Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
Kejadian kilat


__ADS_3

Seperti biasa, jika sedang lowong seperti ini Ailee akan mengunjungi pacarnya di akhir waktu bekerja, gadis itu dengan ringan melangkahkan kaki menuju lantai empat rumah sakit, dia sudah lumayan akrab dan sangat hafal dengan kegiatan Yosep di sini


“ hallo sayang.. “ ucap Ailee menyembul dari balik pintu ruang kerja Yosep


Pria itu segera mengganti jas nya, dia tersenyum manis mendapati Ailee menyempatkan waktu mengunjunginya hari ini, mereka merencanakan sebuah kencan hari ini


“ sayang aku akan menaruh ini terlebih dahulu, kau tunggu sebentar ya “ pinta Yosep sambil mengangjat beberapa dokumen di tangannya


Ailee mengangguk cepat, tangannya menunjuk ke lantai bawah


“ aku akan ke ruangan Claudia sebentar, aku ingin menyapa nya “ ujar Ailee di jawab anggukan dan senyum Yosep


Sementara Yosep menuju sebuah ruangan Ailee segera menuruni lift menuju ruang rawat Claudia, dia akan menjenguknya juga kali ini, hanya saja kali ini dia akan pergi terlebih dahulu


Ailee mendorong pintu berlahan, dia melihat ranjang Claudia yang kosong, wajahnya meraut heran


“ kemana dia ? “ dengan cepat pikiran Ailee mengarah ke ruang rawat anak, kemungkinan besar Claudia mengunjungi anak nya


Gadis itu segera membalikkan badan dan..


SRUUUUKKK !!!!


Kedua telapak Ailee menyentuh pinggangnya yang deras mengeluarkan darah segar, matanya melotot tak percaya melihat wajah menyeringai Claudia


“ Claudiiiaaa... “ lirih Ailee tak bisa menahan diri lagi, gadis itu terjatuh menyentuh lantai dengan darah segar yang mengucur deras membuat badannya berbaring diantara genangan darah


-


-


-


“ Aileeee... “ Yosep terus berbisik sambil menggenggam erat tangan kekasihnya yang tak mau melepas, Ailee segera di larikan ke ruang instalasi gawat darurat


Yosep meninggalkan Claudia yang meronta ronta mendapat banyak perawat yang mencoba menenangkannya, wanita itu tak mau tenang juga hingga seorang dokter datang dan memberinya suntikan penenang

__ADS_1


Yosep terus mengusap wajah paniknya hingga Reo dan Daniel datang menghampirinya did epan ruang tindakan yang menyala


“ bagaimana Ailee ? “ tanya dua orang kakak itu serempak dengan wajah panik mereka


Reo menatap Yosep tajam, walau Daniel berusaha menenangkan tapi tetap saja Reo tak mampu menahan emosinya


“ kau ini, apa begini tugas seorang kekasih ! “ bentak Reo kesal, Yosep memasang wajah penuh dosa tapi tak membuat tatapan tajam Reo melunak


“ kau gila ya ! kau akan menanggung semua jika adikku sampai kenapa napa ! “ ancam Reo dengan acungan telunjuk di depan matanya, Daniel mendorong pelan tubuh Reo, dia mencoba menenangkan emosi Reo yang semakin terlihat jelas, tatapan mata nya kian menusuk ke arah keberadaan Yosep


“ tenanglah bro, serahkan pada ahlinya “ bisik Daniel di pelukan mereka


Reo mengacuhkan telunjuk sekali lagi ke arah Yosep, tapi wajah gamang Yosep membuat pria itu menarik nafas berat, Reo menyadari bukan hanya dia saja yang khawatir dan takut saat ini


Reo menghampiri Yosep lagi, Daniel menarik tangan Reo mencoba menghentikan langkah nya, tapi Reo menghepas tangan Daniel, dia berjalan cepat menghampiri Yosep


Yosep mengangkat kepalanya yang berat, dia mencoba menatap wajah tegang kakak Ailee


“ maaf kaa.. “ ujar Yosep menyesal, Reo memeluknya berlahan membuat Daniel tertawa sinis


Mereka segera berebut menghambur menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi


“ bagaimana dok ? “


“ dok, adik saya bagaimana ? “


“ bagaimana keadaan pasien dok ? “ mereka bertiga berebut bertanya, membuat dokter menatap heran.


Dokter menghela nafas memperhagikan ketiga wajah panik di depannya ini yang berebut ingin tahu keadaan gadis cantik di dalam sana


“ tenanglah semua sudah membaik, luka sobekan tidak mengena organ vital “ ucap dokter, ketiga pria itu mengurut dada kompak


“ kalian pacarnya ? “ tanya dokter dengan wajah anehnya, dia tak percaya dengan hubungan pemuda jaman sekarang


Daniel dan Reo segera menggeleng cepat, mereka jelas tidak menduga dokter bisa berpendapat demikian, kedua kakak itu menatap ke arah Yosep, melihat tatapan kedua pria kompak itu membuat Yosep salah tingkah

__ADS_1


“ ah.. jadi dia kekasih mu “ dokter itu segera mengul*um senyum mendapati wajah merona Yosep, pria itu tak mampu membalas kalimat dokter itu


“ pacar mu baik baik saja, kau harus merawat orang yang kau cintai bukan melukai nya “ ucap dokter menepuk pelan pundak Yosep meninggalkan pesan di telinganya


Daniel dan Reo melirik Yosep sinis


“ denger tuh !! “ ketus keduanya kompak dengan wajah menghakimi


Mereka segera mengikuti ranjang Ailee menuju ruang rawat, ketiganya menatap cemas wajah pucat gadis itu, Ailee berusaha menggaris senyum berusaha menenangkan ketiga wajah tegang pria yang menemani menuju kamar rawatnya


Yosep meraih telapak Ailee dan menggenggam erat, dia memasang senyum berusaha menguatkan Ailee, kedua pasangan itu berusaha menenangkan perasaan masing masing tanpa menghiraukan tatapan sinis dan wajah kesal kedua pria lainnya


“ maklum aja masih pacaran “ bisik Reo sinis di telinga Daniel


Daniel mengangguk kecil menyetujui kalimat Reo, keduanya menoleh ke arah wajah Yosep yang masih menatap Ailee dengan penuh cinta


“ kebayang donk kalau Ailee jadi ibu ibu “ bisik Daniel di telinga Reo


Ailee berganti dari wajah Yosep ke arah kedua wajah aneh kakak kakaknya, gadis itu mengerutkan dahi, perasaannya semakin tidak enak


“ ck kalian lagi bergosip ya “ hardik Ailee kesal dengan suaranya yang masih lemah


“ bukan bukan.. “ kilah Reo dan Daniel kompak


“ kita mengkhawatirkan kamu lah de.. “ jawab Reo sok perhatian, Ailee mendelik kesal


“ sayang maafin aku.. “ ucap Yosep meminta perhatian Ailee kembali, genggaman tangannya semakin kuat, pria itu jelas sangat cemas pada kondisi Ailee


“ bagaimana keadaan Claudia ? “ tanya Ailee membuat ketiga pria yang berdiri itu meraut wajah tak percaya, bagaimana mungkin Ailee masih menanyakan keadaan Claudia, wanita itu telah membuatnya seperti ini, tapi pertanyaanya jelas terdengar tulus


“ kau tenang saja, dia sudah di tangan ahlinya “ balas Daniel.cepat meyakinkan Ailee, gadis itu menatap Daniel dan membuat senyuman kecil


“ kali ini aku percaya padamu “ balas Ailee dia melirik sinis Reo, membuat ayah satu anak itu cemberut


“ aku masih tidak percaya padamu ! “ lanjut Ailee kepada Reo, gadis itu membuang wajah ke arah Yosep

__ADS_1


“ aku menyesal kesini “ geram Reo pelan


__ADS_2