
Ailee melirik pria yang duduk manis dengan bibir mengukir senyum tepat di sebelahnya, gadis itu segera merebahkan punggung dan memejamkan mata
" kenapa aku harus pergi dengan dia sih ! " protes hati Ailee tak suka
Zian tersenyum senang bisa duduk bersebelahan dengan Ailee, karena kesibukan akhir akhir ini dia sepertinya sudah lama tidak melihat wajah cantik yang kini ada di sebelahnya
" apa kau sudah sarapan ? " tanya Zian penuh perhatian
" tentu sudaah.. " jawab Ailee pura pura ramah, kondisi hatinya sedang tidak baik hari ini Zian jadi jangan memancing emosi nya
mood Ailee bertambah buruk tatkala suara pramugari menyapa penumpang mengenai penundaan perjalanan dan transit diluar rute penerbangan
dikarenakan cuaca buruk kapal besi ini akan mendarat sementara di bandara kota Bali
" oh my god ! apa apaan lagi ini " gerutu Ailee kesal
berbeda dengan Zian
" kita bisa menikmati pantai dulu mungkin.. " ucap nya dengan suara renyah dan ramah, Ailee menarik garis senyum dengan terpaksa, bisa tidak kau diam saja ! protes hati Ailee kesal
dengan terpaksa Ailee menuruni lagi badan pesawat yang dia tumpangi
hujan deras dan angin kencang membuat Ailee berlari, ah tak ada yang memayungi kah ? harap hati Ailee penuh khayalan, dia terlalu terbiasa di buat istimewa
Zian melepas jaket nya, dia mengangkat jaket itu menutupi kepalanya dan Ailee
tingkah manis Zian sedikit nya bisa membuat senyum tulus Ailee pagi ini, dia sudah tidak se kesal dan seburuk tadi
mereka saling menatap dan melempar senyum saling mengerti, berlarian di bawah hujan deras Ailee sedikit terpekik dengan manja saat guyuran hujan masih bisa mengenai tubuh nya, membuat Zian tertawa geli
mereka mendaratkan barang bawaan di sofa, dan mengelap tubuh basah mereka, kedua nya seperti kompak membagi tissu dan mengeringkan badan
Zian bahkan membantu Ailee mengelap bagian punggung yang tak lepas kena cipratan air
" aahh.. terima kasih " ucap Ailee tulus, dia jadi merasa bersalah sudah bersikap ketus pada pria yang manis sekali memperlakukan diri nya saat ini
" aku akan memesan minuman hangat, kau tunggu di sini " ujar Zian melangkah menuju coffe shop
Ailee tersenyum menatap punggung Zian
walau kadang sikap mu tak bisa ku mengerti tapi perlakuan manis mu cukup membuat ku merasa senang
Ailee merebahkan diri di sofa tunggu
gadis itu baru saja akan memperhatikan banyak pesan masuknya, tapi sosok pria tinggi dengan pakaian elegan membekukan sorot matanya
Ailee segera beranjak dan melangkah menyusul sosok yang dia kenal itu, dia yakin matanya tidak salah lihat
gadis itu mempercepat langkah kakinya yang sedikit kesulitan karena heel nya yang tinggi, sementara pria itu berjalan cepat dengan langkah kaki nya yang panjang
Ailee bisa melihat punggug bidang itu, pria dengan koper di tangannya, dia sedang di periksa sebelum keluar bandara
" Yooseeep.. " panggil Ailee dengan sedikit keraguan dalam suaranya
__ADS_1
pria itu menoleh dan melepas kacamata hitamnya dengan segera
dia sedikit membulatkan mata, terkejut ! sama hal nya dengan Ailee, gadis itu bahkan menjatuhkan ponsel di tangannya saking dia tak percaya, mulutnya yang menganga, matanya yang membulat dan mulai mengharu
" Yosep " ulang Ailee kini dengan suara mantap, dia tersenyum senang, hatinya yang ragu kini menjadi yakin, dia tak percaya bisa bertemu di sini
Yosep menggeser posisinya, mencoba menjauh dari pemeriksaan yang membuat barisan di belakang punggungnya
Ailee mengikuti punggung Yosep yang mengambil tempat lebih sepi
" Yosep... " Ailee tak percaya melihat wajah pria nya kini di depan mata

tangannya seperti refleks terangkat dan akan menyentuh wajah Yosep
pria itu membelalakan mata sekali lagi, dia mundur selangkah menghindari sentuhan telapak tangan Ailee
DEG !!
jantung Ailee berdetak, seperti terbentur benda keras, apa Yosep menghindari nya ? tidak mungkin, itu pasti hanya perasaanya saja
Ailee segera melangkah dan bersiap merangkul Yosep, rasa di hatinya sudah begitu sesak karena rindu, dia ingin melepaskannya saat ini juga
baru saja langkah Ailee terangkat
wajah dingin Yosep menatap tajam
" Ailee.. kita sudah berakhir ! " ucapnya tegas
" kau bercanda.. " selidik Ailee berusaha menggaris senyum konyol
tak sedikit pun ada yang berubah dari wajah tegang Yosep
" aku pikir kau mengerti, jelas ku katakan selamat tinggal di surat ku " ucap Yosep dengan sorot mata tajam
" kau dan aku, sudah berakhir ! " lanjutnya dengan wajah dingin, dengan shara berat yang tegas
Ailee mengganti air wajahnya, dia menatap tatapan tajam Yosep ke arahnya, dia memasang wajah kesal saat ini, kau membuat mood ku seperti terbakar kini !
" ku beri tahu ya.. wanita itu sangat mudah luluh karena kelembutan kecil seorang laki laki, mereka juga cepat sekali memaafkan karena wajah memohon yang penuh cinta seorang laki laki, dan wanita itu selalu saja bisa tersenyum setelah marah besarnya.. " ucap Ailee cepat dengan penuh emosi
" tapi sekali kau menyakitinya selamanya dia akan mengingatnya ! " tunjuk Ailee kasar menuding di depan wajah Yosep
gadis itu tersenyum sinis
" kau pikir aku akan memaafkan mu lagi kali ini ! hah ! " badan Ailee semakin dekat dengan tubuh Yosep yang berdiri tegak, wajahnya jelas menyirat banyak emosi di sana
dia menantang Yosep
" kau pikir aku takut dengan ancaman mu itu, ayoolah lelucon ini tidak lucu.. segera peluk aku dan katakan kau rindu.. " harap hati Ailee dengan senyumnya yang tersembunyi
tapi Yosep hanya mematung
__ADS_1
dahi Ailee berkerut, dia tak mengerti
" apa kau serius ? " tanya Ailee pelan, dia tak bisa lagi menatap wajah Yosep
dia pikir ini hanya lelucon, tapi sepertinya dia salah
gadis itu mundur menjauh beberapa langkah, dia memperhatikan raut wajah Yosep yang tak sedikitpun melembut, Ailee sungguh kecewa
" jadi kau ingin PUTUUSS !!! " teriak Ailee mencuri perhatian orang di sana
dia tak peduli, Yosep pun sepertinya begitu
Zian melihat punggung Ailee dan mengejar posisi gadis itu yang berhadapan dengan seorang pria
Ailee menatap Yosep sekali lagi
kau... kau membuat ku terluka lagi ? kau melakukan ini lagi ? kau itu manusia atau apa ? kau pikir aku ini raga besi hingga bisa kau patok dimana saja, aku ini wanita, ada hati dalam dada ku !
ingin sekali Ailee meronta pada pria yang mematung dihadapannya ini, dimana kebaikan mu di masa lalu ? hilang begitu saja !
wajah Ailee menegang
Yosep memakai kacamata nya lagi
" urusan kita sudah selesai.. " ucapnya menyudahi percakapan mereka
pria itu membalikkan badan dan bersiap meninggalkan Ailee yang berusaha tegar
tangan Ailee berusaha menggapai lengan Yosep, tapi pria itu menepis nya kasar
kau ! kau melakukan ini dengan sangat baik, kau sangat berbakat menyakiti ku, sesal hati Ailee
dia berusaha menahan kecewa dan amarahnya dengan senyuman kecil

" HEEIII.. !!! " teriak Ailee dengan nada tinggi
PRUUK.. !!!
sepasang kalung dilemparkan mengenai punggung Yosep, pria itu bahkan tidak berbalik untuk melihat apa yang gadis itu lemparkan
" ambil dusta itu bersama dengan mu !! "
ujar Ailee menahan air matanya dan berlalu meninggalkan posisi mereka lebih dulu
Ailee berlari menuju kamar mandi, Yosep bisa melihat pantulan punggungnya dari dinding kaca di depan sana
setelah Ailee menghilang Yosep membalikkan badannya
pria itu mengambil benda yang tergeletak di lantai, dia menggenggam nya erat
" kenapa kau memiliki kedua nya ? " tanya Yosep pada diri sendiri dengan bibir tertarik membuat senyuman sinis
__ADS_1
dia membuka kacamata nya sebentar dan menghapus air di sudut matanya