
" kenapa wajahmu itu ? "
Zian menatap heran ekspresi wajah adik yang berdiri di sebelahnya
matahari sudah bersiap tenggelam, selama itu Yosep menemani Rahel di taman hiburan, mereka mengobrol banyak hal dan menikmati beberapa cemilan asing
Rahel masih terus menatap punggung Yosep yang kian mengecil, gadis itu seolah bisa mengukir bayangan pria dihadapannya tadi, Zian mengeryitkan dahi
" Raheell ? "
suara Zian masih saja tak ditangkap telinga Rahel, gadis itu masih terus menatap punggung Yosep yang sudah lama menghilang, bibirnya terus tersenyum kecil, Zian bisa menangkap rona merah di wajah gadis kecilnya itu
" Rahel ! " teriak Zian di telinga Rahel
gadis itu terkejut mendengar suara nyaring Zian di telinganya, Rahel membalas dengan wajah cemberut
" wajah macam apa itu ? " protes Zian
" tadi kau selalu tersenyum saat bersama Yosep, kau pikir kakak mu ini tidak tahu ! aku melihatmu dari atas panggung tau ! " sergah Zian sedikit kesal
Rahel kembali mencari duduk, gadis itu merebahkan diri di kursi dengan malas
" apa kakak masih lama ? " tanya Rahel, Zian meneliti sekali lagi ekspresi adiknya yang seketika berubah seperti biasa lagi
" kau tunggu dulu disini ya, ada kak manager yang menemani, dua lagu lagi kakak selesai.. " bisik Zian di telinga Rahel
Rahel mengangguk mengerti dia mempersilakan Zian melanjutkan pekerjaan nya, gadis itu akan menunggu tenang di sini
Rahel kembali kilas balik apa yang dia lakukan bersama dokter Yosep hari ini, bibirnya kembali tersenyum senang
dia merasa sudah lama tak merasakan perasaan sesenang ini, apa ini terlalu berlebihan ?
senyum lebar Rahel segera lenyap tatkala dia menyadari jika Yosep akan pulang saat ini
itu artinya..
bukannya itu adalah waktu yang tepat untuk dia menyatakan cinta ?
" bahkan dia sudah mempersiapkan semuanya.. " gumam Rahel dengan wajah kecewa
gadis itu merasa kecewa dengan perasaan senang sesaat yang diberikan Yosep, dia seperti mendapat harapan palsu, harusnya Rahel menyadari semua itu dari awal
Yosep memang sudah dulu mengenal Ailee, dan gadis cantik yang penuh pesona itu siapa yang bisa menolak kehadirannya, juga dokter Yosep dia pasti sangat menyukai Ailee
Rahel memainkan ujung jarinya dengan wajah tertunduk, kekecewaan jelas terlihat dari wajahnya
Zian menangkap wajah khawatir di kursi sana membuat laki laki itu sedikit telat mengambil nada, tapi dia berusaha menguasai panggung dengan cepat, alunan melodi dan bass yang bersautan, dentuman drummer yang membangkitkan irama merdu dari suara Zian
" sayang.. janganlah kau menangis ku tahu itu sulit untukmu.. janganlah kau sesali rasa sesal ini... masa depan kan abadi... "
suara merdu Zian menggema di penjuru dunia hiburan itu, semua terhanyut dengan nada indah yang mengalun
Rahel larut dalam pikirannya dan tertunduk dalam, suara Zian yang mengalunkan nada melow membuat Rahel menghayatinya dalam, Rahel mulai terisak sendiri
" semoga berhasil Yoseeep.. " ucapnya pelan
__ADS_1
gadis itu merasa sakit, hatinya dibuat sakit sendiri, kenyataan bahwa Yosep dan Ailee sebentar lagi akan bersama membuat dia menangis dalam
berlahan air hujan jatuh, udara yang lembab membuat gerimis mengiringi alunan lagu dan riuh penonton
air hujan yang menetes pelan diantara helaian rambut Rahel seolah mengerti akan kesakitannya, mereka berlomba saling menjatuhkan air bersama
*************
" hallo.. "
suara riang menyambut di seberang sana membuat bibir Yosep terus saja menggaris senyum, apa dia tidak pegal, dari tadi pria itu terus saja tersenyum sendiri
" hay ! akhirnya kau bisa menelpon ku, handphone mu sudah benar ? "
Yosep menjawab iya pertanyaan Ailee dari seberang sana, pria itu terus memegangi dadanya
fokus .. fokus.. pinta hatinya, dia sedang menyetir saat ini
" aduuuh... sial ! " suara Ailee mengupat di seberang sana, membuat Yosep heran
" sepertinya ban ku pecah, dan serep nya masih di bengkel, duhhh... " suara Kesal Ailee membuat Yosep cemas
" kau dimana sekarang ? " tanya Yosep
pria itu melirik jam tangannya
pukul sembilan malam, sepertinya Yosep terlalu lama mandi dan mempersiapkan diri untuk bertemu Ailee setelah seharian menemani Rahel di taman hiburan
" aku di jalan kapten muslihat, Domi sudah menghubungi bengkel tapi sekarang sedang gerimis jadi aku menunggu di mobil saja "
Yosep segera memutar balik, dia hapal dimana lokasi yang dimaksud Ailee, pria itu bergegas menyusul keberadaan gadis yang seharian ini dia nanti untuk bertemu
Yosep memacu mobilnya lebih cepat, diluar sedang gerimis mengundang hujan, pria itu ingin segera sampai
dia menghentikan laju mobilnya ketika pandangannya bisa melihat mobil mewah terparkir di depan sana
pria itu segera mencari tempat untuk menaruh mobilnya, dia meraih payung di belakang jok kemudi, pria itu berlahan turun dari mobilnya dan menuju ke arah mobil Ailee
tok.. tok.. tok..
punggung jari Yosep mengetuk kaca mobil, di dalam sana Ailee sedang sedikit terkantuk sambil mendengarkan musik dari erphone nya
setelah beberapa ketukan Ailee tersadar dengan kehadiran Yosep di luar sana,dia segera menurun kan kaca jendela, bibirnya segera merekah, mereka berdua kompak senyum bersamaan
Domi muncul di balik punggung Yosep, membuat lelaki itu sedikit kaget, Ailee tertawa geli melihat wajah kaget Yosep dan ekspresi lucu Domi
" oh my god ! kang bengkel mana ini cuy.. ganteng bingiiit... " seru Domi genit
Yosep memasang wajah heran dan bingung mendapati pria gemuali di belakang punggungnya
" oh mai maiii... bisa bengkelin hati aku ga baaaang... " goda Domi lagi
Ailee mencibir Domi, pria genit itu menangkap wajah merona Ailee dan salah tingkah Yosep
" eiii.. jangan bilang yey bedua ada sesuatu yaaa... " tebak domi dengan telunjuknya yang bergerak dari Yosep ke Ailee, mata genit dan wajah lucunya dibuat lebih menyebalkan dari sebelumnya
__ADS_1
Domi sekali lagi memperhatikan dua wajah yang merona kompak, keduanya tak bisa berkata-kata
pria itu menepuk jidat dengan ujung jari lentiknya
" Ailee... bagaimana dengan anak band itu ? " tanya Domi dengan alis naik
alis Ailee juga ikut naik, dia tak menyukai kata kata anak band yng berkali kali Domi lontarkan
" kau jangan suka membuat skandal ya beb .. " ancam Domi
Yosep menatap heran dan tak paham, apa maksudnya anak band ?
" Domii.. aku tidak pernah ada hubungan dengan siapa pun, begitu pula dengan anak band itu.. aku tidak pernah menyukai anak band, yang aku sukai itu cumaa... "
Domi Ailee dan Yosep kompak tertegun
jelas jari telunjuk Ailee mengarah pada Yosep
gadis itu baru sadar dengan kalimat jujur dari mulutnya yang meluncur cepat tanpa dia cerna terlebih dahulu, dengan ragu dia menarik jari telunjuknya
Ailee segera menyembunyikannya dengan wajah memerah
Domi mengerutkan jidat tak bisa mengerti
Yosep tersenyum kecil, pria itu merasa sangat senang dan semakin mantab dengan niat awal nya sejak malam tadi
Ailee menutup kedua wajah dengan telapak tangannya, gadis itu mencoba menahan hawa panas yang seketika menerpa kulit wajahnya
cklek !
tangan Yosep membuka pintu mobil dimana Ailee duduk
pria itu meraih lengan Ailee dn memintanya untuk menurut, wajahnya yang tersenyum membuat Ailee terpesona dan tak mungkin menolak tarikan lembut tangan Yosep
Yosep meraih tangan Ailee dan berdiri di bawah payung yang sama
Domi hanya tertegun melihat dua manusia dengan tampilan terlihat begitu serasi dan segera meninggalkannya
Ailee menoleh ke arah Domi sebentar dan memicingkan mata, mau tak mau Domi amat sangat mengerti arti kerlingan itu
saat ini hari masih gerimis
Yosep menggandeng hangat lengan Ailee
Ailee sesekali menatap wajah tampan pria yang kokoh memegang payung di tangannya
mereka berdua berjalan berlahan diiringi rintik lembut suara hujan, suasana yang begitu indah untuk di rasakan insan yang saling mencintai
bukan payung yang menghalau air
bukan pula karena udara
langkah Yosep dan Ailee terlihat begitu hangat
hati yang mendebarkan dan genggaman kulit yang bersentuhan membuat keduanya merasa hangat meski dibawah hujan dan dengan percikan air
__ADS_1
mereka sangat serasi berjalan berdua di bawah payung yang sama beriiring semilir angin dan bernada hujan
" gilaaa tuh cowok ganteng bingit, bisa nih di prospek jadi calon bintang ! "