
Ailee menarik handle pintu, wajahnya masih terlihat mengantuk, tentu saja hampir semalaman dia terjaga
mata suntuknya seketika terbelalak mendapati pasangan di depan pintunya
" Bey... " peluk Ailee cepat
gadis itu tersenyum melihat wajah Daniel di belakang punggung istrinya
" kalian sudah kembali ? " tanya Ailee tak percaya, seketika kantuknya menghilang
" apa kau baik baik saja ? " tanya Bey cemas, dia memperhatikan raut pucat di wajah Ailee, gadis itu segera menggeleng
Daniel ikut meneliti wajah Ailee
" apa kau mabuk ? " selidik Daniel dengan curiga
Ailee tertawa kecil
" sedikit.. " ujarnya dengan wajah cengengesan
" ada apa pagi pagi sekali ? " tanya Ailee sedikit aneh
" kau tidak mendapat telpon dari Reo ? "
Ailee membuat wajah penuh tanya
" handphone ku rusak.. " ujar Ailee, lagipula akhir akhir ini dia jarang memegang handphone, dia cukup sibuk dengan jadwal pekerjaan dan percintaanya yang sudah memasuki tahap rumit
" apa terjadi sesuatu ? " tanya Ailee cemas
" sepertinya Fika akan melahirkan.. " jawab Bey sambil menyunggingkan senyum
" aku ganti baju dulu.. " jawab Ailee bergegas menuju kamarnya
Daniel membuka pintu ketika ada seseorang yang mengetok di luar sana
wajah pria itu sedikit bingung mendapati Yosep dengan tas di tangannya
" pak dokter ? " tanya Daniel heran, ada apa ini ? kenapa pria ini ada di sini sepagi ini, dan apa itu ? Yosep membawa tas besar
" Daniel ? " Yosep sama heran, dia tak percaya bertemu di sini
" siapa ? " tanya Bey dan Ailee kompak sembari melongok ke depan sana
Ailee melotot bingung mengetahui kalau itu pacarnya, dia tadi bilang akan mengambil bajunya untuk menginap disini
oh my god! Ailee segera cemas menyadari tatapan penuh selidik Daniel
gadis itu memasang senyum modus
" jangan bilang kaliaaan... " tebak Bey dengan nada menggoda
Daniel mengerutkan dahi heran
Ailee dan Yosep kompak merona merah
" ah ! kalian pacaran ! " teriak Bey girang
tapi tidak bagi ketiga lainnya
" serius ! " Daniel tak percaya
Ailee dan Yosep mengangguk kompak
" waaahhh... " Bey terlihat takjub, wanita itu segera memeluk Ailee senang
" akhirnyaa... " bisik Bey girang, Ailee hanya tertunduk malu dalam pelukan girang Bey
" wow, selamat ya.. " ujar Daniel pada akhirnya
__ADS_1
" kau harus sabar yaa " lanjut Daniel pada Yosep, pria itu menggeleng
" Ailee yang lebih sabar.. " bisik Yosep malu
" tentu saja, kalian kan amatir ! " teriak suara wanita di depan sana
kompak Daniel dan Yosep menoleh
Bey dan Ailee berhambur keluar, ingin tahu suara siapa itu
" Sofiaaa !!! " teriak semuanya kompak, Sofia mengerutkan dahi
" kenapa ? " tanya Sofia datar, mereka semua saling menatap heran
" Yosep kau harusnya bilang kalau mau kesini, ku pikir kau akan terbang ke Ausi.. " protes Sofia pada Yosep
Sofia segera menghampiri Bey dan Ailee, mereka saling memeluk satu sama lain, sudah lama mereka belum bertemu lagi
" kau menghilang pagi sekali, saat kami pulang kemarin kau sudah tidur.. " jelas Daniel, mereka memang belum sempat bertemu
" sorry, aku ada urusan dari pagi, tapi ternyata aku bertemu lagi disini dengan dia ! " sergah Sofia ke arah Yosep
pria itu semakin dibuat malu
" lalu kau kenapa kesini ? " tanya Daniel bingung
" kitakan masih bisa bertemu di rumah " sambung Daniel
" yyeee ge-er.. aku ada urusan penting " balas Sofia dengan wajah penuh teka teki, dia segera menekan bel rumah Zian
membuat semua di situ bertanya tanya, tapi tidak dengan Yosep, pria itu sudah amat mengerti
" Daniel, Bey, kalian duluan saja ke rumah sakit, aku akan menyusul dengan Yosep, aku ada urusan sebentar.. " ucap Ailee memecah kecanggungan
" oke, kami duluan " balas Daniel mengerti
" tolong tutupi noda merah di leher mu itu.. " bisik Daniel tertawa jahil
Ailee segera mencari noda yang dimaksud Daniel, gadis itu seketika merona malu, begitupun dengan Yosep, mereka seperti nya sudah tertangkap basah, itu sisa kecupan beberapa jam lalu
" baik baik bro .. " ucap Daniel sambil menepuk pelan pundak Yosep
pria itu seperti menjadi patung
Daniel dan Bey menghampiri Sofia
" kau mengunjungi siapa ? " tanya Daniel ingin tahu
" kerabat.. " jawab Sofia singkat, Daniel mengeryit heran, dia tidak tahu Sofia berkerabat dengan siapa ? sepertinya dia melewatkan sesuatu
Sofia tersenyum membalas wajah bingung Daniel
" aku akan menjelaskan nanti di rumah.. " ujar Sofia meminta Daniel meninggalkannya
wanita itu sekali lagi memberi salam perpisahan hangat pada Bey
" ayo makan malam di rumah ! " teriak Sofia di belakang punggung pengantin baru itu
******
" sepertinya aku tidak jadi menginap disini " ucap Yosep pelan, wajahnya masih saja merah
Ailee mengangguk ragu, dia berusaha mengerti maksud kalimat Yosep, mereka berdua berusaha saling mengerti dengan kalimat terakhir Daniel tadi
" tapi kau kan akan kembali ke Ausi.. " wajah ailee berubah sedih
" aku ingin bersama dengan mu.. " pinta nya dengan wajah manja
Yosep membalas wajah sendu Ailee dengan senyum manis
__ADS_1
" apa kau sudah sarapan ? " tanya Yosep mengalihkan
Ailee menggeleng pelan
" aku akan membuatkan sesuatu untuk mu " ujar Yosep tanpa di persilahkan lagi pria itu berjalan menuju dapur dan memasang apron
Ailee memandang sekilas lalu meraih handuk, dia segera akan membilas diri dan mencuci muka bantalnya
Yosep memotong beberapa bahan sayuran segar dan bumbu dapur, dia terlihat sungguh terampil untuk urusan dapur
Ailee baru saja selesai mandi, gadis itu menggunakan kaos polos dan celana pendek, handuk masih melekat di atas kepalanya
matanya menatap ke arah pria yang sibuk dan fokus memasak di depan sana
bagi Ailee pesona Yosep semakin bertambah saja, pria itu semakin keren saja dengan pisau di tangannya
Ailee terus menatap Yosep dengan wajah terpangku di kedua telapak tangannya
" kenapa kau menatap seperti itu ? " tanya Yosep sambil menyodorkan wajahnya ke hadapan Ailee, hidung mereka bersenggolan
" kau sangat keren " puji Ailee, membuat bibir Yosep mengembang
" kau keren sekali di mataku, makanya aku bisa memaafkan mu.. " ucap Ailee
Yosep menatap Ailee sebentar dan melanjutkan pekerjaanya
" dimana kau menyimpan blender mu ? " tanya Yosep
" blend, blender ? itu untuk apa ? "
Yosep tertawa kecil
" benda elektrik untuk menghaluskan bumbu " jawab Yosep sambil tersenyum, dia paham betul kalau pacarnya ini tak akan mengerti
" semacam juicer ? " tanya Ailee bingung
" yaa mirip.. tapi lebih kecil gelasnya " jelas Yosep
" apa sejenis chopper ? " tanya Ailee sambil mengangkat box alat rumah tangga yang dia iklan kan
" yaa itu juga boleh, bisa aku pakai ? " Ailee menjawab dengan anggukan cepat
Yosep segera membuka segel barang baru itu, pria itu segera memasang peralatan itu dan siap untuk di gunakan
Ailee melangkah mendekati Yosep
SRREETT ...
gadis itu merangkul dada Yosep, dia menempelkan wajahnya di punggung pria yang sibuk dengan pekerjaanya itu, Yosep berhenti sejenak
" ada apa ? " tanya nya lembut
Ailee menyembunyikan wajahnya di punggung Yosep
" Yosep.. jangan tinggalkan aku.. " pintanya pelan
Yosep terdiam sesaat
beberapa saat lelaki itu baru membalik badannya dan menatap dalam wajah Ailee
pria itu meraih handuk di kepala Ailee, dia membantu mengeringkan rambut panjang pacarnya
Yosep menyandarkan punggungnya, pria itu sedikit membungkuk untuk bisa melihat jelas wajah khawatir Ailee
" Ailee.. aku sangat menyukaimu.. " bisiknya dengan senyuman manis
Ailee membalas senyuman itu
" ini makanan pembuka mu.. " ucap Yosep sambil mendaratkan ciuman kecil sekilas
__ADS_1