Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Hari itu


__ADS_3

“ Aileee... kami datang membesuk mu.. “ mata Bey dan Fika melotot tak percaya mendapati ruang rawat Ailee yang kosong, semua sudah rapi di kemas tapi masih tertinggal di kamar ini


“ bukannya dia belum pulang ? “ tanya Bey pada Fika yang menjawab sama bingung, kedua ibu muda itu mencari seisi ruangan , di dalam lemari, di kamar mandi tapi mereka tak menemukan keberadaan adik satu satunya itu, keduanya menyerah dan memutusnkan menunggu


Bey berbaring di atas ranajng, smeentara Fika mendaratkan kepala di sisi ranjang, mereka mulai merasa bosan menanti kemunculan Ailee, hingga keduanya terlelap di ruang rawat itu


-


-


-


“ apa kau yakin ? “ tanya Yosep meyakinkan wajah gadis di sampingnya sekali lagi, Ailee menatap balas mata Yosep, dia mengangguk seolah yakin


Ailee yang memakai piyama rumah sakit, Yosep yang masih menggunakan seragam bekerjanya, keduanya memasuki gereja dengan jantung yang berdegup kencang, genggaman tangan merena semakin erat tatkala tatapan pastur dan Papa Ailee yang terus memperhatikan tingkah kaku mereka


Tanpa menunggu lama semenjak Yosep mengajak Ailee menikah, hari itu juga mereka memutuskan untuj menikah walau tanpa siapapun yang ikut merayakannya, hanya Papa Ailee yang hadir di sana karena mereka tak sengaja bertemu saat papa nya sedang berdoa di gereja


“ papa akan menikahkan kalian “ ucapan mengejutkan dari mulut Papa Ailee membuat keduanya sontak tak percaya, ternyata ada juga yang mendukung tingkah konyol pasangan ini


“ apa kau menikah dengan pakaian itu ? “ tanya papa sedikit aneh, Ailee mengangguk cepat


“ aku terlalus ering berdandan dan memakai gaun, ini akan menjadi moment tersendiri dalam hidup ku “ ucap Ailee excited, kedua pria di sana hanya menurut saja


Hari itu, tanpa persiapan, tanpa rencana yang berbaris panjang, Ailee dan Yosep resmi menikah, walau dalam keadaan sangat sederhana dan apa adanya tapi raut wajah keduanya tidak lah sesederhana keadaan mereka, cinta keduanya tak pernah bisa terlihat jelas tapi semua itu tercermin indah dalam tingkah mereka


“ aku mencintai mu istriku “ ujar Yosep di atas mimbar


“ aku pun sangat mencintai mu suami ku “ balas Ailee menerima kecupan hangat di bibirnya, keduanya mendapat tepuk tangan sederhana dari dua orang saja di sana yaitu papa Ailee dan pastur yang juga sahabat karib papa Ailee


-


-


-


“ wah kalian mau cepat kaya ya menikah dengan sangat sederhana seperti itu “ konyol Azka berseloroh, Ailee melirik sinis


“ kau pikir hidup ku kurang kaya, kau malah hilang begitu saja ! “ ucap Ailee membalas guyonan Azka dengan marah


“ aku tidak menghilang Yosep kan membicarakan semuanya pada mu “ jawab Azka membela diri

__ADS_1


“ tetap saja kau tidak pamit dengan ku ! kau itu temanku atau bukan sih, kenapa kau selalu saja berurusan dengan Yosep di belakang ku ! “ hardik Ailee masih marah


“ kami memiliki hubungan spesial tidak sepertimu ! “ ujar Azka membuat alis Ailee bertaut kesal, tangannya membanting garpu, dan siap menghampiri kursi Azka


“ sayaaang.. “ Yosep mencoba menghentikan Ailee


“ apa ! kau juga mau membela nya ! “ ketus Ailee berbalik ke arah Yosep, suaminya segera menggeleng


“ kau dan Azka main mata di belakang ku ya ! “ sinis Ailee pelan di wajah takut Yosep


Semua hanya tertawa lucu mendengar pertengkaran mereka bertiga, mereka harus terbiasa mendengar perdebatan seperti ini di waktu yang akan datang


Deringan telpon Ailee membuat gadis itu kembali meraut wajah datar, dia segera mengangkat panggilan telepon dan sedikit menjauhkan diri.


Ailee baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya, saat Ailee membalikkan badan dia mendapai Claudia di belakang punggungnya


“ Ailee.. aku ingin minta maaf pada mu “ ucap Claudia menunduk dalam, Ailee segera menghampiri wanita bule itu, dia segera berjongkok dan menggenggam hangat tangan Claudia


“ kau tak punya salah padaku, aku menunggu kebahagiaan mu “ ujar Ailee menguatkan Claudia, mereka berpelukan hangat


Azka merangkul bahu Yosep, kedua pria itu tersenyum lebar


“ aku titip Ailee bro “ ujar Azka mantab


Azka mendorong kursi Claudia dan kembali ke meja makan sementara Yosep menuntun Ailee untuk bangun


“ sayang.. aku bangga pada mu “ bisik Yosep lembut di permukaan rambut Ailee yang wangi semerbak


Ailee memeluk erat suaminya dan mulai terisak, Yosep membelai rambut halus Ailee


“ kau belum lihat kantor ku di sini “ ujar Yosep membuat dadanya ditepuk pelan oleh telapak tangan Ailee


“ kenapa kau menawarkan ku ke kantor mu sih “ protes Ailee, Yosep tertawa kecil dia jelas sedang menggoda istrinya itu


“ kau kan menyukai ruang kerja ku “ bisik Yosep mengingat tingkah konyol wanita cantik di pelukannya saat ini, bukan kah di ruang kerja hubungan mereka kembali di mulai, dari ruang kerja hingga ruang rawat dan berakhir dengan ikatan janji suci


Ailee mengikuti tarikan tangan Yosep, pria itu tak sabar memperlihatkan kantor barunya kepada istrinya, dia segera memutar handle pintu, dan menyalakan lampu hingga ruangan di depan mata mereka terlihat jelas


“ woooaaaa.. “ suara Ailee kagum


Cahaya lampu menerangi ruangan menampias jelas pemandangan indah di depan sana, suasana pantai dengan penerang temaram lampu jalan, terlihat jelas debur ombak menerpa batu karang besar di sebelah hulu dan ombak kecil yang mendarat di bibir pantai, semua menggoda mata ketika menatap nya

__ADS_1


Ailee bisa melihat suasana hangat di luar sana, beberapa orang mulai terlihat menari bersama pasangan dan terus menikmati santapan mereka, semua tertawa bahagia, Ailee tersenyum senang


SREET...


Yosep menekan tombol otomatis membuat pembatas kaca perlahan ditutupi gordeng lebar dengan warna senada interior ruangan, wanita itu mengerutkan dahi kecewa, dia masih asyik melihat keluar tadi, tapi rangkulan hangat Yosep segera mengganti raut kecewanya


Ailee membiarkan saja wajah suaminya terbenam di belakang punggung dan terus mencium kecil di sana. Wanita itu menyapu pandangan di dalam ruangan tanpa menolak dekapan erat lengan Yosep yang bertaut di pinggangnya


Ruangan yang cukup luas dengan rak rak besar berisi banyak buku dan dokumen, ruangan dengan banyak benda dan peralatan medis yang tak dimengerti Ailee


Yosep menarik tubuh istrinya, dia mendorong sebuah rak berisi buku dan membuat dinding itu berputar, mata Ailee membelalak besar melihat ranjang ukuran besar di balik rak buku tadi


“ ini kamar rahasia kita “ bisik Yosep di belakang Ailee, istrinya mencubit gemas


Yosep membalikkan tubuh Ailee membuat keduanya saling menatap dalam, jelas semua rasa tergambar dalam mata keduanya, Yosep mencoba menarik senyum kecil, pria itu sungguh merindukan istrinya, walau mereka masih belum bisa mempublikasi hubungan resmi mereka karena pekerjaan Ailee, tapi saat ini gadis ini adlaah milik Yosep seutuhnya


“ aku sangat merindukan mu disini “ ucap Yosep dengan wajah tak tahannya, Ailee mengangkat tangan berlahan mengelus pipi suaminya dengan penuh cinta, dia merasakan hangat kulit wajah suaminya, Yosep memejamkan mata meresapi sentuhan lembut Ailee, dia sungguh merasakan sentuhan hangat ini


“ sayaaang... “ suara Ailee terdengar gemas, dia segera merangkul suaminya


“ aku juga rindu kamuu sayaang.. “ balas Ailee meluapkan perasaanya, dia mendaratkan ciuman di bibir Yosep yang sudah sangat siap malam ini


“ ah... ini kan kantor mu “ ucap Ailee berusaha mengingatkan


“ kita tidak perlu melakukan nya di ranjang pasien lagi.. “ bisik Yosep masih menggoda, dia teringat akan ciuman panas mereka saat Ailee sakit, pria itu harus menahan diri saat itu, tapi tidak kali ini, walaupun di ruang kerja tapi Yosep sudah memikirkan semuanya, dia sengaja membuat kamar ini, dengan begini Ailee akan nyaman menghabiskan waktu bersamanya meski masih harus menyelesaikan pekerjaan


Ailee mengangguk malu menatap ranjang besar di depan sana, langkah Yosep mendesaknya terus mundur hingga dia terduduk di ranjang, Yosep tertawa kecil melihat wajah terkejut Ailee, pria itu terus mendekatkan tubuhnya hingga punggung tegak Ailee harus jatuh ke ranjang


Yosep segera melepaskan jasnya dan ikut merebahkan diri di atas tubuh istrinya, tangannya yang kekar menyentuh wajah istrinya, Ailee hanya tersenyum penuh arti


“ kau membiarkan lampunya, mereka bisa mengintip nanti “ bisik Ailee malu sambil menunjuk ke atas, Yosep menggelengkan kepala


“ ini ruangan rahasia, Cuma kamu dan aku yang tahu “ ucap Yosep meyakinkan



“ tapi aku malu “ balas Ailee menutup wajahnya


Jari Yosep menekan tombol dan cahaya lampu yang terang berganti temaram, Ailee mengeryitkan dahi tak percaya dengan kontak di sisi ranjang dimana dia berbaring


“ sekarang kau tak punya alasan lagi .. “ bisik Yosep membenamkan diri di antara pundak Ailee, pria itu melepas kancing kemejanya, jarinya menyusup lincah di bawah pakaian istrinya yang memejamkan mata berlahan

__ADS_1


“ aku mencintaimu, sayaaang.. “



__ADS_2