Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Aku dan dia


__ADS_3

Ailee merebut gelas Azka, dia segera meneguknya meninggalkan wajah bengong dan mulut menganga pria di sampingnya


Azka menarik botol wine nya menjauhkan dari Ailee, gadis itu berusaha menjangkau botol itu dan Azka terus menghalau nya


" kau ini kenapa sih, aku juga depresi tau ! " ketus Ailee kesal karena dia tak bisa mendapatkan botol yang semakin di jauhkan oleh Azka


" kau tahu tidak, aku ini baru saja berpacaran dan pacar ku yang super tampan itu pergi dengan sangat lama, bahkan kini dia sudah tidak mengirim kabar lagi ! " ketus Ailee panjang, gadis itu mulai merasakan pengaruh tegukan alkohol nya


Azka menggeleng saja melihat ocehan temannya itu, dia tahu betul gadis ini paling cepat oleng, tubuhnya tidak bisa mentolerir banyak alkohol


" sudah sudah.. " pinta Azka sambil meraih bahu Ailee


mereka berdua sudah sangat lelah sepertinya sampai tenaga pun terasa berkurang


" kau tahu Azka lebih baik sendiri seperti mu daripada seperti ini... " keluh Ailee dengan wajah memelas


" kau mengejek ya ! " hardik Azka


" kau yang meledek ! " balas Ailee


mereka berdua mulai berdebat dengan omongan yang sudah melantur tak jelas


manager bar segera mengambil tindakan sebelum perhatian semakin menjadi jadi


mereka di bawa ke sebuah ruangan private dan di kurung di sana


" hei.. kenapa aku di bawa kesini.. aku mau pulaang.. " ujar Ailee dengan suara yang melemah, tenaganya sudah tidak sanggup untuk membuka pintu


Azka meraih bantal kursi dan segera membaringkan diri di sofa, matanya terasa berat sama seperti perasaannya saat ini, perasaan yang tak tahu harus mengarah kemana


dia memilih untuk tidur


" heiii... " protes Ailee sempoyongan menuju posisi Azka yang sudah nyaman berbaring


" kau jangan meninggalkan ku.. " ucap Ailee berusaha menarik narik kemeja Azka, pria itu tak peduli dia tak sanggup lagi membuka mata dan meladeni teman mabuknya


" Azkaaaa.... " Ailee berusaha berteriak tapi yang terdengar hanya gumaman


" kau juga mau meninggalkan ku yaa... " bisik Ailee pelan dan menjatuhkan kepala tepat diatas pipi Azka


Azka yang berbaring di sofa dan terlelap


Ailee yang bersimpuh di lantai, kepalanya berbantal kepala Azka membuat pipi keduanya menempel lama


mereka kehilangan kesadaran dan tertidur pulas


tak berapa lama Azka merasakan kepalanya semakin berat, dan ada cairan hangat menyentuh kulit wajahnya, matanya berlahan terbuka


pria itu menyadari kepala yang bersender kepadanya


" Ailee apa kau menangis ? " bisik Azka pria itu bahkan langsung tersadar ketika airmata gadis di sisinya terus berjatuhan melewati pipi nya


Ailee ternyata belum tertidur dia hanya memejamkan mata


" aku merindukannya.. " isak Ailee dengan suara tercekat


perasaan Ailee sudah tak bisa di tahan, dia membiarkan airmatanya terus jatuh untuk mengurangumi kerinduan di hati nya


" apa kau sangat mencintainya ? " tanya Azka


Ailee menggesek gesek kan pipi mereka menandakan jawaban iya, dia sangat mencintai pria nya


" aku sangat mencintainya Azka.. " ucap Ailee dengan jawaban tak berbunyi


Azka hanya bisa membelalakan mata, harusnya dia tak bertanya seperti itu, bujmkan hanya jawaban Ailee tapi kenyataan yang dia dapatkan itu semua membuat perasaanya kian gamang


dia pun mulai menitikkan air mata

__ADS_1


" jangan sedih.. " telapak tangan Azka menjangkau pipi Ailee


" aku ada di sini.. " bisik Azka menenangkan


dia mengelus lembut pipi Ailee dengan ujung jarinya


dia berusaha membuat Ailee tak larut dalam kesedihannya, dia mengusahakan semua itu


Azka menahan gejolak dalam hatinya


dia menahan rasa cintanya yang penuh penantian pada Ailee


dia menahan semua emosi dan keegoisannya untuk mendapatkan gadis itu


Azka hanya menginginkan Ailee bahagia


tapi kini bagaimana ? bagaimana agar Ailee bisa kembali bahagia ?


Azka tak bisa mengerti, dia tak bisa lagi berusaha, dia tak mampu lagi melarikan diri seperti dulu, dia tak kuat juga untuk bertahan, lalu harus bagaimana ?


pria itu menahan semua di dalam hatinya, dia terus mengelus wajah Ailee hingga gadis pujaan nya terlelap


Azka mengangkat tubuh Ailee ke atas sofa dia membentangkan selimut dan mengatur suhu ruang


pria itu menatap dalam wajah sendu Ailee dan menghapus jalur air mata yang tersisa, Azka menyentuh berlahan wajah Ailee dengan ujung jarinya



dia masih terus menatap lama


berlahan pria itu mendaratkan ciuman hangat di dahi Ailee


" aku tak tahu harus bagaimana pada mu, aku tak mengerti " ucap Azka dan menitikkan air mata


pria itu membalikkan badannya, dia bersender membelakangi kepala Ailee


sebelah tangannya berpangku pada lutut


" aku harus bagaimana.. " risaunya tak berkesudahan


malam semakin larut, mereka berdua larut dalam mimpi sendu yang jelas semakin terajut


hingga fajar datang menggantikan malam


hingga suara bingar dan ramai di luar sana semakin tenang dan menenangkan


hingga gadis yang tertidur pulas dengan semua lelahnya berlahan lahan mulai membuka mata


dia melihat teman pria nya tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang sebentar sebentar hampir terjatuh


Aile metapat lekat lekat wajah Azka


gadi itu kini memeluk kedua lututnya berjongkok di hadapan pria yang pulas dengan menahan tangan di satu lututnya


Ailee tersenyum lucu


dia tak percaya temannya yang sangat baik ini masih saja sama seperti dahulu


apa dia sungguh menghargai persahabatannya dengan Reo hingga dia selalu siap menggantikan posisi kakaknya untuk selalu menjaga Ailee


Ailee meneliti wajah dengan kulit bersih di depan matanya


" kau sudah lebih dewasa kini, aku menyukai perubahan mu .. " gumam Ailee pelab


" ... " Ailee ingin melanjutkan kalimat yang tiba tiba terpikirkan tapi dia membatalkannya, gadis itu terlihat ragu dan mengkerutkan dahi berpikir sekali lagi


dia tertawa kecil

__ADS_1


" kau bahkan lupa mencari wanita yang mestinya kau lindungi.. " bisik hati Ailee


" kau terlalu banyak membuang waktu mu untuk ku " lanjut Ailee lagi dengan suara pelannya, dia meraih rambut ikal yang jatuh di dahi Azka


gadi itu berlahan lahan menyingkap rambut depan Azka hingga dahi nya terlihat jelas


gadis itu terdiam beberapa saat dan hanya menatap lurus wajah temannya


Azka merasakan sesuatu yang hangat menyentuh dahinya


pria itu berlahan membuka matanya dan melihat jelas wajah Ailee di depan wajahnya


sorot mata tajam pria itu terus menerobos masuk ke dalam bola mata Ailee


Azka memang memiliki sudut mata dengan tatapan menukik, itulah mengapa karakter sombong di masa lalunya sangat terlihat menjiwai, dia memiliki keturunan Eropa dan melayu yang tercampur sempurna


berparas blasteran yang menggaris wajahnya tegas


tapi memiliki senyum ramah memikat khas Indonesia, jangan heran kau akan merasakan orang yang berbeda saat melihat Azka yang berdiam diri dengan tatapannya atau Azka yang tersenyum dengan tarikan sudut matanya, dia memang tampan !


" yaa.. Azka memang tampan " suara hati Ailee


gadis itu mengakui pesona teman lama nya itu


" ada apa ? " Azka mengheran melihat Ailee menutup kedua bibirnya dengan telapak tangan sementara mata nya enggan beralih dari wajah tampan Azka


Ailee segera tersadar, dia menggeleng cepat


Ailee berusaha membuang pikirannya, dia seperti menghukum diri sendiri telah menatap lama wajah Azka bahkan mengatakan pria itu tampan, tentu Yosep lebih tampan ! usik hati nya


" kau kenapa ? " tanya Azka dengan cemas menyadari Ailee memasang wajah aneh dan tingkah yang ragu ragu


Ailee menurunkan tatapan matanya, dia beralih pada pegangan tangan Azka di lengannya, pria itu menatap penuh tanda tanya pada Ailee


" kau ini.. " dengus Ailee tiba tiba kesal


" hah ? " Azka tak mengerti melihat perubahan air wajah Ailee yang kontras


" kalau sudah dewasa harus bersikap dewasa, kalau sudah berubah harus berusaha berubah, kalau sudah begini kau mau jadi apa ! HAH !! "


gadis itu tiba tiba saja berteriak dengan nada marah


Azka mengeryit heran, apa aku melakukan kesalahan ? tanya hati Azka bingung.. tapi dia tak bisa menduga telah melakukan apa hingga gadis cerewet itu sudah harus berkicau di pagi nya


Ailee membuat wajah jutek, bibirnya membuat senyum sinis


Ailee mendekapkan kedua tangannya di dada


" kau mau menua begini ? sampai kapan kau terus mengikuti ku, kau mau menyia nyiakan badan sehat ini ! " tunjuk Ailee kasar ke arah dada Azka, pria itu sontak sedikit mundur tapi badannya sudah mentok sofa


" kau mau mati dalam keadaan jomblo ! jangan sia siakan wajah tampan mu itu ! " lanjut Ailee mendengus kesal


wajah bingung Azka mendadak berubah, pria itu tertawa geli mendengar lanjutan omelan Ailee, itu terdengar seperti omelan, masukan atau malah pujian


apapun itu membuat Azka tertawa, dia menyukai tingkah Ailee yang seperti ini


" kau ini.. " balas Azka tak bisa membuat wajah kesal atau sekedar membuat senyum sinis, hey kemana keahlian mu dulu !


" aku menyukai kau yang seperti ini " ucap Azka dengan senyum penuh pesona nya, dia mengacak acak rambut Ailee membuat gadis itu semakin kesal


" rambutku jadi acak acakan tau ! " geram Ailee marah


" itu memang sudah acak acakan dari tadi " balas Azka tanpa dosa


Ailee meraih kaca mungil di tasnya


" yaa ampuunn !! " teriaknya tak percaya melihat bayangan wajah nya

__ADS_1


Azka tertawa gemas sekali lagi


__ADS_2