
tik tok tik tok..
Dengan ragu ragu Zian dan Via melepaskan ciuman mereka, keduanya tak mau saling mamandang, wajah keduanya yang ber warna merah jambu dan kini jelas memerah. Keduanya hanya bisa cangguh dan salah tingkah
Zian memijit pelan tengkuknya karena salah tingkah atau terlalu pegal menahan posisinya tadi
Via menggigit bibirnya entah sekedar mengurangi raut malu atau masih menginginkan sentuhan hangat dari lawan di depannya saat ini
Keduanya hanya bisa saling membisu. Tiba- tiba Via ingat akan sesuatu. Wajah malunya berubah panik, dia melirik jam tangannya dan tak percaya jika kini sudah pukul sebelas siang
" ada apa ? " Zian mencurigai wajah panik Via
" ya ampun ! aku lupa hari ini ada acara amal yayasan ! " gadis itu menepuk dahinya. Zian mengeryitkan dahi melihat gadis ini sebegitu panik nya. Tanpa ada kata kata lagi Via segera berlari meninggalkan Zian
pria itu sempat bengong sesaat lalu berpikir mengejar langkah Via
" Hei !! " teriak Zian membuat Via menghentikan langkah kaki seribu nya
" jangan kabur dulu. Urusan kita belum selesai " kalimat Zian terdengar ambigu di telinga Via, apa maksudnya belum selesai ? apa yang harus di selesaikan setelah ciuman mereka yang terbawa suasana tadi, anggaplah itu hanya kecelakaan, pikir Via memasang wajah tegang nya, dia tak mampu membalikkan badan untuk menatap wajah Zian, sekali lagi gadis ini memejamkan mata takut
Zian semakin mendekati posisi Via yang mendadak jadi patung
" Hei, ayo aku temani ! " ujar Zian menawarkan diri, Via seketika membalikkan badan berusaha mengatur senyum kakunya
" ah, jangan jangan. Tidak usah. emh.. tidak usah ! " ucap Via cepat mengayuhkan kedua telapak tangannya.
Aku mohon jangan ikut, jangan ikutt.. batin Via berdoa. Betapa cangguhnya jika Zian harus bersama dengannya seharian ini, mana dia sanggup ! batin Via ketakutan sendiri
" tidak apa, lagipula aku tak punya kegiatan berarti selama di sini " ujar Zian serius dengan senyum sumringahnya. Via menatap dengan mimik aneh yang memaksakan senyuman
sumpah, lebih baik kau tak berkegiatan saja dari pada bersama dengan ku, harap batin Via tapi tak terkabul
" ahh.. baiklah kalau begitu. Terserah padamu saja " ucap Via akhirnya menyerah, dia tak bisa menolak tawaran Zian kali ini, sepertinya pemuda ini serius akan membantu kegiatan di yayasan. Lagipula semakin banyak yang membantu akan semakin baik
__ADS_1
Suasana diantara mereka berdua masih terlihat cangguh, Via tak bisa benar benar menggaris senyum tulus hari ini, dan bibir Zian yang selalu mekar mengganggu batin gadis itu
mereka berjalan berdampingan tapi saling membuang pandangan selama perjalanan
Di gedung desa sudah banyak yang berkumpul, begitu melihat kedatangan Via beberapa orang melambaikan tangan dan menyapa ramah, aah.. gadis ini terkenal baik di kampungnya, mereka menyukai sikap periang Via
" kak Viaa.. kami rinduu.. " beberapa anak menghampiri Via dan memeluk hangat, gadis itu segera membalas salam hangat teman teman kecilnya
" ah siapa itu ! bukan kah dia seorang artis ? " tanya seorang bocah pada temannya. Sontak suasana semakin riuh melihat Zian bergabung diantara mereka
rupanya ada juga yang menyadari kepopuleran pemuda tampan itu, Zian tersenyum bangga. Sementara Via melirik dan menyembunyikan senyumannya
Seorang gadis berusia sama dengan Via menghampiri dan sontak membuat wajah riang Via mengerut datar
" Via, apa kabar mu ? " Jeni menatap dalam mata sahabatnya itu
Via berusaha mempertahankan tatapannya. Walau ingin membuang muka atau meludah tapi dia tetap menahannya. Walau matanya segera berkaca kaca begitupun dengan Jeni, dan Via.. dia tetap memberikan senyuman kecil yang sulit sekali terukir
Zian melirik sesaat dari sudut matanya. Dia melihat kedua gadis itu mengambil tempat yang sedikit menjauh dari kerumunan. Zian masih tertahan di sini memberikan sapaan ramah dan senyum lebar, beberapa orang meminta berfoto atau sekedar bersalaman, tentu Zian meladeni mereka lebih dulu
" aku ? ya.. aku baik. Bagaimana dengan mu ? " Jeni balik bertanya. Wajah gadis itu menatap lurus ke depan, tatapan kosong tanpa ada pikiran
" aku ingin minta maaf pada mu Vi, aku tak menyangka semua harus menjadi seperti ini " ujar Jeni masih dengan wajah tanpa ekspresinya
Via menarik nafas dalam. Sejak tiba dia tak bisa menerima satupun panggilan telepon baik dari Gabriel ataupun Jeni. Dia tak sanggup menerima kenyataan jika kedua sahabatnya itu sudah menjalin hubungan dan akan menikah
Dia masih tak mampu menerima kenyataan jika pacarnya akan menikahi sahabatnya sendiri. Itu berat. Via masih terus menangis ketika mengingat semua itu
Kini pun dia masih bisa menangis, apalagi sulit berfikir untuk berbincang dengan perusak hubungan orang seperti ini, Via tak pernah terfikirkan dia dan Jeni akan berbicara juga pada akhirnya
Tapi sekali lagi, kini dia melakukannya. Entah bagaimana kini dia bisa berbicara santai tanpa menangis di hadapan Jeni, apa dia juga bisa mengobrol santai dengan Gabriel seperti saat ini ? mungkin suatu saat nanti
Mata Via melirik ke arah Zian yang masih sibuk meladeni fans fans kecilnya di pulau ini, bibir gadis itu kini tertarik penuh. Bertemu dengan mu membuat perasaanku kini terasa ringan, batin Via berbisik membuat senyumannya kian merekah
__ADS_1
" Via aku bisa saja membatalkan pernikahan kami " ujar Jeni dengan wajah sendunya
kau tak perlu melakukan semua itu karena kasihan padaku ! seperti kata Zian, cinta tak butuh belas kasihan ! kini aku mengerti. Bisikan batin Via semakin menguatkannya kali ini, dia tak selemah kemarin lagi
" aku bisa saja hidup tanpa Gabriel. Tapi.. " Jeni menatap nanar ke arah bola mata Via
kenapa kau menatap ku seperti itu ? apa kita sedang berperang ! batin Via merasa tertantang dengan kilat tajam di mata Jeni
" tapi.. bagaimana dengan anak ini ! "
Via menarik senyum lebar. Apa katamu ? mata Via langsung mengarah ke perut Jeni. Alisnya bertaut dekat, Via mencoba mentertawakan diri nya sendiri
" aku hamil Via, aku dan Gabriel melakukannya di belakang mu "
Seperti suara dentuman di malam itu ! ah bukan !! bahkan lebih dasyat lagi. Via merasa kepalanya terbentur logam besar dan membuat denging kencang di telinga nya. Dia tak mau mempercayai ucapan teman dekat nya ini, bahkan hubungan mereka sudah lebih dari saudara. Cih mana ada !
Via tersenyum saja menatap wajah tegang Jeni, hingga lawan bicaranya itu menggurat wajah heran. Dia sudah sangat takut untuk berkata jujur pada Via hari ini, tapi lihatlah dia bahkan tersenyum mendengar pengakuan Jeni
" semoga kalian bahagia.. " ucap Via pelan. Walaupun suaranya tak terdengar jelas tapi itu tulus. Via mengucapkan kalimat doa yang tulus dari dalam hatinya.
Jeni menatap wajah Via sekali lagi, dia masih tak percaya
" boleh aku memeluk mu ? " tanya Jeni dengan tatapan sendunya. Via baru saja akan menganggukkan kepalanya tapi..
" ini minuman mu ! " Zian menyodorkan segelas minuman segar pada wajah kusut Via yang pura pura tegar. Pemuda itu tahu betul itu
" apa kau bernama Jeni ? seseorang mencari mu " ucap Zian pada Jeni dan gadis itu segera beranjak meninggalkan kursinya
" apa kau baik baik saja ? " Zian meneliti wajah murung Via
Via menarik bahu Zian dan merangkulnya erat
" boleh aku memelukmu ? " tanya Via. Zian mengangguk saja
__ADS_1

" persiapkan uang mu, tarif manggung ku mahal apalagi untuk meminjam pelukan seperti ini.. "