Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Tamu I


__ADS_3

" apa semua sudah beres ? " Daniel mendaratkan pelukan hangat di pinggang istrinya, Bey mengangguk kecil menjawab pertanyaan suaminya


" sudah sayang, gimana kamu ? " balas Bey


" aku juga sudah rapi, kamu juga harus siap ! " senyum Daniel mengembang sambil menatap dalam mata Bey, ada banyak cinta yang ingin dia sampaikan pada istrinya


Bey membalik badannya, menatap lekat wajah suaminya, dia menarik kerah kemeja Daniel dan mengelus dada bidangnya


" sabar yaa... sampai kita tiba di Barcelona ! " seru Bey sambil mencubit kecil dada Daniel dan kabur dari pelukan hangat suaminya


Daniel tertawa kecil mendapati godaan istrinya


" bersiap lah untuk menikmati Barcelona ! " teriak Daniel dari dalam kamar, sementara Bey sudah menghambur keluar mendorong koper mereka, mereka akan menghabiskan banyak hari indah di Barcelona


tiba tiba ponsel Daniel berbunyi, membuat pandangan matanya segera beranjak dari sosok istri yang menghilang di ruang depan


" hallo.. " suara nyaring yang sangat dia kenal menjawab di ujung sana


" ah, kau kenapa ? cedera bagaimana ? jadi kau tidak bisa ke kantor ? " rentetan pertanyaan Daniel dijawab nada manja dari seberang sana, tentu saja itu Ailee, dia tidak bisa mengikuti meeting hari ini karena cedera kaki akibat sepatu dan gaya centil nya


" yasudah aku akan meminta Reo menghandle nya, apa kau sudah ke dokter ? " Daniel memasang wajah serius mendengar jawaban dari seberang sana, tiba tiba dia teringat dengan seseorang, orang yang paling mengerti mengenai ortopedi, bibirnya langsung mengembang


" hehehe... ini ide cemerlang ! " bisik hati Daniel


" Ailee aku akan mengirimkan orang paling hebat untuk mengurus cedera mu, kau tunggu saja ya ! " ujar Daniel sambil tersenyum penuh arti, dia segera mematikan ponselnya, dan mengganti nomer sambungan yang lainnya


" sayang kenapa kau tersenyum seperti itu ? " selidik Bey mendapati Daniel yang tersenyum sendiri dengan sambungan telpon nya


pria itu segera mendekati Bey, wajahnya sedikit menunduk tepat di sisi telinga istrinya


" Ailee tidak akan ikut ke Barcelona, jadi persiapkan dua puluh empat jam mu ! " bisiknya menggoda


Bey menutup mulut dengan telapak tangannya, matanya membulat


" oh my god ! " Bey tak percaya


" sudah ku bilang aku tidak apa apa, ga Daniel ga Reo semua lebay ! " gerutu Ailee di ujung ponselnya yang terputus komunikasi, bibir gadis itu manyun


__________

__ADS_1


Yosep mempersiapkan beberapa peralatan dan obat obatan, pria itu terlihat cemas dan sedikit bingung, dia memperhatikan kembali barang yang dia persiapkan


" apa lagi ya ? "


pria itu berpikir sendiri, wajahnya terlihat bingung dan panik, dia mengeluarkan beberapa benda yang dikira tidak terlalu di perlukan, lalu memasukkan lagi karena berpikir mungkin akan perlu, lalu mengeluarkan lagi, dan kembali memasukkan, begitulah terus hingga jam dinding pindah angka


" aaah.. aku terlalu banyak berpikir, aku harus segera ke rumah nya .. " gumamnya sendiri, mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya membuat wajahnya merona


" membayangkan nya saja membuat ku panas ! " Yosep membuang pandangan, dia berusaha menahan senyum kecilnya, pria itu terlalu polos untuk urusan dengan seorang wanita


" tapi kali ini ayo lakukan dengan baik Yosep ! " sekali lagi dia bicara pada diri sendiri, dan berusaha yakin dengan apa yang dia lakukan


pria itu bahkan tanpa sempat menjawab permintaan Daniel dari sambungan telpon, Daniel meminta Yosep untuk memeriksa keadaan Ailee di apartment gadis itu


Daniel meninggalkan alamat Ailee dan juga..


" ah.. dia tidak punya pacar Yosep, kau lah yang dia suka... " kalimat penutup dari Daniel terus terngiang ngiang di telinganya


membuat dada pria itu terus berdebar kencang, dia bahkan salah tingkah sendiri, ucapan Daniel tentu sangat membuatnya senang dan menghapus keraguan perasaanya, tapi pria ini sadar mendekati Ailee bukanlah perkara muda


" dia mungkin tidak menyukai orang lain, tapi banyak yang menyukainya.. " pikir Yosep membuat senyum tipisnya hilang


seperti sosok malaikat kecil muncul di pundak Yosep memberikan semangat, membuat pria itu yakin


tapi... kau jangan lupa juga pria yang bersama Ailee malam itu !


sosok malaikat baik tadi berubah menjadi warna merah dengan mata dan senyum sinis nya


Yosep menjatuhkan kepalanya, tertunduk lesu


***********


AILEE


Aku tak percaya mendapati sosok pria di hadapan ku saat ini, tubuhku hanya bisa mematung memandangi wajah tampannya


pria itu berdiri tegap dengan tubuhnya yang tinggi, di tangannya ada kotak kecil seperti medical kit ? entahlah aku tak tahu pasti, yang aku tahu dada ku terus bergetar hebat, wajahku terkejut senang, dokter Yosep ada di aparment ku ?!


" bagaimana keadaan mu ? "

__ADS_1


pertanyaan dengan nada yang sangat lembut seperti kapas, membuat aku merasa melayang layang di atasnya, ahhh.. kau manis sekali pak dokter


" Ailee ! " panggilnya membuat aku tersadar dari khayalan ku


" bagaimana kaki mu ? " matanya melirik ke arah angkle kaki ku, wajahnya terlihat cemas, ah cute !


" aku tidak apa apa, sudah membaik.. " ucapku cepat berusaha menghapus cemas yang ada si wajah nya


" tapi aku harus tetap memeriksanya.. " ujar Yosep pelan sambil berlutut di kaki ku, ya ampun apa yang kau lakukan ? berlutut dihadapan gadis yang sangat menyukai mu, kau membuat dadaku terus bergetar hebat, Yosep aku jadi semakin jatuh cinta pada mu !


aku hanya bisa mematung tak percaya dengan Yosep yang segera berjongkok di hadapanku saat ini, aku tak akan menolaknya juga hehe..


telapak tangan hangat pak dokter yang menyentuh permukaan kulit ku, membuat tubuhku seperti melemas, aku sangat menikmati sentuhan dan perhatian kecil mu, aku tidak sabar untuk bisa bersama dengan mu, Yosep apa kau juga menyukai ku ?


" aaah... dia menyentuh ku.. " bisik hatiku melonjak kegirangan, walau bukan pertama kali tapi kali ini tangan dan perhatian Yosep terasa lain untukku, aku bisa merasakan kalau kali ini kau memperlakukan ku dengan segenap perasaan, ah...


" sepertinya sudah membaik, aku cuma perlu memberikan salep untuk memarnya "


ujar Yosep pelan sambil mengangkat tubuhnya kembali berdiri dan sejajar di hadapan ku


" ah, kalau begitu masuk lah dulu.. " aku melihat dia ragu ragu mengikuti langlah ku di belakang sana, tingkah mu itu sungguh menggoda ku pak dokter


" kau duduk dulu, aku akan menyeduhkan kopi " aku tak bisa berhenti tersenyum senang melihat dia yang berlahan duduk di sofa pink kesayangan ku, lihatlah tangannya yang terus di dekap diantara pahanya, dia terlihat gugup dan penuh pesona , aku suka padamu ! rasanya aku ingin segera berteriak di telinganya dan melonjak ke pelukan pria tampan itu ! ah pliss Ailee sadarlah sadarlah ! aku menepuk kepala sendiri


" ah tidak usah, lagipula kaki mu sedang luka " tolak Yosep halus


dia sepertinya heran melihat tingkah konyol ku, wajahnya terlihat sangat bingung saat ini, aku hanya tersenyum cepat


" tidak kok, aku baik baik saja, pasti Daniel meminta mu kesini ya ? " tebakan ku tidak akan salah, Yosep mengangguk ragu membuat alis ku terangkat, ah Daniel dasar kau itu..


" yess ! akhirnya dia berfungsi juga jd kakak ! " teriak batin ku senang


*****


Yosep sangat cangguh berada di ruangan yang hanya ada dia dan Ailee apalagi tingkah konyol gadis itu membuatnya heran


kadang dia tersenyum terus merengut, bahkan tadi dia menepak nepak kepalanya sendiri, dan sekarang tatapan matanya begitu tajam di selingi senyum sinis, pria itu hanya garuk garuk kepala tak mengerti


" sulit sekali mengerti wanita, aku bahkan tidak bisa membaca apa yang dia pikirkan .. " gumam Yosep pasrah

__ADS_1


__ADS_2