Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Sama tapi berbeda


__ADS_3

" kenapa wajahmu itu ? "


Zian menatap heran ekspresi wajah adik yang berdiri di sebelahnya


matahari sudah bersiap tenggelam, selama itu Yosep menemani Rahel di taman hiburan, mereka mengobrol banyak hal dan menikmati beberapa cemilan asing


Rahel masih terus menatap punggung Yosep yang kian mengecil, gadis itu seolah bisa mengukir bayangan pria dihadapannya tadi, Zian mengeryitkan dahi


" Raheell ? "


suara Zian masih saja tak ditangkap telinga Rahel, gadis itu masih terus menatap punggung Yosep yang sudah lama menghilang, bibirnya terus tersenyum kecil, Zian bisa menangkap rona merah di wajah gadis kecilnya itu


" Rahel ! " teriak Zian di telinga Rahel


gadis itu terkejut mendengar suara nyaring Zian di telinganya, Rahel membalas dengan wajah cemberut


" wajah macam apa itu ? " protes Zian


" tadi kau selalu tersenyum saat bersama Yosep, kau pikir kakak mu ini tidak tahu ! aku melihatmu dari atas panggung tau ! " sergah Zian sedikit kesal


Rahel kembali mencari duduk, gadis itu merebahkan diri di kursi dengan malas


" apa kakak masih lama ? " tanya Rahel, Zian meneliti sekali lagi ekspresi adiknya yang seketika berubah seperti biasa lagi


" kau tunggu dulu disini ya, ada kak manager yang menemani, dua lagu lagi kakak selesai.. " bisik Zian di telinga Rahel


Rahel mengangguk mengerti dia mempersilakan Zian melanjutkan pekerjaan nya, gadis itu akan menunggu tenang di sini


Rahel kembali kilas balik apa yang dia lakukan bersama dokter Yosep hari ini, bibirnya kembali tersenyum senang


dia merasa sudah lama tak merasakan perasaan sesenang ini, apa ini terlalu berlebihan ?


senyum lebar Rahel segera lenyap tatkala dia menyadari jika Yosep akan pulang saat ini


itu artinya..


bukannya itu adalah waktu yang tepat untuk dia menyatakan cinta ?


" bahkan dia sudah mempersiapkan semuanya.. " gumam Rahel dengan wajah kecewa


gadis itu merasa kecewa dengan perasaan senang sesaat yang diberikan Yosep, dia seperti mendapat harapan palsu, harusnya Rahel menyadari semua itu dari awal


Yosep memang sudah dulu mengenal Ailee, dan gadis cantik yang penuh pesona itu siapa yang bisa menolak kehadirannya, juga dokter Yosep dia pasti sangat menyukai Ailee


Rahel memainkan ujung jarinya dengan wajah tertunduk, kekecewaan jelas terlihat dari wajahnya


Zian menangkap wajah khawatir di kursi sana membuat laki laki itu sedikit telat mengambil nada, tapi dia berusaha menguasai panggung dengan cepat, alunan melodi dan bass yang bersautan, dentuman drummer yang membangkitkan irama merdu dari suara Zian


" sayang.. janganlah kau menangis ku tahu itu sulit untukmu.. janganlah kau sesali rasa sesal ini... masa depan kan abadi... "


suara merdu Zian menggema di penjuru dunia hiburan itu, semua terhanyut dengan nada indah yang mengalun


Rahel larut dalam pikirannya dan tertunduk dalam, suara Zian yang mengalunkan nada melow membuat Rahel menghayatinya dalam, Rahel mulai terisak sendiri


" semoga berhasil Yoseeep.. " ucapnya pelan

__ADS_1


gadis itu merasa sakit, hatinya dibuat sakit sendiri, kenyataan bahwa Yosep dan Ailee sebentar lagi akan bersama membuat dia menangis dalam


berlahan air hujan jatuh, udara yang lembab membuat gerimis mengiringi alunan lagu dan riuh penonton


air hujan yang menetes pelan diantara helaian rambut Rahel seolah mengerti akan kesakitannya, mereka berlomba saling menjatuhkan air bersama


*************


" hallo.. "


suara riang menyambut di seberang sana membuat bibir Yosep terus saja menggaris senyum, apa dia tidak pegal, dari tadi pria itu terus saja tersenyum sendiri


" hay ! akhirnya kau bisa menelpon ku, handphone mu sudah benar ? "


Yosep menjawab iya pertanyaan Ailee dari seberang sana, pria itu terus memegangi dadanya


fokus .. fokus.. pinta hatinya, dia sedang menyetir saat ini


" aduuuh... sial ! " suara Ailee mengupat di seberang sana, membuat Yosep heran


" sepertinya ban ku pecah, dan serep nya masih di bengkel, duhhh... " suara Kesal Ailee membuat Yosep cemas


" kau dimana sekarang ? " tanya Yosep


pria itu melirik jam tangannya


pukul sembilan malam, sepertinya Yosep terlalu lama mandi dan mempersiapkan diri untuk bertemu Ailee setelah seharian menemani Rahel di taman hiburan


" aku di jalan kapten muslihat, Domi sudah menghubungi bengkel tapi sekarang sedang gerimis jadi aku menunggu di mobil saja "


Yosep segera memutar balik, dia hapal dimana lokasi yang dimaksud Ailee, pria itu bergegas menyusul keberadaan gadis yang seharian ini dia nanti untuk bertemu


Yosep memacu mobilnya lebih cepat, diluar sedang gerimis mengundang hujan, pria itu ingin segera sampai


dia menghentikan laju mobilnya ketika pandangannya bisa melihat mobil mewah terparkir di depan sana


pria itu segera mencari tempat untuk menaruh mobilnya, dia meraih payung di belakang jok kemudi, pria itu berlahan turun dari mobilnya dan menuju ke arah mobil Ailee


tok.. tok.. tok..


punggung jari Yosep mengetuk kaca mobil, di dalam sana Ailee sedang sedikit terkantuk sambil mendengarkan musik dari erphone nya


setelah beberapa ketukan Ailee tersadar dengan kehadiran Yosep di luar sana,dia segera menurun kan kaca jendela, bibirnya segera merekah, mereka berdua kompak senyum bersamaan


Domi muncul di balik punggung Yosep, membuat lelaki itu sedikit kaget, Ailee tertawa geli melihat wajah kaget Yosep dan ekspresi lucu Domi


" oh my god ! kang bengkel mana ini cuy.. ganteng bingiiit... " seru Domi genit


Yosep memasang wajah heran dan bingung mendapati pria gemuali di belakang punggungnya


" oh mai maiii... bisa bengkelin hati aku ga baaaang... " goda Domi lagi


Ailee mencibir Domi, pria genit itu menangkap wajah merona Ailee dan salah tingkah Yosep


" eiii.. jangan bilang yey bedua ada sesuatu yaaa... " tebak domi dengan telunjuknya yang bergerak dari Yosep ke Ailee, mata genit dan wajah lucunya dibuat lebih menyebalkan dari sebelumnya

__ADS_1


Domi sekali lagi memperhatikan dua wajah yang merona kompak, keduanya tak bisa berkata-kata


pria itu menepuk jidat dengan ujung jari lentiknya


" Ailee... bagaimana dengan anak band itu ? " tanya Domi dengan alis naik


alis Ailee juga ikut naik, dia tak menyukai kata kata anak band yng berkali kali Domi lontarkan


" kau jangan suka membuat skandal ya beb .. " ancam Domi


Yosep menatap heran dan tak paham, apa maksudnya anak band ?


" Domii.. aku tidak pernah ada hubungan dengan siapa pun, begitu pula dengan anak band itu.. aku tidak pernah menyukai anak band, yang aku sukai itu cumaa... "


Domi Ailee dan Yosep kompak tertegun


jelas jari telunjuk Ailee mengarah pada Yosep


gadis itu baru sadar dengan kalimat jujur dari mulutnya yang meluncur cepat tanpa dia cerna terlebih dahulu, dengan ragu dia menarik jari telunjuknya


Ailee segera menyembunyikannya dengan wajah memerah


Domi mengerutkan jidat tak bisa mengerti


Yosep tersenyum kecil, pria itu merasa sangat senang dan semakin mantab dengan niat awal nya sejak malam tadi


Ailee menutup kedua wajah dengan telapak tangannya, gadis itu mencoba menahan hawa panas yang seketika menerpa kulit wajahnya


cklek !


tangan Yosep membuka pintu mobil dimana Ailee duduk


pria itu meraih lengan Ailee dn memintanya untuk menurut, wajahnya yang tersenyum membuat Ailee terpesona dan tak mungkin menolak tarikan lembut tangan Yosep


Yosep meraih tangan Ailee dan berdiri di bawah payung yang sama


Domi hanya tertegun melihat dua manusia dengan tampilan terlihat begitu serasi dan segera meninggalkannya


Ailee menoleh ke arah Domi sebentar dan memicingkan mata, mau tak mau Domi amat sangat mengerti arti kerlingan itu


saat ini hari masih gerimis


Yosep menggandeng hangat lengan Ailee


Ailee sesekali menatap wajah tampan pria yang kokoh memegang payung di tangannya


mereka berdua berjalan berlahan diiringi rintik lembut suara hujan, suasana yang begitu indah untuk di rasakan insan yang saling mencintai


bukan payung yang menghalau air


bukan pula karena udara


langkah Yosep dan Ailee terlihat begitu hangat


hati yang mendebarkan dan genggaman kulit yang bersentuhan membuat keduanya merasa hangat meski dibawah hujan dan dengan percikan air

__ADS_1


mereka sangat serasi berjalan berdua di bawah payung yang sama beriiring semilir angin dan bernada hujan


" gilaaa tuh cowok ganteng bingit, bisa nih di prospek jadi calon bintang ! "


__ADS_2