
" kita jadi basah semua.. " ujar Azka menahan tawa nya
baik Ailee ataupun Azka keduanya jadi basah kuyup karena jarak taman dan apartment Ailee cukup lumayan, tapi mereka jadi menikmati mandi hujan bersama, ini langkah kan !
pria itu segera menepis air hujan dari rambut Ailee, gadis itu segera berlalu dan memberikan handuk pada Azka, pria itu mengangkat tangannya yang sudah di tinggalkan Ailee
" terima kasih " ucap Azka dengan handuk yang di raihnya
Ailee berjalan menuju kamar mandi, dia segera membilas diri
Azka mendapati naskah tebal di meja yang basah kuyup, pria itu menarik laci meja di depan sofa, pria itu mengambil hair dryer merah muda dari laci
" kau masih menyimpannya disini " ujarnya pelan sambil menahan tawa
pria itu mulai mengeringkan lembar demi lembar naskah film milik Ailee
gadis itu keluar dari kamar mandi dengan bajunya yang sudah berganti, dia menatap heran apa yang dilakukan Azka
" dih.. kau ngapain sih, aku masih punya copy-an nya ! " ujar Ailee meledek sambil mengambil naskah lainnya dari meja dapur, gadis itu mengangkat nya agar Azka bisa melihat jelas
Azka menggeleng mentertawakan diri sendiri, dia melakukan hal sia sia, pikirnya malu
" kupikir kau masih ceroboh seperti dulu " ujar Azka menutup wajah malu nya, Ailee mencibir dengan lidahnya
" kau mandi lah, aku akan membuatkan minuman hangat " ujar Ailee menunjuk arah kamar mandi dengan jempolnya
" ah tapi aku tidak punya salin " ujar Azka sedikit bingung
Ailee menatap sebentar lalu menepiskan tangan
" aku menyetok baju Reo disini, dia selalu meninggalkan baju saat melarikan diri ketika bertengkar dengan Fika.. " ujar Ailee mengangkat bahu
gadis itu segera menarik celana tranning dan kaos oblong milik Reo
Azka menerimanya
" kau tahu, ini mengingatkan masa remaja kita " kenang Azka
" ah.. kalian sering membuat mama ku marah " balas Ailee
gadis itu tiba tiba terdiam mengingat mama nya yang masih menjalani pesakitan
tatapan gadis itu seketika kosong
dia tak menyadari jika Azka sudah berganti pakaian dan bersiap di dapur, pria itu membuka buka tiap toples yang ada di sana, dia akan meracikkan minuman hangat untuk mereka
TUK !!
Azka mendaratkan gelas ke meja, membuat Ailee tersadar dengan lamunannya
" kau... " Ailee tak percaya jika Azka bahkan sudah membuatkan minuman hangat dan cemilan untuk mereka
" kau hebat sekali bukan hanya minuman kau juga belajar memasak " puji Ailee
__ADS_1
" menurutmu bagaimana ? aku menghabiskan tiga tahun di Italia " jelas Azka dengan sedikit bangga
" kau sama seperti Azka yang selalu ku kenal " cibir Ailee
" hahaa... maaf, kadang sombong itu datang begitu saja " kilah Azka sambil tersenyum malu
" kau bahkan tidak hadir di acara wisuda, kau tidak mengucapkan selamat tinggal ataupun selamat atas kelulusan ku, kau tiba tiba saja menghilang " Ailee mengenang perpisahannya dengan Azka beberapa waktu silam
" apa kau mencari ku ? " wajah Azka tak percaya
" kau pikir hubungan kita apa, bahkan kau selalu mengantar ku kalau mabuk, kau bahkan tidak menganggapku teman ya ! " gerutu Ailee kesal
Azka duduk di sebelah Ailee, pria itu memegang gelasnya dan merasakan kehangatan dari uap cangkirnya
" aku harus menyelesaikan pendidikan ku, aku ingin menjadi anak yang berbakti saat itu.. " jelas Azka ikut mengenang
" kenapa pendidikan menjadi alasan untuk pergi sih.. " Ailee protes dengan tatapan matanya yang kosong
Azka menoleh pada gadis yang duduk dekat dengannya
ujung rambut yang masih basah membuat kaos Ailee menjiplakkan warna kulitnya
Azka meraih handuk dan membantu mengeringkan ujung rambut Ailee
gadis itu segera menoleh, wajah mereka bertemu dan sorot mata saling menatap dalam
Azka segera membuang pandangannya, dia berusaha fokus pada rambut basah Ailee
Ailee melirik dengan sudut matanya, dia tahu Azka selalu hangat padanya, tapi perlakuan manis temannya saat ini membuat ingatannya jelas akan masa lalu
Ailee meletakkan gelasnya di meja
gadis itu menengadahkan wajahnya, dia tidak ingin menangis saat ini, dia tak mau terlihat cengeng di depan pria lain, dia tak seharusnya menghabiskan waktu dengan pria lain dan memikirkan pria lainnya
tapi hatinya begitu merindukan sosok pria yang sangat dia cintai, aku merindukanmu Yosep, bisik hati Ailee
" ada apa Ailee ? ".selidik Azka yang menangkap sudut basah mata Ailee
" apa kau merindukannya ? " tanya Azka dengan tatapannya, Ailee mengagguk cepat dan berusaha menahan haru nya
Azka meraih pipi gadis itu, Azka menuntun kepala Ailee bersender di bahunya, gadis itu menurut saja, dia memejamkan matanya dan menjatuhkan tetesan air mata yang tadi tertahan di sudut matanya
" kau tahu Ailee.. aku suka menemani mu dan itu selalu sama.. "
Ailee mengangguk pelan mendengar kalimat Azka
tangisannya semakin tak bisa terhenti, gadis itu menumpahkan penantian panjangnya
Azka tak berani menatap raut sedih wajah Ailee, pria itu hanya bisa menatap lurus layar televisi yang tak menyala
hati Ailee yang penuh sesak karena penantian nya
atau
__ADS_1
hati Azka yang terus bertahan dengan semua yang menerpa perasaanya
pria itu menaruh sebelah tangannya ke dalam saku
telapaknya menggenggam erat benda di dalam sana, wajahnya terlihat bingung dan sedih, Azka menyimpan sesuatu di sana dan di dalam hatinya
pria itu menoleh ke arah kepala yang masih bersandar pada bahunya, kini kulitnya juga merasakan hangat tetesan dari mata Ailee
itu melukai perasaanya
dengan jelas mata Azka menangkap benda yang melingkar di leher Ailee, matanya ikut memanas..
***********
Sofia memakai kacamata hitamnya, dia membawa dua buket bunga, dengan cepat langkah nya memasuki area pemakaman
Sofia meminta Alex dan Dave membawa satu buket bunga di tangannya
gadis itu mencari nama yang sangat dia kenal, dia memandang tajam ke arah depan sana
dan sudah ada seseorang mendahuluinya hari ini
sosok lain sudah berjongkok di depan sana, membuat Sofia mempercepat langkahnya
" kita bertemu lagi " sapa Sofia di belakang punggung nya
pria itu segera menoleh
" bagaimana kabar mu ? apa sudah lebih baik ? " tanyanya datar
" entah lah " Sofia meletakkan buket bunga pada nisan, dia memejamkan mata sebentar memohon doa
" apa kau rutin kesini ? " tanya Sofia ingin tahu
pria itu mengangguk cepat, Sofia tersenyum kecil
" ini mungkin takdir " ucap Sofia sambil mengelus nisan dihadapannya
" aku bahkan tak mengenal kalian tapi mengapa takdir ini membawa ku ikut terseret di dalamnya.. " keluh pria itu dengan tatapan murung
" hei, takdir itu bukan hanya masalah perjodohan kan ! " protes Sofia
" tapi ini sungguh berat buat ku.. " ucapnya sambil mengangkat benda di dalam sakunya
pria itu memandang lurus pada kalung dengan bandul setengah hati yang menggantung di tangannya
" aku percaya padamu, sama seperti nya aku yakin kau pria yang baik, mungkin.. kau juga sebaik dia " ujar Sofia tak percaya pada kalimat yang dia ucapkan sendiri, wanita itu mengangkat bahu
bibir wanita itu tersenyum dengan luka di dalam hatinya tapi dia sudah berjanji untuk menguatkan diri dan tak menangis
pria itu beranjak dari posisinya dan menyimpan kembali benda itu ke dalam saku nya
" bilang adik mu untuk serius, atau aku akan menarik sponsor ku ! " teriaknya membelakangi Sofia dan berlalu
__ADS_1
" apa dia buat masalah lagi ? " gerutu Sofia kesal