat mengerti akan kode yang di berikan Daniel, walau keberaniannya tidak senekad itu
tapi hatinya berkata kali ini dia harus mencoba menerobos garis pemalu nya
Yosep memutar badannya, melangkah cepat kembali ke cafe dimana tadi dia meninggalkan Ailee yang sedang menunggu temannya
ya, tadi Ailee bilang dia sedang menunggu rekan kerja, mungkin mereka ada proyek bersama
Yosep tertawa kecil membayangkan wajah ceria dan suara gemas Ailee, dia juga sepertinya tak bisa melupakan pesona gadis cantik itu
baru saja kakinya akan melangkah lebih dekat ke dalam cafe, sorot matanya menangkap senyum ramah Ailee
Yosep tersenyum kecut, pria itu menyandarkan diri di tembok depan cafe, dia memperhatikan wajah ceria gadis di depan sana
" ah, ternyata temannya sangat tampan dan sepertinya menyenangkan.. " gumam Yosep sedikit kecewa
pria itu sekali lagi mencuri lirik Ailee yang sudah menikmati kebersamaan dengan rekannya itu
Yosep tidak ingin bergabung dan mengganggu suasana asik mereka
" sepertinya aku terlalu percaya diri, gadis secantik Ailee mana mungkin ... " Yosep tertawa
pria itu membalik badannya dia tertawa sendiri, dalam hatinya ada rasa kecewa yang besar, dia bukan tertawa bahagia, dia sedang mentertawakan diri nya sendiri
dia mentertawakan tingkahnya yang kembali ke cafe dan berharap bisa mengobrol dengan Ailee
dia juga terlalu percaya diri dengan omongan temannya Daniel, mungkin Ailee hanya ramah saja padanya
mana mungkin gadis populer seperti dia melihat ke arah seorang dokter biasa, dia hanya punya kelebihan karena dekat dengan Daniel, kakak nya
pada akhirnya Yosep merasa tidak mungkin bisa mendekati gadis itu, sikap Yosep yang pendiam dan gadis riang itu sungguh bertolak belakang
baru saja dia memberanikan diri mengambil keputusan besar yaitu menghampiri Ailee ternyata takdir tak berpihak padanya
" mungkin ini memang yang terbaik.. " ujar Yosep pelan
dia menyadari jika tidak menjadi dekat dengan gadis itu adalah pilihan terbaik dari takdir
__ADS_1
lagipula..
" aku tidak akan lama di sini.. "