Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
TIDAK ADA TEMAN WANITA DAN PRIA


__ADS_3

flash back


Gabriel menggandeng tangan Via dengan wajah mereka yang merona merah, keduanya jelas terlihat cangguh dan salah tingkah, tak lama mereka menyusuri tepian pantai Jeni sudah ada di hadapan mereka


" Via, aku mencari mu. Kau kemana saja sih " sudut mata Jeni melirik Gabriel sekilas dengan sinis


" ada apa Jen ? apa ada sesuatu " tanya Via segera melepas tangannya dan menghampiri Jeni


" ah bukan. Papa mencari mu, kau bilang akan mengajari ku hari ini kan ? " Jeni mengingatkan akan janji yang mereka buat kemarin


" ah iya, maaf aku lupa " ujar Via. Tiba tiba dia teringat akan Gabriel sebelum pergi bersama Jeni


Via memutar badan dan menghampiri keberadaan Gabriel yang mematung


" Gabriel, aku harus belajar bersama Jeni. Apa kau mau ikut ? "


Jeni melotot mendengar penawaran Via, dia menyikut pelan sahabatnya itu


" kenapa kau mengajaknya ? kau tahu aku tak begitu menyukai anak manja itu ! " seru Jeni protes dengan berbisik. Via tersenyum saja malah dia dengan cepat meraih lengan Gabriel dan menarik laki laki itu mengikuti langkah mereka


" isshh.. aku tak suka dengan kedekatan mereka " upat Jeni sinis di belakang punggung Via yang menuntun Gabriel


dan akhirnya


mereka bertiga terlibat duduk bersama di satu meja besar di dalam kamar Jeni, Via harus membagi perhatiannya antara buku Jeni dan buku Gabriel, mereka terlihat serius menyelesaikan soal bersama, Via memang dikenal anak yang cerdas


" Jenii.. minuman dan makanannya ayo di ambil ! " teriakan Mama Jen terdengar jelas, Jeni meraut malas membuat Via tertawa kecil


" biar aku yang ambil " ujar Via segera berdiri dan bersiap mengambil snack mereka. Via meninggalkan Jeni dan Gabriel bersama dalam atmosfer yang seketika berubah tanpa dirinya


....


...


...


Jeni mulai merasa jengah dengan situasi bisu antara dia dan Gabriel, pemuda itu terlihat serius dengan buku nya sementara sesekali matanya mencoba melirik takut ke arah wajah sinis Jeni


Dan akhirnya kedua lirikan mereka bertemu, membuat keduanya segera membuang pandangan. Jeni memainkan ekspresi tak jelas di wajahnya


Via lama sekali sih ! batin Jeni merasa tak sabar


" ehmm.. Jen.. " suara Gabriel akhirnya keluar juga walau terdengar lemah, Jeni segera menoleh dan memasang senyum dengan wajahnya yang bingung, kenapa dia jadi salah tingkah begini !


" apa ! " jawab Jeni meninggi, terdengar ketus hingga Gabriel terperanjat

__ADS_1


" ah, ma, maaf.. " sepertinya gadis itu tersadar dengan suara tinggi nya, dia merasa tak enak dan meminta maaf walau tergagap


Gabriel tersenyum lebar, membuat wajah pemuda itu semakin tampan. Jeni baru kali ini menatap dekat wajah Gabriel, ternyata si anak mama anti panas, anti air asin ini, tampan !


" ah, so, sorry " Jeni segera membuang pandangan mata nya yang terpesona, tapi Gabriel tersipu dan tersenyum kecil


" apa kau dan Via sangat dekat ? " tanya Gabriel dengan sorot mata beningnya, Jeni tak bisa membalas tatapan dalam dari Gabriel


" iya, kami sangat dekat " balas Jeni seadanya, Gabriel tersenyum lagi


" kenapa kau tersenyum seperti itu ? " tanya Jeni dengan wajah heran, bisahkah kau tak selalu tersenyum ! protes batin Jeni kesal


" ah, maaf. Melihat ekspresi mu itu aku.. " Gabriel tak bisa melanjutkan kata kata nya, dia seketika langsung terdiam


Gabriel sepertinga mengingat jika di setiap pertemuannya Via terlihat ramah dan riang sedangkan Jeni lebih cuek dan ketus pada dia, mereka memiliki kesan berbeda di hati Gabriel


" kenapa ! " Jeni menodong ingin tahu


" ah tidak, tidak apa apa.. " ucap Gabriel sedikit menjauhkan diri karena kini Jeni mencondongkan wajahnya mendekati mata Gabriel, seketika kulit putihnya merona


" Hei, kau tak melakukan hal aneh pada Via kan ! " ucap Jeni asal ketika mendapati wajah merah Gabriel, pemuda itu cepat menggeleng


" awas kalau kau macam macam padanya ! " ancam Jeni menarik buku dihadapan mereka


Karena tarikan tangan Jeni yang cepat membuat tempat pensil di meja ikut terdorong jatuh, isinya berserakan di lantai, lantas keduanya spontan membereskan


DUK !


Jeni memegang dahinya dan meringis sedikit, Gabriel pun demikian, tapi dia tak mengelus dahinya yang berbenturan pada Jeni. Pemuda itu lebih peduli pada ringisan sakit gadis di hadapannya, tangannya cepat menyentuh di atas punggung tangan Jeni


" apa masih sakit ? " tanya Gabriel menyentuh kulit tangan Jeni, gadis itu seketika terkejut dengan wajah perhatian di hadapannya, dia bisa merasakan suhu dingin dari telapak tangan Gabriel


apa dia nervous ? tanya batin Jeni menebak


" ahh.. tidak apa apa " ujar Jeni dengan cepat menarik tangannya, tangan Gabriel pun ikut terlepas dari wajah Jeni, keduanya saling menatap lama dalam diam


Aku tak menyukai pemuda dengan raut sendu di wajahnya ini. Dia terlihat lemah di mata ku, dan aku semakin tak menyukainya karena kini dia pun mendekati sahabat terbaik ku, batin Jeni berbisik tatkala matanya masih terus menatap wajah Gabriel


tapi kali ini aku bisa melihat jika Gabriel juga bisa tersenyum dan meraut wajah tenang, wajahnya yang seperti ini lebih baik dari hari hari sebelumnya, bisik batin Jeni masih enggan mengalihkan pandangan


-


-


Aku pikir gadis dengan rambut lurus panjang ini begitu sombong dan ketus, dia bahkan tak menyapa ku di kelas, dia seperti tak mengenalku sama sekali, padahal jelas dia gadis yang kutemui bersama Via, Gabriel pun tak bisa melepaskan sorot matanya pada mata bening dengan bulumata lentik dihadapannya kini

__ADS_1


Jeni bukanlah anak yang berprestasi dan disenangi semua orang seperti Via, tapi gadis ini terlihat jujur dengan ekspresinya. Gabriel menyukai sikap Jeni yang apa adanya


Tangan Gabriel terangkat dan mengelus rambut sisi Jeni, gadis itu pasti terkejut tapi dia membiarkan saja


" kau sering bermain di pantai tapi rambut mu sangat indah berkilau " ujar Gabriel menyisir dengan jari rambut panjang Jeni. Gadis itu masih hanya bisa mematung dengan lirikan matanya yang bingung


" kau tidak marah pada ku, karena aku melakukan ini ? " tanya Gabriel mendekatkan wajahnya, kini jarak mereka sangat dekat hingga hawa panas dari mulut Gabriel bisa Jeni rasakan


Jeni menarik nafasnya, dia mencium aroma mint dari mulut Gabriel, apa dia sedang mengecap permen ? Jeni tersenyum


" aku tidak marah padamu, hanya sedikit kesal " gusar Jeni jujur


" apa aku berbuat salah ? " tanya Gabriel polos dan memamerkan senyumnya, itu bukan wajah orang yang merasa bersalah Gabriel !


" mm.. tidak sih " jawab Jeni bingung


" lalu.. kenapa kau kesal pada ku ? " kali ini wajah Gabriel meraut serius, matanya enggan berkedip menatap wajah gadis cantik yang terlihat sinis di hadapnnya ini, pemuda itu tersenyum lagi


degg.. degg.. degg !!


Jeni merasa ada yang bergetar di dalam dadanya, dia membalas sorot tajam mata Gabriel, pemuda itu masih saja terus tersenyum menanti jawaban dari bibir Jeni


" berhentilah tersenyum " pinta Jeni dengan suara pelan


Gabriel mengerutkan dahi tak mengerti


" kau terlihat menyebalkan kalau tersenyum " gumam Jeni terus memperhatikan bibir Gabriel. Pemuda itu tertawa kecil, jawaban Jeni terdengar lucu oleh nya


" Jenii.. " bisik Gabriel mendekatkan wajahnya tanpa perhitungan lagi


" aku tak akan tersenyum lagi.. " ujarnya pelan membuat nafasnya bisa meniup rambut Jeni, pemuda itu melihat raut menggemaskan wajah Jeni, dia dengan cepat mendaratkan kecupan kecil di dahi gadis itu


Jeni memegang dahinya dengan wajah melongo


Gabriel kembali duduk dengan posisi kaku nya


Via masuk dengan senampan penuh makanan dan minuman


" waaah.. terimakasih Via, kau baik sekali " ujar Gabriel memberikan senyuman lebar pada Via


Jeni membuat wajah sinis


" ck, fuckboy ! " gumam Jeni kesal


Gabriel tertawa kecil membaca gerakan bibir Jeni yang kesal, pemuda itu mengedipkan sebelah matanya pada Jeni, membuat gadis itu mendelik marah

__ADS_1


itu adalah kisah mereka saat duduk di sekolah pertama, awal pertemanan akrab diantara mereka bertiga, dua gadis dan satu pemuda


__ADS_2