Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Kisah kami


__ADS_3

" boleh aku menangis lagi ? " ijin suara pria itu lagi


" tentu saja " ujar Rahel membentangkan kedua telapak tangan di sisi tubuhnya, dia bertumpu pada sandaran telapak tangannya, gadis itu meluruskan kaki, dia duduk beralaskan baju kemeja tipis milik pria di sebelahnya


" huaaaaaaaaaaaahuhuhuuu.... huaaaaa.... !!! "


suara pria itu menangis kencang sampai mengagetkan Rahel, tapi gadis itu diam saja


" huaaaaaaa huhuu... hiksss.... hiksss... "


" huhuhu... kakaaaaaa.... hiksss... kakaaaaa..... "


suara tangisan ini seperti deru suara mobil yang enggan melaju, Rahel hanya bisa menyimak, dia merasakan duka dalam yang sedang dialami pria di sampingnya ini


hampir satu jam mungkin Rahel hanya mendengarkan tangisan dan sesekali pria itu merengek juga


" hiksss... hiks.... aku sudah lega sekarang hiks.. " ujarnya masih menahan tangisan yang terasa berat jika harus bicara


Rahel masih menengadah ke atas, entah apa di depan sana, gadis itu tak begitu peduli rasanya pikirannya kosong saat ini


" semoga kau tidak bersedih lagi.. " ujar Rahel menyemangati dengan wajah datar


" hikss... hikss... aku, aku tidak akan sedih lagi ! aku akan membahagiakan mu ! " ujarnya setengah berteriak, Rahel membiarkan saja


" kau tahu.. ini hari tersedih ku, aku kehilangan orang yang paling aku benci, sekaligus yang paling aku sayang hikss.. " ujarnya cepat dengan suara yang masih tercekat


" dia itu kebanggan keluarga ku hiks.. aku selalu iri padanya hikss.. tapi tapi... tapi aku.. " dia menangis lagi dan tak mampu melanjutkan kalimat nya


" kakaaaaakkk... aku akan berusaha kak !!! " teriaknya sekali lagi berusaha menahan suaranya yang tercekat


" aku akan belajaaar kaaaa, aku akan membanggakan ! " ucapnya masih dengan berteriak


" kakaaaaakkkk kenapa baru hari ini aku berubah, harusnya aku mendengarkan nasehat kakak ! " ucapnya sekali lagi


Rahel tersenyum


" kenapa kau tersenyum ! " protesnya kesal pada Rahel dia masih saja mengeluarkan suara berdehik sisa sisa tangisan dalamnya


" aku juga akan berusaha untuk bisa kembali ke sekolah " ujar Rahel membuat pria itu terdiam sejenak


" kakakku memasukkan ku ke sekolah bagus, aku harus ekstra belajar nantinya " ujar Rahel kini lebih bersemangat


pria itu menatap wajah polos gadis di sebelahnya, gadis ini walau tanpa penglihatan tapi dia tetap punya semangat pikirnya sedikit minder


" kau sekolah dimana ? " tanya nya dengan suara yang kini lebih terasa tenang


" Santo XX1 " jawab Rahel singkat


jawaban gadis itu membuat wajah pria di sebelahnya sedikit melongo


" aku akan menjadi gadis yang normal mulai besok hari " lanjut Rahel


" beruntung hari ini kau bertemu Rahel yang buta, aku tidak bisa melihat wajah mu yang sendu itu " entah itu ledekan atau apa yang jelas Rahel hanya berusaha jujur


" apa maksud mu ? " tanya nya ingin lebih jelas dengan ucapan Rahel


" aku akan segera operasi mata ku, mungkin besok aku bisa melihat mu yang menangis lagi di sini " ujarnya kini jelas seperti meledek


" aku tidak akan menangis lagi ! " ucapan pria itu terdengar serius


" orang orang tak akan percaya kalau aku bisa menangis, dan aku sudah berjanji akan lebih hebat lagi nanti ! " ucapannya terdengar mantap

__ADS_1


Rahel tersenyum mendengar nada yakin dari pria itu


" kau tahu, aku juga murid SMA ! " ucapannya membuat Rahel mengangguk angguk saja


" walau aku sudah lama meninggalkan sekolah kali ini aku akan serius dan melanjutkan cita cita kakak ku " ujarnya dengan nada yang merendah, jelas dia masih merasa sedih saat ini


" kita sama " balas Rahel


" kau tahu walau begitu aku ingin mendapatkan nilai terbaik dan masuk universitas keren ! " semangat Rahel


" aku juga ! aku akan mengalah kan mu dan masuk di universitas paling bagus ! " ucapnya tak mau kalah


" ayo kita buktikan !! " bareng keduanya dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangan


mereka harus berpisah karena Zian bisa menemukan persembunyian mereka


Zian bisa melihat pakaian adiknya di sela sela ranting tanaman taman


" Rahel kau sedang apa di bawah sana ? " tanya Zian bingung


pria tadi sudah menghilang melompat diantara ranting lebat bougenville


" kemeja siapa itu di rumput ? " tanya Zian sekali lagi dengan wajah heran


" entahlah " jawab Rahel setengah berbohong


harusnya gadis itu tahu itu kemeja yang menjadi alas duduknya


tapi


dia memang tidak tahi siapa dan apa nama pria yang tadi mengobrol dengannya


tapi obrolan sejenak mereka membuat hati Rahel lebih tenang, dia merasa lebih siap saat ini


*****


suara hak sepatu Ailee berdetuk menyentuh marmer, gadis itu berjalan mantap dengan dress yang melekat ketat di tubuhnya, dia masih melapisi dengan jaket kulit premium yang baru saja di luncurkan, tak lupa kacamata besar kesukaannya yang melekat di atas kepalanya


gadis itu membuat perhatian pengunjung lainnya yang sedang menikmati suasana riuh malam dan hiburan keras suara musik


gadis itu mencari duduk di sebelah pria yang sudah amat dekat dengannya


jari jari lentiknya menepuk pelan punggung pria itu


sepertinya dia sudah kurang kesadaran karena beberapa botol kosong di hadapannya, pria itu sudah lemah dengan kepala terus bersandar pada meja bar


" kau suka minum sendirian " ucap Ailee sedikit berbisik di telinga Azka


Azka yang sudah lemah berusaha mengangkat kepalanya


dia memperlihatkan jelas rona merah di wajahnya, walau bayangan Ailee di tatap samar tapi pria itu masih bisa tahu jika gadis berkilau di sebelahnya saat ini sudah pasti si cantik Ailee


Ailee menyodorkan botol kecil dengan isi air bening, mungkin air mineral tapi bukan itu hanya cairan minum pereda mabuk


gadis itu tidak menyukai temannya yang hilang kesadaran, dia kesini ingin mencari teman ngobrol bukan merawat teman yang mabuk


Azka segera meneguk isi botol itu, dia mengeryitkan dahi menatap wajah Ailee


gadis itu tersenyum masam


" apa yang kau minum ? wine, champagne, liqueur, vodka atau whiskey ? " ujarnya dengan senyum kesal dan kalimat meledek

__ADS_1


Azka tertawa kecil mendengar ocehan gadis itu


" kenapa kau tersenyum begitu ? kau pikir kau itu tampan hah ! " hardik Ailee kesal


" kau minum tanpa ku ! " protesnya dengan wajah cemberut


" buatkan aku cocktail " pesan Ailee pada pelayan


Azka meminta pelayan mendekati nya, dia ingin membisikkan sesuatu


" jangan beri dia alkohol " perintah Azka, pelayan itu mengangguk


gadis itu melirik curiga


" apa yang kau bisikkan ! " matanya jelas ingin tahu, dia merasa Azka tidak menyukai kedatangannya di pesta minuman pribadi malam ini


Azka menggeleng cepat, wajahnya masih merona tapi kini dia masih bisa bertahan berkat obat penahan mabuk dari Ailee


" kenapa kau begini akhir akhir ini ? " tanya Ailee dengan wajah ingin tahu, tatapan matanya jelas tak suka dan menyesali kebiasaan baru temannya ini


" kau tahukan kau itu kapten ku, kau selalu menjaga ku saat mabuk, kau menjual ini semua untuk uang, kalau kau menghabiskannya dari mana uang mu berasal ! " Ailee mulai mengoceh dengan cepat, membuat Azka menggeleng dan tertawa


pria itu sudah lama tak mendengar mulut cerewet ini


" kau ini.. " tunjuk Azka masih sambil tertawa


gadis itu cemberut dan menahan telunjuk yang mengacuh ke arahnya


" aku hanya sesekali saja ko " Azka membela diri


" bohong ! " ketus Ailee


Azka mengangkat bahu, kenapa gadis ini yakin sekali kalau dia berbohong, duga hati Azka tak percaya


" Zian menceritakannya pada ku " jelas Ailee membuat Azka seperti tertangkap basah


pria itu tertawa lagi, dia geli sendiri


" dasar bocah itu ! " upatnya tidak dengan wajah marah


" apa yang terjadi padamu ? " tanya Ailee serius


sorot mata gadis itu jelas ingin tahu dan meminta kejujuran Azka, mata mereka bertemu lama, dan sorot itu saling membuat dada bergetar


Ailee menggaris senyum dengan alisnya yang sendu, Azka memandang lurus wajah gadis yang sangat dekat dengan wajahnya


Ailee..


panggil hati Azka semakin bergetar


mata pria itu menyorot tajam ke dalam bola mata bening itu


tangannya berhenti menjangkau gelas, dia hanya fokus pada sorot mata yang masih enggan beralih, bola mata yang mencari penjelasan dalam kejujuran Azka


Azka tak tahan melihat godaan sorot mata itu, dia beralih menurunkan tatapannya tapi malah bibir merekah dengan lipstik berwarna merah muda yang dia dapatkan


" Azka.. " gumam Ailee


tatapan Azka jelas melihat pergerakan bibir lembut itu, apa yang dia lakukan kini, dia tak tahu apa yang ada di sini ! ujar dada Azka makin bergetar tak karuan


kau ini...

__ADS_1


Azka membuang pandangannya dan kembali meneguk minuman merah di dalam gelasnya, dia tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun untuk Ailee


" Azkaa... "


__ADS_2