Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Hubungan apa


__ADS_3

Azka mendorong kursi roda dan menyusuri tepi pantai, pria itu hanya menatap lurus lautan yang seperti tanpa batas, dia menghentikan dorongannya tepat di bibir pantai


Claudia berlahan menurunkan kakinya, kulitnya bisa merasakan dingin dan kasarnya bulir bulir pasir, dia melangkah berlahan semakin mendekati ombak yang menghampiri kakinya, wanita itu masih terus mendekat


Yosep menatap dari kejauhan, dia bisa melihat Azka yang menatap punggung Claudia yang brjongkok di depan sana, diantara air laut yang membasahi ujung blus nya


Fika dan Bey masih asyik bermain pasir dan berlarian di pantai, keduanya tak begitu peduli dengan keadaan sekitar, mereka hanya akan menikmati liburan keluarga mereka di sini, keduanya terus mengambil foto dengan kamera di tangannya


Reo menggendong bayinya dan berdecak melihat tingkah centil istrinya yang tak henti henti berswafoto, istrinya itu bertingkah layaknya gadis gadis abg yang eksis di media sosial


Daniel meraut wajah khawatir, matanya terus memperhatikan Bey yang bermain di pantai dengan perutnya yang semakin membuncit, pria itu gemas sendiri melihat tingkah istrinya yang seperti tak ingat akan kandungannya


Di belakang punggung mereka beberapa orang sibuk bekerja, mereka mempersiapkan dekorasi serba pink dengan tiang tiang penyangga yang dipenuhi bunga bunga cantik, ada juga kursi istimewa di depan sana dengan banyak pernik cantik yang menghiasinya, sedang dipersiapkan juga pojok berisi perapatan musik berikut alat akustik nya


Tak jauh pula dari sana ada sebuah bangunan berukuran besar, bangunan dengan lorong panjang dan berdinding kaca, di dalamnya banyak perawat dan penghuni kamar dengan berbagai keluhan mereka, beberapa pekerja medis sedang melakukan pekerjaan mereka, mengunjungi satu persatu penghuni kamar yang terlihat minimalis rapi dan nyaman


Di sana ada beberapa jiwa yang menggantungkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, mereka ingin menikmati pengobatan dengan nuansa alam yang segar dengan indahnya pantai dan semilir angin dari lautan, begitupun dengan Azka ataupun Claudia, mereka semakin dekat karena keadaan mereka yang melibatkan dalam keadaan yang hampir sama


Hari ini Yosep tidak berkantor di ruangannya, meja nya kosong hanya ada papan nama saja, mejanya sangat rapi begitupun dengan rak rak di ruang kerjanya, pria itu sedang tidak bertugas


Claudia berlutut menyentuh dinginnya air laut, dia menumpahkan abu di dalam kendi yang dari tadi dia peluk, wanita itu mencoba menggaris senyum dan mncampurkan abu itu diantara air asin laut yang ikut membasahi tubuhnya


Telapak tangan Azka menyentuh pundak Claudia berlahan, wanita itu menoleh berlahan dan mendapati senyum saling menguatkan diantara keduanya, Claudia membalas elusan lembut di bahunya, wanita itu mencoba berdiri


Azka menyerahkan bayi mungil di dalam gendongannya dan Claudia menerima nya, wanita itu menatap dalam bayi dalam gendongannya, air matanya menetes ke dahi bayi di dalam dekapan di tangannya, bayi itu tertawa riang, dia seolah ingin memberi kekuatan pada ibu nya itu, tarikan renyah dari sang bayi membuat perasaan Claudia membaik, wanita itu tersenyum lebar menahan laju airmatanya


“ Yosuuuaaa i am sorry.. and i love yoouu.. “ angin menghapus suara samar Claudia

__ADS_1


Air laut menarik sisa abu yang menyangkut di celana panjang Claudia, burung mulai turun mencari makan di dalam lautan, matahari mulai mengintip dari balik lautan, hari beranjak fajar


****


Ailee melirik tiket penerbangan di atas meja kecilnya, Domi sedang membereskan isi koper artisnya dan melirik sinis ke arah wajah kesal Ailee


“ bahkan dia tak menelpon ku sekedar mengucapkan kata selamat ! “ gusar Ailee kesal, gadis itu memeriksa kembali handphonenya, wajahnya semakin tegang mengetahui tak satupun keluarga atau orang dekatnya mengucapkan kata kata selamat karena prestasinya


“ mereka semua benar benar menyebalkan ! “ Ailee membanting ponselnya ke kasur


Domi segera meringkas dengan cepat, dia segera meninggalkan kamar gadis cantik itu, diantara wajah datar Domi dia juga merasa sedikit kasihan dan khawatir


“ aduh Yosep yang benar saja “ gumam Domi tak percaya


Ailee meraih tiket pesawatnya dengan cepat, wajah gadis itu jelas semakin marah, dia menarik koper yang sudah rapi di ringkas Domi, gadis itu segera meninggalkan ruang apartment nya


“ aku akan ke pantai Timur, ada yang ingin aku lakukan di sana ! “ ujar Ailee ketus membuat Zian sedikit kaget


“ apa kau akan mengunjungi dokter Yosep ? “ Rahel yang tiba tiba muncul dari balik pintu tak kalah mengejutkan Ailee dan Zian


“ apa aku boleh ikut ? “ tanya Rahel dengan tatapan mata penuh harap


“ Rahel.. “ sekarang bukan hanya Ailee atau Zian yang melotot terkejut, kini Rahel pun ikut membelalakan matanya melihat kehadiran teman sekelasnya di sini


“ kau sedang apa di sini ! “ todong Rahel marah, Yosi memasang wajah tanpa dosa, dia melirik ke arah Ailee dan tersenyum ramah, membuat yang berdiri di sana menatap aneh dan tak mengerti


“ hallo kak ! “ sapa Yosi ramah pada Ailee, yang di sapa mengerutkan dahi

__ADS_1


“ kakak ? “ gumam Ailee tak percaya, siapa pemuda yang tiba tiba memanggilnya kakak ini ? sejak kapan dia memiliki seorang adik, Ailee mengangkat bahu tak paham, dia jelas tak mengenal pemuda sok ramah ini


“ kau kenal kak Ailee ? “ tanya Rahel curiga, Yosi mengangguk cepat, Ailee melirik bingung, begitupun dengan Zian


“ kami akan mengunjungi kak Yosep bersama “ ucap Yosi lagi, dia segera mendekat di sisi Ailee, gadis itu menjauh kan diri spontan, Rahel membuat wajah sinis


“ kau bohong kan ! “ hardik Rahel tak percaya


Yosi mengangkat sebuah amplop, dia segera mengeluarkan isi nya, dan sebuah tiket pesawat yang sama dengan Ailee


Ailee melihat dekat kertas di tangan Yosi, dia membuka mulutnya lebar, gadis itu tak percaya, dia segera menyamakn punya nya dan pemuda asing ini, dan ternyata penerbangan yang sama persis bahkan kursi mereka bersebelahan


“ kau siapa ? “ tanya Ailee bingung


“ aku ? “ Yosi menggaris senyum lebar dan mengulurkan tangan pada Ailee


“ aku adik nya Yosep “ ucap nya memperkenalkan diri


“ yang benar ? “ tanya Ailee tak percaya, dia segera memeluk penuda asing itu dengan ramah


“ aaah.. adik ipaaarr.. “ ujar Ailee membuat dahi Rahel dan kakaknya berkerut tak suka


“ Yosi kau jangan bohong ! “ ketus Rahel menudung Yosi marah, Yosi mengangkat bahu tak peduli, wajahnya masih saja terlihat tenang


“ kau bisa tanyakan langsung nanti “ ujar Yosi tak ambil peduli


“ kak tolong pesan tiket yang sama dengan mereka “ ucap Rahel memohon pada Zian, pemuda itu mengangguk ragu dan menghubungi kontak maskapai di handphonenya

__ADS_1


“ ck ! aku ada urusan pribadi di sana bukan urusan keluarga ! “ ujar Ailee memasang wajah kecewa


__ADS_2