
" apa kakak akan segera pergi ? " tanya Rahel
Zian menatap wajah cantik adiknya dan tersenyum hangat, sayang Rahel tak bisa merasakan hangat di wajah kakak tercintanya itu
" hari ini kakak ada konser, kamu di rumah saja ya.. " pinta Zian
pria itu segera meraih tas backpack nya dan berlalu dari hadapan Rahel, Zian melangkahkan kaki cepat, agaknya dia memang sedang terburu buru
tak lama berselang
Zian kembali lagi mendekati Rahel masih dengan langkah cepat, Rahel bisa mendengar dari derap kaki nya yang menyentuh lantai
kakak laki laki itu mendaratkan ciuman kecil di dahi adiknya, dia menatap sebentar dan tersenyum lagi
" hati hati ka.. " ucap Rahel, sambil mengangkat tangannya, dia melambaikan tangan pelan
Zian membalas lambaian itu dengan penuh sayang, tapi Rahel tidak bisa menerimanya, dia tak bisa melihat ekspresi manis Zian
harusnya dia senang melihat kakaknya yang semakin sukses, hanya saja Rahel merasa sepi, ruangan ini seketika menjadi senyap
Rahel meraba dasar sofa, dengan hati hati dia mendaratkan duduk di atasnya, gadis itu seperti nelangsa di tinggal di apartment yang luas sendirian
dia menghembus nafas panjang
" aku kangen ibu.. " gumamnya pelan
" pasti ibu akan ngomel kalau tahu aku bolos sekolah.. " wajah Rahel terlihat semakin sendu, dia tidak suka kesepian di ruang ini dan dia juga tidak menyukai omelan ibu nya yang panjang
triiiing !!
triiing... !!!
triiiiiinggg !!!
suara dering handphone terus saja bersautan
Rahel meraba raba asal suara itu, tangannya menyentuh meja kaca di hadapannya, dia yakin asal suara itu berasal dari atas sini
tangan Rahel menyentuh benda kotak itu, dia segera mengangkatnya
dengan wajah termenung pada akhirnya dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan
" smartphone kini sangat tidak cocok untuk ku.. " gumamnya dengan wajah kesal
dia tidak bisa menentukan mana tombol angkat dan matikan, karena hampir semuanya adalah layar kaca
" kakak meninggalkan ponselnya.. "
dengan terburu buru Rahel bangkit dari duduk dan berjalan cepat menuju pintu, tangannya mencari cari handle pintu dan memutarnya berlahan
" kakaaaak !! "
" kaaaaa...... !! "
__ADS_1
Rahel berapa kali memanggil manggil kakaknya di luar, tapi sepertinya Zian sudah berlalu dengan sangat cepat, tentu saja tadi dia memang sudah terburu buru
karena tidak mendapat sautan Rahel sadar kalau pria yang dia sayangi itu sudah tidak bisa mendengar suaranya, wajahnya kembali datar dan tersenyum kecut
" maaf ka bahkan aku tak bisa menyusul dan masuk lift sendiri.. " Rahel seperti menyesal tidak bisa membantu kakaknya, bahkan hanya untuk hal kecil
gadis itu termenung sesaat didepan pintu, punggungnya menyender pada tembok, wajahnya yang memelas dan tatapan mata yang kosong
jari rahel mencoba menyentuh layar ponsel, tapi dia tidak tahu jika yang dia sentuh adalah bagian belakangnya
*************
YOSEP
Aku pikir hari ini aku akan menyatakan cinta, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencanaku
jantungku tak bisa berdegub normal, rasanya semua organ ku kompak tidak sinkron hari ini
bagaimana pun juga Ailee bukan lah pacar pertana bagiku dan memang belum jadi pacar !
Aku pernah berpacaran denga Laura, Claudia dan Michel
tentu saja, mereka lebih agresif dan menyatakan cinta duluan padaku, aku menerima mereka dan mencoba menjalani hubungan selayaknya orang berpacaran, menurut ku
tapi..
Laura ataupun Claudia, mereka merasa boring, ya mereka bilang aku ini sangat membosankan, setiap weekend kami menghabiskan waktu makan di cafe atau nonton film
bagiku jika ke cafe kita harus menikmati makanan disana kan !
ketika kita berencana dan sudah memilih tiket nonton film yang seru, tentu kita harus fokus menonton, bukankah begitu ?
lalu kenapa mereka bilang aku membosankan ?
hubungan kami memang tidak berjalan baik, aku dan mereka sepertinya memang tidak cocok, walau sudah ku coba tetap saja aku tak bisa menganggap mereka lebih dari teman
mereka bilang aku tidak pernah memberikan ciuman hangat, kado kecil dan perhatian perhatian manis yang diharapkan gadis gadis di luar sana, setidaknya aku jadi tahu jika gadis memerlukan hal itu semua ! thanks Claudia dan Laura
lalu.. Michel !
ah dia lebih parah, maksudku dari orang yang ku kenal
dia adalah gadis pendiam dan pemalu di kelasku, kami memiliki waktu praktek dan kerja lapangan bersama, kupikir dia anak yang menyenangkan karena aku merasa kepribadian kami sedikit mirip tapi ternyata tidak !
semakin aku mengenalnya semakin aku tidak menyangka nya
aku berusaha mengingat lagi hari hari yang kami lalui
waktu itu aku memiliki catatan yang tertinggal di laboratorium, sebenarnya itu adalah catatan kelompok kami
karena aku dan Michel satu kelompok dan hal itu membuat kami kian dekat
kupikir lab sudah kosong karena aku sudah hampir setengah perjalan ketika mengingat catatan penting itu tertinggal
__ADS_1
haruskan aku tertawa kecil seperti ini saat mengingat hari itu ? aku terlihat sangat bodoh saat itu !
tak pernah kusangka, Michel yang pendiam dan manis, aku benar benar sudah jatuh hati padanya, aku pun merasa kepribadian kami sangat cocok
wajahnya yang malu malu, dia juga tak pernah mengambil langkah konyol duluan, sangat berbeda dengan mantan ku sebelumnya, Michel lebih pasif dan tidak banyak menuntut padaku, kami berpacaran layaknya kutu buku, kami sering berdiskusi bersama, sesekali berdebat dan adu argumen
" Haaaa....rii.... "
aku mendengar suara pelan dari dalam ruangan kaca, dimanabanyak botol kaca dan alat penelitian jurusan kami
hari itu entah kenapa aku tak langsung menggeser pintu, aku penasaran dengan suara pelan yang menggelitik telinga ku, agaknya itu suara yang aku kenal
segera saja aku mengintip diantara sekat tirai ruangan itu
walau melalui celah kecil aku bisa melihat jelas wajah siapa itu
bibirku tersenyum lagi saat mengingat kejadian itu, sungguh konyol !
kau memergoki pacarmu sedang berhubungan dengan teman satu tim mu, bahkan kau saja belum pernah melakukannya
wajahnya yang merona dan sangat menikmati kejadian itu cukup untuk ku supaya yakin melepaskannya
ternyata kau bisa melakukan hal seperti itu dengan teman di tim mu yang juga setim dengan pacarmu ? kalian melakukan itu di meja yang baru saja dipakai bersama untuk membahas tugas praktek kita! dan kalian masih di ruangan sekolah !
gila...
kupikir aku menemukan gadis yang pas dan cocok untukku
kupikir kepribadian kami yang hampir sama akan membuat hubungan kami berjalan baik
kupikir Michel adalah gadis pendiam yang penuh cinta dan kasih sayang
kupikir aku sudah menemukan seorang wanita yang akan menemani hari tua dan menjadi ibu anak anak ku
ternyata salah !
aku tak bisa menebak hati seseorang melalui sikapnya
nyatanya Michel yang polos dan lugu tak semanis itu, dia menyisahkan kenangan pahit di dalam hati ku
gadis yang ku kenal dekat pun belum tentu cocok menjadi jodohku, baik Laura ataupun Claudia, walau aku sudah mengenal mereka sangat dekat nyatanya kami hanya cocok sebagai teman
juga Sofia, aku menyukai kepribadiannya yang dewasa, dan aku bersyukur sekali pertemanan kami tidak rusak seperti halnya hubunganku dengan Laura ataupun Claudia
jika bisa memutar waktu aku akan memilih berteman daripada menjalin hubungan lebih dengan mereka, bagaimana pun saat kami mengakhiri hubungan rasa 'teman' itu jadi ikut berubah
tapi kali ini..
aku ingin menyatakan isi hatiku lebih dulu
aku tak ingin kau lebih dulu seperti gadis gadis sebelumnya karena aku tak ingin menjadi hubungan seperti yang sebelumnya
dan aku belum terlalu mengenalmu maka ijinkan aku lebih mengenalmu
__ADS_1
aku tahu kau dan aku tidak memiliki kesamaan karena kesamaan sifat tak menjamin kecocokan, aku pernah merasakan itu
aku memutar kontak mobil,melirik dekorasi mawar dalam mobilku lewat kaca, aku tak sabar lagi ingin mencoba menjalin sesuatu yang indah dengan mu..