
Yosep baru saja menaiki lift dan memencet tombol lantai yang sudah sangat di luar kepalanya
akhir akhir ini dia sering sekali menginjakkan kaki ke apartment Ailee, padahal Daniel hanya sekali saja menyuruhnya
sepertinya Yosep harus banyak berterima kasih pada pria beristri itu
" bagaimana kabarnya, dia pasti sangat konsen pada istrinya sampai sampai pesan dan panggilanku tidak di respon "
Yosep melirik ponsel di tangannya, tak ada satupun balasan dari sekian deret pesan yang dia kirimkan pada Daniel
semua hanya berurusan dengan sekolah dan pekerjaan saja yang ramai balasan
langkah panjang Yosep terhenti, matanya menangkap wajah sedih yang menunduk di depan sana
gadis manis yang sedang murung, sepertinya
Yosep mempercepat langkahnya, dia menghampiri Rahel dengan segera
" Raheell.. " sapa Yosep lembut
gadis itu segera menegakkan dirinya mendengar suara berat laki laki yang cukup dia kenal
" kak Yosep ? " tanya Rahel ingin memastikan
" iya ini aku, sedang apa kau ? "
Yosep manatap heran wajah cemas Rahel, gadis itu mengukir senyum membalas sapaan Yosep tapi masih jelas terlihat raut cemasnya di sana
" oh... " Rahel bingung harus menjawab apa
tiba tiba gadis itu teringat dengan ponsel Zian di tangannya, ponsel itu berbunyi lagi
" kaak.. " ucap Rahel
tangannya mengangkat ponsel di telapaknya, dia membuka menengadahkan ponsel itu ke arah Yosep, tapi Rahel salah, Yosep ada di sebelah kiri nya bukan di sebelah kanan, dan pula.. ponsel itu dalam keadaan terbalik, Yosep tersenyum kecil
" ponsel kakak tertinggal dan terus berbunyi.. " lanjut Rahel dengan wajah bingung, Yosep melirik ponsel itu terlihat banyak panggilan tak terjawab dan sederet pesan masuk
matanya sedikit terbelalak takjub
" wooow... bahkan disana bukan cuma puluhan " seru hati Yosep tak percaya pada kinerja ponsel di genggaman Rahel, tapi bukan itu yang penting, Yosep mengalihkan perhatiannya kembali pada Rahel
" apa kau ingin mengantarnya ? " tanya Yosep
pada awalnya Rahel ragu harus menjawab apa, dia tidak ingin merepotkan Yosep begitulah pikir gadis manis itu
" kakak akan bertemu kak Ailee ? " Rahel balik bertanya
__ADS_1
gadis itu nenunjuk arah ruangan Ailee, tapi itu bukan lah kamar Ailee Rahel, kau menunjuk arah lift dan Yosep baru saja meninggalkannya
" sepertinya Ailee juga belum sampai ke rumahnya, jadi aku bisa membantu mu lebih dulu.. "
ucapan Yosep ditanggapi ragu oleh Rahel, gadis itu merasa sungkan
" tidak apa Rahel, lagipula Ailee dan aku belum janjian, aku hanya mampir saja "
Yosep berusaha meyakinkan keraguan Rahel
tentu saja dia ingin membantu Rahel lihatlah wajah sendu gadis itu, siapa yang tidak akan membantunya, bahkan jika Ailee yang melihatnya saat ini pastilah gadis itu langsung menarik tangan Rahel dan memacu mobil menghampiri Zian
Yosep tertawa membayangkan jika Ailee yang bertemu Rahel saat ini, gadis itu terlalu baik kadang tingkah dan niat baiknya malah konyol ! bisik hati Yosep, pria itu tersenyum lucu sendiri
" apa tidak merepotkan pak dokter ? " tanya Rahel sekali lagi untuk meyakinkan Yosep
pria itu tersenyum tapi dia sadar Rahel tidak akan bisa mengerti arti senyumannya itu
" aku akan mengantar mu, apa kau tahu kakakmu dimana ? "
Rahel menjawab dengan anggukan cepat, tentu saja dia tahu Zian sudah memberi tahu jadwalnya dari jauh jauh hari
" di taman hiburan nasional ! " jawab Rahel cepat sambil memamerkan gigi gigi rapihnya
" ayo kita kesana ! " balas Yosep dengan nada riang, dia menyukai senyum merekah Rahel, gadis ini tidak murung lagi pikirnya
Yosep meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat, pria itu siap menuntun jalan mereka kembali menuruni lift dan menuju parkiran mobil nya
Rahel berjalan beriringan dengan langkah Yosep, gadis itu sangat senang ada tangan yang kokoh mau dan tak malu menggandengnya
selama ini hanya Zian laki laki yang mau menggandeng erat seperti ini
rasanya hati Rahel sangat senang, dia tak menyangka jika dokter Yosep sebaik dan setulus ini padanya
" kak Ailee sungguh beruntung.. " gumam Rahel pelan di belakang punggung Yosep, tentu saja pria itu tidak menyadarinya
Yosep membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Rahel masuk
dia mengambil pintu arah sebaliknya dan mulai memasuki mobil dan memutar kontak
Yosep baru saja fokus hendak mengemudikan laju mobilnya, tapi tatapan aneh dari gadis di sebelahnya membuat raut wajahnya jadi heran
" kenapa ? " tanya Yosep tak mengerti arti tatapan wajah aneh milik Rahel
gadis itu sekarang mengul*um senyumnya, wajahnya terlihat sedang menggoda
" hahahhaa... "
__ADS_1
Rahel tiba tiba tertawa membuat Yosep semakin heran
" apa kak Yosep akan menyatakan cinta ? " tanya Rahel dengan senyum jahil, sontak membuat Yosep terkejut
" kenapa kau bilang begitu ? "
Yosep menoleh ke belakang, ke arah taman bunga bikinannya, harusnya Rahel tidak bisa melihatnya kan ? pikir Yosep bertambah heran
" kak aku tidak bisa melihatnya tapi aku bisa merasakannya.. " Rahel menarik nafas panjang
" ada berapa bunga disini ka ? " tanya Rahel mengejek
" apa kakak membawa kebun mawar di mobil ini ? " Rahel tertawa renyah, membuat Yosep ikut tertawa, dia tidak menyangka tebakan Rahel sangat tepat
" bagaimana kau bahkan tahu banyak ! " ujar Yosep sambil menyimpan wajah meronanya
pria itu menyalakan mobil dan bersiap meninggalkan parkiran
" apa kakak akan menyatakan cinta di basement ? " tanya Rahel lagi, gadis itu sepertinya sangat penasaran
Yosep menepuk jidatnya, benar juga kata Rahel, jika dia meminta bertemu Ailee di sini tentu saja akan terjadi pernyataan cinta di basment apartment Ailee, kenapa dia tak bisa terpikir kesana, Yosep bingung
" aku akan membantu kakak ! " ucap Rahel mantap
gadis itu sepertinya juga tahu kalau Yosep saat ini sedang galau
" kita kan ke tempat hiburan, kakak harus ajak ka Ailee kesana, menyatakan cinta di tengah lampu gondola gantung yang berwarna warni, kakak juga bisa mengajak kak Ailee naik bianglala.. " ide Rahel dengan wajah penuh harap
Yosep mengerutkan dahi, sedikit bingung, tapi saran gadis ini boleh juga, bukannya wanita suka yang romantis dan memorable
" ah satu lagi, aku akan minta kak Zian menyanyikan lagu romantis untuk kalian, bagaimana kalau lagu sempurna ? "
Rahel masih saja berceloteh dengan riang, ada banyak ide manis dan romantis dalam kepalanya gadis itu karena dia tak menyadari jika ide ide gilanya itu membuat Yosep kurang fokus, pria itu membayangkan wajah Ailee di depan matanya, dia sudah semakin tak sabar lagi
" terimakasih idemu, aku sangat menyukainya.. "
ujar Yosep di penghujung kalimat Rahel
pria itu menjangkau kepala rahel mengelus lembut disana
gadis kecil itu langsung terdiam, mulutnya yang tadi berceloteh kini tak sempat tertutup, gadis itu terlalu kaget dengan sentuhan tiba tiba dari tangan Yosep
Rahel menyentuh kepalanya berlahan, di sini tadi Yosep menyinggahkan telapak tangannya walau hanya sebentar
" hangaat... " gumam Rahel hampir tanpa suara, bibirnya tersenyum kecil
deg... deg... deg.... !!!!
__ADS_1