
Enam bulan berlalu...
*bahkan bunga yang indah pun akan menggurkan kelopaknya, yakinlah akan waktu.. mereka akan mengganti tiap kelopak yang jatuh hingga bisa mekar dan indah kembali..
percayalah pada kekuatan yang ada di hatimu jika kau pasti akan menemukan ku kembali, saat itu aku menantimu bersama dengan buah hati kita
seberapa besar kekuasaan yang memisahkan cinta suci ini akan terus ku simpan dalam jiwaku, aku akan selalu menanti mu dan buah hati kita hingga menerobos masuk dalam ruang waktu dan dimensi yang berbeda, aku menantimu pangeran ku*..
Ailee mengelap sudut matanya yang basah, dia segera menutup naskah tebal di dalam pangkuannya
" apa itu judul baru mu ka ? " tanya Rahel ikut bergabung duduk di sebelah Ailee
mereka tersenyum bersama sambil menatap lurus pemandangan taman di kawasan mereka tinggal
Ailee menoleh ke arah Rahel sebentar, dia jelas melihat raut wajah ceria itu semakin bersinar, gadis itu semakin cantik dan mempesona, Ailee ikut senang
" ini film layar lebar pertamaku.. " jawab Ailee dengan wajah sedikit malu
akhirnya dia bisa juga mendapatkan peran protagonis untuk layar lebar yang diadopsi dari cerita novel fantasi legendaris saat ini
" selamat kaa.. " ucap Rahel dengan senyum nya yang lebar
angin sore menerbangkan rambut hitam mereka, kedua nya menikmati suasana tenang sore ini
" apa kakak mendapat surat lagi ? " tanya Rahel dengan wajah penasaran
Ailee menggeleng pelan dengan wajah kecewa
Rahel memasang wajah ikut kecewa
" harusnya kak Yosep rajin mengirim kabar ! " protes Rahel dengan melipat kedua tangan di dada
Ailee tersenyum kecil dengan sorot mata kosong
" dia mungkin sangat sibuk, dia berjanji akan secepatnya menyelesaikan study nya padaku.. " ucap Ailee penuh harap
Rahel amat mengerti kesedihan di hati Ailee, tapi gadis cantik itu berusaha menyembunyikannya dengan baik
" kaa.. aku akan bercerita sesuatu pada kakak.. "
suara Rahel terdengar serius membuat Ailee menyimaknya tanpa menoleh
" aku sangat menyukai dokter Yosep, dia orang yang baik, dan itu membuatku jatuh cinta padanya.. " jujur Rahel
gadis itu akan menerima jika Ailee akan marah bahkan memukulnya tapi dia lega sudah bisa menceritakan apa yang pernah dia rasakan
Ailee menatap ujung sepatu kets nya yang mengayun ayun
jarinya mencoba merapihkan rambut yang tertiup angin dan mengkaitkannya di telinga
" Rahell... " panggil Ailee pelan
" aku rasa banyak orang yang menyukainya.. " lanjut Ailee dengan tatapan menerawang
__ADS_1
" kakak benar ! dia sangat baik.. " balas Rahel dengan senyum lebar, Ailee membalas senyuman gadis yang bisa melihat jelas sorot sendu penuh penantian di dalam bola matanya
" padahal aku ingin mengucapkan terima kasih pada dokter Yosep, berkat dia aku bisa cepat mendapat donor, dia bahkan pergi tanpa berpamitan ! " wajah Rahel yang tadi riang seketika berubah sedikit cemberut
" kau akan berterima kasih ketika dia pulang " ujar Ailee meyakinkan
Rahel mengangguk cepat, Ailee ikut mengangguk, mereka berdua setuju dengan pendapat di hati masing masing
angin senja masih terus bermain menggulung gulung benda ringan
Rahel menatap langit yang berwarna oren yang menghangatkan perasaan nya, gadis itu meneliti dengan penglihatan nya yang sudah kembali normal, gadis itu sangat bahagia
Ailee membuka kembali naskah di pangkuan nya, mata nya menatap sekilas lalu memikirkan berkali kali supaya mengingat dengab jelas
j*ika Tuhan tak memberi kan ku banyak waktu untuk hidup bersama dengan suami dan keturunanku maka.. alam lain pun tak akan mendapatkan waktu lebih dari itu
hidupku, nyawaku, harapanku.. semua sudah tertinggal pada hati anak dan suamiku, maka milikilah hanya jiwa yang kosong ini*..
" benar kalian ada di sini ! "
Zian menepuk pundak Rahel dan membuat adiknya kaget, pria itu juga tersenyum pada Ailee, dia membalas sekilas
" kalian sedang apa ? " tanya Zian mengambil duduk diantara Rahel dan Ailee, membuat kedua gadis itu harus sedikit menggeser posisi mereka
" waah naskah baru mu ? " tanya Zian, Ailee mengangguk
" selamat ya.. semoga berhasil ! " seru Zian menyemangati sambil mengepalkan tangan dan menggaris senyum
seorang pria melambaikan tangan di ujung sana, Ailee membalas lambaian itu, Rahel tersenyum kecil sementara Zian menutup wajahnya dengan telapak tangan, wajah cerahnya mendadak kesal
" dia ngapain ke sini sih ! " gerutu Zian
Azka melangkah cepat menghampiri mereka
" hei Zian, aku membuat project baru, apa kau sudah evaluasi ? " tanya Azka pada pria yang membuang pandangan di depan nya
dengan malas Zian mengangguk
Azka dan Zian terlibat pekerjaan dimana Azka mendaftarkan diri menjadi investor tetap label rekaman yang menaungi band Zian, Sofia yang mendapatkannya
" tanpa backup kau akan kesulitan bertahan di induatri itu.. " saran Sofia saat Azka dan Zian pertama kali bertemu di kantor resmi mereka
" sepertinya kau sering sekali kesini akhir akhir ini " kalimat Ailee terdengar penasaran
Azka tersenyum saja
Zian segera bangkit dan memberi tatapan penuh kode pada Rahel, mereka akan meninggalkan kedua teman lama itu
" kakak aku duluan.. " Rahel sepertinya mengerti dengan gelagat Zian, kakaknya tak ingin lama lama mendengar ocehan Azka, mereka selalu saja bertengkar pada akhirnya, jadi lebih baik menghindari saja
" aku duluan ya, aku akan membaca materi darimu.. " pamit Zian dengan wajah malas
Azka tertawa kecil melihat tingkah Zian, dia selalu begitu terhadap boss nya
__ADS_1
" kalian sangat dekat " ujar Ailee
Azka tertawa lucu, kalimat barusan seperti mengejek bagi Azka
" maksud mu aku dan Zian ? " Azka tertawa semakin jadi melihat Ailee mengangguk
" kami selalu adu argumen tau ! " jelas Azka
" tapi kalian seperti kakak adik " jawab ailee,
yaa.. dia juga kadang seperti itu dengan Reo ataupun Daniel selalu bertengkar dengan berbagai hal, tapi di dalam hati mereka tetap lah kakak kakak yang terbaik
" bagaimana keadaan mu ? " tanya Azka dengan tatapan lembut ke wajah Ailee
gadis itu mengerutkan alis
" kau selalu saja menanyakan keadaan ku, memangnya kenapa dengan ku ? semua baik baik saja.. " ujar Ailee protes dengan wajah cemberutnya
" aku melihatmu semakin dewasa.. " pujian Azka di balas oleh sambaran petir yang membuat Ailee melongo
mereka berdua seketika kaget, tadi cuacanya sangat adem kenapa sekarang menjadi gelap, pikir Ailee heran
Azka menengadahkan telapaknya, tetesan air hujan mulai berjatuhan
beberapa orang mulai berlarian menyelamatkan diri dari terpaan air
Azka dan Ailee saling menatap, entah tatapan apa, mereka berdua segera bangkit dan mencari tempat berlindung, hujan semakin deras
Azka dengan segera membuka jaket nya, dia mengangkat jaket itu dan meminta Ailee merapatkan badannya
mereka berlari menerobos hujan dengan bertudung jaket Azka
pria itu melirik wajah Ailee yang tertunduk sambil memeluk naskah di dadanya
pria itu menatap sendu, dia menyembunyikan air matanya
air hujan kian deras, Azka hampir memberikan semua bagian jaket anti airnya pada Ailee, dan menikmati runtuhan air di atas kepalanya yang mulai turun diantara dahinya
" kau kebasahan.. " bisik Ailee menatap wajah Azka
gadis itu menyadari pandangan lurus Azka yang sejak tadi menatap wajahnya dengan lekat
hujan masih terus turun, Azka tak sadar jika jarinya sudah tak lagi menahan laju jaket yang tertiup angin
jaket itu ikut terbang ditengah hujan
Ailee tertawa..
gadis itu sudah basah kuyup dan dia menikmatinya
Azka menatap wajah riang Ailee, pria itu berusaha menggaris senyum, air hujan menyamarkan air matanya
" teruslah tertawa dan tersenyum.. " pinta Azka tanpa suara
__ADS_1