Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
AWAL PERKENALAN


__ADS_3

Yosep mengulurkan tangan dan meminta istrinya menyambut uluran tangan itu, Ailee tersenyum tipis dan meraih telapak tangan suaminya, suara musik mengalun harmoni dengan suasana pantai hari ini, Yosep dan Ailee saling mendekap dekat dan melangkah perlahan menuruni panggung kecil ikut bergabung bersama pasangan lainnya



semua terlihat gembira, Dave yang asyik bermain main pasir ditemani Rahel dan Yosi yang kian akrab, mereka sedikit menjauh dari keramaian pesta, keduanya membawa sekop plastik berikut ember, mereka sudah siap membuat istana pasir


" onti i can see sea star from here ! " seru Dave dengan wajah takjub nya, Rahel segera mengikuti arah telunjuk Dave, dan benar saja bintang laut di dalam air sana, tangan Yosi segera meraihnya, benda lembek itu seperti berubah seketika, ketika diangkat dari lautan binatang yang sering digambarkan lucu itu seperti mengeras


" ahh.. dia tak selucu di kartun " ujar Rahel melirik geli, dia meminta Yosi menjauhkan binatang itu dari nya


" itu lucu onti ! " seru Dave berpendapat berbeda


" no Dave, onti geli ! " tolak Rahel


" haha.. look i think they are look similiar Dave ! " Yosi memperlihatkan bintang laut itu dekat sekali dengan wajah Rahel yang takut, mimik wajah tegang Rahel mengundang tawa geli Yosi dan Dave


" maksud om, bintang laut dan onti Rahel itu mirip ? " tanya Dave meyakinkan ucapan Yosi


" yups.. " ujar Yosi mengiyakan


" maksud mu aku terlihat annoying seperti binatang itu ! " protes Rahel, dia berpikir bintang laut itu tak selucu ketika berada di dalam air


Yosi mengembalikan binatang itu seketika seperti perlahan kembali melunak


" ih ko bisa gitu sih, dia seperti berkepribadian ganda ! " ujar Rahel mengangkat kakinya menjauhi keberadaan bintang laut


Yosi dan Dave terkekeh dengan tingkah Rahel


" aku setuju sama om, sometimes onti lucu tapi juga annoying ! " sahut Dave mengerti akan kata kata Yosi tadi, mereka membuat tos kompak sambil tertawa


Rahel tak peduli dengan tingkah kompak ponakannnya dan Yosi, dia hanya tak begitu menyukai tingkah bintang laut tadi


***

__ADS_1


Via mengambil duduk di sebelah Zian yang terus saja menatap lurus ke arah pasangan serasi di depan sana, kini pasangan baru itu melalui dansa pertama mereka di atas pasir, diiringi musik mendayu dan deburan ombak yang berkejaran ke tepi pantai


“ apa dia gadis yang kau ceritakan tadi malam ? “ tanya Via menyelidik


Mata Zian masih enggan beralih, bibirnya sesekali tersenyum mendapati wajah bahagia Ailee di pelukan Yosep


“ Hey, aku bertanya pada mu ! “ ketus Via memaksa perhatian Zian, pria itu menoleh sebentar dan masih ingin menatap kemesraan pasangan baru di depan sana, Zian melipat tangannya di dada, alisnya sedikit terangkat


“ bukan kah kita sepakat untuk melupakannya ya “ suara Zian terdengar ketus, membuat wajah cerah Via meraut kecewa dan sedikit kesal


“ oke oke.. kau sepertinya bukan friend material banget yah, sepertinya aku terlalu sok akrab “ ucap Via menyesali kalimat nya, Zian mengangkat bahu tak peduli dengan wajah kecewa Via


“ ya kan. Lagipula kita memang tak sedekat itu untuk bertanya hal pribadi “ ujar Zian meminta Via tak mengungkit obrolan mereka di malam yang lalu


Via segera beranjak dari kursinya, dia meninggalkan acara yang sudah selesai dia pandu


“ oke baiklah, aku minta maaf terlalu ikut campur urusan mu, bye.. “ walau suara ketus Zian tak enak di dengar tapi tetap saja Via masih mau mengucapkan kata selamat tinggal dan maaf dengan tulus


Zian meraih sepeda yang disenderkan di tiang, dia mengayuh cepat menyusul langkah Via dan pria itu yang mulai menyusuri jalanan tepi pantai dengan beton berwarna warni, dia segera menghampiri Via


“ kau sudah di sini lagi ? “ tanya pria itu pada Via


“ ah iya, aku sedang cuti “ ucap Via dnegan wajah enggan


“ kenapa tak memberi kabar ? “ pria itu masih dengan wajah menyelidik


“ aku tak harus memberi mu kabar kan ! lagipula aku bukan siapa siapa mu, kau harus perhatian pada istrimu saja, itu sudah cukup “ ujar Via ketus, dia berjalan enggan beriringan dengan Gabriel


Zian menyimak obrolan mereka dari belakang punggung, pria itu sudah menuruni sepedanya dan hanya mendorong pelan mengikuti langkah dua orang di depannya


Kehadiran Zian membuat Via dan teman bicaranya terkejut, Zian segera melambaikan tangan dengan satu tangan dan yang satu lagi mempertahankan sepedanya dia berjalan diantara mereka


“ kau.. “ gumam Via tak percaya melihat Zian diantara dia dan Gabriel, mereka saling menatap dan tersenyum tipis

__ADS_1



“ maaf aku terlambat “ ucap Zian membuat dahi Via berkerut tak mengerti, Zian hanya menjawab dengan senyuman mengembang


“ dia siapa ? “ tanya Gabriel heran


“ ah, dia.. “ Via bingung harus memperkenalkan Zian dengan istilah apa, gadis itu menggaruk pangkal lehernya yang tidak gatal, hingga Zian mengambil alih, pria itu menghentikan langkah mereka dan mengulurkan tangan


“ nama ku Zian, aku kekasih Via.. “


SHAAAA...


Suara hembusan angin pantai membuat keadaan hening seketika beberapa saat


Via memasang senyum ragu melihat tatapan tak percaya Gabriel


“ ah, i, iya.. dia pacar ku “ ujar Via ragu mendukung kebohongan Zian, pria itu labgsung merangkulkan lengan di pinggang Via dan trsenyum lebar, dengan kikuk Via menatap lengan Zian yang melingkar, dia terpaksa saja menurut saat ini


“ oh, kau punya pacar di kota ? “ tanya Gabriel masih tak percaya, dia melihat senyuman kedua orang dihadapannya ini dan membuat wajah cerahnya sontak berubah mendung


“ maafkan aku Gabriel, aku harus buru buru “ ucap Via mendaratkan diri di boncengan sepeda Zian


awalnya Zian kaget tapi dia seperti mengerti akan tingkah spontan gadis itu, Zian segera menaiki sepedanya, sebelum mengayuh dia sempatkan mengucapkan selamat tinggal pada Gabriel, pria itu menjawab dengan senyuman kecut, Zian mengayuh sepedanya dengan kencang, tangan Via melingkar erat di perut Zian


Via merebahkan kepalanya bersandar pada pinggang belakang Zian, dia meraut sedih, matanya kembali berkaca kaca


“ apa kau menangis ? “ tanya Zian pelan, Via menggeleng


“ kau tak boleh menangisi pria seperti itu “ lanjut Zian tak suka dengan sosok pria yang tadi mereka lewati


“ padahal aku semangat sekali di kampus, aku berharap bisa cepat menyelesaikan pendidikan dan kembali ke sini “ Via menarik nafas berat sebelum melanjutkan kalimatnya


“ padahal aku selalu menyukainya, tapi dia meninggalkan ku menikah dengan teman akrab ku sendiri ! “ suara Via sedikit berteriak, dia masih menahannya di dada

__ADS_1


__ADS_2