Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Ragu


__ADS_3

YOSEP


Apa yang salah pada diriku ? aku berusaha mencerna kalimat Zian yang terngiang di pikiran ku, kalimat itu terus menempel dan membuat ku tak habis pikir


apa yang salah pada diri ku ?


kini aku bisa mengerti kenapa wajah Zian penuh amarah dan tingkah nya tak terkontrol, mereka itu..


maksudku baik Zian ataupun Rahel mereka berdua punya cerita yang tak indah di belakang sana


aku mencoba mengaitkan kisah mereka dan curahan Sofia beberapa tahun silam, saudara yang tak pernah terdaftar dalam nama keluarga dan sudah pasti juga tidak resmi terdaftar dalam hukum


" kau tahu Yosep aku paling benci orang yang merusak hubungan orang lain ! ya katakanlah pelakor ! baik wanita ataupun laki laki mereka itu seperri sampah ! "


aku mengingat jelas upatan amarah Sofia ketika aku menceritakan apa yang aku lihat di ruang lab tempo hari, hari itu aku melihat pacarku dan teman satu tim ku sedang bercumbu di dalam sana !


ah ini kisah yang memang membuat sakit , Sofia pantas menyebutnya sampah ! tapi mengapa aku tak bisa mengatakan kata sampah pada.. ah aku tak bisa mengucapkan kata sampah itu !


" kau tahu Yosep, selain sifat papa yang menjengkelkan dan memuakkan, dia juga mempunyai simpanan.. "


Sofia meneguk cepat isi dalam botol plastik di tangannya, wanita itu walau wajahnya terlihat datar tetap saja dalam hatinya menahan amarah


" pernah suatu hari mereka bermimpi, mungkin itu cocok jadi hari penuh mimpi, tapi mimpi buruk ! " ucap Sofia berapi api sambil menggenggam erat botol plastik dan membuat bunyi remuk


" hari itu papa ingin memperkenalkan mereka padaku, mereka ingin aku menyambutnya dengan senyuman seperti ini ! " Sofia memamerkan garisan senyum terpaksanya


" baru saja aku memasuki cafe itu, bau busuk sampah sudah tercium olehku, jadi aku memutuskan segera meninggalkan tempat itu, sampah hanya cocok di tempatnya kan ! "


tegas Sofia dengan alisnya yang menukik


aku memikirkan sekali lagi, cerita dari Sofia dan keadaan Rahel saat ini, pasti banyak sekali cerita di balik itu semua


aku meluruskan kaki, terbayang lagi wajah marah Zian, pria itu terlihat putus asa di mataku, amarahnya hanyalah bagian dari pelampiasan kekecewaan yang dia alami


dan Rahel


apakah aku melakukan suatu kesalahan padanya ? aku hanya ingin berbuat baik padanya, sedikit membantunya, tapi mengapa dia sangat berlebihan padaku


suka ? jatuh cinta ? bahkan Rahel tidak tahu rupa ku, kenapa dia bisa seyakin itu pada perasaanya


apa aku terlalu membuatnya istimewa ? jika perlakuan kecil ku saja terasa istimewa untuknya lalu.. seburuk apa selama ini yang dia rasakan ? semua itu mengganggu pikiranku


apa aku tega menyakiti hati orang lain yang bahkan keluarganya pun tak utuh


apa aku tega mengecewakan gadis yang bahkan hidupnya jauh dari kata normal


lalu apa aku tega menyematkan kata 'sampah' pada Rahel yang hadir pada hubungan ku dan Ailee


aduh, Ailee ! aku bahkan lupa menghubunginya hari ini


aku meraih ponsel, membaca berulang ulang namanya.. Ailee...

__ADS_1


Ailee..


aku berpikir sekali lagi


kenapa ada ragu ragu dalam hatiku


perasaan apa ini ? bukankah aku sangat menyukai gadis cantik itu ? bukankah aku mempersiapkan hari yang panjang hanya sekedar menyatakan cinta, tapi bagaimana dengan Rahel ?


aku memejamkan mata mencari jawaban


apa yang harusnya aku lakukan untuk semua agar baik baik saja


haruskah aku melukai Ailee


atau


haruskah aku melukai Rahel


semua itu membuat sakit di hati ku


tatapan mata berbinar Ailee yang penuh cinta


tatapan kosong Rahel yang penuh kecemasan


itu semua mengganggu hati ku


triiing....


" jadwalku sudah ada.. " aku tersenyum kecut melihat pengumuman dari beasiswa kampus yang kutuju


pikiranku bertambah lagi, haruskah aku meninggalkan semua nya disini


aku sungguh masih Yosep yang sama


yang pengecut !


**********


Matahari masih malu malu untuk bersinar, Yosep merapihkan coat nya, pria itu bersiap menarik koper hitam menuju taksi yang sudah menantinya


" hai... "


suara seorang wanita mengagetkan Yosep, pria itu membalikkan tubuhnya, bibirnya berusaha mengembang menyadari itu adalah Sofia


" hai bung ini masih pagi sekali, perasaanku selalu benar, apa kau akan melarikan diri ? " tanya Sofia dengan wajah penuh selidik


Yosep menatap Sofia datar, dia tak menampik pendapat temannya itu


" aku sengaja menemui mu sepagi ini, tak ku sangka kau sudah bersiap akan kabur.. " Sofia seperti mengejek Yosep


" Yosep kau itu bukan anak abege, kau kan pria dewasa jangan ulangi cara lama mu itu ! " pinta Sofia sambil menepuk pelan pundak Yosep

__ADS_1


Yosep tersenyum simpul pria itu kembali membuka ruangannya, dia mempersilahkan Sofia masuk


wanita itu duduk dan melipat kakinya, sesekali matanya menatap sekeliling


Yosep menyeduh teh manis untuk mereka, dia melirik jam tangannya, masih ada cukup waktu pikir Yosep, dia akan menemani Sofia terlebih dahulu, lagipula akan lama bagi mereka untuk bisa bertemu lagi


" aku membaca pesan mu ! akan kupikirkan pendapat mu kali ini ! " Sofia sedikit berteriak ke arah Yosep di dapur sana


Yosep datang dengan dua gelas teh hangat, pria itu langsung menyodorkan satu pada Sofia


" apa kata mu tadi ? kau akan mendengarkan pendapat ku kali ini ? " Yosep seperti tak bisa percaya dengan ucapan Sofia


" ya.. aku akan mengurus nya dengan pengacara, aku akan meminta mediasi bersama dengan mereka " lanjut Sofia menjelaskan


wanita itu menyeruput pelan teh hangatnya


" dimana kau bertemu dengan mereka ? " selidik Sofia ingin tahu


" dia tetangga Ailee.. " ujar Yosep datar tanpa ekspresi


" oh ya ! ternyata mereka sedekat itu ! " Sofia tertawa sendiri, dia tak percaya bahwa mereka tinggal di satu kota yang sama


" apa mereka tidak mencari ku ? ku pikir mereka sangat menginginkan pengakuan " ucap Sofia sambil mengeryitkan dahi


" Sof.. " panggil Yosep serius, membuat wajah tertawa Sofia segera terhenti, dia menoleh ikut serius dengan wajah Yosep


" gadis itu buta.. "


Sofia terperanga tak percaya, bibirnya menarik senyum


" kau bercanda yaa.. " ucap Sofia tak percaya


" Sof, aku tidak sedang bercanda, kau tahu aku bahkan tak bisa membuat lelucon " balas Yosep dengan wajah serius


" apa maksud mu ? " Sofia masih enggan percaya


" Rahel buta, kau harus segera menemui nya Sof.. " pinta Yosep dengan wajah seperti memohon


Sofia mengangkat ringan sebelah bahunya, wanita itu menyeruput lagi isi cangkir di tangannya, kali ini tatapan matanya terlihat lain


" kubilang akan aku pikir kan pendapat mu kali ini, aku akan mengurus masalah keluarga ini dan.. mungkin aku juga akan menemui gadis itu.. " ucap Sofia sambil menatap lurus mata Yosep, pria itu tersenyum senang


" ah tapi pikirkan pendapat ku kali ini Yosep.. " pinta Sofia sembari meletakkan gelas dan berdiri


wanita itu sedikit membungkuk ke hadapan wajah Yosep


" selesaikan dengan benar hubungan mu dengan Ailee aku tahu kau sangat menyukainya jadi jangan kabur seperti ini, cukup lah Laura Michel dan siapa itu ?! " Sofia memainkan tangan dan mimik wajahnya saat menyebut mantan mantan Yosep


" hidup ini tak melulu masalah akademis Yosep, ku akui kau sangat cerdas dan pintar dalam study mu, tapi kau tak lebih cerdas ataupun pintar untuk menjalin hubungan baik, dan hidup yang indah memerlukan hubungan yang baik, bukan angka yang baik.. " ujar Sofia panjang lebar lalu dia melangkah meninggal kan punggung dari pandangan mata Yosep


Yosep tersenyum kecut, dia seperti menertawakan tingkah nya sendiri

__ADS_1


" kau benar sekali Sof ! "


__ADS_2