Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Mantan


__ADS_3

" apa kakak akan segera pergi ? " tanya Rahel


Zian menatap wajah cantik adiknya dan tersenyum hangat, sayang Rahel tak bisa merasakan hangat di wajah kakak tercintanya itu


" hari ini kakak ada konser, kamu di rumah saja ya.. " pinta Zian


pria itu segera meraih tas backpack nya dan berlalu dari hadapan Rahel, Zian melangkahkan kaki cepat, agaknya dia memang sedang terburu buru


tak lama berselang


Zian kembali lagi mendekati Rahel masih dengan langkah cepat, Rahel bisa mendengar dari derap kaki nya yang menyentuh lantai


kakak laki laki itu mendaratkan ciuman kecil di dahi adiknya, dia menatap sebentar dan tersenyum lagi


" hati hati ka.. " ucap Rahel, sambil mengangkat tangannya, dia melambaikan tangan pelan


Zian membalas lambaian itu dengan penuh sayang, tapi Rahel tidak bisa menerimanya, dia tak bisa melihat ekspresi manis Zian


harusnya dia senang melihat kakaknya yang semakin sukses, hanya saja Rahel merasa sepi, ruangan ini seketika menjadi senyap


Rahel meraba dasar sofa, dengan hati hati dia mendaratkan duduk di atasnya, gadis itu seperti nelangsa di tinggal di apartment yang luas sendirian


dia menghembus nafas panjang


" aku kangen ibu.. " gumamnya pelan


" pasti ibu akan ngomel kalau tahu aku bolos sekolah.. " wajah Rahel terlihat semakin sendu, dia tidak suka kesepian di ruang ini dan dia juga tidak menyukai omelan ibu nya yang panjang


triiiing !!


triiing... !!!


triiiiiinggg !!!


suara dering handphone terus saja bersautan


Rahel meraba raba asal suara itu, tangannya menyentuh meja kaca di hadapannya, dia yakin asal suara itu berasal dari atas sini


tangan Rahel menyentuh benda kotak itu, dia segera mengangkatnya


dengan wajah termenung pada akhirnya dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan


" smartphone kini sangat tidak cocok untuk ku.. " gumamnya dengan wajah kesal


dia tidak bisa menentukan mana tombol angkat dan matikan, karena hampir semuanya adalah layar kaca


" kakak meninggalkan ponselnya.. "


dengan terburu buru Rahel bangkit dari duduk dan berjalan cepat menuju pintu, tangannya mencari cari handle pintu dan memutarnya berlahan


" kakaaaak !! "


" kaaaaa...... !! "

__ADS_1


Rahel berapa kali memanggil manggil kakaknya di luar, tapi sepertinya Zian sudah berlalu dengan sangat cepat, tentu saja tadi dia memang sudah terburu buru


karena tidak mendapat sautan Rahel sadar kalau pria yang dia sayangi itu sudah tidak bisa mendengar suaranya, wajahnya kembali datar dan tersenyum kecut


" maaf ka bahkan aku tak bisa menyusul dan masuk lift sendiri.. " Rahel seperti menyesal tidak bisa membantu kakaknya, bahkan hanya untuk hal kecil


gadis itu termenung sesaat didepan pintu, punggungnya menyender pada tembok, wajahnya yang memelas dan tatapan mata yang kosong


jari rahel mencoba menyentuh layar ponsel, tapi dia tidak tahu jika yang dia sentuh adalah bagian belakangnya


*************


YOSEP


Aku pikir hari ini aku akan menyatakan cinta, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencanaku


jantungku tak bisa berdegub normal, rasanya semua organ ku kompak tidak sinkron hari ini


bagaimana pun juga Ailee bukan lah pacar pertana bagiku dan memang belum jadi pacar !


Aku pernah berpacaran denga Laura, Claudia dan Michel


tentu saja, mereka lebih agresif dan menyatakan cinta duluan padaku, aku menerima mereka dan mencoba menjalani hubungan selayaknya orang berpacaran, menurut ku


tapi..


Laura ataupun Claudia, mereka merasa boring, ya mereka bilang aku ini sangat membosankan, setiap weekend kami menghabiskan waktu makan di cafe atau nonton film


bagiku jika ke cafe kita harus menikmati makanan disana kan !


ketika kita berencana dan sudah memilih tiket nonton film yang seru, tentu kita harus fokus menonton, bukankah begitu ?


lalu kenapa mereka bilang aku membosankan ?


hubungan kami memang tidak berjalan baik, aku dan mereka sepertinya memang tidak cocok, walau sudah ku coba tetap saja aku tak bisa menganggap mereka lebih dari teman


mereka bilang aku tidak pernah memberikan ciuman hangat, kado kecil dan perhatian perhatian manis yang diharapkan gadis gadis di luar sana, setidaknya aku jadi tahu jika gadis memerlukan hal itu semua ! thanks Claudia dan Laura


lalu.. Michel !


ah dia lebih parah, maksudku dari orang yang ku kenal


dia adalah gadis pendiam dan pemalu di kelasku, kami memiliki waktu praktek dan kerja lapangan bersama, kupikir dia anak yang menyenangkan karena aku merasa kepribadian kami sedikit mirip tapi ternyata tidak !


semakin aku mengenalnya semakin aku tidak menyangka nya


aku berusaha mengingat lagi hari hari yang kami lalui


waktu itu aku memiliki catatan yang tertinggal di laboratorium, sebenarnya itu adalah catatan kelompok kami


karena aku dan Michel satu kelompok dan hal itu membuat kami kian dekat


kupikir lab sudah kosong karena aku sudah hampir setengah perjalan ketika mengingat catatan penting itu tertinggal

__ADS_1


haruskan aku tertawa kecil seperti ini saat mengingat hari itu ? aku terlihat sangat bodoh saat itu !


tak pernah kusangka, Michel yang pendiam dan manis, aku benar benar sudah jatuh hati padanya, aku pun merasa kepribadian kami sangat cocok


wajahnya yang malu malu, dia juga tak pernah mengambil langkah konyol duluan, sangat berbeda dengan mantan ku sebelumnya, Michel lebih pasif dan tidak banyak menuntut padaku, kami berpacaran layaknya kutu buku, kami sering berdiskusi bersama, sesekali berdebat dan adu argumen


" Haaaa....rii.... "


aku mendengar suara pelan dari dalam ruangan kaca, dimanabanyak botol kaca dan alat penelitian jurusan kami


hari itu entah kenapa aku tak langsung menggeser pintu, aku penasaran dengan suara pelan yang menggelitik telinga ku, agaknya itu suara yang aku kenal


segera saja aku mengintip diantara sekat tirai ruangan itu


walau melalui celah kecil aku bisa melihat jelas wajah siapa itu


bibirku tersenyum lagi saat mengingat kejadian itu, sungguh konyol !


kau memergoki pacarmu sedang berhubungan dengan teman satu tim mu, bahkan kau saja belum pernah melakukannya


wajahnya yang merona dan sangat menikmati kejadian itu cukup untuk ku supaya yakin melepaskannya


ternyata kau bisa melakukan hal seperti itu dengan teman di tim mu yang juga setim dengan pacarmu ? kalian melakukan itu di meja yang baru saja dipakai bersama untuk membahas tugas praktek kita! dan kalian masih di ruangan sekolah !


gila...


kupikir aku menemukan gadis yang pas dan cocok untukku


kupikir kepribadian kami yang hampir sama akan membuat hubungan kami berjalan baik


kupikir Michel adalah gadis pendiam yang penuh cinta dan kasih sayang


kupikir aku sudah menemukan seorang wanita yang akan menemani hari tua dan menjadi ibu anak anak ku


ternyata salah !


aku tak bisa menebak hati seseorang melalui sikapnya


nyatanya Michel yang polos dan lugu tak semanis itu, dia menyisahkan kenangan pahit di dalam hati ku


gadis yang ku kenal dekat pun belum tentu cocok menjadi jodohku, baik Laura ataupun Claudia, walau aku sudah mengenal mereka sangat dekat nyatanya kami hanya cocok sebagai teman


juga Sofia, aku menyukai kepribadiannya yang dewasa, dan aku bersyukur sekali pertemanan kami tidak rusak seperti halnya hubunganku dengan Laura ataupun Claudia


jika bisa memutar waktu aku akan memilih berteman daripada menjalin hubungan lebih dengan mereka, bagaimana pun saat kami mengakhiri hubungan rasa 'teman' itu jadi ikut berubah


tapi kali ini..


aku ingin menyatakan isi hatiku lebih dulu


aku tak ingin kau lebih dulu seperti gadis gadis sebelumnya karena aku tak ingin menjadi hubungan seperti yang sebelumnya


dan aku belum terlalu mengenalmu maka ijinkan aku lebih mengenalmu

__ADS_1


aku tahu kau dan aku tidak memiliki kesamaan karena kesamaan sifat tak menjamin kecocokan, aku pernah merasakan itu


aku memutar kontak mobil,melirik dekorasi mawar dalam mobilku lewat kaca, aku tak sabar lagi ingin mencoba menjalin sesuatu yang indah dengan mu..


__ADS_2