
Seorang gadis kecil sedang duduk di lantai tepat bersandar pada pintu kamar Zian, Ailee yang melintas segera memperhatikan gadis kecil yang terlelap diantara pangkuan tangannya di lutut
" ah.. dia tertidur .. " bisik Ailee pada Yosep yang berdiri di belakang punggungnya
Ailee segera berjongkok, tangan halus nya mencoba menyentuh pundak gadis yang tertidur di depan pintu kamar Zian
" dik... apa kau mengantuk ? " tanya Ailee berlahan menyentuh pundak gadis itu
Yosep tersenyum kecil melihat perhatian Ailee pada gadis yang bahkan belum dia kenal
gadis itu merasakan sesuatu yang hangat menyentuh pundaknya, berlahan dia membuka mata, tapi sorot matanya tak segera menatap ke arah Ailee
" ah.. apa kakak sudah pulang ? " tanya nya dengan wajah riang, tapi tatapan matanya seperti kosong
Ailee menoleh ke arah Yosep, wajah cantiknya terlihat heran begitupun dengan Yosep, pria itu ikut berjongkok dihadapan gadis itu
" kau sedang menunggu siapa ? " tanya Yosep
gadis itu mengeryitkan alisnya, dia mendengar suara berat seorang pria tapi itu bukan lah suara kakak nya
" ah maaf, aku sedang menunggu kakak ku .. " jawabnya dengan pandangan entah kemana
Ailee dan Yosep sekali lagi saling pandang
" apa kakak mu Zian ? " tanya Ailee
gadis itu mengangguk cepat dengan senyum lebarnya, walau matanya tak bisa menangkap arah Aiee tapi dia terlihat sangat senang mendengar suara lembut Ailee
" iya iya, Zian, Zian kakak ku ! " jawabnya cepat
Ailee mengangkat tangannya, dia menggoyangkan telapaknya dihadapan gadis itu
deg !
mata gadis itu tak menangkap gerakan tangan Ailee
Yosep menatap Ailee dengan senyum kecil, dia mengiyakan dugaan Ailee bahwa gadis di depan mereka saat ini tidak bisa melihat, gadis ini buta !
" disini dingin, kau bisa menunggu di rumah ku, nanti saat Zian datang aku akan mengantar mu.. " ujar Ailee dengan wajah cemas, dia menuntun pundak gadis itu untuk berdiri
" tapi itu rumah kakakku Zian kan ?! " tanya gadis itu minta di yakinkan
" iyaa... " jawab Ailee pelan
__ADS_1
Ailee membawa gadis manis itu ke dalam rumahnya, Yosep mengikuti di belakang mereka
" kau duduk lah disini, biar tas mu aku bawakan " ucap Ailee hendak mengambil tas bawaan adik Zian tapi ternyata Yosep sudah membawa di tangannya
" ah terima kasih Yosep.. " ujar Ailee sembari tersenyum, pria ini sungguh pengertian batin Ailee terkagum kagum
" aku akan buatkan minuman hangat, boleh kah ? " Yosep meminta izin pada yang punya rumah, Ailee mengangguk cepat
Yosep pergi ke dapur
Ailee menghampiri adik Zian yang duduk kaku di ruang tamu, gadis muda itu terlihat kurang nyaman, Ailee mencoba mengajaknya bicara dengan ramah
" apa kau lapar ? " tanya Ailee pada gadis itu, dia menjawab dengan gelengan
" tidak kak, terimakasih aku boleh menunggu disini, maaf aku jadi merepotkan .. " ujar gadis itu sambil tersenyum, dia jelas merasa sungkan, tapi menunggu di depan juga bukan hal yang nyaman untuknya
pantas saja Zian memiliki senyum yang ramah ternyata itu adalah warisan dari gen keluarga mereka, lihatlah garis senyum adiknya juga sama, pikir Ailee dalam hati
mereka terlihat manis dengan senyum hangat itu, batin Ailee seperti tersentuh menyadari gadis di depannya yang masih terus tersenyum hangat meski dia memiliki kekurangan
" namaku Rahel, siapa nama kakak ? " wajah gadis itu seperti menatap layar televisi, tapi jelas dia sedang bertanya pada Ailee yang duduk di sebelahnya
" namaku Ailee, dan yang disana Yosep.. wah namamu bagus sekali, Rahel.. "
gadis itu merasa sangat malu melihat senyum renyah dan suara ceria Rahel berbeda sekali dengannya, masalah sedikit saja bisa membuatnya merengek panjang
bagaimana mungkin gadis muda yang cantik ini kehilangan penglihatannya, dan bagaimana mungkin gadis muda ini terlihat begitu ceria dengan senyum lebarnya, Ailee yang sempurna saja masih sering mengeluh, tapi gadis ini..
Rahel sepertinya sangat istimewa
" apa kalian suka roti hangat ? " tawar Yosep dengan sepiring roti yang baru saja diangkat dari panggangan
Rahel bertepuk tangan kecil, menyambut girang tawaran Yosep
Ailee menatap Yosep dan tersenyum kecil, sudut matanya sedikit berair, gadis itu memang cepat sekali tersentuh
hanya dengan roti saja kau bisa tersenyum se sempurna itu Rahel..

*********
" Rahel kakak sudah bilang jangan mencari ku dulu ! " Zian menarik tangan Rahel sedikit kasar, gadis itu terduduk di sofa apartment kakaknya
__ADS_1
Rahel baru saja diantar oleh Ailee begitu mereka sadar jika Zian sudah kembali ke kamarnya
Rahel hanya berdiam diri tak berani menjawab kalimat kesal Zian
" bagaimana kau bisa sampai ke sini ! " tanya Zian dengan nada jengkel
" maaf ka, aku mendapat alamat kakak dari ibu kost, dan dia juga yang memesankan taksi untukku .. " ucap Rahel lirih
Zian mengambil duduk di sebelah Rahel, pria itu menyentuh lembut rambut adik kecilnya
" kau jangan seperti ini, bagaimana jika hal buruk terjadi padamu ! " suara Zian seperti bergetar, dia memeluk Rahel, pria itu mengganti wajah tegangnya sekarang dia terlihat cemas akan keadaan Rahel
" maaf kak, aku sangat merindukan kakak " bisik Rahel di pelukan Zian
" kakak bilang bersabarlah, kenapa kau tidak bisa sabar sih ! " Zian masih saja mengomel, tapi adik kecilnya itu tidak sedikit pun merasa takut ataupun kesal, dia mengeratkan pelukan mereka
" kakak cepat lah temui ayah, dan buat aku bisa melihat lagi.. " bisik Rahel di antara pelukan hangat mereka
Zian mengelus rambut adiknya dan mendaratkan ciuman hangat disana, wajah pria itu tak bisa dibuat datar, pikirannya yang kalut membuat senyumnya tak bisa ditarik saat ini, ada banyak hal yang masuk di dalam otaknya
bagaimana mungkin pria itu menepati janjinya, dia saja tak pernah menganggap kita ada, bahkan kita tak lebih dari anak haram yang tak pernah dia harapkan
mungkin tak sekali pun dalam hidupnya mengingat kita
Zian menarik tangan, membalas pelukan erat Rahel, telapaknya menepuk nepuk pelan gadis di pelukannya, diantara sorot matanya yang menerawang, pria itu memikirkan banyak langkah yang akan dia coba jalani
enak sekali gadis itu, bisa selalu bahagia bersama dengan semua hak yang harusnya juga kami rasakan
lihatlah Rahel, dia bahkan kehilangan penglihatannya karena kebodohan pria itu ! dan apa yang dia berikan selain janji janji palsu
sudah cukup semua dusta itu, sudah cukup kami percaya dengan semua kata kata manismu, nyatanya kau tak pernah datang bahkan hanya untuk menjenguk ibu yang terbaring lemah
kau tak pernah datang saat Rahel begitu membutuhkan mu
kau tak pernah datang untuk melihat perkembangan ku
kau.. selalu saja datang dan pergi dari kehidupan kami
kau tak pernah menganghap kami ada
bagimu hanya ada anak itu saja ! lalu kami ini siapa ! kami ini apa ! hanya lah buah pelampiasan nafsu mu saja ?!
aku dan Rahel tak pernah memilih untuk dilahir kan oleh orang tua seperti apa, tapi.. aku akan memilih akan seperti apa orang yang membuat aku lahir di dunia ini
__ADS_1
aku akan membuat semua kesakitan kami tarbayar lunas, segera..