Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Harmoni


__ADS_3

Daniel merangkul Bey dan memintanya kembali ke kamar mereka


Fika menarik Reo dari meja, wanita itu memaksa suaminya mengakhiri acara menikmati botol wine yang sudah banyak kosong, matanya melotot dan tangannya bertolak pinggang membuat Reo tak berkutik lagi


Azka menggandeng tangan Claudia dia meninggalkan wanita itu di atas ranjang dan membantunya berbaring, dia meraih bayi mungil dari tangan Yosi dan merebahkannya di box bayi, tak lama berselang Claudia dan bayi nya sudah terlelap, Azka mematikan lampu dan meninggalkan ruamngan itu dengan senyum tenang nya


Zian mengambil sebotol wine dan menarik diri dari keramaian pesta menuju sebuah batu karang besar di ujung sana, dia butuh kesendirian saat ini


Yosi menatap wajah Azka dan tersenyum lebar


“ terimakasih sudah membantu Claudia dan ponakan ku “ ucap Yosi pada Azka, pria itu mengacak rambut Yosi dan membalas senyuman pemuda itu


“ aku yang minta maaf telah berbuat salah pada kakak mu “ ujar Azka pada Yosi


“ maafkan orang tua ku, tolong sampaikan pada Claudia “ balas Yosi dengan wajah sedihnya


“ kau harus memulai sendiri berbicara pada Claudia “ pinta Azka lalu meninggalkan Yosi menyusuri lorong, dia tak melihat Yosep sejak tadi, ada pekerjaan yang harus mereka diskusikan


Yosi menatap punggung Azka yang kian menjauh, pemuda itu segera mengambil arah berlawanan, dia kembali ke pesta kecil di luar sana


Yosi juga melihat punggung Zian yang juga telah menjauh, pria itu menatap sebentar lalu duduk kembali ke kursinya di sebelah Rahel


“ apa kau tahu Yosua ? “ pertanyaan Rahel membuat Yosi terperanjat, dia tak bisa menjawab pertanyaan menyelidik Rahel


“ kenapa kau tak bilang kalau mata ini milik kakak mu “ gumam Rahel menitikkan air mata, dengan ragu Yosi berusaha menepuk nepuk pundak Rahel


“ aku harusnya mengucapkan terimakasih dengan benar “ lanjut Rahel dengan tatapan datarnya, dia terus terisak, bibir nya sampai gemetar


“ Ra, Rahel.. “ panggil Yosi ragu gadis itu terlihat terguncang, Yosi mencoba menenangkannya tapi gadis itu terus saja terisak


“ terimakasih Yosi.. “ ucap Rahel sambil merebahkan kepala di pundak Yosi, pemuda itu terperanjat tak percaya dengan kepala yang bersender dekat dengan mata nya itu, seketika badannya menjadi tegang dan kaku, dia tak berani bergerak

__ADS_1


“ aku harus membalas nya bagaimana “ Rahel menitikkan airmata dan mulai memejamkan matanya dia mengingat tujuan awalnya di sini


-


-


-


“ dokter Yosep aku ingin mengucapkan terima kasih “ ujar Rahel di hadapan Yosep, pria itu menatap Rahel dan tersenyum tipis


“ aku melihat Yosi terus mengikuti mu “ balas Yosep tak dimengerti Rahel


“ dia sangat menyebalkan aku tak menyukai nya, dia selalu mengganggu ku ! “ ketus Rahel jelas terlihat kesal, Yosep tersenyum tipis


“ menurut ku Yosi mungkin jatuh cinta padamu “ Rahel memanyunkan bibirnya, dia tak menyukai kalimat Yosep barusan


“ Yosi sangat mengagumi kakaknya, dia sosok yang cerdas dan hangat semua itu bisa jelas terpancar dari matanya, dan kau memiliki mata itu sekarang ini “ ucapan Yosep semakin tak dimengerti Rahel, dia mengerutkan dahinya


“ tidak mungkin.. “


-


-


-


Yosi mengelus rambut Rahel berlahan, meski sambil menahan nafas tapi niat baik Yosi tak mendapat hardikan kasar dari Rahel seperti selama ini


“ terimakasih Yosi.. “ ujar Rahel dibawa angin malam


Malam ini bisa menjadi akhir dari hubungan atau start awal untuk hubungan baru, angin malam dan deburan suara ombak menemani suasana hangat di kawasan rehabilitas yang dibangun Azka untuk kegiatan amalnya

__ADS_1


Rahel masih terus menikmati langit malam di pundak Yosi, Daniel dan Bey sudah tertidur pulas, Fika sudah terlelap meninggalkan Reo yang masih menggendong dan menyanyikan lagu nina bobo untuk putrinya, Juwita dan suami menyusuri pantai dan memulai lembaran nostalgia, Ailee menarik selimut dan menggenggam erat telapak tangan Yosep, pria itu sudah terlelap



Zian meneguk minuman di sisi nya, dia masih betah duduk di atas batu karang, matanya menatap lurus ke ujung lautan yang tak terbatas, dia menyeka raut wajahnya yang jelas kesal dan kecewa


“ AAAAAARRRGGGHH... !!!! “ teriak Zian memecah deru angin malam


PLUK !!


Zian memegang kepalanya yang kena lemparan batu kerikil, matanya mencari tahu asal lemparan batu kecil barusan, dia melihat sosok dengan pakaian pantai di bawah sana, matanya terbelalak besar


“ berisik tau !! “ hardik gadis itu dengan raut wajahnya yang menahan sendu, Zian membuang pandangan dia menghapus airmata dan kembali menatap wajah di bawah sana


“ Hei ! kau.. “ hardik Zian marah tapi dia tak bisa melanjutkan hardikan kesalnya kepada gadis di bawah sana, suara tangisannya membuat kesal Zian menjadi pudar, dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan gadis asing itu, dia juga sedang merasakannya kini, itu membuat nya tersentuh, dia kembali duduk di atas karang tadi seperti sebelumnya


“ huhuhu... huaaaaaa... !! “ pekik tangis gadis itu melepaskan beban dihatinya



“ hei.. jangan menangis “ ujar Zian mencoba menenangkan, tapi raut wajahnya juga terlihat menyedihkan saat ini



“ HUHUHU... HUAAAAAAA.. !!!. “ keduanya menangis kompak memecah suara malam


end..


see you next story of Zian


toloong bantu like.. perchapter, komentar.. dan vote.. aku akan lanjut ceritanya kalau respon pembaca yang baik hati baguuss.. hehee.. semoga kita selalu sehat dan penuh keberkahan..

__ADS_1


baca juga - bukan salah jodoh-


__ADS_2