Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Hari bahagia


__ADS_3

Ailee bangun dari tidurnya dan segera meraih piyama yang masih terlipat rapi di atas lemari kecil di sisi ranjangnya, dia melirik wajah tenang suami di sisinya, dengan senyuman kecil dia mendaratkan kecupan hangat di dahi Yosep


“ masih pagi sayang.. “ tanpa membuka mata Yosep meraih tangan Ailee mengurungkan niat wanitanya untuk beranjak dari kasur


“ ahh.. ayolah sayang aku ingin melihat pantai “ suara Ailee dibuat sedikit merengek, dia sungguh tergoda dengan cahaya matahari yang mulai menghangat di luar sana


“ sebentar saja “ pinta Yosep dengan nada memohon, matanya masih enggan terbuka, Ailee akhirnya menurut juga, dia kembali berbaring dengan memakai piyama yang belum sempat dia rapihkan, hanya diikat seadanya saja


“ aah.. sayang.. “ Yosep mencium rambut istrinya, tangannya melingkar di pinggang Ailee, masih dengan wajah terpejam Yosep menyusupkan jari jarinya di bawah kain halus piyama pink istrinya yang sudah dia persiapkan sebaik mungkin


“ gelii tauu.. “ suara Ailee malah membuat pagi Yosep kian penuh gairah, pria itu menggigit kecil daun telinga Ailee dan membuat teriakan gemas dari mulut istrinya, mereka kembali tenggelam di bawah selimut lagi


****


Zian membuka mata dan dia masih d atas batu karang, matanya merasa silau karena matahari sudah beranjak naik, dia segera membuka mata dan sebelah tangannya merasa pegal, rasanya kesemutan menjalar hingga ke pangkal lengan, Zian menoleh berlahan ke arah sebelah kanannya


Mata Zian terbelalak mendapati ada seorang gadis yang ikut berbaring di sebelahnya, dia mengeryitkan dahi mengingat kejadian malam tadi, pria itu segera menutup wajah dengan telapak tangannya yang terbebas, gadis itu masih nyenyak dengan posisinya yang miring membelakangi Zian


“ heii.. “ dengan suara pelan Zian menggoyangkan lengannya, meminta gadis itu untuk segera bangun


“ mmm... “ bukannya bangun si gadis malah membalik posisinya membuat wajah Zian sedikit menjauh, wajah herannya semakin jelas melihat wajah si gadis asing terlalu dekat dengan nya, walau Zian mencoba mengalihkan pandangan tetap saja raut tenang di lengannya itu mengganggu pemandangan matanya, ah sial gadis ini ! gerutu hati Zian jengkel


Zian akhirnya membiarkan saja gadis itu terlelap berbantal tangannya, dia menopang kaki dan menghalau matahari dengan bayangan kakinya, matanya sesekali melirik gadis itu dan berharap untuk cepat tersadar karena kini badan Zian mulai semakin pegal dan kaku


Perlahan mata gadis itu membuka juga, tatapannya yang cepat bertemu sorot mata Zian membuat alisnya bertaut, dengan perlahan dia menggeser kepalanya dan mulai tersadar, sontak gadis itu bangun dari posisinya untuk segera duduk


“ ah kenapa aku di sini ! “ serunya bingung, belum juga Zian menjawab gadis itu menyeka raut wajah bantalnya dia jelas ingat apa yang terjadi malam tadi, si pria ini adalah teman curhat asingnya di tengah malam hingga hampir pajar tadi


Mereka duduk berdua berdampingan tanpa kata kata, deburan ombak seperti penyambung komunikasi bisu mereka, hingga keduanya mulai merasa jengah dan bosan


“ oke baiklah, lupakan kejadian tadi malam, anggap saja kita tak pernah bertemu ! “ ujar si gadis mulai bangkit dari posisi duduknya, dia membersihkan pakaiannya dan siap untuk meninggalkan Zian, pria itu meraut wajah aneh sepertinya mereka bukanlah calon teman yang baik mengingat keduanya merasa tak ada hubungan yang harus di lanjut walaupun sebatas kenalan



“ oh tentu saja, mari kita lupakan semua nya, lagipula itu memalukan ! “ balas Zian dengan senyum palsunya, si gadis menyambut dengan senyuman sinis, keduanya meraut wajah aneh seperti saling meledek satu sama lain


Zian mengambil jalur ke kanan, dan si gadis mengambil jalur ke kiri, keduanya kompak meninggalkan karang besar itu tapi.. baru berapa langkah keduanya saling meninggalkan, keduanya kompak menoleh lagi, mereka menautkan alis kompak


“ itu rahasia !! “ seru keduanya kompak sambil menudingkan jari mereka, mengingat keduanya sepertinya memiliki niat yang sama mereka mengangguk angguk kecil seolah mengerti akan keinginan masing masing

__ADS_1


“ oke, bye “ ucap si gadis


“ no problem, bye “ jawab Zian, dengan berjalan mundur dan tidak berani saling menatap keduanya mulai berpisah kembali, keduanya berlari menjauh dan dari kejauhan sana si gadis ataupun Zian mengumpulkan suara bertanding dengan deburan ombak dan suara angin


“ NAMAKU ZIIIAAAANNNN !!!! “


“ NAMAKUU VIAAAAAA !!!! “


Keduanya berteriak serempak membuat mereka tak bisa mendengar jelas seruan masing masing


***


Meja panjang dengan santapan lengkap sudah tersedia, semua duduk kompak dengan pasangan masing masing, tentu saja keluarga besar hari ini berkumpul, baru saja tadi pagi pasangan baru dikejutkan dengan persiapan singkat ini


“ haii haii pengantin kami, sudah dulu ya bermesraannya, coba liat apa yang aku bawa !! “ Fika melintas diantara pelukan Ailee dan Yosep,dia membawa kotak besar dan mendaratkannya di ranjang


“ apa ini ? “ tanya Ailee dan Yosep kompak


“ buka dong !! “ kompak Bey dan Fika, keduanya saling melirik penuh makna


Ailee dan Yosep segera duduk di sisi ranjang, mereka membuka kompak kotak besar yang dbawa oleh ibu ibu rempong ini, dan benar saja kedua nya melongo tak percaya dengan isi kotak besar itu, kedua tangan Ailee segera mengambil dan meneliti dengan sorot takjub tak percaya, begitupun Yosep dia tak bisa membayangkan jika istrinya akan seperti apa saat memakai gaun cantik itu


“ ck kalian ini ada ada saja ! “ protes Ailee dengan wajah gembira


“ hei, kami juga ingin mengenang momen bahagia mu ! “ Bey ikut ambil suara dengan rautnya yang tegas


“ iya sayangku, bumil baweel “ Ailee mencubit gemas pipi Bey yang mulai berisi


“ ayo pakai.. “ Fika meminta Ailee segera mandi, dia melemparkan handuk dan mendorong tubuh wanita itu menuju kamar mandi, Ailee pun menurut saja


“ coba lihat ini, apa apaan kamar ini “ Fika menatap sekeliling, Bey pun manggut manggut setuju


“ dia pikir bisa menipu naluri emak emak “ bisik Bey tertawa lucu


“ hahaha.. mana bisa, jangankan ruangan di balik rak, uang dalam celana dalam pun bisa di temukan “ balas Fika, mereka berdua tertawa lucu


“ hey, kalian menggosipkan ku yaa !!! “ seru Ailee kesal dari dalam kamar mandi, dia curiga dengan suara tawa lucu dari depan sana


“ iyaaa... makanya buruan deh !! “ seru Fika mengaku

__ADS_1


“ hahaa.. makanya kalo sama ibu ibu harus on terus, kalo ga ada lo, lo di omongin !! “ lanjut Bey, mereka berdua tertawa lagi hingga Bey terbatuk batuk dan membuat Fika sibuk menuangkan air


“ syukurr.. kena azab kan ! “ ketus Ailee dari kamar mandi


***


Semua sudah siap di meja besar masing masing, Zian dan Rahel menyambut kedatangan keluarga Sofia, mereka segera menggandeng Dave dan menunjukkan meja mereka


Keluarga besar Rusady pun demikian, mereka hanya tinggal menunggu anak perempuannya keluar dari persiapan berdandannya


Reo dan Daniel saling sikut, mereka berniat meninggalkan Yosep yang berkeringat dingin berdiri di depan sini, keduanya segera kembali ke kursi masing masing melihat istri mereka sudah keluar dan duduk di meja mereka


“ heii.. jangan tinggalkan aku.. “ gumam Yosep, tapi tak ada yang peduli, pria itu menarik nafas penuh beban


Azka tertawa kecil dia menyukai wajah panik Yosep, pria itu mengirimkan cibiran kecil dan di balas kepalan tinju Yosep sehingga membuat wajahnya harus kembali diam, dia duduk bersama Claudia dan bayi nya


Yosep menarik nafas lagi, kenapa kali ini rasanya sangat cemas dan takut, pria itu terus mengetuk ketukkan ujung pantopelnya, dia tak bisa menenangkan diri


Semilir angin berhembus berlahan, debaran ombak mengiring detik demi detik yang bergulir, Zian berdiri mengambil microphone, dia memberikan sambutan hangat pada yang sudah menyiapkan diri di sini hari ini, pria itu meraih gitar dan mulai bersenandung merdu


Suara Zian lumayan membuat Yosep tenang diiringi tepuk tangan, pria itu pun ikut dalam suasana romantis lirik lagu yang dibawakan Zian


“ cih dia punya suara yang merdu “ gumam gadis yang berdiri di sisi panggung kecil, gadis itu meraih ujung gaun pantainya, dia perlahan mulai ikut naik ke panggung, mata Zian menyipit melihat kehadiran gadis asing itu, walau begitu keduanya saling melempar senyuman tipis


“ selamat pagi semua, perkenalkan nama ku Via, aku akan memandu kalian selama di sini ! “ ucap Via di akhir lagu Zian


“ terimakasih atas suara merdu mu, suara mu benar benar indah “ puji Via membuat Zian merona tak percaya mendengar pujian dari gadis itu


“ silahkan.. pasangan baru kita akan menempati kursinya.. “ Via mempersilahkan Ailee keluar dari persembunyiannya


Semua mata beralih dari atas panggung menuju lobby kecil di depan sana, dengan perlahan seorang wanita keluar dari sana, dia berjalan pelan dengan anggun, membuat tepuk tangan enggan berhenti, Yosep tak mampu mengalihkan pandangannya, wajah Ailee sungguh tak bisa mampu membuat orang berpaling, begitupun dengan Zian, dia malah kini tersenyum kecil



“ yang benar saja “ gumam Via tak percaya, dia bisa menangkap raut bahagia tak sempurna milik Zian, kini mata nya mulai ikut memperhatikan gadis dengan gaun putih di depan sana


“ ah dia cantik sekali sangat cocok dengan dokter Yosep yang tampan “ lanjut Via masih bergumam kini sorot matanya menatap Zian kasihan


Yosep segera mendekati Ailee dan meraih tangannya, keduanya berjalan berdampingan menuju kursi spesial mereka diiringi tepuk tangan kecil dan senyum bahagia

__ADS_1



__ADS_2