
Zian belum lama meninggalkan apartment Ailee, pria itu harus pulang lebih dulu mengingat masih banyak pekerjaan rumah yang belum dia selesaikan
" maaf ya dok kau jadi kemalaman, kau juga harus membuatkan minum untuk tamu ku, aku tidak tau kalau dia tiba tiba menjadi tetangga ku.. " Ailee merasa tidak enak
jam sudah pukul sepuluh malam dan Yosep masih di ruangan nya, pria itu tersenyum sekilas
meski harus menemani percakapan panjang Ailee dan Zian tapi Yosep sepertinya tidak keberatan, pria itu tetap menyimak pembicaraan mereka dengan wajah tenang
" tidak apa apa, ah.. apa kau dekat dengan pria itu ? maksud ku Zian .. "
Ailee menggeleng cepat menjawab wajah penasaran Yosep
" kami baru saling kenal, aku juga tidak tahu kalau dia juga artis " jawab Ailee dengan wajah nya yang polos
" ah syukurlah " bisik hati Yosep lega
" apa kau ada waktu hari minggu ? "
walau wajah Yosep terlihat biasa tapi yakinlah jika hatinya sungguh sedang merasakan getaran luar biasa, ini adalah pertanyaan besar dalam hidupnya
Ailee sedikit membelalakkan mata, sepertinya gadis cantik ini sangat mengerti kemana arah pertanyaan Yosep
" ah.. kebetulan aku tidak ada pekerjaan hari minggu .. " jawab Ailee berbohong
" aku harus menghubungi Domi dan memintanya mengosongkan hari minggu " bisik hati Ailee sambil memasang wajah tersenyum
" apa kau tidak keberatan eh... mm.. " Yosep terlihat ragu
Ailee serius menyimak kelanjutan kalimat Yosep, tapi pria itu seperti hendak mengurungkan kalimatnya, dia terlihat menyentuh tengkuknya dan sedikit kikuk
" ah.. aku pengen nonton dan malan es krim ! "
seru Ailee membuat air wajah Yosep berubah lebih tenang, pria itu menguasai malu nya
Yosep mulai mengerti maksud kalimat Ailee, kalimat barusan seperti angin segar yang menerpa wajah Yosep kali ini hati nya lebih mantap dan percaya diri *sedikit
" apa kau mau menonton dam makan bersama ku ? " ajak pria tampan itu dengan senyum lebarnya
Ailee berusaha membalas senyum tulus pria di hadapannya, gadis itu sangat senang mendengar ajakan manis Yosep
suara Yosep yang datar..
degub jantung diantara dua insan yang berdebar cepat..
detik jam yang semakin malam..
__ADS_1
tatapan mata keduanya yang seperti menerobos kedalam bola mata masing masing
Ailee mendekatkan wajahnya berlahan lahan
" kau sangat tampan dan keren, sorot matamu yang tajam, bibirmu yang tersenyum menggoda membuat ku tak bisa berpaling dari mu " dengan suara hati dan dada bergetar gadis itu mengambil inisiatif lebih dulu
Ailee menikmati degub jantungnya yang sudah tak berirama gadis itu memberanikan langkah mendekati pria yang duduk tegap dihadapannya, berneda dengan wajah penuh pesona Ailee, Yosep justru terlihat tegang
tapi senyuman itu membuat banyak arti untuk Ailee
Yosep masih terpaku dengan wajah cantik gadis di hadapannya, wajahnya yang semakin dekat membuat pria itu bisa merasakan uap nafas nya
wangi bunga yang menyeruak dari tubuh Ailee seolah membuat Yosep terbuai, berlahan lahan pria itu ikut memejamkan matanya
trriiiiingg....
Yosep segera berdiri dan mengangkat ponselnya meninggalkan posisi Ailee yang sudah siap menyambar bibir pria itu
" ah Daniel, iya ini aku, aku... "
Yosep menoleh ke arah Ailee yang masih pada posisinya yang mendekati dimana tadi dia duduk
gadis itu menyadari kalau adegan mereka gagal karena panggilan telpon Daniel
" ah sial kau Daniel ! " gerutu Ailee pelan, wajahnya jelas merasa kecewa
pria itu segera membuang pandangan ketika wajahnya berpapasan dengan wajah Ailee, keduanya merona merah
" Ailee sepertinya aku harus pulang.. "
dengan buru buru Yosep membereskan barang bawaanya, dia jelas tidak bisa lama lama lagi di sini, hawa hangat ruangan sudah mulai terasa berbeda
gadis polos dihadapannya juga sudah seperti santapan lezat, bagaimana pun Yosep adalah pria dewasa yang normal, dia seperti baru tersadar jika Ailee memiliki tubuh yang begitu penuh pesona
bukan hanya wajah dan suara imutnya, tingkah dan lekukan tubuhnya juga membuat pria tak tahan hanya duduk diam dan lama lama bersama, itu berbahaya !
" terimakasih Yosep.. " ujar Ailee pelan membalas salam selamat malam dari dokter tampan di hadapannya
" ini no handphone ku.. "
Ailee menarik pulpen di saku Yosep, gadis itu menuliskan nomernya di telapak tangan Yosep, membuat pria itu tersenyum lebar
" aku menunggu hari minggu.. "
Ailee memberikan lambaian tangan perpisahan pada Yosep, pria itu berlalu dari hadapan Ailee dengan menyisakan senyuman manis
__ADS_1
******
YOSEP
Aku tidak pernah menyangka jika langkah kecil ku berbuah besar, lihatlah senyum nya yang tak pernah lepas menatap ke arah ku, boleh kah aku sepercaya diri ini ?
ah.. wajahmu yang merona saat kuambilkan toples itu sungguh telah menggoyah iman ku, rasanya ingin segera menyentuh kulit lembutmu, andaikan aku seberani itu !
aku bahkan tak berani berimajinasi bisa melewatkam banyak jam mengobrol dan minum kopi bersama dengan mu, walau pun malam itu bukan hanya ada kita berdua, tapi aku merasa itu adalah waktu kebersamaan kita yang sangat berharga
dari situ aku bisa meyakinkan diri untuk berusah mendekati mu, kini hatiku lebih mantap dan yakin, aku harus lebih berani lagi
bahkan kau berani mendekat padaku, apa yang akan kita lakukan jika Daniel tidak menelpon ku saat itu ? akankah kita masih bersama hingga pagi ini
mengingat semua itu membuat wajahku memanas, membuat senyumku tak bisa berhenti, bahkan aku jadi tidak fokus lagi mendengar konsultasi pasien ku hari ini
kau membuat ku merasa kan perasaan yang belum pernah seindah ini, bagaimana mungkin aku telah jatuh cinta pada bidadari seperti mu ?
bolehkah aku berharap lebih padamu Ailee , bolehkah aku berharap bisa bersama dengan mu, meski kau sulit ku jangkau
aku akan mencobanya meski gagal aku akan mengulangnya, tetaplah seperti tadi malam, aku merasa istimewa di matamu
" dok, dok ! " perawat menyadarkan lamunan ku, membuat wajahku harus segera berhenti tersenyum seperti tadi
mataku berganti dari bayang Ailee dengan sosok pasien yang sudah duduk di kursi depan meja ku
" dok tangan saya sakit dan saya terus mengeluh tapi dokter sepertinya malah senang melihat kesakitan saya.. " rengek pasien di depanku dengan wajah memelas
" ah maafkan saya, ayo diperiksa dulu... "
*******
ZIAN
Wah sepertinya akan lebih menyenangkan jika bukan hanya antara kau dan aku
" siapa tadi, Yosep ?! " aku menggelengkan kepala tak percaya, ternyata gadis secantik dan populer seperti Ailee tertarik hanya pada seorang dokter
dokter juga profesi yang oke ! mungkin..
" ternyata pria mu sederhana tidak seperti tampilan mewah mu " aku menyalakan lagi batang rok*k dan menghisap nya dalam mengepulkan asap tebal di beranda apartment ku
pandanganku bisa menangkap sosok Yosep di kejauhan sana, pria itu baru pulang dari ruang Ailee di tengah malam begini ? yang benar saja !
aku tak percaya jika hubungan mereka hanya sebatas dokter dan pasien, ada sesuatu diantara mereka ! apapun itu aku sebetulnya tidak perlu ambil peduli, tapi jika pria itu menjadi penghalang jalan ku
__ADS_1
" maaf Yosep.. kau harus tersandung sebelum sampai... "