Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Terasa panas


__ADS_3

Ailee terlihat menatap kosong dengan wajah nya yang kurang tidur, kantung matanya terlihat menebal, kulit wajahnya tak secerah biasanya


Domi mencuri lirik, dia menggeleng pelan menyadari kegundahan panjang yang tak kunjung berakhir dari bos yang sudah seperti saudara itu


" cepat kunjungi dokter mu " saran Domi melirik sebentar ke arah Ailee


Ailee memutar bola matanya, gadis itu menangkap punggung Domi yang terus bergerak sibuk, asistennya itu sedang membantu meringkas keperluan Ailee


" aku kesulitan tidur dan berpikir, perasaan ku juga tak menentu, aku tak bisa tersenyum ataupun menangis " gumam Ailee pelan dengan sorot mata nya yang kosong


" kau sepertinya mengalami gangguan mental " timpal Domi asal, membuat bibir Ailee berdecak kesal


" sembarangan, kau pikir itu bahan bercanda ! penyakit mental itu sangat serius tau ! " kesal Ailee membuat Domi menatap heran, dia hanya bercanda kenapa Ailee terlalu sensitif sampai membuat wajah marah seperti itu ? Domi mengangkat bahu tak mengerti, dia melanjutkan pekerjaannya


" sepertinya aku harus ke dokter " akhirnya gadis itu menerima saran Domi, pria yang merebahkan duduk di karpet lantai mengurut dada merasa sedikit lega


" sepertinya dia membutuhkan dokter estetika daripada psikolog.. " ujar Domi pelan tapi Ailee mampu mendengar celotehan nya


" apa kata mu !! " hardik Ailee marah, gadis itu segera turun dari ranjang dan menatap bayangan wajahnya di cermin


" oh my, kulit ku kusam sekali.. " gerutu Ailee dengan wajah cemas nya


Domi segera menaruh stelan di kasur, pria itu juga menurunkan satu tas mungil berikut sendal, semua itu di siapkan supaya Ailee segera beranjak dari kamarnya, gadis itu sudah berapa hari mengurung diri di kamar bahkan tidak mandi mandi


" jangan lupa kunjungi dokter kulit, lakukan perawatan juga, kau masih banyak proyek tau ! " saran Domi dengan nada ketus nya


" iyaa iyaa.. " jawab Ailee dengan malas, gadis itu meraih piyama handuk nya, akhirnya dia merasakan benda wangi menyentuh tubuhnya, rasanya sangat menyegarkan


-


-


-


Ailee segera menyela antrian, gadis itu sudah menelepon lebih dulu sebelum tiba di rumah sakit, ini adalah jalur cepat mengunjungi dokter langganan mu, itulah enaknya menjadi orang yang berpengaruh, kau tak usah menunggu dan membuang buang waktu


" selamat siang dok " sapa Ailee ramah


" selamat siang Ailee, sudah lama tidak melihat mu " sapa dokter dengab ramah, dia mempersilahkan Ailee duduk, gadis itu segera menganbil kursi dan mulai bercerita mengenai keluhannya akhir akhir ini


dokter mendengarkan dengans seksama, sesekali dia menjawab dengan guyonan ringan membuat Ailee merasa lebih ringan, dengan berbicara seperti ini saja seperti sudah mengurangi beban pikiran Ailee yang tak jelas memikirkan apa


dokter baru saja membuat draft untuk program diet sehat Ailee, dokter itu juga membuatkan jadwal waktu yang tepat untuk gadis itu berolah raga, mereka membicarakan semuanya dengan hangat

__ADS_1


" ah dokter boleh pinjam kamar mandi mu ? " ijin Ailee dengan wajah nya yang memerah


dia sudah tidak tahan menahan rasa dingin karena suhu rendah ruangan ini, gadis itu memang banyak menghabiskan jus buah juga tadi pagi, itu membuat kantung kemihnya seperti nya ingin segera mengeluarkan beban


dokter mengangguk cepat mempersilahkan Ailee


gadis itu segera beranjak dengan senyuman malu malu nya, dokter hanya tertawa kecil


tok.. tok.. tok..


" maaf mengganggu dok "


kepala Yosep menyembul dari balik daun pintu, dia tersenyum kecil, pria itu segera masuk dan melihat tak ada pasien yang sedang ditangani membuat Yosep segera duduk di depan dokter senior itu


" dok, ini hasilnya, apa kah semakin membaik ? " Yosep menyerahkan beberapa lembar kertas khas hasil laporan dari lab, dokter itu menelitinya dengan serius, keduanya mulai membahas topik dengan beberapa kata medis yang sulit di pahami


Ailee berlahan membuka pintu tapi dia segera menutup lagi melihat ada wajah pria yang dia kenal di depan sana, wajah Yosep.terlihat sangat serius membuat Ailee ingin mengintip sekali lagi, gadis itu agak nya penasaran


dengan ragu tangan Ailee membuka sedikit daun pintu, matanya mengintip daris sela pintu, gadis itu menyimak obrolan mereka


" traumatis itu sulit sekali disembuhkan, bisa saja mereka sangat sehat secara fisik tapi kenyataannya mereka lebih dari sakit, apa kau sudah mencari tahu apa yang dia alami ? " suara dokter senior itu jelas terdengar menyelidik


" aku sudah mencoba menjalin hubungan dan komunikais baik dengannya, tapi Azka masih enggan menceritakannya dengan lugas " balas Yosep


apa seserius ini, Ailee merasa sangat bersalah tidak bisa membalas perasaan Azka, gadis itu membuat wajah cemas


" ternyata cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat merusak mental " batin Ailee sangat menyesalkan perlakuannya pada Azka, dia merasa bersalah dan terbebani


" tapi bisa ditarik kesimpulan luka awal Yosua berawal saat dia masih duduk sebagai siswa SMA, dan mereka berada pada satu sekolah yang sama " suara Yosep terdengar lagi, pria itu jelas sedang membuat spekulasi


" pasti berhubungan satu sama lain, tapi kau harus mencoba supaya dia menceritakan semua nya pada mu, dengan begitu bebannya akan sedikit berkurang " pendapat dokter lagi, membuat Yosep mengangguk angguk setuju


" bagaimana dengan wanita itu ? " telinga Ailee semakin siaga mendengarkan percakapan lanjutan mereka


" ah.. dia belum juga stabil " ucap Yosep lemah


wanita siapa yang mereka maksud ? mendengar kata wanita emmbuat dada Ailee berdebar debar, apa ini yang dibicarakan dua ipar nya kemarin ? gadis itu semakin penasaran saja dengan topik pembicaraan antara dua dokter di depan sana


" aku paham tanggung jawab mu, itu berat apalagi di awal karir mu seperti ini, tapi aku yakin kau bisa melewati nya.. " lanjut dokter senior itu menyemangati


Ailee sangat penasaran dengan lanjutan pembicaraan mereka, gadis itu semakin menempelkan telinga hingga tak sadar tangannya tak mampu lagi menahan handle pintu yang terdorong berat oleh tubuhnya


pintu itu terbuka lebar

__ADS_1


Ailee memasang wajah dengan senyuman ditarik penuh, gadis itu berusaha menatap kedua dokter yang terlihat bingung itu dengan mata penuh tebar pesona, gadis itu seolah olah biasa saja padahal dalam hati nya jelas ada rasa yang luar biasa malu nya



Yosep mengeryitkan dahi, dia heran mendapati gadis ini tiba tiba muncul dari balik pintu itu, baru saja Yosep hendak mengajukan pertanyaan,dokter senior mengambil alih keadaan


" apa kau sudah selesai ? " tanya nya entah pada siapa


Yosep mengangguk bertanda iya


Ailee mengangguk cepat, dia juga menjawab iya untuk pertanyaan itu


dokter senior tertawa renyah


" apa kalian saling kenal ? bahasa tubuh kalian sangat sinkron seperti pasangan saja " ucap dokter itu berpendapat sekenanya


Ailee melirik Yosep dengan wajahnya yang tak tahu harus memasang ekspresi apa


Yosep membalas lirikan Ailee sambil merapikan lembaran yang tadi dia bawa, pria itu ikut salah tingkah


Ailee kembali duduk berhadapan dengan dokter senior yang masih menantinya


Yosep segera meninggalkan ruangan itu dengan langkah bingungnya


" apa kau kenal dokter Yosep nona Ailee ? " dokter ini masih saja penasaran


" mmhmm... " Ailee bingung harus menjawab apa


" ah tentu saja, dia sangat populer di sini " dokter itu menjawab sendiri pertanyaanya, Ailee melotot tak percaya


" pria itu populer ? ah yang benar saja ! " batin Ailee tak terima


" dia bahkan tak punya waktu kosong dalam kesehariannya, terkadang aku merasa sedikit prihatin padanya, tapi dia yang menginginkan itu.. " lanjut dokter bercerita dengan lancar membuat Ailee semakin ingin mendengar


" menjadi dokter muda yang tampan populer dan baik hati memang berat " kalimat terakhir dari mulut dokter senior ini membuat Ailee mendelik kesal, tiba tiba dadanya seperti terbakar


" apa dia sering menerima kunjungan ? " selidik Ailee


dokter itu mendekatkan tubuhnya, condong mendekati wajah Ailee, gadis itu memasang kuping siaga


" ruangannya berada di lantai empat dan tak pernah sepi.. " bisik dokter itu dengan senyuman penuh arti


__ADS_1


__ADS_2