
Azka tak menyangka mendapati tamu lamanya kembali berkunjung
sudah berapa lama dia tidak mengguyur badannya, dan Ailee harus mendapati kebiasaan buruknya ini, gadis itu datang di waktu yang tepat untuk tahu seperti apa Azka dengan kelemahannya
setelah mendapati pertemuan konyol yang membuat keduanya sedikit cangguh dan salah tingkah, pada akhirnya Azka tersadar dengan rumahnya yang seperti kapal pecah
segera saja dia membereskan tiap sampah yang berserakan, dia tidak menyangka jika Ailee melihat semua ini, pria itu jelas malu hanya saja dia menyembunyikannya dengan baik
Ailee lumayan lama menunggu Azka menyelesaikan pekerjaan rumahnya, sampai dia sedikit bosan
lembaran kertas di bawah meja yang bercampur bersama tumpukan buku mencuri mata Ailee
tangannya berlahan menarik satu buku
" sketch book.. " gumam Ailee sambil menoleh ke arah Azka, pria itu masih sibuk dengan vacum nya
" cih bahkan dia lebih telaten daripada ku " Ailee merasa rendah diri melihat Azka yang semangat menyelesaikan pekerjaanya
karena pria itu masih sibuk Ailee mulai meneliti buku sketsa di tangannya
" apa dia bisa menggambar ? " Ailee tak percaya jika Azka mempunyai buku sketsa, bukankah dia mengambil jurusan F and B tapi kenapa ada buku sketsa anak desain di sini
" okay sometime anak boga juga menggambar karya mereka " duga Ailee asal
dia berlahan membuka sampul buku itu
mata indah Ailee segera membesar mendapati goresan indah dalam lembaran buku itu, dia kagum dan tak percaya
" apa ini yang di maksud tante Wita ? " gumamnya tak percaya
dia melirik ke arah Azka lagi, dan pria itu masih saja sibuk seperti tidak ada orang lain saja di sini
Ailee mengeryit tak percaya, dia tak percya pria dewasa itu bisa menggores pencil seindah ini, dan dia lebih tak percaya lagi jika setiap lembar buku ini penuh dengan sketsa dirinya
" ini aku ? " tanya Ailee pada diri sendiri, dia berusaha meyakinkan diri jika di lembaran itu adalah diri nya
Ailee menatap wajahnya dengan kaca layar ponsel, kini dia sangat yakin jika semua ini adalah potret dirinya dalam goresan pensil yang penuh seni dan penghayatan
tidak mungkin..
Ailee ingin tak percaya
dia tak percaya Azka melakukan semua ini
dia tak percaya jika ada yang spesial akan diri nya
dia tak percaya dengan makna dari kalimat ambigu tante Wita
ada apa ini ? Ailee ingin tahu lebih

Azka akhirnya menyelesaikan pekerjaanya, dia segera melepas sarung tangan karetnya dan mengingat kembali sosok cantik yang menunggunya di sofa, dia bahkan lupa memberikan minum pada tamu nya
__ADS_1
Azka segera berlari mendapati Ailee sedang serius meneliti isi buku sketsanya
pria itu segera menyambar buku di tangan Ailee membuat gadis itu terbengong kaget
Azka menyimpan buku itu di belakang punggungnya
Ailee segera bangun dan berusaha merebut kembali buku sketsa itu
tapi Azka lebih sigap, badannya yang lebih besar dan tinggi membuat Ailee kesulitan merebut buku itu, Azka mengangkat buku sketsa nya tinggi di atas kepalanya, gadis itu berusaha melompat lompat tapi dia tak berhasil
wajah Ailee cemberut karena kegagalan nya
Azka segera menjauhkan buku itu menyimpannya dalam loker dan segera menguncinya
dia tak peduli dengan wajah kecewa Ailee
" apa kau begitu menyukai ku ? " tanya Ailee pada Azka dengan wajah cemberutnya yang lucu
Azka tak menjawab
" sudah berapa lama kau membuat gambar ku ? " tanya Ailee sambil menggoda Azka, pundaknya menyenggol lengan dengan otot itu
Azka masih terdiam, dia terlalu malu untuk mengakui semua nya
" aku sudah melihatnya kau tidak perlu menyembunyikannya lagi " ucap Ailee dengan senyuman manisnya, dia sengaja menggoda Azka yang berdiam diri malu
" waaahhh.. jangan jangan kau ini fans berat ku yah " lanjut Ailee sambil tertawa kecil, dia terus saja menggoda Azka
kau tak tahu Ailee betapa beratnya menahan cinta yang terpendam
" kau masih saja malu malu.. " kali ini Ailee lebih berani lagi menggoda Azka, dia mulai mencari wajah merona Azka, pria itu berusaha menghindari kontak mata membuat Ailee bertambah jahil
gadis itu terus saja menggoda pria di hadapannya entah mengapa wajah malu dan tingkah cangguh Azka membuat Ailee terhibur
" hei.. kau kenapa ? " tanya Ailee berpura pura, kau masih saja berlagak polos, padahal kau tahu betul jika Azka sudah terpikat lama oleh pesona mu
" Ailee.. " akhirnya pria itu mulai mengangkat wajah, walau awalnya ragu tapi kini Azka berusaha membalas tatapan menggoda Ailee
sorot tajam mata Azka membuat senyuman Ailee berlahan mengecil, kenapa ini ?
deg.. deg.. deg..
entah suara jantung siapa, mereka saling menatap lama dan terdiam
Ailee berusaha tersenyum walau kini wajahnya terlihat aneh, senyum nya tidak selepas tadi, dia tidak bisa menggoda Azka lagi, pria itu sudah berubah serius kali ini
" Ailee.. " panggil Azka lagi dengan sorot matanya yang mulai melunak
" kau suka sekali menggoda ku ya ? " tanya nya dengan senyuman, Ailee tak berani menjawab, mungkin Azka sedang bercanda saat ini tapi entah lah ! Ailee bahkan tak berani menjawab
gadis itu menarik nafas dalam mencoba menenangkan diri dan perasaanya yang tiba tiba menjadi tak menentu
" kenapa kau serius sekali "
__ADS_1
Ailee berusaha mencairkan suasana, gadis itu bersender pada lemari dengan loker dimana tadi Azka menyimpan buku sketsa nya
" aku menyukai sketsa mu, itu bagus " lanjut Ailee sambil menunjuk loker yang menyimpan buku itu
Azka menggeser posisinya kali ini dia berada tepat di depan Ailee, gadis itu berusaha menjauhkan badannya, tapi lemari di belakang sudah membuat nya terdesak
keringat Azka masih mengalir turun dari rambut ke dahinya, Ailee melihat itu, dia mungkin cukup lelah setelah membereskan semua sampah tadi
" aku bertanya apa kau suka sekali menggoda ku ? " tanya Azka sekali lagi sambil menopang kedua tangannya di kiri kanan tubuh Ailee, gadis itu terkurung kini
" mmm... sedikit " jawab Ailee dengan seyumannya, posisi ini membuat perasaan Ailee menjadi aneh
apa dia sedang bercanda ? bingung hati Ailee
keringat jatuh lagi dari dahi Azka mengganggu penglihatan Ailee
jarinya menjadi gatal melihat Azka membiarkan keringat yang berjatuhan dari rambut dan turun diantara dagu nya, Ailee menjadi gemas sendiri
pria itu menatap lurus wajah Ailee yang masih berusaha menggaris senyum, dia pikir Azka sedang bercanda saat ini
" hei.. " Azka menajamkan pandangannya
Ailee tak peduli, tetesan keringat terlalu mengganggunya, dengan segera jari lembut Ailee menyentuh dahi Azka, gadis itu menghapus keringat yang membasahi dahi tampan itu
Azka membelalakan matanya, dia tak percaya dengan sentuhan lembut Ailee di dahinya, gadis itu menyeka keringat Azka dengan jari nya
DEG.. DEGG.. DEEGG..
dentuman jantung semakin kencang
Azka menahan lengan Ailee yang terangkat di depan wajahnya
pria itu sedikit menekan tubuh gadis yang lebih rendah badannya itu
Azka sedikit membungkukkan diri, dia segera menyambar bibir yang sedikit terbuka di hadapannya, dengan penuh rasa pria itu mulai menikmatinya
Ailee terkejut dengan genggaman erat Azka di pergelangan tangannya
dan dia lebih terkejut lagi merasakan tubuhnya yang kian terdesak oleh badan kekar Azka
dia bahkan bukan hanya terkejut lagi kini ketika bibir kenyal Azka menyambar punyanya dan menikmati dengan penuh perasaan
Ailee melotot tak percaya, dia tak percaya dengan apa yang di lakukan temannya ini, harus kah dia meronta kini ? Ailee merasakan genggaman tangan Azka semakin kuat menandakan dia tak ingin melepasnya
Ailee merasakan bibir hangat Azka yang kini mulai basah, Ailee tak mengerti dengan debaran jantungnya, dia juga tak tahu mengapa dirinya tak bisa menolak perlakuan Azka saat ini, gadis itu hanya pasrah dengan wajah terkejutnya
Azka ******* habis bibir gadis di depannya, walau tanpa balasan kali ini Azka bisa merasakan jika Ailee juga menikmatinya..
perasaanya harusnya senang tapi dia segera tersadar dan melepaskan ciuman nya
dia harus mengontrol diri
Azka membuang muka
__ADS_1