Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Tekanan mental


__ADS_3

Sofia membelalakan mata tak percaya akan tamu di pagi buta nya, wanita itu segera berdiri dengan mata terbelalak


wajah kaget Sofia membuat meja makan yang tadinya ramai seketika terperanjat dan terfokus pada satu sosok yang mengagetkan mereka


Sofia dan Daniel berdiri kompak, tak percaya


" Yosep !! " seru kedua nya serempak


Daniel dan Sofia saling beradu pandnag, mereka tak percaya mendapati siapa kini yang bergabung di jam sarapan keluarga mereka


Daniel menarik kursi dan mempersilahkan Yosep duduk


Bey menatap heran tamu nya


" pria yang masih hangat di perbincangkan dalam keluarganya akhirnya datang juga " kira kira seperti itu lah gumam ibu hamil itu


dia melanjutkan suapannya dengan memasang perhatian, tapi perutnya yang lapar lebih meminta perhatian


" lihat siapa ini ! " ketus Sofia sambil mengadahkan kedua tangannya antara tak percaya atau mengejek


" hei ! siapa yang bilang tak akan kembali di sini ! " seperti gayung bersambut kalimat Daniel pun tak jauh berbeda dengan Sofia, mereka kompak sekali


Yosep hanya memasang wajah datar, dia memang seperti termakan omongan sendiri


" apa begitu sulit mengerjakan soal menjadi warga negara Australia ? " ejek daniel kali ini terdengar lebih vulg*ar alias to the point


Yosep menatap teman lama nya itu sebentar dan memasang wajah menahan kesal, membuat Sofia menahan tawa, Daniel tersenyum kecil


" Claudia menghilang.. " kalimat Yosep yang samar membuat tawa dan senyum Daniel ataupun Sofia sontak hilang, wajah mereka kini terlihat kaget dan mulai cemas


" apa maksud mu ? " tanya Sofia ingin lebih jelas lagi dengan ucapan Yosep


" dia tak ada dimana pun, aku tak menemukannya.. " lanjut Yosep dengan wajah menyerah


Daniel segera mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang, terdengar suami Bey itu menelpon seorang detektif dan meminta bantuan


" bagaimana bisa Yosep ? kau bilang kau menjaganya ? " protes Sofia dengan suara datar tapi tatapan mata serius


wajah Yosep semakin terlihat penuh kesalahan dan penyesalan


" aku terlalu lelah sampai lupa dengan pekerjaanku, aku meninggalkannya hari itu, harusnya itu jadwal terapi nya tapi aku malah tak menjemput nya.. " jelas Yosep dengan wajah yang semakin melesu


pria itu terlihat putus asa


" apa dia sudah lebih baik ? " tanya Daniel dengan wajah penuh harap


Yosep menggeleng


" dia masih tergantung dengan terapi, karena kehamilannya dia tak bisa sembarang mengkonsumsi obat obatan, aku takut hal buruk terjadi dengan nya, dengan anak nya.. " lanjut Yosep mengurut dahi , seperti nya beban di kepala nya semakin bertambah saja


Bey menghabiskan isi piringnya, walau tanpa menyela jelas wanita itu memperhatikan dengan seksama


Sofia yang berusaha menenangkan Yosep

__ADS_1


Yosep yang mulai putus asa dengan wajah menyerah nya


dan suami nya yang sibuk meminta pekerja nya mengurus masalah yang ada, entah lah masalah apa, Bey tak berani menduga, tapi dia sedikit tahu dari suami nya kemarin jika Yosep menyembunyikan sebuah rahasia, dan Bey tahu itu


apa Ailee tahu ? Bey seketika berpikir tentang temannya yang manja itu


apa aku harus memberi tahu nya ? Bey masih berpikir sendiri


ah sudahlah.. dia tak mau menambah kinerja otaknya, calon ibu muda itu menengguk susu nya dengan cepat


" sayang.. pelan pelan " pinta Daniel dengan penuh perhatian


Bey menurunkan gelasnya, dengan cepat Daniel meraih tissu dan menyeka bibir istrinya


" kau boleh menghabiskan semua nya, tapi ku mohon makan lah dengan berlahan " pinta Daniel dengan senyum memohonnya


Bey mengangguk pelan sambil mengelus pipi suami nya


Sofia dan Alex tertawa melihat pemandangan mesra di depan mereka


sementara Yosep ?


dia hanya menatap nanar dengan mata sedikit kesal, kenapa dia tak bisa seperti itu ?


" aku yakin dia mencari Yosua.. " kira Sofia dengan wajah meyakinkan


********


" aku akan ke informasi, siapa dan kamar berapa yang kau tuju ? " tanya Azka di parkiran ketika mereka sudah tiba di rumah sakit sesuai dengan Claudia sebut tadi


Azka memasang sorot wajah menunggu


Cludia menatap Azka dengan ragu ragu


" aku tidak tahu " jawaban cepat nya membuat Azka mengerutkan dahi tak mengerti, apa maksudnya ?


" hah ! kau tak tahu harus menjenguk siapa ? " tanya Azka bingung


Claudia diam sesaat


" a, aku... aku mencari Yosua.. " jawab Claudia ragu


Azka membelalakan mata tatkala wanita di depannya menyebut nama Yosua


" apa yang kau maksud Yosua Winata ? " tanya Azka tak percaya


Claudia membuat wajah senang, dia segera menarik narik baju Azka


" kau mengenalnya ? kau tahu Yosua ? dimana dia ? " tanya Claudia dengan wajah penuh harap, wanita itu terlihat sangat senang


Azka cuma bisa terdiam


Claudia terus saja bertanya lagi dan lagi, membuat Azka semakin tak mampu mengeluarkan suara

__ADS_1


" kau tahu Yosua ku dimana ? apa kau tahu Yosua ? dimana Yosua.. aku mencari Yosua " ucap Claudia berulang ulang seperti menggema di dalam telinga Azka


pria itu cukup lama terbengong


suara Claudia mulai mengganggu pikirannya, suara wanita ini terus saja menggema di telinga Azka membuat perasaanya memanas dan emosi nya seketika naik


" DIIIAAAAMMMM !!!! " teriak Azka murka


Claudia langsung terdiam


wanita itu menatap wajah garang Azka dan mulai ketakutan, dia menutup kedua telinga nya dan membuat raut wajah ketakutan


Claudia mulai gemetar, wanita hamil itu jelas sangat ketakutan, badannya gemetar, jarinya bergetar juga bibir nya


sepertinya bentakan Azka menjatuhkan mentalnya, dia seperti orang yang sangat takut dan cemas, dia membuat tubuhnya seperti waspada


Claudia meringkuk di kursi mobil


Azka menatap wanita di sebelah nya dan membuat wajah tegang nya berlahan mendatar, dia tak percaya dengan perbuatan nya sendiri dan menyesal


pria itu menarik narik rambut nya dia mulai menyakiti diri sendiri lagi


dan beberapa kali memukul mukul klakson, membuat suara bising hingga mencuri perhatian banyak orang


beberapa orang mulai curiga dan mendekati mobil Azka


petugas kesehatan mulai memanggil rekannya dan meminta bantuan


Claudia tak sadarkan diri dan segera di bawa ke ruang rawat


Azka terlihat kembali depresi dan mencari obat penenang di saku nya, tapi dia kan yang telah membuang semua ke tempat sampah karena permintaan Ailee


pria itu semakin panik, dahinya mengucurkan keringat dan wajahnya jelas cemas, dia tak bisa lagi di tenangkan oleh petugas yang hanya dua orang di sana


Azka mulai mengamuk dan semakin murka


tiga orang berlari menghampiri mobil Azka, petugas kesehatan semakin bertambah untuk menenangkan nya


" Azkaa.. " panggil Yosep tak percaya


" apa pak dokter mengenal nya ? dia bersama wanita bule yang sedang hamil tadi.. " sahut petugas kesehatan kepada Yosep yang mereka kenal


" Claudia ! " seru Sofia mendengar penjelasan perawat yang menyebut wanita bule


" dimana dia ? " tanya Sofia


petugas itu segera memeberi tahu jika Claudia di bawa ke ruang rawat, Sofia segera berlari memasuki lobby rumah sakit


sementara Yosep dan Daniel berusaha menenangkan Azka dan membawanya ke ruang perawatan


untunglah mereka datang di saat yang tepat, tak salah jika orang orang Daniel mempunyai pekerjaan yang baik


itu warisan dari Alfa, pengusaha sukses itu banyak mewariskan bukan hanya harta dan keahlian pekerjanya, juga sedikit masalah

__ADS_1


" aku tak percaya bahkan Azka pun mengalami masalah mental seperti ini.. " gunam Yosep dengan wajah cemas


" apa Ailee baik baik saja ? " tiba tiba dia mengkhawatirkan mantan pacar nya


__ADS_2