Aku Kamu Dan Masa Itu II

Aku Kamu Dan Masa Itu II
GOSSIP


__ADS_3

Zian tertawa geli melihat rombongan yang dia kenal mendekat


" kenapa kau tertawa ? " Via meraut wajah heran menatap tawa geli Zian


" hahaa.. lihat siapa yang datang, sepertinya keluarga Widjaja akan ikut bergabung dengan yayasan sosial mu " ujar Zian menatap keluarganya yang semakin dekat membawakan banyak dus di dalam bagasi mobil


Zian dan Via segera beranjak dari posisi mereka, dengan sigap mereka membantu Sofia menurunkan dus dus berisi sembako dari bagasi mobil


" ah kau disini rupanya " tegur Sofia pada Zian, pria itu mengangjat bahu saja menjawab kalimat Sofia


" hallo Via, senang kau bisa mengajak Zian ke acara ini " Sofia jelas seperti mengucapkan rasa terima kasih dengan kalimat lain pada Via, gadis itu mengangguk ragu


" ku pikir seorang anak band yang sedang meroket ini akan enggan bergabung di sini " sindir Sofia pada Zian, dia sudah tak melihat kehadiran Zian beberapa waktu terakhir ini


" ah, dia banyak membantu ku kak " bela Via melirik Zian ragu, Sofia membesarkan matanya tak percaya


" benarkah ? " wajah terkejut Sofia berubah takjub, Zian melempar senyuman bangga, padahal Via hanya berbohong


Plak !!


Telapak tangan Sofia dengan cepat memukul bahu Zian


" au ! " ringis Zian menahan pedas pukulan Sofia


" kau pikir aku percaya, Rahel mengadu padaku apa yang kau lakukan hari ini di pantai ! " dengan geram Sofia berbisik di telinga Zian, sementara Via sudah mengangkat dus pertama berisi mie instan ke posko bantuan


Zian mengerutkan dahi tak mengerti, apa dia melakukan kesalahan ? Rahel mengadukan apa sampai wajah Sofia memerah menahan marah seperti ini


" kau menggoda gadis di desa inj kan ! awas kau jangan main main ! " ancam Sofia segera meraih kardus lainnya dan siap mengantarkan ke posko menyusul Via


Zian melirik sekitar, berharap tak ada orang yang menyadari tepukan panas Sofia pada pundaknya tadi, harga diri men ! dia melirik sekitar, suara cekikikan geli terdengar dari samping belakang mobil, Zian segera mencari tahu asal suara itu


" bagaimana pukulan momi om ? poor you om " celetuk Dave dengan wajahnya yang dipaksa terlihat memelas

__ADS_1


" hahahaaa.. " Rahel dan Yosi masih tertawa membuat Zian meraut kesal


" he ! kau mengadu kan apa pada kakak ? " tanya Zian sembari mengangkat telunjuknya pada Rahel, dia curiga gadis itu sengaja bercerita hal tak senonoh pada Sofia hingga kakak nya itu marah besar


Dave berlari menyusul mamanya yang lebih dulu masuk dalam kerumunan orang, mereka sedang mempersiapkan sembako untuk di bagi bagikan pada yang tidak mampu, Dave suka membantu kegiatan sosial Sofia


Rahel melirik Yosi


" bisa kah kau tinggalkan aku berdua saja pada si buaya darat ini ! " ketus Rahel dengan wajah kesalnya, Yosi segera sadar diri dengan aura berbeda dari tubuh Rahel, sesuatu buruk terjadi di sini, Yosi memilih mengejar langkah Dave dan membiarkan Rahel dan Zian menyelesaikan urusan mereka


" kenapa kau kesal begitu ! " ketus Rahel tak terima


" kau bicara apa pada Sofia, kau sedang bermain api dengan kakak mu sendiri ! " ketus Zian tak kalah marah


" aku hanya berkata jujur ko " balas Rahel dengan raut datarnya


Via kembali dengan tangan kosong siap mengambil barang bawaan Sofia yang lain, Rahel membelalakan mata melihat kehadiran Via diantara meraka


" gadis tadi.. " gumam Rahel tak percaya, Zian dan Via saling berpandangan heran dengan wajah terkejut Rahel


Zian memicingkan mata sama sekali tak mengerti arah omongan adiknya


" kalian sedang bicara apa ? " Via ikut menengahi melihat perdebatan tak berujug kakak beradik ini


" ah dia Rahel adikku " ujar Zian memperkenalkan, Rahel mendekapkan kedua tangan di dada, menolak uluran tangan Via dengan angkuh, Via melirik Zian heran, begitupun dengan pria itu, sebenarnya ada apa dengan Rahel


" Hei ! kenapa kau tak sopan " ketus Zian pada Rahel


" aku kesal pada mu ! pada mu juga ! " jawab Rahel menunjuk ke arah Zian lalu ke arah Via


" bisa bisanya kalian berciuman di muka umum ! dan kau.. issh !! " lanjut Rahel menahan amarah, dia mengangkat telunjuknya sekali lagi ke arah Via, dia menatap tajam Via, Rahel meninggalkan wajah keduanya yang merona merah dan bingung


" jadi dia melihatnya ? " gumam Via menutup wajah

__ADS_1


Zian menahan panas wajahnya, dia tak percaya Rahel ada di sana saat mereka berciuman di pantai tadi pagi, tapi apa Rahel marah karena itu saja ? kenapa dia sangat kesal saat melihat wajah Via ? Zian sedikit curiga


*****


" ada apa ? " tanya Yosi pada Rahel, dia melihat wajah gadis itu kesal sambil membagikan sembako


" kau tahu gadis yang kita lihat hari lalu, aku melihat dia dan Zian berciuman di pantai ! " ujar Rahel kesal tapi dengan suara berbisik, Yosi mengerutkan alisnya


" kapan kau melihatnya ? "


" tadi pagi ! " ketus Rahel


" ish.. pantas saja kau meminta pulang tiba tiba " balas Yosi membuat wajah cemberut Rahel semakin menjadi


" kau tahu dia gadis yang sama yang dibicarakan pasangan kemarin, aku sungguh tak menyangka bisa melihatnya berciuman dengan kakakku, bahkan mereka terlihat akrab ! " gusar Rahel sambil merlirik ke arah Zian dan Via yang sibuk menurunkan dus dus lainnya dari mobil yang baru saja tiba mengirimkan bantuan


" tapi dia terlihat baik " ucap Yosi ikut memperhatikan pandangan Rahel, gadis itu berdecak semakin kesal


" yaa.. aku lihat dia tak seburuk yang mereka bicarakan tempo hari, jika wanita itu serendah itu, dia tak mugkin mau bekerja keras seperti itu ! " Yosi menunjuk ke arah Via yang menyeka keringat di dahinya, gadis itu bersungguh sungguh mengantarkan dus demi dus ke hadapan mereka, Rahel mulai berpikir sekali lagi


" tapi banyak orang berbicara buruk tentang dia ! " Rahel segera fokus membagikan sembakonya dan tak peduli dengan Zian dan Via yang sibuk membawa dus dus dengan sungguh sungguh di sana, Yosi masih memperhatikan tingkah Via


Yosi bisa melihat Via yang tertawa saat Zian berusaha membantu mengangkat dus yang dia bawa, tapi ternyata dus itu lebih berat dari dugaan, Zian malah tak mampu mengangkatnya kalah dengan tenaga Via, Yosi mengerutkan dahi, dia merasa ada yang janggal di sini, pemuda itu kembali fokus pada pekerjaannya ikut membagikan sembako dan tersenyum menyambut warga yang tak mampu, dia melirik ke arah Rahel sekilas yang juga ramah pada warga


" Rahel, menurut mu, kenapa orang berbuat jahat ? " tanya Yosi tiba tiba


" karena mereka jahat " balas Rahel asal saja tanpa peduli pada Yosi, dia fokus membagikan sembako, semakin banyak warga yang terus berdatangan


" menurutku bukan, banyak orang baik jadi jahat karena mereka merasa tersakiti " ujar Yosi serius sambil melirik ke arah Via lama


Rahel sangat sibuk membagikan sembako karena tangan Yosi sedang terjeda, siku Rahel berusaha menyadarkan Yosi yang masih terus menatap ke arah Via dan Zian


" hei lanjutkan pekerjaan mu ! " bisik Rahel kesal, Yosi meminta maaf dan melanjutkan bagiannya

__ADS_1


Rahel melirik ke arah Zian dan Via, mereka terlihat akrab dan tertawa riang, sambil meneguk air mineral di tangan mereka


" Zian pernah berbuat jahat karena luka masa lalu, apa Via juga ? tapi dia terlalu rendahan jika melakukan itu semua ! " Batin Rahel tak percaya melihat wajah Via yang cerah, dia tak percaya dengan omongan yang sempat dia dengar bersama Yosi di tepi pantai, jelas pasangan itu membahas gadis itu, gadis bernama Via dengan kulit sawo matang dan berambut panjang sebahu


__ADS_2