Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Inikah takdir


__ADS_3

" kita jadi basah semua.. " ujar Azka menahan tawa nya


baik Ailee ataupun Azka keduanya jadi basah kuyup karena jarak taman dan apartment Ailee cukup lumayan, tapi mereka jadi menikmati mandi hujan bersama, ini langkah kan !


pria itu segera menepis air hujan dari rambut Ailee, gadis itu segera berlalu dan memberikan handuk pada Azka, pria itu mengangkat tangannya yang sudah di tinggalkan Ailee


" terima kasih " ucap Azka dengan handuk yang di raihnya


Ailee berjalan menuju kamar mandi, dia segera membilas diri


Azka mendapati naskah tebal di meja yang basah kuyup, pria itu menarik laci meja di depan sofa, pria itu mengambil hair dryer merah muda dari laci


" kau masih menyimpannya disini " ujarnya pelan sambil menahan tawa


pria itu mulai mengeringkan lembar demi lembar naskah film milik Ailee


gadis itu keluar dari kamar mandi dengan bajunya yang sudah berganti, dia menatap heran apa yang dilakukan Azka


" dih.. kau ngapain sih, aku masih punya copy-an nya ! " ujar Ailee meledek sambil mengambil naskah lainnya dari meja dapur, gadis itu mengangkat nya agar Azka bisa melihat jelas


Azka menggeleng mentertawakan diri sendiri, dia melakukan hal sia sia, pikirnya malu


" kupikir kau masih ceroboh seperti dulu " ujar Azka menutup wajah malu nya, Ailee mencibir dengan lidahnya


" kau mandi lah, aku akan membuatkan minuman hangat " ujar Ailee menunjuk arah kamar mandi dengan jempolnya


" ah tapi aku tidak punya salin " ujar Azka sedikit bingung


Ailee menatap sebentar lalu menepiskan tangan


" aku menyetok baju Reo disini, dia selalu meninggalkan baju saat melarikan diri ketika bertengkar dengan Fika.. " ujar Ailee mengangkat bahu


gadis itu segera menarik celana tranning dan kaos oblong milik Reo


Azka menerimanya


" kau tahu, ini mengingatkan masa remaja kita " kenang Azka


" ah.. kalian sering membuat mama ku marah " balas Ailee


gadis itu tiba tiba terdiam mengingat mama nya yang masih menjalani pesakitan


tatapan gadis itu seketika kosong


dia tak menyadari jika Azka sudah berganti pakaian dan bersiap di dapur, pria itu membuka buka tiap toples yang ada di sana, dia akan meracikkan minuman hangat untuk mereka


TUK !!


Azka mendaratkan gelas ke meja, membuat Ailee tersadar dengan lamunannya


" kau... " Ailee tak percaya jika Azka bahkan sudah membuatkan minuman hangat dan cemilan untuk mereka


" kau hebat sekali bukan hanya minuman kau juga belajar memasak " puji Ailee

__ADS_1


" menurutmu bagaimana ? aku menghabiskan tiga tahun di Italia " jelas Azka dengan sedikit bangga


" kau sama seperti Azka yang selalu ku kenal " cibir Ailee


" hahaa... maaf, kadang sombong itu datang begitu saja " kilah Azka sambil tersenyum malu


" kau bahkan tidak hadir di acara wisuda, kau tidak mengucapkan selamat tinggal ataupun selamat atas kelulusan ku, kau tiba tiba saja menghilang " Ailee mengenang perpisahannya dengan Azka beberapa waktu silam


" apa kau mencari ku ? " wajah Azka tak percaya


" kau pikir hubungan kita apa, bahkan kau selalu mengantar ku kalau mabuk, kau bahkan tidak menganggapku teman ya ! " gerutu Ailee kesal


Azka duduk di sebelah Ailee, pria itu memegang gelasnya dan merasakan kehangatan dari uap cangkirnya


" aku harus menyelesaikan pendidikan ku, aku ingin menjadi anak yang berbakti saat itu.. " jelas Azka ikut mengenang


" kenapa pendidikan menjadi alasan untuk pergi sih.. " Ailee protes dengan tatapan matanya yang kosong


Azka menoleh pada gadis yang duduk dekat dengannya


ujung rambut yang masih basah membuat kaos Ailee menjiplakkan warna kulitnya


Azka meraih handuk dan membantu mengeringkan ujung rambut Ailee


gadis itu segera menoleh, wajah mereka bertemu dan sorot mata saling menatap dalam


Azka segera membuang pandangannya, dia berusaha fokus pada rambut basah Ailee


Ailee melirik dengan sudut matanya, dia tahu Azka selalu hangat padanya, tapi perlakuan manis temannya saat ini membuat ingatannya jelas akan masa lalu


Ailee meletakkan gelasnya di meja


gadis itu menengadahkan wajahnya, dia tidak ingin menangis saat ini, dia tak mau terlihat cengeng di depan pria lain, dia tak seharusnya menghabiskan waktu dengan pria lain dan memikirkan pria lainnya


tapi hatinya begitu merindukan sosok pria yang sangat dia cintai, aku merindukanmu Yosep, bisik hati Ailee


" ada apa Ailee ? ".selidik Azka yang menangkap sudut basah mata Ailee


" apa kau merindukannya ? " tanya Azka dengan tatapannya, Ailee mengagguk cepat dan berusaha menahan haru nya


Azka meraih pipi gadis itu, Azka menuntun kepala Ailee bersender di bahunya, gadis itu menurut saja, dia memejamkan matanya dan menjatuhkan tetesan air mata yang tadi tertahan di sudut matanya


" kau tahu Ailee.. aku suka menemani mu dan itu selalu sama.. "


Ailee mengangguk pelan mendengar kalimat Azka


tangisannya semakin tak bisa terhenti, gadis itu menumpahkan penantian panjangnya


Azka tak berani menatap raut sedih wajah Ailee, pria itu hanya bisa menatap lurus layar televisi yang tak menyala


hati Ailee yang penuh sesak karena penantian nya


atau

__ADS_1


hati Azka yang terus bertahan dengan semua yang menerpa perasaanya


pria itu menaruh sebelah tangannya ke dalam saku


telapaknya menggenggam erat benda di dalam sana, wajahnya terlihat bingung dan sedih, Azka menyimpan sesuatu di sana dan di dalam hatinya


pria itu menoleh ke arah kepala yang masih bersandar pada bahunya, kini kulitnya juga merasakan hangat tetesan dari mata Ailee


itu melukai perasaanya


dengan jelas mata Azka menangkap benda yang melingkar di leher Ailee, matanya ikut memanas..


***********


Sofia memakai kacamata hitamnya, dia membawa dua buket bunga, dengan cepat langkah nya memasuki area pemakaman


Sofia meminta Alex dan Dave membawa satu buket bunga di tangannya


gadis itu mencari nama yang sangat dia kenal, dia memandang tajam ke arah depan sana


dan sudah ada seseorang mendahuluinya hari ini


sosok lain sudah berjongkok di depan sana, membuat Sofia mempercepat langkahnya


" kita bertemu lagi " sapa Sofia di belakang punggung nya


pria itu segera menoleh


" bagaimana kabar mu ? apa sudah lebih baik ? " tanyanya datar


" entah lah " Sofia meletakkan buket bunga pada nisan, dia memejamkan mata sebentar memohon doa


" apa kau rutin kesini ? " tanya Sofia ingin tahu


pria itu mengangguk cepat, Sofia tersenyum kecil


" ini mungkin takdir " ucap Sofia sambil mengelus nisan dihadapannya


" aku bahkan tak mengenal kalian tapi mengapa takdir ini membawa ku ikut terseret di dalamnya.. " keluh pria itu dengan tatapan murung


" hei, takdir itu bukan hanya masalah perjodohan kan ! " protes Sofia


" tapi ini sungguh berat buat ku.. " ucapnya sambil mengangkat benda di dalam sakunya


pria itu memandang lurus pada kalung dengan bandul setengah hati yang menggantung di tangannya


" aku percaya padamu, sama seperti nya aku yakin kau pria yang baik, mungkin.. kau juga sebaik dia " ujar Sofia tak percaya pada kalimat yang dia ucapkan sendiri, wanita itu mengangkat bahu


bibir wanita itu tersenyum dengan luka di dalam hatinya tapi dia sudah berjanji untuk menguatkan diri dan tak menangis


pria itu beranjak dari posisinya dan menyimpan kembali benda itu ke dalam saku nya


" bilang adik mu untuk serius, atau aku akan menarik sponsor ku ! " teriaknya membelakangi Sofia dan berlalu

__ADS_1


" apa dia buat masalah lagi ? " gerutu Sofia kesal


__ADS_2