Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Dulu


__ADS_3

Claudia


Kami sudah cukup lama saling mengenal, dia adalah rekan kerja tim yang baik dan berdedikasi, karena banyak hal aku dan dia terlibat dalam banyak waktu bersama hingga akhirnya kami, tepatnya aku menyatakan cinta padanya, kupikir dedikasinya yang tinggi, rasa tanggung jawab, dan sifatnya yang rajin membuat ku kagum, tapi waktu menjawab nya bahwa aku memang hanya sebatas kagum padanya


Tapi sosok sahabatnya sangat mencuri hati ku, pria itu sungguh berbeda dengan Yosep, walau kemiripan nama tapi karakter mereka sangatlah berbeda, jika Yosep sangat baik menjadi teman, tapi Yosua sangatlah penuh perhatian dan penuh cinta, hingga kami sungguh jatuh cinta, aku sungguh mencintainya


Tapi tak semua perjalanan cinta itu selalu penuh kebahagiaan seperti hari hari kami, hari yang selalu kami lewati bersama, menghabiskan waktu untuk sekedar mengobrol atau bercumbu mesra, aku sungguh menyerahkan semua untuk hubungan kami, tapi dia lebih banyak berkorban, Yosua yang tak pernah meninggalkan studynya kini lebih banyak menghabiskan waktu denganku, buku buku yang setia bersamanya kini sudah berdebu dan terlantar, Yosua tak bisa jika tanpa diri ku


Sesekali ku dengar Yosua dan Yosep berargumen, hey si bintang kelas itu apa sedang berebut peringkat ? tapi bukan Yosep mencoba mengambil urusan kami, dia mulai ikut campur dan menciptakan konflik, Yosep kau sungguh membuatku sebal, pernah suatu hari aku mulai kehilangan batas akan jiwa sok tahu Yosep


“ apa kau tidak ada pekerjaan lain selain ikut campur hubungan kami ! “ aku memperingatkan keras pada Yosep di belakang Yosua


“ hey.. lebih baik segera cari pacar dan lupakan aku ! kita juga tak pernah berhubungan baik sebelumnya ! “ sinis ku melihat wajah Yosep yang berusaha menggurat datar


“ Sofia aku ingin Yosua menyelesaikan studynya, aku tak ingin ikut campur urusan kalian, aku hanya ingin dia tak lupa tujuan awal kenapa kami ad di sini “ jelas Yosep tak membuatku puas


“ aku ingatkan sekali lagi, jangan ikut campur ! “ ancam ku kesal


Setelah ancaman itu sepertinya Yosep lebih menjaga jarak, aku sudah cukup lama tidak melihatnya, sampai mereka meninggalkan ku sendiri, Yosua menjanjikan ku untuk memperkenalkan pada keluarga, tapi sepertinya semua rencana baik itu tak berjalan lancar, agaknya hubungan kami semakin rumit, kehamilanku, pendidikan Yosua yang terbengkalai, harapan keluarga dan banyak hal yang membuat cinta kami seperti berada di ujung tanduk. Hari hari yang penuh ciuman panas dan cumbuan mesra berganti ketegangan dan perdebatan panjang, aku masih jelas mengingat kejadian malam itu, jelas sekali tak akan pernah ku lupa, harusnya aku tak mengatakannya malam itu


“ Yosua.. aku akan / “ ucap ku serius

__ADS_1


Yosua menatap ku nanar, wajahnya jelas tak suka, tapi dia sudah tak bisa marah padaku karena aku orang yang keras, apa yang aku katakan maka akan aku lakukan apapun pendapat orang lain aku sudah tak akan pernah menggubrisnya, begitupun dengan pendapat pria di hadapan ku ini, Yosua i'm sorry


“ terserah.. “ jawabnya singkat, tangannya terangkat seolah cuek tapi jelas kulihat raut kecewa dan takut di sana, kau tak bisa menyembunyikannya dari ku, pria itu mencoba berbalik dan menatap wajahku sekali lagi


“ tak bisakah kau bersabar, aku akan bicara lagi dengan keluarga ku, aku akan mencari pekerjaan yang layak untuk keluarga kita, mari kita mulai dengan berlahan bersama sama “ ucap Yosep dengan wajah sendu yang berusaha meyakin kan ku, aku tersenyum sinis


“ hah ! i can't believe you, and your Family !! aku tahu mereka membenci ku sudah emmbuat mu seperti ini ! siapa yang akan menerima ******* seperti ku ?! “ tanya ku dengan nada sinis, aku mendengar ucapan itu di sambungan telepon Yosua, keluarganya menyebut ku seperti itu, ******* !


Kulihat wajah Yosua terlihat menegang tak percaya, dia terkejut dengan kata kata ku ? hey, akupun sama aku sangat tak percaya dengan ucapan non sense keluarganya itu


“ kenapa ? kau terkejut aku mengetahuinya ? “ lanjutku masih saja sinis, pria itu berusaha meraih lenganku dan meminta pengertian ku, dia ingin aku mengerti apa lagi, semua sudah sangat jelas, aku dan anak ini tak akan pernah menjadi bagian dari keluarga Yosua, mereka tak mengingikan kami, mereka bahkan sangat membenci ku!


“ Yosua stop !! “ pintaku tegas, aku tak mau lagi mendengar alasan Yosua, pria itu tetap saja berusaha membela keluarganya, dia tetap memintaku untuk bertahan, bertahan dan bertahan, cih.. entah sampai kapan


“ yaa.. aku sedang mengerjakan tugas akhir di sebuah rumah sakit swasta “ ucap Yosep dengan senyum bangganya, apa yang membanggakan dari itu ? bahkan Yosua lebih berbakat daripada dia , batinku meledek mantan pacar yang ku sesali itu


“ kau tahu ada keluarga dari Indonesia yang dirawat di sana, mereka begitu baik dan loyal, aku sungguh mengagumi keluarga mereka “ lanjut Yosep membuat Yosua ikut bersemangat hanya dengan mendengar ceritanya juga


“ haruskah aku kembali ke kelas ? “ aku tak percaya mendengar pertanyaan Yosua, Yosep mengangguk cepat menjawab pertanyaan Yosua yang sudah lama dia inginkan, pada akhirnya Yosua memilih study nya daripada aku, aku ingin kecewa tapi itu juga bagus untuk masa depan ku walau hubungan kami tak begitu baik lagi


Perjalanan cinta ku dan Yosua semakin buruk ketika dia tahu jika aki sudah membuang cabang bayi kami, aku sudah melakukannya di belakang Yosua, dia sepertinya sedikit tak menerima, tapi aku mengambil topik pendidikannya diantara perdebatan kami

__ADS_1


“ kau harus menyelesaikan kuliah mu terlebih dahulu, jika kau sudah mandiri finansial ayo kita memiliki anak lagi ! “ ujar ku meyakinkan dengan dada menantang, dia tak pernah bisa membalas tingkah ku jika sudah menggodanya dengan tubuh ini


Lihat saja wajah kesalnya beralih menatap dada ku yang terekspose hampir setengah, kau itu selalu saja, itu juga yang membedakan kau dan Yosep


Jika pria itu terlalu kenservatif dan kolot tapi Yosua lebih mudah diajak mengikuti kemauan ku, dia lebih mudah bergaul dan terbuka, itu yang aku suka dari dia salah satunya selain wajah tampan garis asia yang begitu menawan, bagaimanapun di sini memiliki anak bahkan mengaborsi nya itu sudah biasa, banyak pelajar juga melakukan itu diam diam, apalagi aku gadis yang menghabiskan banyak waktiu di cafe dan bar


Yosua kembali ke bangku sekolahnya, sekarang dia lebih bersemangat lagi, kudengar dia dan Yosep bergabung di sebuah rumah sakit swasta, itu sangat baik setidaknya kebutuhan kami semakin terpenuhi, menyewa rumah di sini sangat mahal, kami harus mengeluarkan biaya tiap minggunya untuk sebuah tempat tinggal bersama


“ apa dia konglomerat ? “ tanya ku penasaran


“ bisa jadi, keluarganya menyewa satu lantai rumah sakit, wah... itu gila sih “ ucap Yosua masih dengan wajah kagumnya


“ ku dengar keluarganya memiliki perusahaan di dunia hiburan “ lanjut Yosep, aku mendengarkan dengan sesama perihal pasien dari Indonesia yang membuat mereka kagum, biasanya wanita asia kususnya dari Indonesia terlalu sering terdengar negatif di sini, apalagi di tempat ku bekerja, wanita Indonesia di kenal terlalu gampangan, mereka juga rela menghabiskan waktu bersama lelaki tua atau suami orang, ya.. itulah yang ku dengar, bukan hanya mendengar di sana, di tempat ku bekerja memang banyak yang melakukan hal itu, dan tarif mereja sungguh hanya sekedar obralan omongan buaya buaya tua


Mereka, Yosep dan Yosua sering sekali membahas teman baru mereka yang kaya itu, siapa namanya.. Sofia dan Mario ? kudengar mereka adalah calon bakal pewaris perusahaan besar, aih.. harusnya aku bertemu dengan mereka lebih dulu daripada Yosep ataupun Yosua, itu membuatku sedikit kecewa


Aku sering sekali mendengar kedua pria ini membahas kebaikan mereka, aku pun banyak mendengar perjuangan pria 'bodoh' itu, yaa semua terdengar bodoh jika tentang Mario itu, pria itu mengorbankan banyak waktu dan perasaannya untuk orang lain, lalu apa kalau bukan di sebut bodoh !


Baiklah kita lupakan saja! Wajah bahagia Yosep hari ini lebih membuat ku ingin berkata bodoh, dia membawa gadis ini pada akhirnya, gadis yang ku baca di surat elektronik Yosua, dia meninggalkan alamat email nya di komputer rumah


Ailee.. gadis itu, dia kelihatan begitu bodoh (lagi) mencintai pria seperti Yosep, harusnya dengan penampilan dan status sosialnya dia bisa mendapatkan pengusaha kaya atau setidaknya selebritis juga seperti dirinya, kenapa dia rela bersusah payah menemani jadwal padat Yosep di sini ? dia juga mengunjungi dan bersikap ramah padaku, apa kau serius ?

__ADS_1


Aku pernah menyesal pernah menjalin hubungan dengannya, dia itu seperti batang pohon hidup, tidak punya reaksi baik terhadap pasangan sama sekali, pria itu terlalu fokus pada pikirannya tanpa memikirkan perasaan pasangannya, dia bukanlah pria yang menyenangkan dijadikan pasangan, Yosep sungguh tak pantas mendapatkan wanita seperti ku, atau pun seperti Ailee, itu terlalu bagus untuk nya


Tapi.. jelas aku pun tak menyukai wanita itu dan wajah ceria nya yang begitu tulus untuk Yosep, hei pria itu tak pantas untuk mu ! kau harus nya tahu itu ! haruskah aku melakukan sesuatu agar kau mau mendengarkan ku ?


__ADS_2