
Yosi merebahkan badannya di atas meja dengan malas, dia menatap tajam ke arah Rahel yang serius menyimak penjelasan guru didepan sana
" ssst... " suara Yosi berusaha mengusik konsen Rahel, tapi gadis itu tak peduli, dia masih tetap fokus dan menyalin setiap apa yang dia lihat di papan sana
guru mulai menuliskan satu soal rumit di papan tulis
" ada yang bisa menjawab ? " tanya guru di depan sana memberikan tantangan pada muridnya
semua hanya terdiam
Rahel dengan cepat mencermati kembali catatannya dan dia yakin akan bisa menyelesaikan soal di depan sana
" ya kamu ! " tunjuk guru dengan tangan yang mengacung di belakang sana
Rahel menoleh heran, wajahnya segera mengeryit tak percaya
Yosi berjalan santai dengan dua tangan di sakunya
di mata Rahel dia memandang remeh pemuda itu, yang benar saja ! dia hanya bermalas malasan sejak tadi, batin Rahel tak percaya
tapi berbeda dengan sorot mata gadis gadis lainnya
mereka begitu menyukai gaya cuek yang cool dari sosok Yosi si tampan, ya begitulah mereka memanggil nya
Yosi tampan
Yosi cool
Yosi keren
tampaknya Rahel belum tahu jika cowok yang mengakrab kan diri dengan nya adlaah bintang sekolah
Yosi sangat populer dan terkenal di sini, lihat saja
dengan yakin Yosi menarik kapur dan menggoreskannya di papan tulis, dengan cepat Yosi menjawab soal rumit yang di buat guru nya, dia menyelesaikannya seperti tanpa berpikir
Rahel mencocokan dengan catatan di bukunya, gadis itu melongo tak percaya
" dia bisa menjawab nya.. " gumam Rahel dengan mulut menganga, matanya melotot besar, gadis itu tak bisa percaya dengan apa yang dia lihat
" tidak mungkin... "
Yosi kembali menghadap ke arah teman temannya, guru mulai memeriksa jawaban pemuda itu dan mengacuhkan jempol
Yosi menyambutnya dengan senyuman matanya menatap lurus ke belakang sana, dia penasaran ekspresi apa yang di buat Rahel saat ini
bibirnya semakin merekah saat mendapatkan tatapan takjub gadis itu, Yosi merasa sangat senang, dia menatap sorot mata Rahel dan memicingkan matanya
Rahel tak menyukai senyum Yosi itu telihat sombong, gadis itu mengakui kemampuan berpikir Yosi tapi..
senyum lebar dan kedipan mata itu ?
Rahel segera membuang muka, dia tidak menyukai pria yang sombong dan itu termasuk Yosi !
__ADS_1
" kau terpesona yaa.. " ucap Yosi menggoda ketika kembali ke tempat duduk nya
Rahel membuang wajah dengan senyum terpaksanya, dia gila ya !
" ahh.. Rahel aku punya sesuatu untuk mu " Yosi dengan cepat membuka tas nya dan menarik selembar kertas
" tadaaa.... " ucapnya dengan nada mengejutkan, tapi tidak, Rahel hanya menatap heran gambaran aneh di kertas itu
" kau ingat ini ? " tanya Yosi penuh harap
Rahel meneliti gambaran itu, apa itu ? dia tak bisa mengerti dengan goresan itu bagaimana dia bisa mengingat apapun di sana
" kau lihat ini... R dan Y ! " tunjuk Yosi di sudut kertas
" itu inisial kita , kau membuatnya saat di sekolah dasar ! " jelas Yosi penuh semangat mencoba menjelaskan pada Rahel, dia mengingat jelas memori indah itu, bagaimana mungkin Rahel melupakannya
" R dan Y... " gumam Rahel pelan
" iya ! kau bilang ini huruf yang cocok, mungkin kita berjodoh ! " ujar Yosi malu malu sambil menyenggol bahu Rahel genit
Rahel mulai terdiam
dia bukan sedang mengenang apa yang Yosi jelaskan
tapi inisial nama itu
terasa familiar buat nya, yaa.. tak di ingkari Rahel menyukai perpaduan dua huruf itu
Yosi melirik malu malu
Rahel tersenyum kecil
Yosi ikut tersenyum
" yaa.. aku suka R dan Y " ucap Rahel dengan wajah serius
" aku juga berharap Rahel dan Yosep itu berjodoh ! " lanjutnya dengan wajah serius, gadis itu kembali menulis di buku nya, dia tak peduli deng Y lainnya
Yosi terperanga tak percaya
dia tak ingin percaya dengan pendengarannya
dia bukan menyebut namanya, dan gadis itu berharap jodoh bukan juga dengannya
" apa kata mu ! " ketus Yosi meminta perhatian Rahel
tapi malah seisi kelas langsung menatap heran ke arah Yosi, termasuk guru yang dari tadi menjelaskan di depan sana
Yosi memasang wajah tampannya dan bertingkah seolah biasa dan tak ada apa apa, semua kembali menatap ke depan
" Rahel.. apa tadi kau bilang.. " Yosi kini sedikit berbisik
Rahel menepis tangan Yosi yang terus menyentuh bahu nya
__ADS_1
" kau bukannya menyukai ku ? " tanya Yosi meminta kepastian
Rahel menoleh dan memasang alis yang menukik
" aku menyukai Yosep, bukan di ri mu .. " ujarnya tegas tanpa selaan, Yosi melotot tak percaya
" si, siapa.. " tanya nya masih dengan berbisik
Rahel menarik nafas dalam, dia sungguh kesal dengan tingkah jengkel Yosi yang kekanak kanakan, itu membuatnya jengah
" Yosep itu seorang dokter, dia pria dewasa yang baik hati dan lembut, dan dia.... " mata Rahel meneliti Yosi dari ujung rambut hingga ke sepatunya, gadis itu semakin sinis saja
" dan dia pasti jauh berbeda dengan mu ! " hardik Rahel lalu berdiri meninggalkan isi kelas, gadis itu melangkah cepat menuju pintu membuat Yosi melongo dan guru bertanya heran
" kau mau kemana Rahel ? " tanya guru
" ijin toilet pak ! " balas gadis itu ketus
Yosi menatap punggung Rahel, dia masih membuat wajah melongo
dia tak percaya dengan ucapan Rahel
gadis itu tak menginginkan dia ?
gadis itu bahkan sudah melupakan dia
gadis itu bukan lah Rahel yang Yosi kenal
pemuda itu harusnya memasang wajah sedih saat ini, tapi wajahnya masih saja bengong dengan mata membulat
" Yosep ? " tanya nya sendiri
" apa dia bilang Yosep seorang dokter ?! " Yosi terperanjat semakin kaget
dia segera berdiri dan berlari menyusul Rahel keluar kelas
suara langkah kaki cepat Yosi mengganggu konsentrasi siswa lainnya, pemuda itu bergegas menyusul Rahel
pak guru menepuk jidatnya
" anak itu selalu saja membuat ulah, kasian murid baru itu harus duduk di sebelahnya.. " ratap pak guru dengan wajah sedih
Yosi terkenal seenaknya dan malas, tapi mau bagaimana pun pemuda itu tidak pernah ketinggalan materi pelajaran
jika game dengan program canggih saja bisa dia kuasai apalagi materi yang semua sudah jelas di buat detail di buku tentu lebih mudah untuk Yosi memahami nya
yaa.. keluarganya terkenal smart bahkan sejak kakaknya lulus sebagai alumni terbaik di sekolah ini
walau mereka berbeda tapi isi otak mereka agak nya tak jauh berbeda, harusnya pria itu dilindungi negara
sekolah cukup mengistimewa kan bakat Yosi, buktinya walau mangkir hadir anak itu akhirnya kembali lagi ke sini, semua sudah menantinya untuk menyelesaikan jenjang formal nya
dia sudah di nanti industri tehnologi di dalam dan terutama di luar negri
__ADS_1
" dia persis kakak nya.. " gumam guru lagi sambil menghela nafas membiarkan pemuda itu meninggalkan kelasnya
" tapi anak perempuan tadi harus kembali, nilainya sungguh jauh di bawah standart ! " kesal guru