
Walau dengan tatapan tajam Zian akhirnya mempersilahkan Yosep bergabung bersama dia dan Sofia
pria itu sedang meneliti dokumen yang dibawa Sofia, dia membaca dengan seksama sebelum membubuhkan tanda tangan
sesekali matanya menatap tajam ke arah Sofia tapi wanita itu tersenyum dan terlihat santai, dia sungguh telah menjelma menjadi wanita dewasa
" Yosep sudah membantu mendaftarkan Rahel di bank mata, aku harap kita segera mendapatkan pendonor.. " jelas Sofia lagi
Yosep mengangguk setuju
" kau juga harus membaca cermat bagian mu sebagai walinya Rahel, jangan sampai ada yang terlewatkan " pinta Yosep, Zian mengangguk pelan mencoba mencerna kalimat dari mulut dokter di hadapannya
" terimakasih Yosep kau banyak membantu kami.. " ucap Sofia sambil menoleh ke arah Zian, wanita itu meminta Zian mengerti akan kode yang dia berikan
" terima kasih " ujar Zian singkat , dia mengerti aba aba dari Sofia tapi lelaki itu masih terasa tak tulus
suasana hati Zian sedang tak enak, dia tak menyangka Sofia menemukannya terlebih dahulu, jangankan membalaskan dendam wanita di hadapannya saat ini sangat mature tentu bukan lah level Zian untuk meladeni nya, dia hanya menurut saja
dan pria di sebelah itu, dia seorang dokter bagaimana pun rasa tidak suka Zian padanya, pria itu banyak membantu, dialah yeng mempertemukan Sofia dan Zian, bahkan kini dia terlibat lebih dengan membantu dan membuka jalan untuk pengobatan Rahel
" aku membutuhkan beberapa salin administrasi keluarga mu, oiya aku juga akan memindahkan ibu mu.. " ucap Sofia lebih lanjut
Zian sedikit terkejut, tapi dia mengangguk saja setuju, wanita ini mengetahui banyak tentang keluarganya daripada informasi yang selama ini Zian kumpulkan, dia merasa sangat kecil jika harus berhadapan dengan Sofia
" aku keluar duluan, aku harap semua berjalan lancar, semoga Rahel lekas sembuh.. " pamit Yosep, Sofia mengangguk cepat sambil tersenyum
" Yosep.. terimakasih.. " ujar Sofia sekali lagi
" aku bangga padamu " balas Yosep dengan gerakan mulut dan cukup dimengerti oleh wanita itu
Sofia beralih ke Zian lagi, dia meninggalkan Yosep yang segera menutup pintu berlahan
" ah Zian, aku akan mendaftarkan rahel sekolah disini "
Zian sedikit bingung
" apa itu perlu ? " tanya nya tak mengerti
" tentu, kita akan mencari orang untuk mendampinginya " balas Sofia dengan wajah cerah nya
" apa ada yang seperti itu ? " tanya Zian yak paham
" tentu, anak seperti Rahel juga berhak mendapat pendidikan terbaik " jelas Sofia meyakinkan
Zian mengangguk ragu, dia mencoba masih mencerna kalimat Sofia, tapi itu adalah ide cemerlang, selama ini Rahel sekolah di sekolah luar biasa, itu banyak menghambat perkembangan otaknya yang normal
" selesaikan bagian mu terlebih dahulu sebelum kita ke rumah sakit, Rahel harus menjalani beberapa terapi khusus.. " pinta Sofia membuyarkan lamunan Zian, pria itu membaca lagi dokumen dokumen penting yang di bawakan Sofia
__ADS_1
Sofia tersenyum manis, dia tak percaya bisa bicara sesantai ini dengan anak dari ayahnya, dulu dia bahkan tak ingin melihat mereka
Sofia ingat betul hari dimana dia melarikan diri dari pertemuan keluarga itu
saat itu dia masih mengingat pria di hadapannya ini masih bocah dengan wajah polos, mereka memang tak mengerti apa apa, tak seharusnya Sofia membenci mereka, baik Zian ataupun Rahel mereka sama seperti Sofia lainnya
Sofia menyandarkan punggungnya, dia tak menyangka dari keegoisannya hari itu ternyata berdampak panjang pada kehidupan anak yang lain
hari itu...
Sofia sempat mendengar dentuman keras sebelum kabur dari tikungan jalan, dia tak menyangka jika kecelakaan itu karena ulahnya yang egois, dia tak menyangka sejak hari itu kebahagiaan dan keceriaan seorang anak perempuan hilang
maafkan aku Rahel..
*************
" apa yang kau lakukan di sana ? " tanya Ailee ingin tahu
Yosep tersenyum sambil meraih tissu, pria itu mengelap susu yang tersisa di sisi bibir gadisnya
" ada sedikit urusan.. " ucap Yosep meraih pinggang pacarnya
" ah.. apa sih tiba tiba begini.. " ujar Ailee malu malu kucing, pada akhirnya gadis itu pasrah saja di peluk oleh tangan kekar Yosep
pria itu menundukkan pandangannya, mendaratkan kecupan di leher Ailee, gadis itu mengikut saja
dengan cepat kedua tangan pria itu melingkarkan sebuah kalung di leher Ailee
" apa ini ? "
Ailee terkejut melihat bandul setengah hati melingkar di lehernya
Yosep mengangkat satunya lagi
ternyata itu kalung pasangan, dimana hati yang terbelah
" ini punya mu, dan ini punya ku " jelas Yosep sambil menunjukan punya nya di hadapan Ailee
" aaahh.. so sweet sayang .. " gadis itu meraih tengkuk Yosep dan memeluk dengan gembira
" aku ingin kamu terus disini.. " bisik Ailee
Yosep membalas pelukan gadis kesayangannya itu
" aku akan cepat menyelesaikan pendidikan ku, aku akan bekerja keras, aku akan mencari uang dengan cepat supaya aku bisa menikahi mu.. "
ucapan Yosep membuat Ailee berbunga bunga
__ADS_1
kedua insan bahagia itu merasakan degub kencang dada masing masing
sekali lagi mereka mengeratkan rangkulan
" aku akan menunggu mu dokter tersayangku.. " ucap Ailee dengan anda gemas
" tentu saja aku akan cepat kembali sayang.. gadis cantikku.. " ucap Yosep membalas gemas, pria itu mengangkat ujung dagu Ailee, dia segera mendaratkan kecupan keberapa nya hari ini
mereka berdua larut dalam gerakan penuh cinta yang penuh hasrat
triiing....
tiba tiba ponsel Yosep berbunyi, menjeda ciuman panas mereka
Yosep segera memeriksa broadcast yang baru saja masuk
wajahnya seketika berubah serius
" kenapa sayang ? " tanya Ailee sedikit khawatir
Yosep menatap wajah Ailee dan tersenyum manis
" aku harus segera berangkat sayang, mereka kekurangan tenaga medis untuk bencana kebakaran di Ausi.. " jelas Yosep penuh sesal
wajah Ailee seketika merengut
" aku akan sering menelpon mu, aku akan cepat pulang.. " jelas Yosep, dia ingin menghapus kekecewaan di wajah Ailee
Ailee masih saja memasang wajah tak mau ditinggal
" ayolah sayang.. " rayu Yosep sambil menyentuh pipi lembut Ailee
" aku masih ingin bersama dengan mu.. " pinta Ailee dengan suara kecil
" aku juga sayang, tapi ada hal penting yang juga harus aku selesaikan " jelas Yosep meminta pengertian pacar cantiknya yang manja
" kalau begitu.. " Ailee memasang wajah terpaksa
" kau boleh pergi setelah mencium ku dengan sangat manis " pinta gadis itu genit
mata Yosep menatap tajam ke arah Ailee, dia mengeluarkan senyum tampannya, pria itu memandang dalam wajah kekasihnya itu, bibirnya yang sedikit terbuka masih sempat menarik nafas dalam
" berapapun yang kau mau.. " balas Yosep bersiap merekatkan tubuhnya pada Ailee yang sudah mentok bersandar pada dinding, gadis itu mengangkat kedua tangannya kedinding
kedua tangan Yosep merem*as jari jari Ailee, dia menahan kedua tangan itu untuk turun, pria itu memberikan apa yang menjadi permintaan terakhir kekasihnya sebelum berpisah

__ADS_1
yaa... Yosep meninggalkan ciuman hangat yang akan terus di kenang oleh Ailee hingga pada akhirnya